Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 925 : Menaklukan Dunia


Arashi tak sempat menghindar dan ia terkena serangan secara langsung sehingga terpental jauh menembus beberapa bangunan, "Sialan, untuk kabur saja susah..." ucapnya yang perlahan bangkit dan sekarang darah mengalir deras dari kepala.


Dengan sorot mata tajam, Eden berserta ketiga raja iblis yang lainnya berjalan mendekati Arashi, "Kau akan mati bocah...!!!!"


"Ini buruk..." ucap Arashi yang dengan tangan kanannya menutup luka dikening kepala agar darah tak terus mengalir, "Energiku tinggal sedikit dan tak mungkin ku gunakan untuk menyembuhkan luka-lukaku akan tetapi jika lukaku tak ku sembuhkan maka aku tak akan bisa lari..."


Para iblis itupun telah berada dihadapan Arashi dan keempatnya mengelilinginya dan Arashi hanya bisa memasang sorot mata tajam dan terlihat geram.


"Apa-apaan sorot matamu itu? Kau terlihat tak putus asa sama sekali..." ucap Eden yang kesal dan iapun menghantam dengan gada besi berduri, "Jbbuuak...!!"


Arashi terjatuh dan berusaha berdiri lagi.


"Khahahahaha... ini memalukan karena satu bocah dikeroyok oleh empat orang..." ucap Mogura dengan tertawa lepas penuh kesompongan.


"Apa kau lupa Mogura? Kita itu iblis bukan seorang ksatria atau yang lainnya jadi cara licik apa saja bisa dilakukan asalkan bisa menang..." ucap Silka si iblis wanita.


"Khahahaha...!! Itulah bagian yang paling menyenangkan menjadi seorang iblis..." ucap Mogura lagi.


Juzo menjadi sedikit kesal karena Arashi berusaha bangkit lagi, "Sudahlah, kawan-kawan dia terlihat tak mampu melawan lagi jadi segera saja habisi dia..."


"Ya, akan ku lakukan..." ucap Eden dengan mengangkat gada besi berdurinya


Darah dikepala Arashi terus saja mengucur deras lalu kakinya gemetaran karena dipaksakan menopang tubuhnya agar bisa berdiri tegak, iapun hanya bisa menatap penuh kekesalan.


"Kau akan mati, bocah..." ucap Eden yang bersiap menghantam kepala Arashi dari atas akan tetapi sebelum 'raja iblis duri' itu menghantamkan gada besi berdurinya Misaki muncul dan berteriak dari kejauhan, "Sialan!!! Apa yang telah kalian lakukan pada rekanku...!!!"


Keempat iblis itu memalingkan pandangan pada kemunculan Misaki dan Arashi juga bergumam dalam hati, "Misaki ada disini!! Ya, tapi aku tau dia tak bisa banyak membantu..."


Misaki diposisi susah karena tintanya masih saja membeku jadi ia memikirkan cara lain untuk melawan, "Sialan, mereka lawan yang tangguh dan sulit dikalahkan..."


"Kami harus kabur dan ku harap rencana yang ku buat ini berhasil..." gumam Misaki dalam hati merobek empat lembar kertas dari grimoire sihirnya dan iapun melemparkan kertas-kertas itu bagaikan shuriken pada musuh.


Keempat raja iblis itupun merasakan bahaya dari kertas yang dilemparkan oleh Misaki dan berusaha menghindar akan tetapi kertas-kertas itu tetap saja mengejar mereka dan menempel pada tubuh mereka.


Misaki langsung mendekat ke arah Arashi dan menarik lengannya, "Ayo pergi dari sini...!!!!"


"Ngomong-ngomong apa yang kau lakukan pada mereka?" Ucap Arashi yang untuk berlari saja susah.


"Tak usah banyak tanya!! Mereka itu kuat jadi teknikku itu tak akan menahan mereka untuk waktu lama..." gadis pelukis itupun enggan menjelaskan.


Arashipun juga tak peduli dan ia tau bahwa situasi tak menguntungkan jadi penjelasan Misaki tak penting juga. Keduanya terus berlari menjauh dari keempat 'raja iblis' yang kini tak dapat bergerak.


Dari keempatnya, Mogura yang memiliki kekuatan fisik lebih dari pada rekan-rekannya terlihat sangat kesal ketika menyaksikan Arashi dan Misaki kabur, "Sialan...!!!! Aku tak akan membiarkan kalian lari...!!!" Gumamnya dalam hati.


Iblis yang memiliki empat lengan dan berdiri mematung itu sekuat tenaga berusaha untuk bergerak dari tempatnya sekarang, "HIIAA...!!!!" Iapun meningkatkan energi yang meluap-luap.


"...!!" Ketiga raja iblis rekannya itu terkejut dengan perjuangan Mogura, "Dia berniat melepaskan segel secara paksa..." pikir mereka.


*


Misaki nampak kelelahan akan tetapi ia terus berlari didepan, "Yang benar saja!!! Kota ini jadi hancur lebur karena adanya beberapa raja iblis!!! Mereka benar-benar menyebalkan!!" Ucap gadis pelukis itu yang terlihat jengkel.


"Bagiku kota ini hancur lebur tak masalah akan tetapi hal yang paling membuatku marah adalah para iblis itu menghabisi nyawa penduduk yang tak bersalah..." ucap Arashi, "Jika saja aku punya sedikit sisa energi maka aku ingin menghajar salah satu dari mereka..."


"Lupakan para penduduk itu!! Mereka telah mati jadi yang terpenting sekarang adalah keselamatan kita...!!! Bertarung dengan mereka hanya akan membuang nyawa kita...!!!" Ucap Misaki yang seolah tak peduli.


"Tapi dimana 'si jenius' itu? Mungkin jika ada dia maka aku dan dia bisa menghajar salah satu dari mereka...!!!"


"Lupakan!! Rain juga telah dikalahkan oleh 'raja iblis es' jadi pilihan kita satu-satunya sekarang ini hanyalah lari...!!!" Jelas Misaki.


Arashipun jadi mengerti akan situasi yang terjadi dan iapun berfikir bahwa lari adalah sebuah keputusan yang bijak.


Keduanya terus berlari menjauh akan tetapi Mogura 'si iblis lengan' melompat tinggi ke udara dan berteriak dengan lantang ke arah keduanya, "Sialan!!! Bocah-bocah kurang ajar...!!"


Misaki menoleh ke belakang tepatnya ke atas dan terlihat sangat terkejut, "Bagaimana mungkin ia bisa bebas secepat ini?" Iapun terus berlari hingga pada akhirnya tersandung batu lalu terjatuh, "Aduh..."


"Cih..." Arashi yang kesal menghentikan langkah kakinya, "Wajar saja dia dapat lepas dari segelmu!! Iblis itu keras kepala sama seperti Tatsumi Saburo..."


Misaki kemudian berdiri lagi, "Kalau begitu gawat!! Kita harus segera lari...!!"


Arashi menatap tajam ke atas, "Sudah terlambat!! Dia menggunakan tekniknya..."


Ya, diatas Mogura meningkatkan energi dengan mengangkat keempat lengannya lalu dari telapak tangan keempat lengannya itu tumbuh lengan lagi dan terus tumbuh hingga lengannya berjumlah ribuan.


Setelah berjumlah ribuan lalu sebuah bola energi hitam berukuran raksasa mulai terbentuk.


"Cih, ini buruk!!! Energi telah habis jadi aku mungkin tak mampu mengatasi masalah ini..." ucap Arashi.


Misaki mengeluarkan tintanya yang masih membeku dari tas punggungnya, "Kalau begitu cepat lelehkan ini!!! Buat jadi cair!!!"


"Untuk apa?"


"Sudahlah, jangan banyak tanya!!!!" Bentak Misaki.


Arashi dengan cepat mengumpulkan sisa-sisa energinya dan kemudian berusaha melakukan apa yang diinginkan rekan wanitanya itu.


Akan tetapi disaat yang kritis itu Mogura tanpa ragu melemparkan bola cero raksasa itu, "Terima ini, bocah-bocah sialan...!!!"


"WUUSS...!!!!"


"...!!!" Arashi terkejut akan tetapi tinta sudah mencair jadi Misaki dengan cepat melukis pada grimoirenya dan menggunakan teknik sihirnya, "Teknik Sihir Lukisan : Cloning!!!"


Disaat Misaki mencoba menggunakan tekniknya, bola cero itu jatuh menimpa dan menciptakan ledakan super besar, "DHHUUAARR...!!!" Ledakan yang tercipta dari serangan Mogura sangat besar dan sangat luas.


JADI BAGAIMANAKAH CARANYA MEREKA BERDUA SELAMAT?


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 926 : Menaklukan Dunia II