
Nagata Kagami 'si pembawa badai' sedang bertarung melawan iblis 7 kemampuan yaitu Heliel, Akahoshi terhempas jauh oleh sekali pukulan 'sang raja monster'.
Lalu sekarang ini dua bos musuh itu sedang berdiri tepat dihadapan Hoshimiya-sensei.
"Aku tak takut pada kalian berdua jadi majulah dan aku akan meladeni..." ucap 'sang raja kegelapan' dengan sorot mata tajam.
"Hahahahaha...!!! Sombong sekali!! Tapi aku suka gayamu itu!!" Ucap Tatsumi Kidou dengan tertawa lepas, ia melesat dengan sekali pijakan dan mengepalkan tangan lalu memukul.
"Jbbllast!!" Hoshimiya-sensei buru-buru masuk ke dalam bayangan karena mengetahui serangan lawan sangat berbahaya, "Wuuss..." hembusan anggin dari pukulan Tatsumi Kidou sangat kuat sampai-sampai menerbangkan para pasukan yang berada dikejauhan.
Hoshimiya-sensei bergerak dan ia muncul tepat dibawah 'sang raja monster' lalu melesatkan tendangan kuat pada dagu, "Jbbuuak!!" Tatsumi Kidou sempoyongan dan jadi terdorong sedikit ke belakang akan tetapi ia baik-baik saja.
"Kau benar-benar menarik..." 'si akhir' tersenyum menyeringai, ia melesat dengan kobaran api dikedua kakinya dan langsung saja menendang sekuat tenaga, "Jbbllast!!" Lagi-lagi Hoshimiya-sensei masuk ke dalam bayangan untuk menghindar.
"UUAAWAK...!!"
"Panas sekali!!" Para pasukan yang berdiri dikejauhan terlempar dan terbakar oleh bola api yang berasal dari kaki 'si akhir'
Hoshimiya-sensei keluar dari bayangan tepat dibelakang musuh dan langsung saja melesatkan tebasan dari arah samping kiri, "Cthing!!!!" Sang iblis menahan dengan cakarnya.
"Kau memiliki kemampuan bertarung yang luar biasa..." sang iblis memuji.
"Sayang sekali!! Aku tak butuh pujian darimu..." ucap Hoshimiya-sensei dengan sorot mata tajam.
'Sang raja monster' kembali melesat ke arah lawan dengan sekali pijakan dan kali ini ia menebaskan kedua pedangnya dari atas, "Sllash!!" Hoshimiya-sensei yang menyadari serangan itu buru-buru masuk ke dalam bayangan.
Pedang Tatsumi Kidou mengenai tanah dan ia sangat geram, "Sialan, serangan kita sama sekali tak mengenainya..."
"Dia memang merepotkan akan tetapi kita hanya perlu menunggunya lengah lalu melesatkan serangan telak yang membuatnya tak berdaya..." ucap 'si akhir'
Keduanya segera membentuk formasi dengan berdiri saling membelakangi satu sama lainnya.
"Sekarang ini mereka mulai mewaspadai seranganku..." gumam Hoshimiya-sensei yang keluar dari sebuah bangunan dikejauhan.
"Mereka kuat dan aku sama sekali tak boleh meremehkan mereka..." ia menggenggam erat pedangnya dengan dua tangan dan meningkatkan energi, "HIIAA...!!!!!!!!" Teriak Hoshimiya-sensei yang kemudian menusukan sebilah pedangnya pada permukaan tanah.
Baik 'si akhir' maupun 'sang raja monster' merasakan energi kuat yang berasal dari kedua pijakan kaki mereka, "DYYEESS...!!" Sebuah duri kegelapan raksasa muncul dari bawah dan hal itu membuat keduanya melompat ke samping kanan dan kiri.
"Hebat..." pikir keduanya secara bersamaan.
"DYYEESS...!! DYYEESS...!!" Duri-duri kegelapan terus bermunculan dan hal itu memaksa dua bos musuh untuk menghindar.
"Ternyata mereka lincah juga..." gumam Hoshimiya-sensei yang berada dikejauhan.
'Si akhir' yang terus menerus menghindar berkata, "Serangan ini tak akan berakhir sebelum kita menemukan keberadaan penggunanya..."
"Aku tau tapi dimana dia sekarang?" Jawab 'sang raja monster'
'Si akhir' mendadak memfokuskan keenam indranya, ia melirik ke samping kanan kiri sambil terus menghindar, "Dimana dia?" Gumamnya dalam hati sambil terus mencari-cari.
"Ya, itu dia!!" Ucap 'si akhir' yang menemukan keberadaan lawan dikejauhan.
Iapun menggenggam erat Pedang Pembelah Benua dan mengayunkan sekuat tenaga, "Sllash!!" Angin pemotong yang berpadukan dengan kobaran api melesat.
"...!!" Hoshimiya-sensei terkejut dan ia segera menangkis dengan pedangnya, "Cthing!!" Iapun terdorong ke belakang.
'Sang raja monster' yang juga menyadari keberadaannya juga langsung bergerak cepat, ia melesat dengan sekali pijakan dan langsung menebaskan dua pedangnya bertubi-tubi, "Sllash!! Sllash!!" Hoshimiya-sensei menangkis tebasan musuh dan ia agak kerepotan mengatasinya.
"Hahahaha...!! Tak akan ku biarkan kau masuk ke dalam bayangan lagi!!" Ucap Tatsumi Kidou yang tak memberikan celah.
'Si akhir' juga bergerak, ia memperkuat pijakan kedua kaki lalu memusatkan energi pada ujung kedua tanduknya, "HIIIAAA...!!!" Sebuah cero berukuran besar terbentuk.
"WUUSS..." Tanpa pikir panjang sang iblis menembakan serangan berdaya ledak tinggi itu.
"...!!!" Hoshimiya-sensei yang sedang berhadapan dengan Tatsumi Kidou terkejut melihat tembakan cero mengarah padanya, "DHHUUAARR...!!" Ledakan yang sangat besar pun terjadi.
*****
Dilain sisi.
Nagata Kagami 'si pembawa badai' sedang bertarung dengan 'si iblis 7 kemampuan'
"Hoshimiya-sensei berhadapan dengan dua bos musuh? Apa Akahoshi-senpai berhasil dikalahkan?" Pikir Nagata Kagami sambil bertarung.
"Ya, kalau begitu aku juga harus segera menyelesaikan pertarunganku dan segera pergi membantu Hoshimiya-sensei..." pikirnya lagi.
Heliel yang sedang bertarung dengan pria bersenjatakan kipas besar itupun menjadi sangat geram, "Aku bisa membaca pikiranmu jadi berhenti meremehkanku..." teriaknya yang kemudian meningkatkan energi.
Kegelapan pekat meledak dari kedua pijakan kaki Heliel dan iapun secara perlahan berubah bentuk, "Mode : Devil"
Ya, Heliel menggunakan wujud aslinya.
Nagata Kagami menatap tajam dan jadi lebih serius bertarung, ia bergumam dalam hati lagi, "Kurasa ini akan jadi lebih sulit akan tetapi aku tak boleh boros energi jadi aku akan menggunakan sebagian saja kekuatanku..."
"Aku bisa membaca pikiranmu jadi berhenti meremehkanku, sialan..." ucap Heliel yang kesal dan iapun menghilang dengan kemampuan teleport, "Zink!!" Ia muncul tepat dihadapan Nagata Kagami.
Nagata Kagami terkejut dan segera melompat ke belakang, "Lawan aku dengan seluruh kekuatanmu..." teriak Helial dengan menyerang menggunakan cakar.
"Cruat...!!" Nagata Kagami terkena jangkauan cakar Heliel dan sebagian wajahnya terluka.
Nagata Kagami menggenggam erat kipas besarnya dan tersenyum menyeringai, "Aku tak peduli lagi!!" Ucapnya yang tekanan energinya meningkat, "Aku akan menuruti apa maumu..."
"Aku akan melawanmu dengan kekuatan penuh..." mendadak saja pusaran angin kuat berhembus disekitar tubuh 'si pembawa badai'
"Hahahaha...!! Baguslah kau marah padaku!!" Ucap Heliel yang malah merasa senang dan ia pun menggunakan kemampuan telekinesis sehingga puing-puing bangunan yang ada disekitarnya melayang ke udara.
Ia mengangkat tangan kanan ke atas lalu terkumpul kegelapan yang kemudian memadat membentuk topeng, "Mari bertarung sampai mati...!!" Ucap Heliel yang tekanan energinya meningkat setelah mengenakan topeng tersebut.
"HIIIAAA...!!!!" Dengan sekali pijakan keduanya melesat maju dan menyerang sekuat tenaga, "Cthing!!!" Keduanya berbenturan serangan.
*****
Kembali ke pertarungan utama.
"Tap... tap... tap..." dengan langkah perlahan Tatsumi Kidou berjalan keluar dari ledakan cero, "Yang benar saja, kau juga meledakan diriku..." ucap 'sang raja monster' dengan tersenyum menyeringai.
"Hahahaha...!! Sudah ku duga kau tak akan terluka..." 'si akhir' malah merasa senang.
"Ya, sekarang apakah ia telah mati?"
"Entahlah..." ucap 'si akhir'
Didalam kepulan asap, Hoshimiya-sensei terluka akan tetapi ia masih bisa bertarung lagi, "Kurasa aku tak punya pilihan lain..."
"Akan ku gunakan itu..."
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1188 : Pengadilan 9 Raja Kegelapan