Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1072 : Mesin Pembunuh Iblis II


Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Tersisa lima raja iblis karena Ryusuke telah menghabisi 'sang raja iblis duri' dan 'sang raja iblis es'


Ia berjalan secara perlahan ke hadapan 5 raja iblis yang berdiri tegak berjejer, "Aku tak punya banyak waktu jadi siapa diantara kalian berlima yang siap dihabisi..." ucap Ryusuke dengan mengg.enggam erat pedangnya yang terlapisi pusaran angin pemotong.


Kelimanya geram akan tetapi sedikitpun mereka tak terprovokasi kata-kata Ryusuke, kelimanya jadi lebih hati-hati mengingat dua rekan mereka telah dihabisi.


"Baik, jika kalian tak mau menyerang maka aku saja yang menyerang kalian..." ucap Ryusuke dengan sorot mata tajam, iapun mengayunkan sebilah pedangnya yang terlapisi pusaran angin pemotong itu sekuat tenaga, "Tornado!!!!"


"WUUSS...!!!" Pusaran angin pemotong berukuran sangat besar mengarah pada mereka.


Para raja iblis itupun melompat ke belakang untuk menghindari pusaran angin yang mampu mencabik-cabik itu.


"Serangan ini lemah..." ucap Mogura dengan mengarahkan telapak tangan kanan ke depan lalu sebuah cero seukuran bola sepak tercipta, "Wuuss...!!" Cero itupun ditembakan pada pusaran angin itu.


"DHUUAARR...!!" Tercipta ledakan yang menghentikan pusaran angin itu dan karena sasarannya adalah angin berputar maka kepulan asap menyebar ke segala arah.


Ryusuke memanfaatkan hal itu dengan menyelinap dan mendadak muncul tepat dihadapan Mogura, "Serangan kejut!!!" Mogura terkejut, iapun mengarahkan dua telapak tangan ke depan dan terciptalah ribuan lengan.


"Sllash!! Sllash!!" Ryusuke dengan lincahnya mampu memotong-motong lengan itu.


"Hahahaha...!!" Mogura tertawa lepas karena meski telah terpotong-potong tapi lengan-lengannya terus saja bermunculan.


Ryusuke yang melesatkan tebasan-tebasan menatap tajam lawannya, iapun menggenggam erat pedangnya sehingga pedangnya yang semula terlapisi pusaran angin pemotong berganti dengan api, "Panah Api!!!" Iapun memusatkan energi api pada ujung mata pedangnya lalu menembakan api.


"Jleebb...!!!" Mogura terkena serangan pada dada, "ARRGGH...!!" iblis dengan ribuan lengan itu berteriak kesakitan karena merasakan panas yang luar biasa.


Disaat yang sama Ryusuke segera melesat ke arah Mogura dan memenggal kepalanya, "Sllash!!" Si iblis itupun terbakar lalu secara perlahan berubah menjadi abu.


Kepulan asap itupun secara perlahan menghilang dan keempat raja iblis yang tersisa sangat terkejut begitu melihat Ryusuke mencengkram kepala Mogura, "Satu lagi telah mati jadi giliran siapa yang mati..."


"Sialan...!!!!!!" Venom tak bisa menahan emosinya lagi dan iapun segera berlari ke arah Ryusuke.


"Jangan gegabah, Venom!!!!" Teriak Leonidas yang letaknya agak jauh.


Venom mengepalkan tangan yang terus membesar karena kemampuannya memanipulasi otot, "Ku hancurkan kau!!!!" Teriaknya dengan melesatkan pukulan.


Ryusuke bersiap menghadapi serangan itu dengan memperkuat pijakan kedua kakinya.


"Gawat!!!" Pikir Leonidas yang membayangkan Venom akan dihabisi oleh musuh.


Dari jarak yang cukup jauh, Leonidas mengepalkan tangan yang berlapiskan kemampuan gempa dan iapun memukul udara bebas yang ada dihadapannya, "Krak!! Krak!!" Atmosfer memadat lalu tercipta retakan-retakan diudara dan melesatlah gelombang penghancur segalanya.


Pukulan Venom hampir mengenai sasaran akan tetapi terlebih dahulu ia dan Ryusuke yang lengah tersapu oleh gelombang penghancur segalanya.


"Hah... hah... hah..." Leonidas mencoba mengatur nafasnya.


Karma jatuh dari atas tepat didekat 'sang raja iblis gempa', "Kau telah menyelamatkan Venom..."


"Akan tetapi selama kita belum menghabisi nyawa bocah itu maka nyawa kita belum selamat..." ucap Leonidas dengan sorot mata tajam.


Dilain sisi Venom tertimpa oleh puing-puing akan tetapi secara perlahan ia berdiri kembali, "Sialan, sebenarnya apa yang sedang dipikirkan oleh Leonidas itu? Mengapa mendadak ia menghempaskanku dengan gelombang penghancur segalanya?"


"Bodoh, dia telah menyelamatkanmu..." ucap Guts yang mendadak muncul dibelakang Venom.


"Hah?" Venom menoleh ke belakang dan terlihat tak mengerti, "Apa maksudmu?",


"Bocah itu memiliki ketenangan jiwa yang sangat luar biasa dan dirimu yang emosi hanya akan jadi mangsanya..."


"Cih..." Venom pun terdiam dan iapun tak bisa lagi menyangkal ucapan 'sang raja iblis bumi' itu.


"DHUUAARR...!!!" Dari hamparan tanah yang hancur langsung muncul ledakan dan Ryusuke melesat ke arah Venom.


Ryusuke terlempar kembali ke belakang akan tetapi ia jatuh dengan perlahan dan tenang.


Lalu Karma bergerak secepat kilat dan langsung saja menebas dari arah belakang, "Sllash!!" Ryusuke menoleh ke belakang dan mencengkram pedang 'sang raja iblis petir' itu dengan tangan kirinya.


"Apa!!!!!" Karma terkejut.


Ryusuke menggenggam erat pedang ditangan kanannya dan langsung saja menebas leher Karma, "Sllash!!" Kepala 'sang raja iblis petir' itupun terpenggal dan iapun perlahan berubah menjadi abu.


"Sialan!!!" Leonidas yang terlambat menyelamatkan rekannya langsung menusuk dengan pedangnya yang ujung pedang tersebut sudah terlapisi kemampuan gempa, "Krak...!! Krak...!!" Emosi 'sang raja iblis gempa' itupun tak dapat terbendung lagi.


Kekuatan penuhnya menciptakan retakan-retakan pada udara dan permukaan tanah.


"WUUSS....!!!" Ryusuke yang terkena tusukan pada dadanya terlempar oleh sebuah bola gempa yang menghancurkan apa saja yang dilaluinya.


"...!!!!" Semua yang melihat kekuatan penuh dari 'sang raja iblis gempa' terbelalak pada dampak serangannya.


Tetapi hanya satu orang yang tersenyum menyeringai dan terlihat senang dan dia adalah Arashi, "Khehehehe..."


"Mengapa papa terlihat senang?"


"Hmm... kenapa, ya? Hahahaha...!! Sekarang akupun tau cara kerja dari 'perisai harapan' itu..." ucap Arashi dengan tersenyum lebar, "Senjata terkuat itu memang tak memiliki energi apapun akan tetapi senjata itu dapat merasuk dalam darah dan daging lalu membuat si pemegangnya tak dapat dilukai oleh serangan fisik seperti apapun..."


"Ya, para raja iblis itu yang tak mengetahui Ryusuke merupakan pemegang 'perisai harapan' pasti akan selalu shock karena setiap serangan mereka selalu saja tak dapat melukai Ryusuke..."


"Hmph... kalau gitu paman Ryusuke curang!!"


"Hey, jangan berkata seperti itu!!! Apapun boleh dilakukan dalam medan perang asalkan bisa menang..." jelas Arashi dengan tersenyum lebar pada gadis kecil yang ada dipunggungnya itu.


*


Semua mata masih terbelalak dengan serangan penuh emosi dari 'sang raja iblis gempa' tak terkecuali empat anggota Red Eagle.


"Luar biasa..." ucap Akiru si sisi dewa es.


"Serangan itu setara dengan jatuhnya meteor..." ucap Sena 'sang dewa langit'


"Jikapun dapat menghindar dari serang seperti itu ku yakin kita tetap akan terluka parah..." sahut Daisuke 'si pemegang cahaya surga'


"Tapi aku tak mengerti jalan pikiran Arashi, mengapa dia tak membantunya?" Ucap 'si jenius' Senju Rain yang terheran-heran.


*


Ketiga raja iblis yang tersisa berkumpul.


"Dia sudah pasti hancur lebur..." ucap Guts.


"Dengan trick seperti apapun dia pasti sudah mati..." sahut Venom.


"Hah... hah... hah..." Leonidas perlahan mengatur nafasnya, "Aku sudah mengerahkan seluruh kemampuanku dan kita telah mengorbankan nyawa teman-teman kita jadi dia pasti sudah hancur berkeping-keping..."


Tiga raja iblis itupun sangat berharap bahwa Ryusuke telah kalah agar mimpi buruk segera berakhir akan tetapi dari hamparan tanah yang hancur Ryusuke perlahan bangkit dengan penampilan lusuhnya.


"Apa!!!!" Semua raja iblis dan pasukan mereka shock.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1073 : Munculnya Sang Kematian


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****