Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1029 : Mereka Yang Sangat Tak Diharapkan II


Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Yashiru yang mengamati pertarungan antara Shiki dan 'raja iblis gempa' terkejut dengan kemunculan Tsuruna yang mendadak berdiri disampingnya.


"Ke-kenapa kau bisa ada disini?"


Tsuruna menjawab dengan datar, "Aku bisa disini karena kebetulan saja akan tetapi aku disini untuk mengalahkan 'raja iblis' itu...!!!!"


"Eeehh...!!??" Yashiru terkejut dengan ucapan rekannya.


"Ngomong-ngomong Yashiru, mengapa kau tak bertarung melawannya?"


"Yah, aku berada disini untuk mengatasi tsunami bila nanti datang..." jelas Yashiru.


Tsuruna mengangguk paham, "Jika kau merupakan penjaga gawang maka aku akan jadi penyerangnya..."


"Tsuru-chan, apa kau bisa mengalahkannya?"


"Entahlah, aku tak begitu yakin tetapi aku akan mencobanya..." ucap Tsuruna yang kemudian ia berlari maju lalu masuk ke dalam air laut.


Yashiru berkata, "Semoga berhasil dan aku hanya bisa diam disini mengamati pertarunganmu..."


*


Dipertarungan.


"Hah... hah... hah..." Nafas Shiki tak beraturan dan ia terlihat sangat lelah, "Sial, energiku hampir habis aku tak akan bisa menahan serangannya lagi..." gumamnya dalam hati.


Leonidas dengan sombong berkata, "Hebat juga kau bisa menahan seranganku terus menerus..."


"Ya, aku mengakui kemampuanmu..."


"Omong kosong!!!!" Teriak Shiki yang geram, "Jujur saja aku tak mampu bertahan lagi dalam menghadapi seranganmu dan jika aku kalah maka secara otomatis sihirku akan hilang lalu kau dan aku akan tenggelam..."


Leonidas tersenyum menyeringai, "Sekalipun aku tenggelam hal itu tak akan membunuhku..." iapun mengepalkan tangan kanan yang dilapisi kemampuan gempa.


"Dan sekarang mari kita tenggelam..." ucapnya dengan tersenyum licik, ia akan memukul tetapi mendadak ujung mata pedang menusuknya dari bawah permukaan laut.


Lalu Leonidas mengurungkan niatnya memukul ke depan dengan kemampuan gempa dan iapun memundurkan langkah kakinya ke belakang, "Siapa yang berani mengganggu kesenanganku?" Ucapnya dengan sorot mata tajam.


Tsuruna muncul dari bawah permukaan air tepat dihadapan 'sang raja iblis gempa' dan hal itu membuat Leonidas sangat geram.


Shiki 'si sihir merah' terkejut pada kemunculan Tsuruna dan iapun teringat pada Festival Raja Pedang, "Bukankah dia petarung yang dulu bersama dengan Kosuke Arashi? Mengapa dia bisa ada disini?" Gumamnya dalam hati.


Tsuruna berdiri tegak diatas permukaan air laut dan ia berkata pada Shiki, "Apakah kau bisa mempertahankan kepadatan permukaan air lebih lama lagi?"


"Tentu saja!! Tetapi aku sudah tak mampu menahan tsunami darinya..." jawab Shiki.


"Itu lebih dari cukup..."


"Hey, memangnya apa yang akan kau lakukan?" Tanya Shiki.


"Tentu saja mengalahkannya..."


"Apa!!! Kau tak mungkin menang!!" Shiki terkejut.


"Kita lihat saja..." ucap Tsuruna datar penuh dengan ketenangan, ia dengan tangan kanannya secara perlahan menarik pedang dipinggang kirinya.


Leonidas menjadi geram karena mendengar kata-kata Tsuruna, "Gadis kecil!! Tempat ini bukan taman bermain jadi berhentilah main-main denganku...!!!!" Ucapnya dengan sorot mata tajam.


Tsuruna tak peduli dan iapun segera berlari dengan cepat dipermukaan air untuk mendekat.


"Cih..." Leonidas mengepalkan tangan berlapiskan kemampuan gempa dan langsung saja memukul ke depan, "Jbbuuak...!!!!"


"Krak!! Krak!!" Tercipta retakan-retakan diudara lalu melesatlah gelombang penghancur segalanya diatas permukaan air laut yang menciptakan tsunami.


Gelombang tsunami menyapu segalanya akan tetapi Shiki yang melihat Tsuruna terkejut, "Gadis itu mengatasi gelombang gempa dengan masuk ke dalam air!! Ya, sungguh cara yang cerdik!!"


Leonidas mengira lawan telah kalah dalam satu serangan dan ia tak mengetahui bahwa Tsuruna masuk ke dalam air tersenyum lebar lalu tertawa, "Hahahahaha...!!!"


"Jlleebb...!!" Disaat Leonidas merasa sudah menang dan lengah maka Tsuruna muncul dari belakang punggungnya dan langsung menusuk.


"Ugh!!" Leonidas terbatuk darah saat sebuah pedang menembus dadanya, iapun menoleh ke belakang dan terlihat sangat kesal, "Sialan!!!!" Iapun segera menghempaskan Tsuruna dengan berbalik ke belakang menggunakan serangan siku yang dilapisi oleh kemampuan gempa.


"Krak!! Krak!!" Atmosfer memadat lalu terjadi retakan-retakan diudara dan gelombang penghancur melesat.


Tsuruna tersapu oleh gelombang penghancur yang membentuk tsunami itu.


Shiki terkejut lagi, "Gadis itu terkena serangan telak!! Apa dia masih hidup?" Pikirnya yang khawatir.


Dilain sisi Leonidas memegangi dadanya yang tertembus pedang dan iapun segera menyembuhkannya dengan kemampuan regenerasi, "Sial, aku tak pernah menduga gadis itu akan muncul dari bawah air lalu menusukku dari belakang..." gumamnya dengan suara pelan.


"Tap... tap..." entah mengapa Tsuruna dapat bertahan dan iapun telah berdiri tepat dihadapan 'sang raja iblis gempa'.


Leonidas menatap tajam, "Bagaimana mungkin kau dapat bertahan dari serangan telak ku?"


"Sebelum seranganmu mengenaiku, aku mengaktifkan jubah raja milikku akan tetapi aku menonaktifkannya lagi sekarang..." jelas Tsuruna dengan datar.


Leonidas bertambah geram, "Lalu mengapa kau menonaktifkan jubah rajamu? Apa kau meremehkanku?"


"Tidak, kau adalah lawan yang kuat jadi mana mungkin aku meremehkanmu..." ucap Tsuruna dengan datar dan iapun segera berlari ke arah lawan secepat mungkin


Leonidas memukul ke depan dengan kemampuan gempa lagi, "Jbbuuak!!"


"Krak!! Krak!!" Tercipta retakan lalu melesatlah gelombang penghancur segalanya bersama dengan air laut sehingga terbentuklah tsunami.


Tsuruna mengatasinya dengan mudah, ia masuk kembali ke dalam air.


Leonidas menatap tajam meski ia tau betul serangannya sangat hebat tapi Tsuruna sangat cerdik, "Apa dia terhempas?" Gumamnya dengan suara pelan.


Tsuruna mendadak muncul dari bawah air dan ia langsung saja menebas dari arah bawah bagian depan, "Sllash!!" Beruntung Leonidas segera melompat ke belakang, "Dia mengincar langsung leherku..." gumamnya dalam hati.


Tsuruna masuk lagi ke dalam air sehingga memaksa 'raja iblis gempa' itu waspada.


"Sepertinya dia bertarung dengan kelincahan dan meski seranganku bertipe merusak segalanya tapi kurasa tak berpengaruh padanya..." gumamnya dalam hati.


Leonidas memutuskan untuk lebih hati-hati dan waspada, ia berfikir tak boleh asal serang karena hanya akan percuma, iapun menarik sebilah pedang yang ada dipunggungnya.


Tsuruna muncul dari arah samping kanan bawah melesat bagaikan misil dan langsung menebas, "Cthing!!!!" Leonidas berhasil menahan tebasannya itu dengan pedang.


Tsuruna segera melompat mundur akan tetapi dengan pijakan kuat ia melesat ke depan lagi lalu menebas, "Sllash!!"


"Cruat!!" Leonidas tak mampu mengatasi serangan tersebut sehingga ia tertebas pada bagian dada, "Sial..." 'sang raja iblis gempa' itupun segera menyembuhkan diri dengan kemampuan regenerasi.


Tsuruna tetap tenang lalu ia tersenyum, "Hey, raja iblis!! Bukankah kemampuanmu jauh lebih merusak tapi mengapa sekarang kau bertarung dengan pedang?" Ucapnya dengan suara lemah lembut.


Leonidas menjadi geram dan merasa diremehkan akan tetapi ia berusaha tenang, "Itu karena aku mengakuimu sebagai lawan yang patut diwaspadai, gadis kecil..."


"Oh, terima kasih..." jawab Tsuruna dengan tersenyum manis.


Ya, pada akhirnya pertarungan keduanya jadi lebih serius dari pada sebelumnya.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1030 : Membuka Mata


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****