Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1133 : Tiga Senjata Terkuat Berkumpul


'Si akhir' duduk kembali disinggasananya, ia menatap remeh lawannya.


"Brengsek!!" Gumam Torano yang geram.


"Jangan terbawa emosi..." ucap Daisuke memperingatkan.


"Aku tau!!!" Ucap Torano yang kemudian menurunkan emosinya.


Ryusuke sangat tenang, "Entah apa yang terjadi aku akan membunuhmu..." ia melesat cepat dengan pusaran angin dikedua kakinya.


Ia menendang lawannya yang sedang duduk dari arah depan, "Jbbuuak!!" 'Si akhir' menahan tendangan Ryusuke dengan telapak tangannya.


"Aku merasakan aura yang sangat ku kenal darimu..."


"Entahlah, aku tak mengenalmu..." ucap Ryusuke dengan meningkatkan energi dan hal itu membuat telapak kaki yang sedang ditahan oleh 'Si Akhir' meledakan kobaran api, "DHUUAARR...!!!"


Sang iblis terkejut dan terlempar dari singgasananya akan tetapi ia segera bangkit kembali, "Sekarang aku ingat api dan aura yang kau miliki itu!!" Ia terlihat geram.


"Ya, kau memiliki kekuatan ayahku dan hal itu sangat menyebalkan..." ucap 'si akhir'


"Bagaimana kau bisa memilikinya?"


"Itu tak penting dan juga aku tak berniat mengatakannya padamu..." ucap Ryusuke dengan meningkatkan energi sehingga seluruh tubuhnya terlapisi oleh pusaran angin.


Ia menggenggam pedangnya erat-erat dan secara perlahan mengalirkan energinya pada pedang tersebut sehingga senjata itu terlapisi pusaran angin yang berpadukan dengan api, "Majulah!!"


'Si akhir' memutuskan untuk serius, ia kemudian melesat ke arah Ryusuke dan langsung memukul dengan tinju berbalutkan api, "Jbbllast!!" Ryusuke mampu menahan serangan tersebut dengan sebilah pedangnya.


Kobaran api tercerai-berai ke segala tempat, "Kuat sekali!!" Gumam Ryusuke dengan suara pelan yang perlahan terdorong ke belakang.


Torano dan Daisuke melesat, keduanya muncul disamping kanan dan kiri lalu tanpa menusuk perut 'si akhir', "Jangan abaikan kami!!"


"Jleebb...!!"


'Si akhir' perutnya tertusuk dari samping kanan dan kiri, keduanya perlahan menarik pedangnya dan luka yang diderita sang iblis dalam sekejap saja pulih.


"Dia adalah pempimpin  pasukan musuh jad wajar saja bila ia memiliki regenerasi yang luar biasa..." ucap Daisuke.


'Si akhir' tersenyum menyeringai lalu tertawa, "Hahahaha...!! Sepertinya kalian bisa sedikit menghiburku..." iapun meningkatkan energi dan meledakan kobaran api.


"WUUSS...!!!" Dengan sekali pijakan saja, ia mampu melesat sangat cepat ke arah Torano dan langsung saja memukul, "Jbbllast!!" Torano menahan dengan menyilangkan pedang akan tetapi ia tetap saja tak mampu menahan serangan sang iblis terkuat.


Torano terlempar menabrak dinding ruangan itu hingga keluar tempat itu.


Daisuke dan Ryusuke yang melihat rekannya terlempar karena kuatnya serangan musuh jadi waspada.


"HIIIAAA...!!!!" 'Si akhir' menghentakan kakinya sehingga lantai ditempat itu berkobar api.


Daisuke memutuskan menyerang dahulu sebelum diserang, ia menciptakan dua roda petir lalu melesat, "HIIAA...!!!" Tepat dihadapan lawan ia menebaskan pedang berbalutkan elemen petir, "Sllash!!"


'Si akhir' mampu membaca serangan lawan, ia menghindar dengan memundurkan satu langkah kakinya ke belakang, "Hahahaha...!!!" Ia balas mengepalkan tangan dan memukul dagu Daisuke dari bawah, "Jbbllast!!!"


Daisuke terlempar ke atas hingga menembus atap bangunan.


Ryusuke bergerak, ia menebaskan angin-angin pemotong, "Sllash!! Sllash!!" 'Si akhir' bergerak lincah bagaikan penari saat menghindari angin-angin pemotong itu.


"Tak ku sangka ia lincah sekali..." gumam Ryusuke dalam hati, iapun mengubah serangan dengan menebaskan pedang yang berbalutkan api.


"Sllash!!!" Gelombang api yang sangat besar melesat ke arah sang iblis.


Ya, sang iblis tersenyum menyeringai dan menerjang gelombang api itu begitu saja, ia lalu bergerak sangat cepat dan tau-tau sampai dihadapan Ryusuke.


"Mati kau!!!" Ucap 'si akhir' dengan memusatkan seluruh energinya pada satu titik yaitu kepalan tangan kanan lalu memukul sambil melemparkan semua energi itu sekaligus, "Jbbllast!!!" Kobaran api sampai terlihat menembus tubuh Ryusuke.


Ryusuke terlempar menabrak dinding akan tetapi tak sampai menembus keluar bangunan.


Hal yang mengejutkan terjadi karena perlahan Ryusuke yang tertimpa dinding bangunan bangkit lalu Daisuke turun dari atap bangunan dengan kilatan-kilatan petir dikedua kakinya dan Torano kembali lagi dengan menggunakan kemampuan teleport.


"Bagaimana mungkin!!!" 'Si akhir' terkejut melihat lawan yang terkena serangan telak darinya dapat bangkit lagi, "Padahal seranganku sangat mematikan akan tetapi mengapa mereka terlihat baik-baik saja?" Gumamnya dalam hati.


'Si akhir' berfikir dengan sangat keras dan merasa ada hal yang tak wajar dari ketiganya, iapun menggunakan insting, pengalaman dan pengetahuannya bertarung untuk menganalisa kemampuan ketiganya.


"Aku mengerti sekarang!! Tekanan energi mengerikan dan perasaan tak enak dari mereka berasal dari senjata itu..." mendadak 'si akhir' tersenyum menyeringai lalu tertawa lepas, "Hahahahaha..."


"Kenapa kau tertawa, sialan? Apa ada hal lucu dari kami?" Ucap Torano yang geram.


"Aku baru saja tersadar bahwa 3 senjata terkuat yang sangat legendaris berkumpul tepat dihadapanku..."


"Ya, hal itu membuatku sangat senang!!" Ucap 'si akhir' dengan tertawa lepas.


"Raja Pedang yang memiliki aura kematian..." ia menatap ke arah Torano.


"Cahaya Surga dengan energi tanpa batas..." ia menatap ke arah Daisuke.


"Perisai Harapan dengan pertahanan yang tak dapat ditembus..." ia menatap ke arah Ryusuke.


"Hahahaha...!!! Ini sebuah kejadian yang sangat langka dan aku tak pernah menduga bisa melawan 3 senjata terkuat sekaligus..." 'si akhir' terlihat sangat senang.


Daisuke sedikit geram pada sikap 'si akhir', "Konyol sekali!! Kau akan mati akan tetapi kau malah mentertawakan kematianmu itu sendiri..."


"Tidak, aku tak akan kalah!! Akan ku buktikan bahwa diriku lebih kuat dari pada ketiga senjata terkuat..." ucap 'si akhir' dengan meningkatkan energi dan iapun perlahan menarik pedang yang tersarung dipunggungnya, "Ayo Excalibur!! Mari tunjukan kemampuan kita berdua..." ia pun akhirnya menggunakan senjata pembelah benua miliknya.


"Omong kosong!! Aku lebih suka bicara dengan tindakan dari pada dengan ucapan..." Ryusuke sudah berada dibelakang tubuh lawan lalu tanpa ragu menebas.


'Si akhir' memiliki respon cepat, ia segera berbalik dan mengkis tebasan Ryusuke dengan pedangnya, "Cthing!!!"


"Zink!!" Torano menggunakan kemampuan teleport dan muncul disamping lawan lalu menusuk dengan kedua pedangnya.


"Cthing!!" Entah mengapa tusukan Torano tak mampu menembus kerasnya kulit 'si akhir'


Dilain sisi, Daisuke tak peduli pada nasib kedua temannya, iapun menciptakan sebuah pedang besar dari elemen petir lalu melemparkannya pada musuhnya, "DHUUAARR...!!!" ledakan kuat yang berupa kilatan-kilatan petir terjadi dalam bangunan itu.


*****


Sementara itu.


"Tap... tap... tap..." terdengar suara langkah kaki yang sangat tergesa-gesa dari seorang gadis yang berlari menuju bangunan tempat pertarungan terjadi


Gadis itu adalah Kaoru, ia merupakan dewa yang mampu melihat masa depan.


"Aku melihat masa depan yang sangat mengerikan jadi aku harus segera menghentikan pertarungan mereka sebelum terlambat...!!!!"


"


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1134 : Legenda Kuno


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Terima kasih atas perhatiannya.


*****