
Ashura memasang sorot mata tajam dan ia tanpa ragu menembaki musuhnya, "DOORR...!! DOORR...!!"
Tembakan itupun hanya menembus tubuh 'sang raja iblis kematian' itu.
"Cih, menyebalkan!! Kenapa tembakanku hanya menembusnya?" Ucap Ashura yang terlihat kesal.
"Hahaha..." Lindouw tertawa lepas, "Dasar bodoh!! Aku yang ada dihadapanmu sekarang ini bukanlah wujud fisik melainkan jiwa saja..."
"Kau dalam masalah buruk karena tak dapat menyerangku sekarang ini!! Kau bagaikan burung dalam sangkar ular..."
"Oh..." Ashura membuka lembaran grimoire kematian miliknya dan iapun membaca sebuah mantra didalamnya, "DOOR!!" ia sekali lagi menembak kening 'sang raja iblis kematian'
"ARRGGH...!!" Lindouw mendadak berteriak kesakitan.
"Mengapa tembakannya mempan padaku?" Ucap Lindouw dengan memegangi keningnya yang tak berdarah.
Ashura menjelaskan dengan entengnya, "Karena kau adalah jiwa asli dan tak bisa dilukai dengan cara biasa maka aku menggunakan sebuah mantra khusus..."
"Mantraku membuat jiwaku sendiri bercampur dengan peluru yang ku tembakan..."
"Jiwamu memang tak bisa dilukai akan tetapi tembakanku tetap membuatmu kesakitan..."
Lindouw menjadi sangat geram, "Sialan!!!" Iapun merubah tubuhnya menjadi sangat besar.
'Sang raja iblis kematian' mengangkat tangan kanannya ke atas lalu terkumpullah kegelapan pekat yang perlahan tercipta sebuah sabit berukuran raksasa.
"Sialan!!" Ashura menatap tajam dan iapun buru-buru menembaki lawannya, "DOORR!! DOORR!!"
Tembakan-tembakan dari Ashura tepat mengenai 'sang raja iblis kematian' dan membuatnya meringis menahan rasa sakit, iapun menyerang balik dengan mengayunkan sabit besarnya sekuat tenaga, "DYYEESS...!!!"
Serangan tersebut tepat mengenai tanah yang letaknya dihadapan Ashura dan sukses membuat Ashura terlempar jauh ke belakang, "Menyebalkan!!" Ashura yang terlempar buru-buru bangkit kembali dan iapun mengambil sebuah bazoka dari grimoire hitam miliknya.
"Terima ini, sialan!!!" Teriak Ashura yang tanpa ragu menembakan misil.
"WUUSS...!!!" Sebuah misil melesat cepat dan hal itupun membuat 'sang raja iblis kematian' terkejut.
Lindouw segera memutar-mutar sabitnya untuk menahan tembakan misil tersebut, "DHUUAARR...!!" Ledakan yang besar terjadi tepat dihadapan 'sang raja iblis kematian'
Ashura bertarung melawan 'sang raja iblis kematian' didalam tubuh 'sang raja iblis kematian' itu sendiri.
Sementara diluar tubuh, Masamune dan clon Torano juga mati-matian melawan 'sang raja iblis kematian'
Lindouw berhasil dibunuh dengan diledakan.
Tetapi potongan-potongan tubuh 'sang raja iblis kematian' yang hancur menjadi kepingan-kepingan kecil meluapkan energi kegelapan dan bagaikan waktu yang berjalan mundur tubuh 'sang raja iblis kematian' itupun menyatu kembali jadi utuh seperti sedia kala.
'Sang raja iblis kematian' secara perlahan membuka matanya dan menatap tajam ke arah lawan, "Permainan ini mulai membuatku bosan..." ucapnya dengan sorot tajam.
Masamune dan clon Torano melesat dengan sekali pijakan dan keduanya menyerang lawan dengan melesatkan tebasan secara bersamaan, "Sllash!!"
"Cthing!!" Lindouw menahan dengan sabit-sabitnya dan tersenyum menyeringai.
Keduanya agak kesal lalu melancarkan tendangan dari arah depan, "Jbbuuak...!!"
'Sang raja iblis kematian' terkena serangan tepat pada bagian perut dan terdorong ke belakang dari tempatnya berpijak semula, "Cih, menyebalkan!!" Iapun mengangkat ke-8 sabitnya lalu tanpa ragu menebas, "Sllash!!" Angin pemotong melesat.
Masamune masuk kembali ke dalam bayangan dan bergerak maju tanpa halangan sedangkan clon Torano dengan mudahnya menghindar karena menggunakan salah satu kemampuan 'raja pedang' yaitu teleport.
"Zink!!" Clon Torano muncul tepat dibelakang punggung lawan.
'Sang raja iblis kematian' menyadari kemunculan lawan jadi ia segera berbalik akan tetapi clon Torano segera menebas dengan dua pedangnya secara menyilang, "Sllash!!"
"Cruat...!!!!" Darah menyembur dari dada Lindouw dan iapun jadi sempoyongan ke belakang lalu disaat yang bersamaan Masamune yang bergerak seperti bayangan merayap dipermukaan tanah langsung menusuknya, "Jlleeb...!!"
Masamune terkena dampaknya akan tetapi ia sama sekali tak berfikir untuk mundur dan malahan mencengkram lebih erat pedangnya yang menusuk lawan, "HIIAA...!!!!" Keduanya berteriak lantang dengan meningkatkan energi.
Clon Torano memanfaatkan kelengahan lawan, iapun langsung saja menebas leher lawan dengan dua pedang secara menyilang, "Sllash!!!"
Kepala 'sang raja iblis kematian' mengglinding begitu saja ditanah dan Masamune langsung meningkatkan energi lalu memfokuskan energi tersebut pada sebilah pedang yang tertancap pada tubuh 'sang raja iblis kematian'
"DHUUAARR...!!!" Tubuh Lindouw hancur lebur menjadi pecahan kecil-kecil.
Clon Torano mendekati kepala Lindouw yang terjatuh ditanah dan ia yang kesal langsung menginjaknya dengan keras menggunakan kaki kanan hingga hancur lebur, "Sial, energiku hampir habis..." ucapnya dengan suara pelan.
Masamune segera melompat ke samping clon Torano, "Menyebalkan!! Energiku hampir habis..."
"Aku juga!!" Sahut clon Torano.
Lindouw yang berhasil dibunuh dengan diledakan tetap bangkit kembali.
Potongan-potongan tubuh 'sang raja iblis kematian' yang hancur menjadi kepingan-kepingan kecil itupun meluapkan energi kegelapan dan bagaikan waktu yang berjalan mundur tubuh 'sang raja iblis kematian' itupun menyatu kembali jadi utuh seperti sedia kala.
Clon Torano dan Masamune yang melihat penyatuan kembali dari tubuh lawannya yang telah hancur itupun menjadi sangat kesal.
"Menyebalkan sekali!! Meski kita telah berulang kali membunuhnya tapi ia masih tetap bisa bangkit lagi..." ucap Masamune.
"Ya, aku tau!! Aku bahkan hanya punya sedikit energi untuk menggunakan kekuatan 'raja pedang'!! Aku yang sekarang hanya bisa menggunakan pedang angin dan pedang kegelapan..." jelas clon Torano.
"Kita hanya bisa bergantung pada Ashura tapi sampai kapan kita harus menunggu keberhasilannya..."
"Entahlah, tapi satu-satunya pilihan kita hanya bersabar..." jelas clon Torano, "Aku merasa tekanan energi miliknya juga mulai melemah..."
Masamune geram, "Jika kita tak mampu menghentikannya kemungkinan terburuk kita akan mati dan ia akan memburu rekan-rekan kita..."
"Ya, dan kita akan kalah dalam perang..." sahut clon Torano dengan sorot mata tajam.
'Sang raja iblis kematian' yang telah pulih secara perlahan membuka matanya dan menatap tajam ke arah lawan, "Ada yang aneh!! Entah mengapa aku energiku mulai melemah jadi sebenarnya apa yang tengah terjadi pada diriku..." gumamnya dalam hati dengan sorot tajam pada kedua lawannya.
"HIIAA...!!!" Clon Torano dan Masamune berlari secepat mungkin ke arah 'sang raja iblis kematian'
Mereka berdua melancarkan serangan berupa tusukan, "...!!" Lindouw terkejut dan kali ini ia memilik menghindari serangan yang datang mengarah padanya dari pada menghadapinya secara langsung, "Zink!!" Iapun berteleport dan muncul dikejauhan.
Clon Torano menatap tajam dan memperhatikan kondisi lawannya dengan seksama lalu ia bergumam dalam hati, "Dia menghindari serangan kami jadi ada apa?"
"Jika ku perhatikan dengan seksama sepertinya tekanan energi miliknya berubah drastis semakin menurun yang artinya mungkin si Ashura telah berhasil menjalankan tugasnya..."
Clon Torano menarik nafas panjang lalu berteriak, "Ryuzaki!!! Sekali lagi kita harus membunuhnya dan firasatku kemenangan kita telah dekat!!"
Masamune tersenyum menyeringai, "Ku harap apa yang kau katakan itu benar..." iapun meningkatkan energi dan meledakan elemen kegelapan dari kedua pijakan kaki lalu melesat bagaikan roket.
"HIIAA...!!!" Iapun mengarahkan pedang ke depan dengan digenggam menggunakan kedua tangan.
'Sang raja iblis kematian' menyilangkan sabit-sabitnya untuk menahan.
Masamune tak peduli akan apa yang menghalanginya dan iapun melakukan tusukan secara langsung dengan memfokuskan seluruh energinya pada satu titik yaitu ujung mata pedangnya
"Krak!!!" Sabit-sabit 'sang raja iblis kematian' retak lalu hancur ketika beradu dengan mata pedang milik Masamune, "Jleebb!!!" Pedang tersebut menembus dada Lindouw.
"Ugh!!" Lindouw memuntahkan darah.
Masamune segera menarik kembali pedangnya dan begitu ditarik cahaya menyilaukan keluar dari lubang didadanya, "ARRGGH...!!!" Iapun berteriak kesakitan lalu secara perlahan Ashura keluar dari lubang tersebut.
"Hah... hah... hah..." si pemilik kemampuan hantu itupun terlihat kelelahan dan secara perlahan mengatur nafas, "Aku berhasil!!!" Gumamnya dalam hati yang senang, iapun menarik nafas panjang lalu berteriak, "Sekarang saatnya!!! Lempar dia ke neraka...!!!!"
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1095 : Perang Digarda Depan