Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1186 : Melawan Bos Musuh


Hoshimiya Gingga-sensei, Takagiri Akahoshi dan Nagata Kagami 'si pembawa badai' muncul dan berdiri tepat dihadapan dua bos musuh yaitu Tatsumi Kidou dan 'si akhir'


Hoshimiya Gingga-sensei menarik nafas panjang, "Semuanya, menjauh dari tempat ini!!!!"


Teriakan kerasnya membuat semua petarung menjauh dari tempat itu kecuali Yui yang sedang menyembuhkan Goto, Rikie dan Hinowa.


"Aku tak bisa pergi dari tempat ini sebelum penyembuhannya selesai karena kepalanya hancur dan jika dipindahkan maka akan berakibat buruk padanya..." jelas Yui.


Akahoshi melirik ke arah Rikie yang lusuh dan kehabisan energi, "Apa alasanmu tetap berada ditempat ini?"


"Tidak ada!! Hanya saja aku ingin ikut bertarung!! Aku memang lemah akan tetapi aku juga ingin berguna..." jawab Rikie.


Akahoshi tersenyum mendengar alasan tersebut akan tetapi ia berkata, "Pergi dari tempat ini karena kau hanya akan jadi beban saja dan juga kau hanya memiliki sebagian saja kekuatan Naga Emas jadi biarkan aku bertarung..."


"Akan ku tunjukan padanya kekuatan sebenarnya dari Naga Emas..."


Rikie seketika terdiam akan tetapi Hinowa segera menariknya, "Ayo pergi!!" Ucapnya yang kemudian meninggalkan tempat itu bersama dengan Rikie.


Dua bos musuh nampak tertarik pada 3 petarung kuat yang berdiri tepat dihadapan mereka.


"Siapa kalian?" Ucap 'si akhir' dengan sorot mata tajam.


Akahoshi secara perlahan menarik dua pedang dari punggungnya, "Kami adalah Red Eagle..."


"Red Eagle?" 'Sang raja monster' bergumam dengan suara pelan, "Jadi kalian adalah kelompok yang mengalahkan para raja iblis itu?"


"Benar sekali!!" Ucap Hoshimiya-sensei dan Nagata Kagami serentak, keduanya juga berada dalam posisi siap bertarung.


Mendadak 'sang raja monster' dan 'si akhir' tersenyum menyeringai dan meningkatkan energi, "Menarik sekali!!"


"Sllash!!" Dengan satu pijakan saja, Akahoshi menghilang dari tempatnya karena bergerak sangat cepat.


Ia muncul tepat dihadapan Tatsumi Kidou dan langsung saja menebaskan dua pedangnya secara menyilang, "SHHRIING...!!!" Terdengar suara nyaring saat pedang Akahoshi menggores lapisan berlian hitam 'sang raja moster'


"Cepat sekali!!" Gumam 'si akhir' dalam hati yang melihat pergerakan Akahoshi.


Lalu secara tiba-tiba awan gelap pun datang dengan disertai oleh kilatan-kilatan petir.


"Pengendali cuacah?" Pikir 'si akhir'


Ya, kejadian perubahan cuacah secara mendadak itu adalah ulah dari Nagata Kagami.


'Si pembawa badai' itupun menarik sebuah kipas besar dari punggungnya dan mengayunkan sekuat tenaga, "HIIAA...!!!"


"WUUSS...!!!" Sebuah hembusang angin pemotong yang sangat kuat melesat bagaikan badai.


Tubuh 'si akhir' tercabik-cabik akan tetapi ia terus beregenerasi sementara itu Tatsumi Kidou yang memiliki lapisan berlian diseluruh tubuhnya tak masalah pada serangan yang datang padanya.


"Giliranku..." ucap Hoshimiya-sensei dengan menggenggam erat pedangnya dan meningkatkan energi sehingga ia terselimuti kegelapan.


Kegelapan tersebut kemudian membentuk sebuah jubah raja, "Jubah Raja Kegelapan"


Badai angin pemotong belum berhenti akan tetapi Hoshimiya-sensei menuju ke tempat musuh dengan berubah menjadi bayangan yang bergerak dipermukaan tanah.


"Sepertinya diantara kalian terdapat petarung berelemen kegelapan yang sangat menarik..." ucap 'si akhir' yang kemudian menarik pedang dipunggungnya.


Hoshimiya-sensei keluar dari bayangan dan langsung saja menebas, "Cthing!!" 'Si akhir' menangkis dengan pedang miliknya yang berkobar api.


"Hahahaha...!! Sepertinya kau lawan yang menarik!!"


Hoshimiya-sensei jadi sedikit tersinggung, ia mampu sedikit mendorong musuh ke belakang, "Berhenti meremehkan lawanmu, iblis...!!"


'Si akhir' yang terdorong ke belakang malah tersenyum menyeringai dan berkata, "Di era lampau aku banyak sekali menghabisi pemilik jubah raja sepertimu jadi kau bukanlah lawan yang ku takuti..." iapun memperkuat pijakan kaki dan berhenti terdorong.


"Cih..." Hoshimiya-sensei melompat ke belakang menjaga jarak.


Nagata Kagami 'si pembawa badai' berniat ikut campur pertarungan mereka lagi akan tetapi mendadak Heliel muncul didekatnya dengan kemampuan teleport, "Zink!!"


"Lawanmu adalah aku!!" Teriaknya dengan melesatkan cakaran.


"Cthing!!" Nagata menahan dengan kipas besarnya.


Heliel menjaga jarak dengan melompat ke belakang akan tetapi ia segera memusatkan energi pada ujung kedua tanduknya sehingga sebuah cero terbentuk, "HIIAA...!!!"


Nagata Kagami terkejut dan ia segera menggenggam erat kipas besarnya dengan dua tangan lalu mengayunkan sekuat tenaga, "WUUSS...!!" Angin kuat berhembus dan merubah laju tembakan cero tersebut.


"DHUUAARR...!!" Cero itupun meledak dikejauhan.


Nagata menatap tajam, "Baiklah bila itu maumu!! Aku akan meladenimu...!!"


*


Kembali ke pertarungan Akahoshi melawan 'raja monster' Tatsumi Kidou.


"Hahahahaha...!! Bukankah ini percuma saja? Setiap tebasanmu tak mempan padaku..." ucap 'sang raja monster' yang menyombongkan lapisan berlian hitam miliknya.


Akahoshi diam dan ia tak peduli, ia menggenggam erat kedua pedangnya dan menebas lagi sekuat tenaga secara menyilang, "Sllash!!"


"SHRRIING...!!" Lagi-lagi tebasan pedang 'sang naga emas' tak mampu menggores lapisan berlian 'sang raja monster'


"Cih..." Tatsumi Kidou jadi semakin geram karena kata-kata darinya diabaikan. Ia langsung saja memasang kuda-kuda dan memusatkan energi pada kepalan tangan kanannya.


Akahoshi menjaga jarak dengan melompat ke belakang.


"Selain dikenal sebagai 'sang raja monster' diriku juga sangat ditakuti oleh dunia karena merupakan pemilik serangan fisik terkuat..." ucap Tatsumi Kidou dengan sorot mata tajam.


Akahoshi merasakan sebuah bahaya dan ia langsung memperkuat pijakan kedua kaki dan menyilangkan kedua pedang didepan untuk bertahan, "Omong kosong!! Majulah dan akan ku hadapi!!"


Tatsumi Kidou tersenyum menyeringai, "HIIIAAA...!!!!!!!" Iapun memukul sekuat tenaga.


"JBBLLAST...!!!!" Akahoshi menerima serangan dari musuh dan iapun terhempas jauh entah ke mana.


"Hahahahaha...!!!" Tatsumi Kidou tertawa lepas karena rasa senang berhasil membuat musuh terhempas.


Lalu disisi lain.


'Si akhir' berhadapan dengan 'raja kegelapan' Hoshimiya Gingga-sensei.


Hoshimiya-sensei meningkatkan energi, ia menggenggam erat pedang sucinya dengan tangan kanan lalu menebaskan sekuat tenaga, "HIIAA...!!!"


"Sllash!!" Gelombang kegelapan yang tinggi menjulang melesat ke arah sang iblis.


Melihat serangan itu, 'Si akhir' malah tersenyum menyeringai dan berkata, "Sungguh serangan yang luar biasa hebat akan tetapi aku sudah terbiasa menghadapi serangan seperti itu dimasa lalu..." ia pun menggenggam erat pedang Pembelah Benua dengan tangan kanannya dan menebas.


"Sllash!!" Sebuah gelombang api yang menjulang tinggi melesat.


"DYYEESS...!!" Dua serangan hebat itupun berbenturan dan terlihat sama kuatnya.


Dampak serangan mereka begitu hebat dan menyebar ke segala tempat bahkan para petarung yang berada dikejauhan terkena akibatnya.


"Berbahaya!!"


"Menjauh dari mereka!!"


"Mereka dilevel berbeda!!"


"Disini berbahaya!!" Para petarung dari dua kubu berlarian ke segala tempat agar tak terkena serangan keduanya.


Serangan keduanya yang berbenturan secara perlahan mereda dan bekas serangan keduanya menciptakan sebuah jurang yang dalam.


Hoshimiya-sensei menatap tajam, "Julukan iblis terkuat memang pantas untuknya..." gumamnya dalam hati.


'Si akhir' hanya tersenyum menyeringai, "Tap... tap... tap..." Tatsumi Kidou 'sang raja monster' berjalan mendekati mereka.


"Hahahahaha...!! Boleh aku ikut?"


"Tentu saja..." jawab 'si akhir' dengan tersenyum lebar, "Maaf karena tidak adil..."


"Tentu saja!! Aku akan meladeni kalian berdua..." ucap 'sang raja kegelapan' dengan sorot mata tajam.


Ya, Hoshimiya Gingga-sensei terpaksa harus melawan bos musuh seorang diri.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1187 : Melawan Bos Musuh II