
"HIIAA...!!!!" Arashi melesat sangat cepat bagaikan bola api yang dilemparkan.
Sang Iblis mengarahkan kedua telapak tangannya ke depan dan iapun sangat berkonsentrasi untuk mendorong kembali Arashi ke belakang dengan menggunakan kemampuan telekinesis, "Kau tak akan pernah bisa menjangkau diriku...!!" Teriaknya dengan suara lantang.
Pergerakan Arashi yang semula sangat cepat perlahan melambat akan tetapi Arashi tak peduli, iapun memfokuskan energi pada satu titik yaitu kepalan tangan kanan yang berbalutkan api lalu memukul dari jarak agak jauh sambil melemparkan semua energi yang terkumpul, "Jbbllast!!"
Gelombang api melesat dan mengenai tepat kedua telapak tangan lawan, "ARRGGH...!!" Sang Iblis berteriak kesakitan karena kedua lengannya terbakar.
Sang Iblis kehilangan konsentrasi sehingga membuat Arashi mampu mendekatinya, "Jbbllast!!" Arashi tanpa pikir panjang menendang perut lawan.
Ia yang tanpa pertahanan terhempas jauh sekali menembus beberapa bangunan.
"HUUPPSS...!!!" Arashi menarik nafas panjang dan meningkatkan energi, "Auman Naga Api...!!!!"
"WUUSS...!!" Arashi mengerahkan serangan andalannya dan mampu menciptakan kobaran api yang kuat.
Sang Iblis segera bangkit dan iapun langsung bertindak begitu melihat kobaran api hebat mengarah padanya, "Apimu tak akan mempan padaku!!" Ia melentangkan kedua tangan dan dengan kemampuan telekinesis menciptakan bola pelindung menjauhkan kobaran api darinya.
Meski tertutupi oleh kobaran api tapi Arashi mampu merasakan keberadaan lawannya dengan instingnya yang tajam, "Cih, dia dapat bertahan..." Ia segera meningkatkan energi sehingga kedua kaki berbalutkan api, "WUUSS...!!!" Arashi melesat cepat bagaikan roket dengan kobaran api dikedua kakinya.
Iapun langsung menerjang kobaran api dan melesatkan pukulan tepat pada wajah lawannya, "HIIAA...!!"
"Apa!!!" Sang Iblis terkejut.
"Jbbllast!!" Sang Iblis terkena pukulan telak dan terlempar lagi menembus puing-puing reruntuhan.
Meski telah berhasil mendaratkan serangan tepat pada lawan tapi hal itu belum membuat Arashi puas, ia segera memperkuat pijakan kedua kakinya lalu melesat ke angkasa dengan sekali kepakan sayapnya, "Sllash!!"
Arashi menatap tajam ke tempat lawannya berada, "Dia disana!!" Ia mengangkat kedua tangan ke atas lalu mengumpulkan energi dan dengan cepat bola api raksasa tercipta.
"HIIAA...!!"
"Meteor Dragon!!" Arashi tanpa pikir panjang melemparkan bola api super besar tersebut.
Sang Iblis segera bangkit dan terlihat retakan-retakan pada topeng iblis yang ia kenakan, "Sialan!!" Iapun menatap penuh kekesalan saat melihat kobaran api hebat mengarah padanya.
Iapun segera menggunakan kemampuan telekinesis untuk mengangkat puing-puing bangunan.
Sang Iblis menciptakan sebuah kubah pelindung dari puing-puing bangunan, "DHUUAARR...!!" Ledakan yang hebat terjadi akibat kobaran bola api raksasa menghantam kubah pelindung lawan.
Arashi menatap ke bawah dan terlihat belum puas, "Dia belum mati..." iapun langsung melesat menukik ke bawah dengan cepat.
"Cih, dia berusaha menyerangku..." Arashi terlihat kesal akan tetapi ia tak peduli, ia meningkatkan energi sehingga seluruh tubuhnya berbalutkan api panas.
Ya, setiap puing-puing bangunan yang mengenainya langsung meleleh karena panas.
"HIIAA...!!!" Arashi memfokuskan energi pada satu titik yaitu kepalan tangan kanannya dan ia yang belum mengetahui lokasi pasti dari musuhnya langsung saja memukul kepulan asap tebal itu.
"Jbbllast!!" Arashi memukul dengan melemparkan semua energi yang terkumpul sekaligus.
Hal itupun membuat Sang Iblis berserta apa yang ada disekitarnya terhempas meski tak terkena serangan secara langsung.
Sang Iblis segera bangkit, iapun mengarahkan kedua telapak tangannya ke depan lalu tak butuh waktu lama bola energi kuning bersinar terang tercipta, "Sialan!!! Enyahlah dari hadapanku!!" Dengan kemampuan telekinesis iapun melemparkan sebuah bola energi yang bersifat mendorong segala apa yang dilaluinya.
Arashi terlihat tenang dan segera mempertajamkan insting, ia bergumam, "Dengan instingku yang tajam aku mampu merasakan betapa bahayanya serangan yang datang itu..."
"Aku harus menghindar..." pikirnya yang kemudian terbang menjauh.
Serangan itu berhasil dihindari oleh Arashi akan tetapi ia tetap terkena dampaknya, Arashi menjadi terhempas lalu terbang tak beraturan diudara, "Aku terlalu meremehkannya..." iapun berusaha menjaga keseimbangan agar kembali dapat terbang.
Namun mendadak dengan kemampuan telekinesis, puing-puing bangunan menghantamnya dari berbagai sisi, "Aku lengah..." Arashi terkejut.
"DYYEESS...!! DYYEESS...!!" Arashi terjebak dalam bola yang tercipta dari puing-puing.
Iapun meningkatkan energi dan hal itu menciptakan ledakan hebat, "DHHUUAARR...!!" puing-puing yang menghantam Arashi dari berbagai sisi itupun meledak oleh kobaran api.
Sang Iblis yang berada dipermukaan tanah menatap tajam ke atas dan ia memperkuat pijakan kedua kakinya lalu melesat cepat ke angkasa dengan sekali lompatan, "HIIAA...!!!!" Iapun menyerang secara langsung dengan pukulan.
"...!!!" Meski memiliki insting tajam tapi Arashi terkejut dengan pergerakan musuhnya, "Celaka!!" Ucapnya yang sedikit panik dan iapun segera menyilangkan kedua tangan ke depan.
"JBBLLASST...!!!" Pukulan Sang Iblis tepat mengenai sasaran dan menghempaskan Arashi terbang tinggi ke angkasa.
Diangkasa yang tinggi, Arashi segera menyimbangkan tubuhnya dengan beberapa kepakan sayap naga miliknya, "Sakit sekali!! Pukulannya membuat kedua lenganku patah..." ucapnya yang segera memulihkan diri dengan regenerasi.
Arashi menatap ke bawah dan jadi sangat kesal, iapun bergumam dengan suara agak pelan, "Kalau dipikir-pikir ia hampir digolongkan sebagai iblis kelas tertinggi yang artinya aku membuat kesalahan fatal jika tak segera menghabisinya..."
"Aku tak boleh bermain-main lagi..." ucapnya dengan meningkatkan energi dan iapun meledakan energi kegelapan pekat dari sekitar tubuhnya.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1106 : Aku Disini!! Bagian 2