
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
'Si Akhir' telah sampai dinegeri langit Aera dan kemunculannya iapun membuat keributan besar.
"Hahahaha...!!" Sang iblis terkuat itupun tertawa menyeringai, "Mari kita lihat seberapa tangguh para dewa sekarang..." ia secara perlahan menarik pedang yang tersarung dipunggungnya.
'Si Akhir' memfokuskan energi pada sebilah pedangnya dan dengan sekali ayunan tangan kiri ia menebas, "Sllash...!!" Meski jaraknya cukup jauh tapi tiga gedung pencakar langit berhasil dirobohkannya.
Robohnya tiga gedung pencakar langit membuat kerusakan yang luar biasa pada daerah sekitarnya karena bangunan yang ada dibawahnya tertimpa dan tak hanya itu semua penduduk dalam kepanikan yang luar biasa.
"Hahahaha...!!" Sang Iblis Terkuat itu pun malah tertawa lepas, "Ini menyenangkan sekali bisa mendengarkan jeritan para dewa yang angkuh itu...!!!!"
Semuanya dalam kepanikan dan berlari menjauhi 'si akhir'
'Si Akhir' memasang kuda-kuda lalu memfokuskan energi pada kepalan tangan kanannya.
Tangan kanannya itu terlapisi kobaran api hitam, "Tinju Iblis!!"
"Jbblaast!!!" Dengan sekali pukulan dari jarak yang jauh iblis itupun mampu menciptakan kobaran api yang sangat hebat.
Kobaran api itu menyapu segala yang dilaluinya dan merubahnya menjadi abu tak terkecuali para penduduk yang sedang melarikan diri.
"Hahahaha...!!!" Iapun tertawa lepas, "Ayolah, ini tak terasa menyenangkan bila kalian tak melawan!!!"
"DYYEESS... DYYEESS...!!" Para Delapan Dewa Penguasa yang baru jatuh dari atas dan mereka semua muncul mengepung 'sang iblis'
"Khehehe... akhirnya datang juga mereka yang harus ku habisi..." ucap 'si akhir' dengan tersenyum menyeringai.
Sebagai anggota Delapan Dewa Penguasa yang baru Mizorogi menjadi sangat kesal dengan segala kerusakan yang ada, "Sialan, berani sekali kau membuat kerusakan dinegeriku tercinta!!!!!" Teriaknya dengan langsung meningkatkan energi.
Seketika tekanan gravitasi menjadi sangat berat dan membuat 'si akhir' terpaksa menekuk lututnya, "Dewa Langit rupanya..." ucapnya yang berusaha berdiri.
Mizorogi yang emosi langsung saja melesat secepat mungkin dengan menambahkan gaya dorongan pada kedua kakinya, iapun melapisi kepalan tangannya dengan gaya dorongan, "Sialan!!!!"
"Jbbllast!!!!" Mizorogi memukul wajah 'si iblis' sebelum ia sempat berdiri tegak dengan pukulan berlapis gaya dorong.
'Si Akhir' terhempas jauh menembus beberapa puing-puing bangunan.
Para Delapan Dewa Penguasa yang lainnya terkejut pada kekuatan milik Mizorogi, "Kau terlalu berlebihan..."
"Diamlah, itu balasan karena berani membuat masalah denganku..." bentak Mizorogi dengan tatapan tajam.
Kekuatan dari serangan Mizorogi yang merupakan Dewa Langit sangat hebat dan berdampak besar sehingga mereka para Delapan Dewa Penguasa mengira 'si iblis' telah kalah.
Tetapi secara mendadak tekanan energi yang sangat kuat terasa, "...!!!" Delapan Dewa Penguasa itupun terkejut.
"Hahahaha..." 'si akhir' perlahan berdiri tegak meski tubuhnya tertimpa bangunan, "Menarik sekali!!! Pertarungan seperti inilah yang ku tunggu-tunggu..." ucapnya dengan tersenyum lebar, iapun menarik kembali pedangnya yang tersarung dipunggung.
Mizorogi menjadi sangat geram, "Serangan selanjutnya ku pastikan kau akan mati, iblis..." iapun meningkatkan energi dan tentu saja tekanan gravitasi menjadi berat lagi.
Tak hanya Mizorogi tapi para Delapan Dewa Penguasa yang lainnya juga menarik senjatanya, mereka mulai menganggap iblis yang muncul sangat berbahaya karena selamat dari serangan Mizorogi yang begitu hebat.
"Hahahaha...!!" 'Si Akhir' berlari maju meski tekanan gravitasi sangat berat.
"HIIAA...!!" Mizorogi berserta para dewa juga melesat, mereka bersiap bertarung.
Mizorogi melapisi kepalan tinjunya dengan gravitasi dorongan sementara 'si akhir' memfokuskan energi api pada kepalan tangan kanannya.
"Jbbllast!!!" Dua kepalan tangan keduanya berbenturan dan menciptakan hembusan angin kuat.
Para dewa yang lainnya terkejut dan merekapun segera melesatkan serangan lanjutan setelah Mizorogi terlempar.
"Hahahahahaha...!!! Setelah 2.000 tahun berlalu kesenanganku kembali lagi..." ucap 'si akhir' dengan penuh kegembiraan.
Ya, pertarungan 'si akhir' melawan Delapan Dewa Penguasa yang baru dimulai.
*****
Para penduduk negeri langit dalam kepanikan karena mendapatkan serangan dari iblis.
Mereka berlarian menjauhi area pertarungan dan mengungsi ke tempat yang aman akan tetapi Kaoru dan Yume malah berlari mendekat ke arah pertarungan.
"Kaoru, sebaiknya kau juga segera mengungsi saja..."
"Tidak, aku tidak akan pergi dari sini!! Iblis yang kita hadapi ini berbeda..." ucap Kaoru yang gelisah.
Yume yang memperhatikan raut wajah rekannya itu bertanya, "Kaoru, katakan padaku!! Sebenarnya apa yang kau lihat dimasa depan? Kenapa kau terlihat sangat khawatir?"
Secara mendadak Kaoru menghentikan langkah kakinya dan hal itupun membuat Yume juga berhenti, "Ada apa?"
Kaoru terdiam lalu iapun meneteskan air mata.
Yume menjadi semakin kebingungan, "Kenapa kau malah menangis?"
"Hiks... tak apa!!" Ucap Kaoru dengan mengusap air matanya, "Iblis ini sangat kuat dan dimasa depan ialah yang akan menjadi pemimpin musuh dalam perang besar selanjutnya..."
"Masa depan belum pasti jadi sebisa mungkin kita harus menghentikannya..." jelas Kaoru
"Jadi itu alasanmu menangis? Kau melihat perang besar selanjutnya dan perang itu memakan banyak sekali korban, ya?" Ucap Yume.
"Benar..." jawab Kaoru dengan wajah tertunduk.
"Kalau begitu kita harus cepat!!" Ucap Yume.
"Emm..." Kaoru mengangguk.
Yume bergumam dalam hati, "Aku sudah menduganya setelah Kekaisaran Dewa jatuh dan matinya Dewa Kematian maka perang selanjutnya cepat atau lambat akan terjadi..."
Keduanya melanjutkan lagi perjalanannya menuju pertarungan meski para penduduk yang lainnya sedang berusaha melarikan diri.
*
Saat ini di Aera terjadi penyerangan oleh iblis terkuat dan kepanikan yang luar biasa menggila terjadi.
Sementara itu dibagian selatan kerajaan Alvarez sedang diadakan Turnament Lima Bintang yang bertujuan untuk menunjukan pada dunia kekuatan militer Alvarez.
Dua kejadian penting terjadi bersamaan tapi Arashi sendiri saat ini sedang berada disebuah taman.
Ia terlihat sedang tiduran dibawah rindangnya batang pohon, "Hah... udaranya terasa sejuk sekali!!"
"Yah, tapi entah mengapa aku sedikit khawatir pada mereka berempat? Apa mereka akan baik-baik saja, ya?" Pikir Arashi yang sedikit gelisah.
"Ah... ya sudahlah!! Tak perlu dipikirkan mereka itu kuat dan akupun tak ingin melibatkan diri dalam acara itu..." ucap Arashi yang pada akhirnya memilih bersikap acuh.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 950 : Aku Ikut Campur!!
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.