
Waktu yang semula terhenti secara mendadak berjalan kembali sehingga hal itu membuat segala yang ada dapat kembali bergerak lagi.
Semua berjalan seperti semula seperti hembusan angin, tetesan air, burung-burung yang berterbangan dan juga kobaran api.
Tiada seorangpun yang menyadari bahwa sebelumnya waktu berhenti akan tetapi beberapa orang mampu merasakan ada kejadian yang janggal dan salah satu diantaranya adalah Senju Rain, Yamanaka Ashura, Masamune dan Torano.
"Ugh!!" Ucap si jenius yang agak terkejut, "Apa yang telah terjadi?"
"Apa kau juga merasakan ada hal aneh?" Tanya Yamanaka Ashura si pemilik kekuatan hantu yang juga mampu merasakan hal janggal tersebut.
"Ya, aku juga merasa ada hal yang aneh akan tetapi aku tak tau hal aneh apa itu..." jelas Senju Rain.
"Emm... jujur saja, aku juga merasa ada yang aneh..." sahut Masamune.
Torano berkata, "Lupakan perasaan aneh kalian itu!! Apa kalian tak menyadarinya bahwa mendadak saja tekanan energi dari sang iblis terkuat telah menghilang..."
Ketiganya langsung saja memfokuskan pandangan ke depan dimana disana tempat pertarungan Arashi terjadi, "Apa dia telah menang?" Pikir Senju Rain, Ashura dan Masamune.
Semua anggota Red Eagle menyadari bahwa mendadak tekanan energi dari sang iblis telah menghilang dan sekarang mereka semua menatap ke depan tempat kepulan asap tebal karena pertarungan, "Apa Arashi menang?" Pikir mereka semua dengan penuh harap.
"Tap... tap... tap..." secara perlahan terdengar suara langkah kaki dari balik kepulan asap tebal.
Semua anggota Red Eagle menjadi waspada, "Semuanya, jangan lengah hanya karena tekanan energi sang iblis telah hilang!!!" Ucap Senju Rain dengan sorot mata tajam penuh keseriusan.
Semuanya waspada akan tetapi dari balik kepulan asap itu seseorang dengan warna rambut keemasan secara perlahan menampakan diri dengan tersenyum lebar, "Aku menang..."
"Arashi...!!!" Teriak beberapa diantara mereka saat melihat kemunculan Arashi dan hal itupun membuat seluruh anggota Red Eagle bangga.
Yuuki, Yuuka, Yuzuru dan Yugiri langsung saja berlari mendekati Arashi dengan penuh rasa girang, "Papa...!!!!" Teriak keempatnya.
"Tidak, aku harus memberikan ruang bagi mereka berempat karena mereka berempat adalah anak kak Arashi..." jawab Isla.
"Oh, begitu..."
Isla bertanya balik, "Kak Misaki sendiri, kenapa hanya diam saja?"
Misaki tersenyum tipis, "Dulu aku seorang saja yang menyayangi Arashi akan tetapi sekarang banyak orang yang mengaguminya jadi kurasa untuk sekarang aku harus memberikan kesempatan bagi yang lainnya..."
Si gadis setengah siluman kelinci itupun tersenyum mendengar jawaban Misaki.
Lalu disisi yang berlawan, Arashi merasa sangat senang mendapatkan sambutan penuh kegembiraan dari teman-temannya, "Khehehe..." iapun tersenyum lebar.
Arashi mengangkat kedua tangannya lalu berteriak dengan lantang, "Aku menang!!! Aku mengalahkan iblis terkuat!!!!"
Semua berteriak girang akan tetapi mendadak sesuatu terjadi, "Krak!!" Kaki kanan Arashi retak-retak.
"Eh? Apa yang terjadi?" Pikir Arashi dengan menatap ke bawah.
Iapun menggerakan kaki kirinya dengan melangkahkan kaki ke depan akan tetapi malah terjadi retakan dipergelangan kaki kirinya juga, "Krak..."
Ditengah hiruk pikuk karena telah memenangkan pertarungan, Arashi menundukan wajahnya dan mengerti apa yang terjadi pada diri saat ini, "Aku menggunakan kekuatan legendaris dan mungkin inilah bayarannya..." ia kemudian mengangkat wajah lalu menarik nafas panjang, "Aku bersyukur telah hidup...!!!!"
Disaat yang sama keempat anak asuh Arashi mendekat lalu melompat dan tanpa ragu memeluk dari arah depan, "Papa...!!!"
Arashi terjatuh ke belakang dan iapun secara perlahan berubah menjadi butiran cahaya, "...!!!!!!" Hal itupun mengejutkan semua orang.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1217 : Hidup Damai