Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1170 : Bunuh Raja Iblis V


Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Baik Kiba maupun Kanzaki Shirou tak mampu mengimbangi kekuatan Mogura dan Venom sehingga untuk sekarang ini keduanya tengah terdesak dalam pertarungannya.


Venom beradu tinju dengan Kanzaki Shirou.


"Jbbllast!!" Kanzaki Shirou mulai kelelahan dan mulai kehabisan energinya.


"Sialan..." ucapnya yang perlahan mengatur nafas.


Venom yang masih segar bugar dan mampu meregenerasi setiap luka-lukanya berkata, "Dalam hal kekuatan fisik kau memang dapat mengimbangi diriku akan tetapi perlu diingat bahwa aku adalah iblis yang memiliki regenerasi luar biasa..."


"Lalu dalam hal kapasitas energi kitapun berbeda!! Energi milik ku 10X lipat lebih banyak dari pada milikmu..."


Shirou perlahan berdiri tegak lagi dan ia pun menatap tajam pada lawannya, "Kau benar dan itu artinya aku harus segera mengalahkanmu..."


"Kesimpulan yang bagus akan tetapi bagaimana caranya kau mengalahkanku?" Ejek Venom dengan tersenyum menyeringai.


Mendadak saja, Shirou melompat dan mencengkram wajah Venom lalu membantingnya ke tanah sekuat tenaga, "Jbbuuak!!" Venom yang lengah terjatuh ke tanah.


"Aku cukup menghajarmu untuk membuatmu kalah..."


Venom dengan cepat berdiri tegak dan sangat emosi pada apa yang dilakukan oleh Shirou, "Kau telah menghabiskan semua keberuntunganmu, bocah..." Venom mengangkat kakinya tinggi-tinggi lalu menghentakan tanah sekuat tenaga, "DYYEESS...!!!!"


Puing-puing berterbangan ke udara dengan hentakan kuat itu, Venom melesat dengan sekali pijakan, ia mengepalkan tangan dan memukul, "HIIAA...!!"


Kanzaki Shirou mengambil kuda-kuda, ia memegang pedang besarnya lalu mengayunkan pedang besarnya sekuat tenaga bagaikan bermain bola kasti, "Jbbuuak!!!" Venom terpental jauh lagi.


Meski berhasil dihempaskan tapi Venom segera berdiri tegak, iapun mengambil sebuah bongkahan bangunan lalu melemparkannya ke arah lawan, "WUUSS...!!" Tak hanya sekali tapi ia mengambil beberapa bongkahan bangunan untuk dilemparkan.


Kanzaki Shirou juga mengambil bebatuan dan ia melemparkan bebatuan yang sudah dilapisi kemampuan memperberat miliknya, "WUUSS...!!"


Setiap bongkahan bangunan berbenturan dengan pecahan kecil bebatuan dan bongkahan-bongkahan itupun hancur.


"Apa!!" Venom terkejut.


Dengan langkah kaki cepat Kanzaki Shirou berlari ke arah sang iblis, "HIIAA..!!" Ia mengepalkan tangan dan memukul perut Venom, "Jbbuuak!!"


"Ugh!!" Venom yang lengah terdorong ke belakang.


"Belum selesai...!!" Teriak Kanzaki Shirou dengan memperkuat pijakan kedua kakinya dan memukul lagi sekuat tenaga, "Jbbllast!!"


Venom yang memperkuat pijakan kedua kakinya terlempar beberapa meter, Kanzaki Shirou berlari secepat mungkin ke arahnya dan iapun meletakan batu kecil seukuran kepalan tangan pada perut Venom.


"Aku tak dapat berdiri..." ucap Venom.


"Percuma saja, berat batu yang ada atas perutmu itu 10 ton..." Kanzaki Shirou mengangkat pedang besarnya ke atas setinggi mungkin dengan kedua tangannya.


"Sialan!!!" Venom mengerahkan seluruh kekuatannya untuk berdiri tegak.


"HIIAA...!!!!" Kanzaki Shirou mengayunkan pedang besarnya sekuat tenaga, "100 ton!!"


"Jbbllast!!" Pedang yang sangat berat milik Kanzaki Shirou jatuh tepat pada perut Venom dan menghancurkan tubuh Venom hingga jadi berkeping-keping.


Darah berceceran ditanah dan membasahi pedang besar milik Kanzaki Shirou lalu sebuah cekungan yang sangat luas dan dalam tercipta.


Dipertarungan satunya.


Kiba tak percaya serangan pamungkasnya tak mampu memotong semua lengan milik Mogura.


"Sial..." ucap Kiba yang perlahan mengatur nafasnya.


Mogura terus menerus menumbuhkan lengannya sampai-sampai tubuh utamanya tak terlihat lagi, iapun jadi bola raksasa yang tersusun dari lengan-lengan yang tak terhitung jumlahnya.


"Yang benar saja!! Aku sampai tak mengenali wujudnya saat ini..." ucap Kiba dan sekarang ia dalam keadaan bingung, "Bagaimana caranya aku mengalahkannya?" Pikir Kiba.


Kiba berfikir sejenak akan tetapi ia menemui jalan buntu, "Kalau begitu ku coba saja menebasnya..." ucap Kiba dengan memperkuat pijakan kedua kakinya, iapun memusatkan energi pada dua pedang yang ia genggam dan menebas, "Sllash!!" Angin pemotong berkecepatan tinggi melesat dan memotong lengan-lengan tersebut.


"Sial..." Kiba menjadi geram karena serangannya tak mampu menjangkau tubuh utama Mogura, "Ya, aku memang tak mampu menyerang tubuhnya akan tetapi setidaknya ia juga tak akan bisa menyerangku dengan wujud seperti itu..." pikir Kiba.


Tetapi mendadak dari semua ujung jari Mogura terfokus sebuah energi dan iapun menembakan laser dari berbagai sisi, "Sllash!!"


"Dia bisa menyerang juga ternyata..." pikir Kiba yang terkejut dan iapun terpaksa menghindari setiap serangan yang datang dengan melompat ke sana ke mari.


Sesekali Kiba juga menangkis tembakan-tembakan laser dengan dua pedang yang ia genggam, "Serangannya tak terarah akan tetapi bila dibiarkan terus menerus maka semuanya bisa dibuat hancur..." pikir Kiba.


Iapun tak menemukan jalan keluar dan Mogura tanpa henti menembakan lasernya, "Tap..." Kanzaki Shirou yang telah menyelesaikan pertarungannya muncul dan iapun mengejek, "Menyedihkan sekali!! Ternyata pertarungan ditempat ini belum selesai juga..."


"Berisik!!!" Bentak Kiba.


"Hahahahaha...!!"


Kiba yang geram tak bisa membalas ejekan rekannya dan ia berkata, "Dari pada mengejek dan mentertawakanku sekarang ini lebih baik kita cari cara untuk mengalahkannya..." ucap Kiba dengan menunjukan wujud baru musuh.


Kanzaki Shirou menatap Mogura yang saat ini berwujud bola raksasa yang tersusun dari lengan, "Sepertinya dia sangat merepotkan..." gumamnya dalam hati.


"Kenapa dia sampai bisa berwujud seperti itu? Apakah sebelumnya kau tak berusaha menghentikannya?" Tanya Kanzaki Shirou.


"Aku telah berusaha memotong-motong lengannya sebelumnya tapi potongan pedangku kalah cepat dari proses tumbuhnya lengan miliknya..." jelas Kiba, "Jangan berfikir untuk menyalahkanku, kunyuk!!"


"Cih, kalau begitu kau punya rencana?"


"Ya, lempar aku sekuat tenaga dan aku akan berusaha menusuk tubuh utamanya tetapi kau juga harus melemparkan tubuh iblis itu ke udara..." ucap Kiba.


"Akan ku lakukan...!!" Teriak Kanzaki Shirou dengan berlari ke arah musuh sambil menghindari tembakan-tembakan laser.


Iapun menggenggam erat pedang besarnya lalu langsung menghantam bola lengan itu dari arah bawah sekuat tenaga, "HIIAA...!!"


"Jbuuak!!" Bola lengan itupun terlempar jauh ke udara.


Kiba sampai didekat rekannya, "Sekarang lempar aku!!!"


"Sesuai keinginanmu...!!" Teriak Kanzaki Shirou yang kemudian memegang erat tubuh rekannya dan melemparkannya ke langit sekuat tenaga, "HIIIAAA...!!"


"WUUSS...!!!" Kiba melesat bagaikan peluru yang ditembakan, ia menggenggam erat kedua pedangnya, "Terima serangan pamungkasku!!!"


Kedua pedang Kiba terlapisi petir, angin pemotong dan kegelapan, ia berputar bagaikan gangsing dan menyerang bola lengan itu bagaikan bor yang menusuk, "HIIAA...!!!!" Kiba yang berputar terlapisi pusaran angin pemotong yang berpadukan dengan kilatan petir.


Iapun berhasil menembus lengan-lengan yang sangat banyak dan berhasil mengeluarkan tubuh Mogura dari balutan lengan.


Mogura berada diudara dan Kiba berada dibawahnya, "Sial..." ucap sang iblis.


"Ku selesaikan semuanya..." Kiba menggenggam erat pedangnya dan memotong-motong Mogura hingga menjadi potongan kecil-kecil.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1171: Bunuh Raja Iblis VI