
Asuka secara perlahan mengangkat wajahnya dan ia kembali tenang meski telah kehilangan satu rekannya yang berharga.
"Aku mengerti!! Prioritas terpenting kita adalah memenangkan perang ini..."
"Ya, kita boleh bersedih setelah perang ini berakhir..." ucap Hayate dan keduanya beralih kembali menatap dua raja iblis dengan sorot mata tajam.
Belial nampak jengkel karena semangat keduanya telah kembali lagi, "Konyol sekali!! Bukankah sudah jelas bahwa tak mungkin bagi kalian untuk mengalahkan kami?"
"Bodoh!! Jangan meremehkan kami!!" Teriak Hayate dengan memperkuat pijakan kedua kakinya, iapun mengangkat kipas besarnya dengan dua tangan lalu meningkatkan energi, "HIIIAAA...!!!!" Ia mengayunkan kipas itu sekuat tenaga.
"WUUSS...!!!" Hembusan angin pemotong yang bergerak seperti badai tercipta.
Belial terdorong ke belakang dan tubuhnya terus menerus tercabik-cabik, "Sialan, jika aku tak segera berlindung maka aku akan mati terpotong-potong..." ucapnya yang kebingungan mencari tempat sembunyi.
Hayate mengangkat kipas besarnya dan mengayunkan sekuat tenaganya lagi, "WUUSS...!!!" Badai angin pemotong tercipta lagi dan mengenai segalanya.
Belial selamat karena Guts yang dalam wujud golem raksasa mendekapnya erat-erat agar tak terkena badai angin pemotong.
Hayate yang melihat hal itu berkata, "Iblis bumi itu sangat merepotkan karena angin pemotong milikku tak sampai menjangkau tubuh utamanya..."
"Kalau begitu simpan energimu untuk nanti dan aku akan menghancurkan lapisan tanah yang melindungi tubuh aslinya..." sahut Asuka dan iapun mengeluarkan sebuah gulungan yang ada pada punggungnya.
"Ini hanya ku gunakan saat terdesak saja..." Asuka membuka gulungan itu, "Boft..." asap tipis tercipta dan munculah senjata andalan Asuka yang berupa robot naga mekanik.
Ia langsung saja melompat naik ke punggung naga mekanik itu dan kemudian terbang melesat ke angkasa, "WUUSS..." dikedua sayap sang naga mekanik terdapat meriam yang kemudian menghujani tubuh raksasa Guts dengan tembakan.
"DHUUAARR...!! DHUUAARR...!!"
Belial yang terlindung oleh tubuh Guts perlahan jadi panik, "Sialan, tak ku sangka serangan balik mereka akan jadi sangat berbahaya..."
"Sekarang apa yang harus kita lakukan?" Ucapnya yang panik.
Guts dalam wujud raksasa berkata dengan suara pelan, "Aku punya sebuah ide..."
"Hah? Apa yang kau katakan?"
"Sudahlah, jangan banyak tanya dan ikuti saja semua yang ku katakan..." ucap Guts dengan serius.
*
Diluar Asuka yang terbang menaiki naga mekanik terus saja menjatuhkan tembakan-tembakan meriam, "Sepertinya seranganku sudah cukup untuk menghancurkan tubuh 'sang raja iblis bumi' itu..." ucapnya yang secara perlahan terbang merendah lalu mendekat pada Hayate.
"Hayate, aku sudah menghancurkan tubuh 'sang raja iblis bumi' jadi tugasku sudah selesai dan sekarang giliranmu beraksi..."
Hayate tersenyum lebar dan berkata, "Aku mengerti..." ia pun memperkuat pijakan kedua kakinya lalu menggenggam erat kipas besarnya dengan dua tangan dan kemudian mengangkatnya ke atas.
Ia meningkatkan energi dan memfokuskan segalanya, "HIIAA...!!!" Hayate sekuat tenaga mengayunkan kipas besar miliknya itu.
"WUUSS...!!!" Angin kuat yang berupa angin pemotong berhembus bagaikan badai dan memotong segalanya.
Serangan itupun tak dapat dihindari oleh siapapun bahkan raja iblis sekalipun tak berdaya menghadapinya meski memiliki kemampuan regenerasi tingkat tinggi.
Ya, beberapa saat kemudian hembusan angin pemotong itupun berhenti, "Hah... hah... hah..." Asuka dan Hayate perlahan mengatur nafasnya.
"Apa kita berhasil menghabisi mereka?"
"Tentu saja..." jawab Hayate secara spontan, "Angin pemotong dariku melesat secara bertubi-tubi sehingga regenerasi mereka tak akan mampu mengimbangi luka sayatannya jadi mereka pasti sudah mati..."
Keduanya merasa sangat karena mengira serangan mereka berhasil akan tetapi mendadak Belial dan Guts muncul tepat dibelakang punggung keduanya dari dalam tanah.
"...!!!" Baik Hayate dan Asuka terkejut.
"Hayate...!!!!!" Teriak Asuka yang histeris.
"Kau juga akan segera menyusul..." Guts mengepalkan tangan dan puing-puing tanah terangkat lalu menyatu dengan lengannya sehingga terbentuk lengan raksasa, "HIIAA...!!!" 'Sang Raja Iblis Bumi' tanpa pikir panjang menghantamkan tinjunya.
"DYYEESS...!!" Asuka terkena pukulan telak, Guts perlahan mengangkat kepalan tangan raksasa miliknya dan terlihat Asuka kesulitan berdiri tegak karena hampir seluruh tulang-tulangnya patah.
"Sial..." gumam Hayate dengan memuntahkan darah segar.
"Hahahahaha..." Belial yang menusuk Hayate dari belakang tertawa lepas dan berkata, "Tenang saja, kau akan segera mati dan semua penderitaanmu akan segera berakhir..."
Hayate mencoba melawan dengan meronta-ronta, "Aku tak akan mati...!!!"
Belial dengan cepat menyiapkan kuku cakar tajam pada tangan kiri dan menyerang leher lawan, "Sllash!!"
Ya, darah menyembur ke udara karena leher sang kapten Red Eagle itupun terpotong dan kepalanya terjatuh ditanah.
Asuka yang mencoba bangkit nampak shock berat melihat kejadian itu, "Hayate...!!!!!" Teriaknya dengan histeris.
"Kau juga akan segera menyusulnya..." ucap Belial yang bersimbah darah, iapun melepaskan cakar yang menancap pada punggung Hayate lalu melompat ke udara dan menusukan kedua cakarnya pada punggung Asuka, "Jleebb...!!"
"Uhuk...!!!" Asuka memuntahkan banyak sekali darah karena organ vitalnya terkena tusukan telak.
"Hahahaha...!!" Belial tertawa lepas menikmati keadaan yang tengah terjadi.
Entah mengapa Guts merasa jengkel pada sikap rekannya itu, "Apanya yang kau tertawakan? Mereka hanyalah sekumpulan bocah lemah dan kau merasa bangga telah menghabisi mereka..."
"Berisik!!!! Jangan ganggu kesenanganku!!" Bentak Belial.
Guts geram, "Bodoh, ada perang yang harus dimenangkan jadi berhentilah main-main!! Dan cepat tinggalkan mayat-mayat ini!!"
"Cih, iya, aku tau..." ucap Belial agak kesal.
*
Tiga anggota Red Eagle terbunuh dalam pertarungan dan hal itu membuat Jiro yang sedang bertarung melawan Dante kehilangan fokusnya.
"Sialan, aku tak lagi merasakan energi keberadaan Fuyuki, Asuka dan Hayate, apa yang terjadi pada mereka?" Gumam Jiro dalam hati.
"Jbbuuak...!!" Dante melesatkan pukulan dan tepat mengenai wajah Jiro hingga membuatnya terlempar.
"Sial..." Jiro perlahan berusaha berdiri kembali.
"Meskipun kau meniru wujud dan kekuatanku tapi kau tak mungkin bisa mengalahkanku..." ucap Dante dengan tatapan meremehkan.
Jiro menjadi geram dan bergumam dalam hati, "Sialan, aku tak bisa merasakan energi keberadaan mereka bertiga dan hal itu sangat mengganggu konsentrasi..."
"Baiklah, untuk sementara aku harus mengalahkan dia dulu lalu segera pergi ke tempat mereka..." Jiro yang tak mengetahui keberadaan ketiga rekannya yang telah gugur kembali bersiap bertarung lagi dengan Dante.
*
Sementara itu.
Tsuruna sedang berhadapan dengan 'sang raja iblis gempa'
Leonidas berkata, "Keberadaan rekan-rekanmu telah hilang yang artinya mereka telah dihabisi..."
Tsuruna menjaga jarak dengan melompat ke belakang lalu mengacungkan sebilah pedangnya, "Ini adalah perang jadi kami harus menerima segala kenyataan yang terjadi..."
"Ya, meskipun mereka telah tiada perang ini akan tetap berlanjut dan kami tak akan berhenti sebelum menang...!!!!"