
Arashi terkepung akan tetapi ia malah menantang mereka, "Hey, ayolah!! Aku dulu pernah dalam situasi yang lebih kritis dari pada ini..."
"Seranglah aku tanpa ragu atau akulah yang akan menang...!!!!!"
Kata-katanya itu membuat pasukan siluman geram akan tetapi mereka memilih diam dan menunggu aba-aba dari keempat pemimpin mereka.
'Sang siluman elang putih' menatap tajam dan mengacungkan pedangnya, "Satu melawan 100 lebih terkesan tak adil jadi cukup kami berempat saja yang akan menghadapimu...!!"
Arashi menyeringai, "Aku suka pemikiranmu itu akan tetapi akan ku buat kau berfikir ulang karena telah meremehkanku..." iapun meningkatkan energi dan dari kedua pijakan kakinya meledakan kobaran api.
Ya, Arashi memunculkan sepasang sayap api dari punggungnya dan kini seluruh tubuhnya terlapisi oleh api, "Khihihi..." dengan tersenyum lebar Arashi melesat cepat bagaikan roket ke arah empat siluman elite itu.
'Sang siluman kerbau' bertahan dengan perisainya akan tetapi Arashi memfokuskan energi api pada kepalan tangan kanan dan tanpa ragu memukul, "Jbbllast...!!" Pukulannya tersebut mampu menghancurkan perisai itu dan membuat 'sang siluman kerbau' terpental.
"Apa!!"
"Tidak mungkin!!" Pasukan yang ada disana terkejut pada kekuatan Arashi yang mampu menghancurkan perisai dengan sekali pukul.
"Cih..." sang siluman elang putih geram dan iapun langsung terbang melesat cepat kemudian menebas, "HIIAA...!!!"
"Sllaash...!!" Arashi yang memiliki insting tajam mudah saja menghindar dengan menundukan kepala dan iapun langsung mengepalkan tangan lalu memukul dagu lawan, "Jbbuuak...!!"
Siluman elang putih itupun terlempar dan berakhir dengan terjatuh ke tanah.
Ya, dua siluman elite berhasil dibuat babak belur dan membuat pasukan itu terkejut, "Khihihi..." dilain sisi Arashi malah tertawa dan tersenyum, "Apakah kalian mau dihajar? Ya, jika tak mau dihajar maka sebaiknya keluarkan kekuatan kalian yang itu?"
"Itu lho!! Kalian pasti mengerti kekuatan buas dan liar itu yang ku maksud..." ejek Arashi yang menginginkan lawan menunjukan wujud asli silumannya.
"Cih..." sang siluman elang putih dan kerbau perlahan berdiri tegak, mereka baik-baik saja akan tetapi nampak kesal setelah menerima setelah dihajar oleh Arashi.
"Kita tak perlu menahan diri lagi!! Dia adalah lawan yang tak bisa diremehkan..." ucap sang siluman elang putih.
"Benar sekali!! Selain dia belum menunjukan kekuatan aslinya dia juga memiliki insting yang tajam sebagai seorang manusia bahkan dikatakan instingnya lebih baik daripada kita..." sahut sang siluman kerbau.
Kedua rekannya juga setuju.
"Kita akan memakai wujud siluman..." ucap sang siluman harimau.
Sang siluman buaya berteriak pada semum pasukannya, "Semuanya!! Gunakan wujud asli siluman kalian dan kita akan menyerangnya secara bersamaan...!!!"
"Ya...!!!!!" Jawab semua pasukan serentak.
Arashi sukses memancing emosi pasukan yang terdiri dari bangsa siluman itu dan kini mereka semua akan menggunakan wujud binatangnya.
100 siluman itupun meningkatkan energi yang luar kuat.
Mereka mulai menumbuhkan cakar dan taring lalu sorot mata merekapun berubah menjadi tajam sehingga terlihat liar, buas dan tak terkendali.
"Khihihi..." Arashi hanya tersenyum lebar dan iapun bergumam dalam hati, "Ini menegangkan!! Mereka terlihat sangat bersemangat ingin membunuhku..."
"Ya, akupun juga harus bersungguh-sungguh karena sekarang nyawaku menjadi taruhannya..." Arashi juga meningkatkan energi dan dari pijakan kakinya meledakan api, "DHUUAARR...!!"
"Mode : Dragon"
Arashi muncul dengan sisik-sisik naga api merah dan iapun memiliki sepasang sayap dipunggung, cakar, tanduk lalu sorot mata tajam.
Para siluman terkejut saat mengetahui lawan adalah ras naga dan sekarang merekapun menjadi tak segan untuk menyerang, "Khi..." Arashi menyeringai lalu berteriak, "Mari kita mulai...!!!!!"
"WUUSS...!!!" Dengan sekali pijakan dan dipadukan dengan kepakan sayapnya 'sang siluman elang putih' melesat. Iapun tanpa ragu menusukan pedang tepat ke wajah Arashi.
"Jbbuuak...!!" Sang siluman elang putih itupun terlempar akan tetapi dua siluman gorila telah berada disamping kanan dan kiri Arashi.
Keduanya langsung mengepalkan tangan dan tanpa ragu memukul, "HIIAA...!!!!"
"Jbbllaast...!!!" Pukulan keduanya sangat kuat dan kepalan tangan mereka saling beradu akan tetapi Arashi mampu menghindar, "Dia menghilang!!" Keduanya terkejut.
Arashi berada diudara dan langsung memukul keduanya satu persatu, "Jbbuak...!! Jbbuuak...!!"
"Kekuatan kalian luar biasa akan tetapi kalian masih terlalu lambat untukku..." ucap Arashi.
Lalu dari kejauhan siluman ular membuka mulutnya lebar-lebar lalu menyemburkan racun yang berupa asap, "Dia pasti meleleh karena racunku..." ucapnya.
Akan tetapi mendadak asap penuh racun itupun terbakar oleh api dan tau-tau Arashi sudah berada diatas tubuh siluman ular menungganginya, "Bagaimana mungkin kau bisa mengatasi racunku?"
"Ya, jujur saja racunmu tak berpengaruh padaku dan maaf saja karena telah mengecewakanmu..." Arashi menyatukan dua kepalan tangan dan menghantam kepala siluman ular itu dari belakang, "Jbbuuak...!!!"
Siluman ular itupun tumbang tak sadarkan diri akan tetapi serangan datang lagi dari siluman kerbau yang berlari menerjang menyeruduk dengan tanduknya.
Arashi langsung memperkuat pijakan kakinya dan menggepalkan tangan kanan berlapiskan api, "HIIAA...!!"
"Jbbllast...!!" Dengan sekali pukulan kuatnya ia mampu membuat siluman kerbau itu jatuh tersungkur.
Arashi yang terlalu bersemangat berteriak dengan lantang, "Ayolah!!! Apa hanya sebatas ini kemampuan kalian!!!!"
"Kalian hanya mampu membuatku berkeringat...!!!"
Ucapan Arashi itu membuat pasukan bangsa siluman geram dan merekapun berubah menjadi semakin brutal.
Ya, mereka tak terkendali akan tetapi Arashi dengan pengalamannya bertarung dan dengan instingnya yang tajam mampu mengatasi setiap serangan yang ditujukan padanya.
Iapun dengan pukulan dan tendangan yang mematikan dapat menumbangkan satu persatu petarung yang ada.
Pertarungan mereka berlangsung selama 1 jam lebah dan cukup untuk membuat Arashi kelelahan, "Hah... hah... hah..."
"Ini menyenangkan!! Tak ku sangka mereka sampai membuatku bertarung dengan sungguh-sungguh..." ucapnya dengan tersenyum menyeringai.
Meskipun sudah ditumbangkan tapi para petarung itu sangat keras kepala dan menolak untuk kalah jadi satu persatu mereka berdiri lagi.
Arashi yang melihat semangat mereka malah mengejek, "Hey, menyerah sajalah!! Kalian tak sebanding denganku!! Pergilah saja kembali ke rumah dan menangis terisak dikamar..."
"Sialan!!!" Teriak 'sang siluman elang putih' yang geram, "Kami tak terima dikalahkan penyusup sepertimu!! Kami akan bertarung sampai titik darah penghabisan..."
"Benar sekali!!!" Teriak pasukan yang mulai bangkit.
Arashi menyeringai, "Yah, kalau begitu ku terima tantangan kalian...!!!"
Mereka berniat kembali memulai pertarungan akan tetapi beberapa langkah kaki mendekat, "Sudah cukup!! Hentikan semua ini, Arashi!!" ucap Senju Rain dengan tegas.
Iapun datang bersama dengan para siluman pulau abad.
"Eehh...?? Kenapa kau datang bersama mereka?"
Senju Rain tersenyum menyeringai, "Ceritanya agak rumit tapi yang jelas aku adalah tuan mereka..." ucapnya dan mendadak siluman yang semula bertarung dengan Arashi bersujud dihadapan Senju Rain.
Arashipun semakin tak mengerti dengan apa yang terjadi.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 913 : Pusat Pulau