
Ryusuke akhirnya kalah karena kehabisan energi akan tetapi setelah 'si akhir' memperoleh kemenangannya mendadak Tatsumi Kidou 'sang raja monster' jatuh tepat dihadapan sang iblis.
'Si akhir' terkejut begitu melihat rekannya terlempar lalu jatuh tepat dihadapannya, "Tatsumi Kidou, Apa yang terjadi padamu?"
'Sang raja monster' tak menjawab dan ia perlahan bangkit dengan tertawa lepas, "Gyahahaha...!!"
Diangkasa Arashi melayang dengan kepakan sepasang sayap yang berkobar dipunggung, "Tap..." iapun mendaratkan kaki secara perlahan tepat didekat Ryusuke.
"A-Ara-shi..." Ryusuke terbata-bata dan tak percaya pada keberadaan rekannya yang tiba-tiba datang.
"Hmm... Tak ku sangka kau tetap babak belur meski telah menggunakan Perisai Harapan?"
Ryusuke yang terlalu lemah menarik nafas panjang lalu menghembuskan secara perlahan, "Hah..."
"Arashi mengapa kau bisa berada ditempat ini?"
"Ya, tentu saja!! Aku disini karena ingin menghajar bos musuh..." jawab Arashi dengan entengnya, "Aku terkejut melihatmu berada di Aera padahal yang lainnya sedang berperang habis-habis dengan para raja iblis dipermukaan..."
Ryusuke tak menjawab, "Awalnya aku berfikir simpel bahwa mengalahkan bos musuh maka perang dapat diakhiri lebih cepat..."
"Tetapi aku benar-benar keliru karena aku tak dapat mengalahkan lawan dan berakhir dengan kekalahan..."
"Hmm..." Arashi terdiam sejenak lalu berkata, "Baiklah, serahkan semuanya padaku!!"
"Apa!!!"
"Aku akan menghajar mereka!!"
"Jangan berfikir bodoh, Arashi!! Dia terlalu kuat untukmu!!" Teriak Ryusuke memperingatkan.
Arashi tak peduli dan iapun melangkahkan kaki maju lalu berdiri tegak tanpa rasa takut, "Dua orang, ya?"
"Hmm... tak masalah!!! Akan ku ladeni kalian berdua!!!" Ucapnya dengan memasang kuda-kuda.
Tatsumi Kidou tersenyum menyeringai merespon tantangan Arashi sementara itu 'si akhir' memperhatikan Arashi dengan seksama.
"Bocah ini adalah Kosuke Arashi 'si pengacau'!! Bocah yang telah mengalahkan Rafathar dan aku penasaran seberapa hebat dia..." gumam 'si akhir' dalam hati.
"Gyahahaha...!!" Pria dengan lapisan berlian hitam diseluruh tubuhnya itu melesat ke arah Arashi dengan sekali pijakan.
Ia langsung memukul dari arah depan akan tetapi Arashi yang memiliki insting tajam mampu membaca pergerakannya.
Arashi menunduk lalu menendang perut Tatsumi Kidou dari bawah, "Jbbllast!!" 'Sang raja monster' terlempar ke udara.
"Serangannya memang mematikan tetapi aku akan baik-baik saja selama serangan itu tak mengenai diriku..." pikir Arashi dan iapun melompat ke udara dengan sekali pijakan.
Arashi memfokuskan energi pada satu titik yaitu kepalan tangan kanannya lalu memukul lawan sambil melemparkan semua energi yang terkumpul sekaligus, "Jbbllast!!" Tatsumi Kidou terbakar oleh tinju api.
Setelahnya Arashi mendaratkan kaki dipermukaan tanah secara perlahan.
Dilain sisi, Tatsumi Kidou terlempar semakin tinggi dan ia jatuh ke tanah dengan sangat keras, "DYYEESS...!!" Meskipun begitu ia segera bangkit lagi dan tak mengalami luka fatal karena lapisan berlian yang ada dipermukaan kulitnya.
"Menarik sekali!!" 'Sang raja monster' kembali melesat ke arah Arashi dengan sekali pijakan.
"Cih..." Arashi sedikit kesal karena serangannya tak berdampak pada Tatsumi Kidou.
Tatsumi Kidou memukul dan begitu Arashi melihat kepalan tinju 'sang raja monster' mengarah padanya maka ia langsung saja mengambil keputusan menyebar sedikit energinya ke udara bebas.
Pukulan mematikan tersebut terasa lambat sehingga Arashi bergumam dalam hati, "Ku akui pertahanannya seperti tanpa celah dan serangannya sangat mematikan..." Arashi secara perlahan menghindari pukulan itu dengan melompat ke atas.
"DHHUUAARR...!!" Pukulan Tatsumi Kidou menghempaskan segala apa yang ada dihadapannya lalu menghancurkannya hingga berkeping-keping.
"Gyahahaha...!!" 'Sang raja monster' tertawa lepas dan mengejek, "Ayolah lawan aku dengan kekuatanmu dan jangan hanya terus-terusan menghindar..."
"Jbbllast!!" Serangan mematikan yang datang bagaikan kilat itupun tepat mengenai perut Tatsumi Kidou dan sukses membuatnya terlempar jauh hingga menembus puing-puing bangunan.
Ryusuke yang tengkurap ditanah bergumam dalam hati saat melihat serangan Arashi yang datang dalam sekejap, "Serangan mematikan apa itu?"
"Tap..." Arashi mendaratkan kaki ditanah dan ia meningkatkan energi kuat dari seluruh tubuhnya, "Mode : Six Elements" enam bola elemen yang berbeda muncul tepat dibelakang punggung Arashi.
Arashi menatap tajam pada sang iblis, "Sekarang aku akan menghajarmu...!!"
'Si akhir' terdiam membisu setelah melihat gaya bertarung Arashi, ia mendadak menyeringai lalu berkata, "Ya, bisakah kau menghiburku?" Ucapnya dengan meledakan kobaran api hitam dari pijakan kedua kakinya.
Arashi melapisi kedua kakinya dengan kilatan petir lalu dengan sekali pijakan melesat maju.
Dan dilain sisi, 'si akhir' juga melakukan hal yang sama.
Keduanya saling bertemu diudara, baik Arashi maupun 'si akhir' melapisi kepalan tinjunya dengan api dan sama-sama melesatkan pukulan, "Jbbllast!!!!" Mereka beradu kepalan tinju dan hal itu bagaikan dua meteor yang saling berbenturan.
Arashi jauh lebih kuat sehingga 'si akhir' memutuskan untuk menjaga jarak dengan melompat ke belakang.
"Hahahaha... tak pernah ku sangka aku akan kalah dalam pertarungan pengendalian api..."
"Aku tak butuh pujianmu..." ucap Arashi dengan sorot mata tajam, iapun melesat cepat dengan kilatan-kilatan petir dikedua kakinya.
Arashi memusatkan energi pada satu titik yaitu kepalan tangan kanan yang berbalutkan angin peruntuh, "HIIAA...!!" 'si akhir' bertahan dengan menyilangkan tangan dan Arashi memukul sambil melemparkan semua energi yang terkumpul.
"Jbbllast!!" 'Si akhir' terkena serangan kuat dan terlempar jauh hingga menembus puing-puing bangunan.
Arashi yang sebelumnya terlihat tegang menghela nafas panjang, "Huh..." ia jadi lebih rileks sekarang, "Aku harus tenang jika tidak maka instingku yang tajam akan jadi tumpul..." pikirnya.
Ryusuke yang tengkurap ditanah memberikan peringatan pada rekannya, "Arashi, kau tak akan bisa mengalahkan mereka berdua sekaligus!! Pisahkan mereka dan kalahkan mereka satu persatu!!!"
Arashi terdiam dan mengabaikan.
Lalu dari puing-puing bangunan dua petarung tangguh itupun perlahan berdiri lagi dan terlihat keduanya baik-baik saja tanpa terluka sehingga mampu bertarung lagi.
'Si akhir' menarik kembali Pedang Pembelah Benua yang tersarung dipunggungnya, "Menarik sekali!!"
"Gyahahaha...!! Aku sependapat denganmu!!" Sahut 'sang raja monster'
"Mari bersaing rekanku!! Siapa yang lebih dahulu menumbangkan naga kecil ini maka ia pemenangnya..."
"Aku setuju pada idemu itu..." jawab 'sang raja monster dengan tersenyum menyeringai.
Ya, kedua petarung tangguh dari pihak musuh itu pun meningkatkan energi kuatnya masing-masing.
Arashi berdiri tegak penuh kewaspadaan dan ia mempertajamkan insting karena serangan dapat dimulai kapan saja, "Melawan keduanya seakan melawan dua binatang buas yang bisa menyerang kapan saja..."
"Aku harus berhati-hati..."
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1143 : Kerepotan
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Terima kasih atas perhatiannya.
*****