
Satu hari kemudian.
"Huamms..." Arashi menguap dengan mulut yang terbuka lebar, ia terbangun dari tidurnya, "Sudah pagi, ya?"
Arashi melihat sekitarnya dan terlihat kelima gadis kecil yang ia asuh masih tertidur pulas, "Meski beralaskan tikar akan tetapi mereka dapat tidur dengan nyenyak juga..."
"Yah, mungkin mereka kelelahan..." ucap Arashi dengan nada datar.
Perang membuat kota Kronoz benar-benar hancur dan semua bangunan berubah menjadi puing-puing lalu setelah perang berakhir para anggota Red Eagle kembali ke dalam kota.
Ya, beberapa diantara mereka mendirikan tenda untuk bermalam.
Setelah terbangun dari tidurnya, Arashi secara perlahan bangun lalu keluar dari dalam tenda.
Ia menarik nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan, "Udaranya benar-benar segar..." gumam Arashi dalam hati, "Ya, perasaan nyaman ini mungkin karena kami telah berhasil merebut kembali kota..."
Arashi merasakan kedamaian dalam hidupnya, ia melihat ke sekeliling dan terkejut ketika melihat rekannya yaitu Misaki sibuk mencari sesuatu diantara reruntuhan bangunan.
"Hey, Misaki!! Kau itu sedang apa?"
"Cih..." Misaki agak kesal, ia yang sibuk mencari melirik ke belakang, "Sudah jelas aku mencari barang-barangku yang tertimbun bangunan..."
"Hmm... begitu, ya?" Arashi mengangguk paham, "Hey, jangan bilang semalaman kau tak tidur?"
"Berisik!!" Bentak Misaki dengan menguap dan terlihat kedua katung mata pada wajahnya lalu kedua bola matanya yang memerah karena ngantuk berat, "Mencari barang-barangku lebih penting dari pada tidur..."
"Yang hilang biarkan hilang saja dan tak perlu dicari karena bisa beli..."
"Memang kau punya uang?" Ucap Misaki yang sejenak berhenti mencari.
"Enggak..." jawab Arashi dengan entengnya.
"Cih, kalau begitu diam saja..." Misaki kembali mencari.
"Hmmm..." Arashi terdiam dan berfikir sejenak, "Hey, Misaki!! Ada sesuatu yang penting dan ingin ku katakan padamu..."
"Apa itu?" Ucap Misaki tanpa menoleh ke belakang.
"Sepertinya semua kekuatan dan energiku telah hilang setelah menggunakan kekuatan Ksatria Emas, aku bahkan tak dapat menggunakan kekuatan naga yang merupakan kekuatan asliku sendiri..."
"Aku kehilangan energi dan hal itu membuatku seperti orang biasa saja..."
"Mungkin sekarang aku adalah yang terlemah di Red Eagle..."
"Oh..." Misaki merespon datas tanpa ada rasa peduli.
"Hey, apa-apaanya respon mu itu? Kenapa tak ada sedikit saja rasa kesedihan diwajahmu setelah aku kehilangan segalanya?" Protes Arashi.
"Hah..." Misaki menghela nafas panjang, "Yah, itu karena kondisi kita berdua saat ini sama, kau kehilangan kekuatan dan energi milikmu lalu aku kehilangan rumah dan semua barang-barangku..."
Arashi agak kesal dan iapun bergumam dalam hati, "Dasar, dia benar-benar tak peduli padaku..."
Misaki terus mencari diantara reruntuhan dan memindahkan puing-puing satu persatu, "Ah, ketemu!! Aku menemukan kembali celana dalamku..." ucap Misaki setelah menemukan pakaiannya.
"Hmm... setelah diperhatikan ternyata ini milikmu bukan milikku..." ucap Misaki yang kecewa dan iapun membuang ****** ***** itu begitu saja.
****** ***** itupun jatuh tepat pada wajah Arashi, "Woiy, jangan dilempar sembarangan..." protes Arashi yang buru-buru menyimpannya, iapun bergumam dalam hati, "Yah, meski aku menjadi lemah sekarang tapi setidaknya aku menemukan kembali salah satu ****** ku..."
*****
Semua bangunan yang ada dikota hancur akan tetapi beberapa pepohonan yang tumbuh dikota masih berdiri tegak.
Lalu terlihat seseorang berdiri tegak bersandarkan batang salah pohon yang tidak tumbang tersebut, ia terlihat menunggu kedatangan seseorang.
Orang itu adalah Torano dan ia sedang menunggu Yui.
"Kau mencariku?"
"Ya, ada sedikit hal yang ingin ku sampaikan padamu..." ucap Torano dengan ekspresi agak serius.
Yui tak mengerti, "Memangnya hal apa yang ingin kau katakan?"
"Langsung saja ke intinya, kemampuanmu itu berbahaya dan tak boleh sembarangan digunakan..."
"Apa?" Yui tak mengerti.
"Jika Raja Pedang hanya membangkitkan seseorang dari kematian dengan wujud mayat hidup maka kemampuanmu itu berbeda..."
"Jika pendapatku benar maka kemampuanmu itu sangat spesial karena dapat menghidupkan kembali seseorang secara sempurna..."
Yui tertunduk dengan wajah murung, "Awalnya aku mengira kemampuanku hanya sebatas membuat kembali sesuatu ke 5 menit sebelumnya akan tetapi kemarin setelah aku mengembalikan Arashi dari kematian maka saat itu aku menyadarinya bahwa kemampuanku dapat melawan hukum tuhan dan hal itu membuatku takut..."
"Akan jadi masalah yang sangat besar bila kemampuanku itu diketahui banyak orang..."
Torano berkata, "Jangan khawatir!! Meski suatu saat dunia menginginkan dirimu karena kau sangat spesial akan tetapi Red Eagle akan tetap melindungi dirimu dengan seluruh kemampuan yang kami miliki..."
"Kami akan selalu berada dipihakmu..."
"Ya, aku tau!! Aku dapat mengandalkan teman-temanku..." ucap Yui yang perlahan mengangkat wajahnya.
*****
Perang telah usai akan tetapi pasukan dari aliansi tiga kerajaan yang berjumlah 20.000 orang sedang bergerak menuju ke kota Kronoz tanpa mengetahui perang telah berakhir.
Raja Avalon diberikan kehormatan untuk memimpin pasukan sebanyak itu dan sebagai panglima perang, ia berada diatas seekor ular berkepala tiga dan memimpin pasukan dibagian paling depan, "Kita hampir sampai ke medan pertarungan jadi persiapkan diri kalian!!"
"Ya...!!!!!" Jawab seluruh pasukan serentak yang bersiap memulai perang.
Pegunungan, lembah, gurun dan mereka semua telah melalui perjalanan jauh untuk sampai kekota Kronos akan tetapi tak mengetahui bahwa perang sudah berakhir.
Ya, meski membutuhkan waktu berhari-hari tapi akhirnya mereka sampai juga diluar perbatasan kota.
"Ada yang aneh?" Pikir Raja Avalon yang memimpin pasukan itu, "Kami sudah sampai diwilayah musuh akan tetapi mengapa tidak ada tanda-tanda keberadaan mereka?"
Iapun melihat ke sekeliling dan terlihat kehancuran dimana-mana, "Tempat ini hancur, jadi apa jangan-jangan mereka sudah bertarung dengan pasukan yang lain?"
"Tapi siapa yang berani menantang para iblis?" Pikir Raja Avalon dan iapun memberikan perintah, "Terus maju dan tetap waspada!! Musuh bisa menyerang kapanpun!!"
"Siap!!!!!" Jawab pasukan yang dipimpinnya serentak.
Mereka terus maju hingga pada akhirnya sampai digerbang kota dan disana sudah ada Leona 'si singa api' dan Litha 'sang serigala badai'
Raja Avalon menatap tajam dan bertanya, "Putri Artaraz, mengapa kau bisa ada ditempat ini?"
"Hahahahaha..." Leona malah tertawa, "Untuk apa kau membawa pasukan sebanyak ini kemari?"
"Tentu saja untuk menumpas para iblis dan membebaskan Kota Kronoz..."
"Konyol sekali!! Perang sudah berakhir dan kalian baru sampai..." sahut Litha agak kesal.
"Apa maksud ucapanmu itu?" Ucap Raja Avalon dengan sorot mata tajam.
Mendadak Leona yang sebelumnya santai berubah menjadi serius, "Yang dikatakannya benar, perang telah berakhir dan para iblis telah dikalahkan oleh anak-anak Red Eagle..."
"Dan kalian sangat terlambat, bodoh..."
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1219 : Konflik