
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
"Kalian benar-benar membuatku muak...!!!!" Ucap Leonidas 'sang raja iblis gempa' dengan sorot mata tajam penuh emosi, ia mengepalkan tangan berlapiskan kemampuan gempa, "HIIAA...!!!"
"KRAK...!!!" Terjadi retakan-retakan diudara dan gelombang penghancur segalanya melesat diatas permukaan laut lalu menciptakan tsunami yang mengarah pada Raizel.
"Hahahaha...!!" Raizel tertawa lepas dan malah meningkatkan energi sehingga lapisan petir yang menyelimui tubuhnya makin kuat, iapun tanpa ragu maju dan menghantam gelombang air itu, "DYYEESS...!!"
Gelombang air sekarang mengarah pada Shiki 'si penyihir merah', "Sial, apa yang harus ku lakukan?" Ucapnya yang bingung menghadapi tsunami itu.
"Sllash!! Sllash!!" Dari pesisir pantai yang letaknya sangat jauh Yashiru membantu dengan menembakan laser-laser sehingga gelombang tsunami itu tak terlalu besar lagi.
Shiki merasa terbantu, "Terima kasih, Yashiru..." dengan sihir merahmya, ia mewarnai tsunami itu dan kemudian mengendalikannya lalu secara perlahan laut menjadi tenang kembali.
Dilain sisi setelah menembus gelombang tsunami, Raizel terus maju ke depan dan iapun berhadapan langsung dengan sang iblis lagi, "Hahahaha...!!"
Raizel mengepalkan tangan berbalutkan elemen petir dan langsung memukul begitu sampai dihadapan Leonidas.
"DYYEESS...!!" Leonidas beradu kepalan tinju dengan Raizel.
Raizel terlihat bersemangat sementara Leonidas menatap tajam penuh dengan kekesalan.
'Si Tinju Petir' mundur sejenak lalu melesatkan sebuah tendangan berbalutkan petir, "Jbbuuak...!!" 'Sang Raja Iblis Gempa' menahan dengan pergelangan lengan kanan.
"Serangan seperti ini tak mempan padaku..." ucapnya dengan sorot mata tajam, iapun mengepalkan tangan kiri dan memukul lawannya dengan tinju gempa.
"Jbbuuak...!!"
"Krak...!! Krak...!!" Retakan- retakan terjadi diudara dan tercipta gelombang penghancur segala yang menghempaskan Raizel.
Leonidas menatap tajam pada dua lawannya yaitu Aogami Hiruma dan Shiki, "Sekarang tinggal dua yang tersisa..."
Keduanya menjadi sangat geram akan tetapi mereka berdua menyadari harus selalu hati-hati karena lawan yang dihadapi adalah iblis kelas atas.
Shiki membentuk sebuah tombak dari air yang warnanya telah berubah menjadi merah sementara Aogami Hiruma mengepakan sayapnya dan bulu-bulu putih berterbangan.
Leonidas sama sekali tak meremehkan lawannya meski baginya merupakan anak-anak, ia mengepalkan tangan dan melesatkan tinju berlapiskan kemampuan gempa, "Krak...!!" Atmosfer terkumpul dan udara yang berada tepat dihadapannya retak- retak lalu terciptalah gelombang penghancur segala.
Lalu begitu gelombang penghancur menyentuh bulu-bulu itu terciptalah ledakan- ledakan diudara, "DHUUAARR... DHUUAARR..."
"Rupanya kemampuan bulu-bulu tadi adalah ledakan..." pikir Leonidas dengan sorot mata tajam.
Kepulan asap tercipta dari ledakan itu dan Shiki memanfaatkannya dengan melompat menerjang lalu melesatkan tusukan, "Jleebb...!!!!" Leonidas lengah dan kini sebuah tombak menembus dadanya.
"Sialan..." Leonidas mencengkram gagang tombak itu dan berusaha menariknya tetapi Shiki tak mau kalah dan terus saja mendorong.
"Pertahankan Shiki!!! Aku akan menghabisinya...!!!!" Teriak Aogami Hiruma dengan terbang mendekat dan iapun segera melesatkan sebuah tebasan pada leher lawan.
Beberapa centi pedang milik sang pangeran hampir mengenai leher Leonidas akan tetapi mendadak Guts yang semula tiduran diatas perahu bangkit dan langsung melesatkan tinju ke arah Aogami Hiruma, "Jbbuuak...!!!" Sang pangeran terlempar.
Guts menatap Shiki sehingga membuatnya memundurkan langkah, 'sang raja iblis bumi' itupun menarik tombak yang menusuk rekannya.
"Sepertinya kau butuh bantuan kawan..."
"Cih, aku sama sekali tak membutuhkan bantuanmu!!!" Ucap Leonidas dengan agak kesal.
"Tapi kau hampir mati..." ejek Guts.
Leonidas tak dapat beralasan lagi akan tetapi ia menolak bantuan dari rekannya, "Kau tak perlu membantuku menghadapi mereka karena aku bisa mengurusnya sendiri..."
"Oh, lalu apa yang harus ku lakukan?"
"Ya, kau cukup menjalankan misi menghancurkan kota itu sementara itu aku akan menghabisi anak-anak ini..." jelas 'sang raja iblis gempa' itu.
"Kau yakin tak butuh bantuanku?"
Leonidas yang jengkel pada kata-kata rekannya sendiri menatap tajam, "Berhenti menganggapku lemah!! Aku bisa mengatasi mereka sendiri..."
Guts tanpa ragu melompat dari atas perahu dan menceburkan diri masuk ke dalam laut.
"Apa yang akan dia lakukan?" Gumam dalam hati Shiki dan Aogami Hiruma yang terkejut dengan sikap lawan.
Secara mendadak permukaan laut bergetar dari dalam lalu Guts muncul dengan wujud raksasa batu berukuran raksasa.
Shiki dan Aogami Hiruma hanya bisa melongo dan terbelalak saat munculnya 'raja iblis bumi' yang telah menggunakan kemampuannya itu, "Bagaimana caranya kita mengatasinya?" Pikir keduanya dalam hati.
Guts 'sang raja iblis bumi' yang telah dalam wujud raksasa batu secara perlahan bergerak menuju tepian pantai.
"Shiki, kita harus menghentikannya!! Dengan ukurannya sebesar itu dia dapat menghancurkan kota Altenar dengan mudah..."
"Aku tau!!!" Jawab Shiki dengan berteriak.
Leonidas dengan sorot mata tajam berkata, "Kalian tak akan pergi kemanapun..." iapun mengepalkan tangan berlapiskan kemampuan gempa dan memukul.
"Jbbuuak...!!"
"Krak!! Krak!!" Tercipta retakan- retakan diudara lalu melesatlah gelombang penghancur bersama dengan air sehingga terciptalah tsunami lagi yang mengarah pada Shiki dan Aogami Hiruma.
Keduanya menjadi panik, disatu sisi ada Guts dalam wujud raksasa yang harus dihentikan dan disisi lain muncul lagi tsunami.
"Apa yang harus lakukan, Shiki?"
"Kita perlu menyelamatkan kota akan tetapi kita harus menghentikan tsunami itu terlebih dahulu..." ucap Shiki.
"Aku mengerti..." Aogami Hiruma segera mengepakan sayap-sayapnya dan hal itu membuat bulu-bulu putih yang berterbangan dan ketika menyentuh tsunami langsung meledak, "DHUUAARR...!! DHUUAARR...!!"
Setelah berulang kali terkena ledakan kekutan dari hantaman dari tsunami itu mulai berkurang.
Shiki meningkatkan energi dan wilayah disekitarnya berubah menjadi merah lalu dengan kemampuannya ia membuat dinding dari air untuk menahan tsunami, "DYYEESS..."
Leonidas menatap tajam, "Hebat juga mereka..."
Secara mendadak Raizel muncul dan jatuh tepat dihadapan 'sang raja iblis gempa' dan hal itu membuatnya terkejut, "Hahahaha...!!!!" Ia tertawa lepas dan langsung saja melesatkan tendangan pada leher Leonidas.
"Jbbuuak...!!!" Tendangan kuat itupun membuat sang iblis terjatuh ke dalam lautan.
"Hahahaha...!!!!" Raizel tertawa lepas serasa menikmati pertarungan.
Tetapi didasar laut Leonidas menatap penuh dengan kekesalan, "Sialan, aku terlalu meremehkan kemampuan mereka..." ia meningkatkan energi lalu melapisi kepalan tangannya dengan kemampuan gempa dan melesat ke atas.
"Jbbuuak...!!!"
"Krak!! Krak!!" Leonidas memukul perut Raizel dengan tinju gempa dan terdengar suara tulangnya yang patah saat tercipta retakan-retakan diudara.
"...!!!!!" Shiki dan Aogami Hiruma terbelalak dan terkejut begitu melihat rekannya terkena serangan penghancur tepat diperut.
*****
Ditempat lain tepatnya disebuah hutan yang letaknya agak jauh dari kota Altenar dua petarung sedang beristirahat setelah menjalankan misi panjang.
"Hmm... apa kau juga merasakannya?" Tanya seorang gadis buta dengan warna rambut keemasan.
"Ya, aku merasakannya!! Aku merasakan tekanan energi saling beradu yang artinya sedang terjadi pertarungan..." ucap seorang pria dengan tubuh besar kekar.
"Bagaimana kalau kita mampir sebentar?"
"Gyahahahaha... memang hal itulah yang ku inginkan...!!" Jawak pria berbadan besar kekar itu dengan tertawa lepas.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1027 : Si Buta Dan Si Brutal II
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****