Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 911 : Melawan


"Kau boleh meremehkanku akan tetapi ditempat ini banyak siluman tangguh..."


"Ya, mereka akan kemari dan sekuat apapun dirimu tetap saja kau tak akan pernah sebanding dengan mereka, penyusup..." ucap Morgan dengan sorot mata tajam.


Arashi tetap santai dengan menikmati pisang yang ia petik, ia tersenyum menyeringai dan terlihat bersemangat, "Biar ku beritahu padamu bahwa aku akan mengalahkan mereka semua..."


"Lalu satu hal lagi!! Aku bukan penyusup dan aku adalah Kosuke Arashi 'si pengacau'..."


"Kau harus ingat itu kera..."


Morgan yang mendengar kata-kata lawannya itu malah tertawa lepas, "Hahahahaha... ku akui kemampuanmu itu akan tetapi kau terlalu sombong!!"


"Ya, kawan-kawanku telah datang..." secara mendadak tekanan energi kuat terasa dari atas.


Angin bertiup kencang membuka pepohonan hutan lalu dari atas muncul siluman elang putih.


Dan juga dibawah telah ada seorang siluman harimau hitam dan kerbau.


Lalu dari kubangan air yang ada dipulau muncul siluman buaya.


Merekapun juga tak sendiri melainkan membawa pasukan yang totalnya ada 100.


Arashi terkepung dari berbagai sisi oleh pasukan siluman, "Cih, sepertinya mereka kuat..." gumamnya dalam hati.


Morgan tertawa lepas, "Hahahahahaha...!!! Lihatlah penyusup!!"


"Diatas ada Tuan Kaguro yang merupakan siluman elang putih lalu dibawah ada Tuan Bora 'sang siluman kerbau', Tuan Goro 'sang siluman harimau' lalu dari air ada Tuan Gaido 'sang siluman buaya' dan sekarang kau telah tamat karena dikepung oleh 100 pasukan yang kekuatan perorangnya saja setara denganku..."


"Ya, meskipun aku tak mampu mengalahkanmu akan tetapi tujuanku mengulur waktu telah terpenuhi..." ucap Morgan dengan tersenyum lebar.


Arashi nampak geram karena dirinya dalam kepungan dan sepertinya ia tak dapat bermain-main lagi, iapun bergumam dalam hati, "Siluman elang putih, kerbau, harimau dan buaya itu selevel dengan raja siluman yang kami hadapi dulu dalam perang besar jadi sepertinya ini akan jadi agak merepotkan..."


'Sang siluman elang putih' Kaguro menarik pedang yang tersarung dipinggangnya dan berkata dengan sorot mata tajam, "Kau tak menang melawan kami, penyusup!! Menyerahlah saja dan terima hukuman dari kami yaitu kematian..."


"Khi..." Arashi malah tersenyum menyeringai, iapun mengepalkan tangan berbalutkan api, "Yang benar saja!! Aku memang terkepung akan tetapi ini makin membuatku bersemangat!!"


"Oh..." Kaguro 'sang siluman elang putih' memasang ekspresi datar akan tetapi ia langsung melesat ke arah Arashi.


Ia mencengkram erat pedangnya dengan dua tangan dan melesatkan serangan tusukan secara langsung, "Matilah!!!"


Arashi dengan sorot mata tajam memfokuskan energi pada kepalan tangan dan tanpa ragu memukul, "Cthing!!!" Ujung pedang berbenturan dengan kepalan tangan Arashi.


'Sang siluman elang putih' itu terkejut dengan apa yang dilakukan Arashi yaitu menahan pedangnya dengan tangan kosong, "Itu mustahil!!"


Arashi tersenyum menyeringai dan berkata, "Didunia ini tiada yang mustahil..." iapun melemparkan energi yang terfokus pada kepalan tangannya yang sedang beradu.


Ya, energi yang dilemparkannya itu bagaikan tembakan meriam dan sukses membuat 'sang siluman elang putih' terlempar kebelakang.


"Yang barusan itu apa?" Ucapnya yang mampu menjaga keseimbangan.


Dari belakang, Morgan segera melompat dengan menggenggam erat tongkatnya menggunakan dua tangan lalu memukul, "Jbbuak...!!" Arashi yang lengah merespon cepat dengan menyilangkan dua tangan akan tetapi dahan tempatnya berpijak retak lalu patah sehingga membuatnya jatuh ke bawah.


"Cih, aku melupakan si kera itu..." gumam Arashi yang kesal.


Iapun terjatuh ke tanah dan sebelum sempat berdiri tegak 'sang siluman kerbau' segera berlari ke arahnya dan menghantam sekuat tenaga dengan perisai, "Jbbuuak...!!!!" Arashi terlempar sampai menembus beberapa pohon.


"Sialan..." ucap Arashi yang mencoba berdiri akan tetapi iapun kembali dikejutkan karena 'sang siluman buaya' melesat ke arahnya menyerang menggunakan mulut terbuka yang gigi-giginya tajam.


"Buruk!!!" Arashi yang terkejut langsung mengelak akan tetapi bahunya terkoyak.


Iapun memegangi bahu kanan yang terus mengeluarkan darah dengan tangan kirinya akan tetapi disaat yang sama 'sang siluman harimau' telah berada dibelakang punggungnya.


"Matilah, kau!!!" Iapun memutar-mutar tombaknya dan tanpa ragu menusuk.


Arashi yang memiliki insting tajam segera membalikan badan lalu memfokuskan energi pada satu titik, "Cthing!!!" Iapun menahan tusukan tombak itu dengan telapak kaki kanannya.


"Apa...!!" Sang siluman harimau menjadi terkejut karena lawan dapat melakukan hal gila seperti menahan ujung mata tombaknya dengan telapak kaki.


Arashi melemparkan energi yang terfokus pada telapak kaki sekaligus dan membuat 'sang siluman harimau' terlempar akan tetapi setelahnya 'sang siluman kerbau' berlari menerjang dan langsung menghantam Arashi dengan siku yang berlapiskan perisai.


"Jbbuuak...!!" Arashi terkena serangan itu secara langsung dan terlempar menembus beberapa pohon.


Ya, setelahnya keempat siluman kuat berserta pasukannya berkumpul pada satu titik.


Kaguro 'sang siluman elang putih' bertanya pada Morgan yang berdiri tepat dibelakangnya, "Morgan, kau telah bertarung dengan penyusup ini jadi sekuat apakah dia?"


"Tuan Kaguro, meski jumlah kita banyak akan tetapi kita sama sekali tak boleh meremehkannya!! Dia sangat kuat dan jika kita tidak hati-hati maka kitalah yang akan kalah..." jelas Morgan dan membuat pasukan itu terkejut.


Keempat petarung elite yang ada disana nampak bersemangat akan tetapi mereka sama sekali tak meremehkan lawannya.


Arashi bangkit dari tertimpa batang pohon dan iapun segera menyembuhkan luka-lukanya dengan elemen darah spesial milik Yuza, "Sialan, aku terlalu meremehkan mereka dan mulai sekarang aku akan sedikit bersungguh-sungguh..." ucapnya dengan ekspresi geram.


Disekitar Arashi masih tertutupi oleh asap tebal dedebuan akan tetapi 'sang siluman harimau' langsung saja berlari dari arah depan dan melesatkan tusukan.


Arashi yang memiliki insting tajam mampu menghindari serangan itu dengan melangkahkan kaki ke samping sebanyak tiga langkah, "Khihihi..." iapun tersenyum menyeringai akan tetapi disaat yang sama 'sang siluman elang putih' melesat dari atas dan langsung menusuk.


Ya, Arashi dengan insting tajamnya langsung bersalto kebelakang untuk menghindar akan tetapi dari arah belakang 'sang siluman buaya' menyerang dengan cepat menggunakan rahangnya yang lebar penuh dengan gigi tajam.


"Khi..." Arashi mampu menghindar dengan melompat ke samping, iapun malah balas memukul wajah 'sang siluman buaya' dari arah samping, "Jbbllast...!!!!"


'Sang siluman buaya' itu terlempar akan tetapi ia segera berdiri lagi, "Brengsek!!"


Arashi melirik ke samping kanan dan kiri lalu menyadari bahwa dirinya telah dikepung oleh 100 bangsa siluman akan tetapi ia malah menantang mereka, "Hey, ayolah!! Aku bahkan dulu pernah dalam situasi yang lebih kritis dari pada ini..."


"Seranglah aku tanpa ragu atau akulah yang akan menang...!!!!!" Ucap Arashi yang malah menantang mereka semua.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 912 : Melawan II