Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1137 : Sampai Juga


Kemunculan Ark Ikarus yang memiliki kekuatan Dewa Surga memicu bencana yang lain yaitu mengamuknya Raja Pedang.


Raja Pedang telah mengambil alih kesadaran Torano


"HIIAA...!!!" Torano yang telah kehilangan kesadaran mengayunkan senjata terkutuk itu sehingga mayat-mayat hidup perlahan bangkit dari balik puing-puing bangunan.


Ark Ikarus meraung, ia yang memiliki kekuatan Dewa Surga merespon kekuatan jahat dari Raja Pedang, "DYYEESS...!!!" Ark Ikarus meledakan energi cahaya yang sangat kuat sehingga seluruh tubuhnya terang benerang.


Iapun melesat dengan sekali pijakan dan menerjang mayat-mayat hidup yang menghalangi jalannya.


Ark Ikarus sampai dihadapan Torano dan langsung saja melesatkan tendangan cakar, "Cthing!!" Torano menahan dengan satu tangannya yang tengah memegang Raja Pedang.


Raja Pedang meledakan kegelapan sehingga membuat Ark Ikarus terlempar cukup jauh.


Ark Ikarus segera bangkit akan tetapi sebelum ia berdiri tegak terlebih dahulu mayat-mayat hidup melompat dan mengerumuninya bagaikan semut yang mendapatkan gula.


Ya, Ark Ikarus meronta-ronta mencoba membebaskan diri akan tetapi ia yang punggungnya sudah tertimpa banyak sekali mayat hidup sangatlah tak berdaya.


"Zink!!" Torano muncul dengan kemampuan teleport tepat dihadagan Ark Ikarus yang tak berdaya.


Ia mengangkat Raja Pedang ke atas lalu menebas Ark Ikarus dengan kegelapan pekat, "Sllash...!!!" Ark Ikarus terbelah lalu tenggelam dalam kegelapan berserta mayat-mayat hidup yang menimpanya.


Ark Ikarus berhasil dikalahkan akan tetapi meskipun begitu Raja Pedang tetap mengambil alih kesadaran Torano, iapun berjalan pergi berniat mencari lawan baru.


"DYYEESS...!!" Mendadak 'si akhir' muncul dengan jatuh dari langit.


Torano yang tengah menggila berbalik dan balas menatap dengan sorot mata tajam, "Khehehehe...!!" 'Si akhir' malah tertawa dan tersenyum menyeringai.


"Kekuatan inilah yang dulunya dilawan oleh Ksatria Emas Legendaris!! Aku senang bisa melawannya..." ucap 'si akhir' yang secara perlahan menarik Pedang Pembelah Benua dipunggungnya.


"Zink!!" Torano melakukan teleport dan dengan sekejap saja berdiri tepat dihadapan 'si akhir'


"Sllash!!" Torano menebas akan tetapi 'si akhir' menangkis dengan pedang miliknya.


"Hahahahaha...!! Kekuatan yang mengerikan dan penuh kebencian sama sepertiku..." teriak 'si akhir' yang sangat girang.


Torano melompat ke belakang untuk menjaga jarak akan tetapi 'si akhir' melesat ke arahnya dan langsung melesatkan pukulan berbalutkan api.


"Jbbllast!!" Torano menahan kepalan tinju api 'si akhir' dengan Raja Pedang.


Raja Pedang secara perlahan menyerap api dari 'si akhir' akan tetapi hal itu malah semakin membuat sang iblis senang, "Ini semakin menyenangkan saja!!!"


'Si akhir' melompat ke belakang akan tetapi ia melesat lagi sambil menebaskan pedangnya, "Cthing!!!" Torano menahan dengan Raja Pedang lalu terlempar.


Torano bangkit kembali dan mengangkat Raja Pedang ke atas, "Darkness...!!" Kilatan-kilatan petir hitam melesat ke dalam tanah.


Tanah mendadak bergetar lalu retakan-retakan tercipta dan berakhir dengan 7 mayat hidup bangkit dari dalam tanah tersebut.


Ekspresi 'si akhir' yang sebelumnya senang dan gembira berubah menjadi serius dan ia terlihat geram, "Kekuatan Raja Pedang semakin mirip dengan kemampuan Dewa Kematian..."


"Aku semakin heran dan ingin tau bagaimana sebelumnya cara senjata terkutuk ini dikalahkan?" Sang iblis bersiap bertarung secara serius.


Torano yang dalam kendali Raja Pedang mengarahkan senjatanya ke depan dan memberikan perintah pada mayat-mayat yang telah dibangkitkannya, "Serang dia...!!"


"Ketujuh mayat yang ia bangkitkan kali ini bukan mayat hidup biasa karena kekuatan mereka hampir sama seperti saat hidup..."


Salah satu mayat adalah Dewa Api, ia melesatkan tinju api dan beradu dengan 'si akhir' yang juga merupakan iblis api.


"Cih..." 'si akhir' geram karena salah satu mayat adalah Dewa Petir yang melesat ke angkasa dan menghujaninya dengan petir.


'Si akhir' terpaksa berlarian zig-zag untuk menghindari serangan petir itu lalu dengan berlarian ia menciptakan cero diujung kedua tanduknya dan menembak ke angkasa.


"DHUUAARR...!!" Ledakan yang besar terjadi dan membakar mayat Dewa Petir itu hingga berubah menjadi abu.


Lalu mayat Dewa Pedang mendadak terbang melesat lalu menabrak dengan menusukan pedang dari arah samping, "Jleebb...!! Jleebb...!!" Tubuh 'si akhir' tertusuk pedang-pedang dan iapun terus terseret.


"Sialan!!" 'Si akhir' mencoba melepaskan diri dengan memukul Dewa Pedang itu, "Jbbuuak!!" Dewa Pedang terlempar dan tubuhnya mengalami lubang-lubang.


"Cih..." iapun beregenerasi.


Dewa Pedang yang terlempar bangkit kembali dan sekali lagi melesat ke arah 'si akhir" dengan kecepatan yang sangat tinggi.


'Si akhir' menggenggam erat pedangnya dengan dua tangan dan memfokuskan semua instingnya, "Excalibur!!"


"Sllash!!" Dewa Pedang mendekat dan 'Si akhir' mampu memotongnya menjadi dua bagian.


Lalu Dewa Bencana meluncur dengan letupan lava pijar dikedua kakinya, iapun melesatkan pukulan dengan melapisi pukulan tersebut menggunakan tinju gempa, "HIIAA...!!"


'Si akhir' mempertajamkan instingnya dan memfokuskan energi pada satu titik yaitu kaki kanannya, "Jbbllast!!" Dewa Bencana memukul perut 'si akhir' akan tetapi 'si akhir" melesatkan tendangan tepat pada wajah lawannya.


Ya, mayat Dewa Bencana itu hancur terbakar akan tetapi 'si akhir' yang terkena tinju gempa secara langsung terlempar sangat jauh hingga menembus beberapa bangunan.


Dewa Matahari bergerak sebelum 'si akhir' berdiri tegak, ia melemparkan bola api raksasa ke tempat dimana lawannya jatuh, "WUUSS...!!"


"DHUUAARR...!!" Ledakan yang besar dan api yang membumbung tinggi tercipta.


Tetapi mendadak 'si akhir' melesat dari balik kobaran api dan langsung saja menusuk tubuh Dewa Matahari dari bawah, "Jlleebb...!!" Iapun memfokuskan energi pada pedang yang menusuk tubuh Dewa Matahari sehingga mayat sang dewa hancur berkeping-keping.


Giliran Dewa Bumi dan Dewa Badai yang melesat ke arah sang iblis terkuat, mereka menyerang dengan senjatanya masing-masing.


Dewa Bumi menyerang dengan gada besi berduri sementara itu Dewa Badai dengan pedang besarnya, "HIIAA...!!"


'Si akhir' yang memiliki insting tajam mampu menghindari serangan keduanya dan iapun balas memukul wajah mereka secara bersamaan, "Jbbuuak!!"


Keduanya terlempar lalu 'si akhir' segera melesat ke arah mereka dan menebas keduanya sebelum sempat berdiri tegak, "Sllash!!" Kedua mayat itupun terpotong jadi dua bagian.


'Si akhir' yang telah berhasil mengalahkan 7 mayat hidup perlahan mengatur nafasnya dan iapun malah tersenyum menyeringai, "Pertarungan ini semakin menarik saja..." gumamnya dalam hati.


Mendadak tekanan energi kuat terasa dan hal itupun membuat sang iblis jadi waspada lagi.


Ya, Raja Pedang berada diudara lalu terbang jatuh melesat ke arah sang iblis, "Cthing!!!" Keduanya beradu senjata sehingga pancaran energi kuat tersebar ke segala arah.


*****


'Si akhir' sedang menikmati pertarungannya melawan Raja Pedang sementara itu seseor.ang yang terbang melesat diudara melesat cepat.


"Akhirnya sampai juga..." ucapnya dengan ekspresi sangat senang.


"Aku akan mengalahkan bos musuh dan perang pun akan berakhir..." ucapnya dengan entengnya.


Ya, ia merupakan petarung kuat dari Red Eagle yang paling sering terlibat masalah dan dia adalah Kosuke Arashi 'si pengacau'


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1138 : Raja Monster