
Keabadian para raja iblis telah hilang dan saat ini 14 raja iblis telah berhasil dikalahkan oleh anak-anak Red Eagle.
Tersisa tiga iblis kelas tertinggi yaitu Rafathar 'sang raja iblis pelahap', Lindouw 'sang raja iblis kematian' dan Va'al 'sang raja iblis hutan'.
Lalu dihadapan ketiga raja iblis itu berdiri 5 petarung yaitu Senju Rain, Yamanaka Ashura, Izuna Mizaki, Kurosaki Yemi/Yami dan Fusion gabungan dari Yuuki, Yuuka, Yuzuru, Yugiri dan Yugiri.
Senju Rain melangkahkan kaki ke depan dan tersenyum menyeringai, "Va'al sekarat, ia memang abadi akan tetapi untuk sekarang ini ia tak dapat bertarung lagi..."
"Ya, dan juga aku tak lagi merasakan energi para raja iblis yang artinya mereka telah dikalahkan oleh teman-teman kami..."
Lindouw dan juga Rafathar yang juga merasakan pancaran energi para raja iblis menghilang jadi sangat geram.
"Omong kosong!! Kami berdua abadi dan kami berdua akan tetap bertarung apapun yang terjadi" Lindouw menciptakan sabit dari elemen kegelapan dan menebaskannya pada Senju Rain, "Wuuss...!!" Angin pemotong yang berpadukan dengan kegelapan kematian melesat.
"Tap... tap..." Fusion yang terdiri dari 5 anak kecil itupun menghadang, ia menggunakan kemampun khas Yugiri sehingga kedua lengan berubah jadi pedang yang kemudian digunakan untuk menepis serangan Lindouw dengan mudahnya.
Ashura berkata dengan menodongkan senapannya, "Jika aku jadi kalian maka aku akan memilih mundur dari pada terlibat pertarungan yang sia-sia..."
"Benar sekali!! Kalian berdua tak akan pernah menang melawan seluruh anggota Red Eagle..." sahut Misaki yang juga siap bertarung lagi.
"Kalah jumlah dan kalah tanding, apa kalian ingin lebih menyedihkan lagi yaitu dihajar habis-habisan?" Ejek Yami sisi buruk yang memiliki kemampuan teleport.
Rafathar mengarahkan kedua telapak tangan kanannya ke depan dan jari-jarinya berubah menjadi senapan, "Kami tetap akan bertarung meski hal itu akan berlangsung selamanya..."
Senju Rain tersenyum tipis lalu mengejek, "Menyerah saja dan tinggalkan tempat ini dari pada kalian babak belur dan menanggung malu karena kami hajar..."
"WUUSS...!!"
"DYYEESS...!! DYYEESS...!!" Seluruh anggota Red Eagle yang telah menyelesaikan pertarungannya berkumpul pada satu titik dan berdiri mengelilingi musuh mereka.
Senju Rain menyeringai dan berkata dengan penuh rasa sombong pada musuh, "Ini bukan gertakan tapi apa kalian yakin ingin melawan kami semua?"
Baik Rafathar ataupun Lindouw menjadi sangat geram dengan ucapan 'si jenius' itu.
Masamune mendadak jatuh dari langit tepat dihadapan 'si jenius' Senju Rain, "Mereka tak perlu melawan semua orang tapi cukup aku saja..." teriaknya dengan semangat.
"Berisik, kau, Ryuzaki!! Siapa yang menyuruhmu bicara?" Bentak Misaki yang merasa kesal rekannya telah mengganggu negosiasi.
"Zink!!" Yami dengan kemampuan teleport muncul disamping Masamune dan menjewer telinganya, "Sudahlah, jangan cari panggung..." ucapnya dengan membawa pergi rekannya.
"Aduh, sakit sekali!!" Jerit Masamune.
Senju Rain kembali berhadapan dengan dua iblis kelas tertinggi itu, "Semua anggota Red Eagle telah berdiri mengepung kalian jadi pikirkan sekali lagi apakah kalian berdua ingin bertarung melawan kami semua?"
'Sang raja iblis pelahap' dan 'sang raja iblis kematian' terdiam.
Keduanya bicara dengan telepati satu sama lainnya.
"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Rafathar.
"Mereka memang hanya sekumpulan bocah yang terluka akan tetapi bila kita berdua bertarung melawan mereka semua maka dapat dipastikan kita akan kalah dalam sekejap saja..." jelas Lindouw.
"Jadi kita mundur?" Tanya Rafathar.
Lindouw menjadi sangat geram akan tetapi dengan berat hati iapun membuat keputusan, "Ya, sepertinya kita harus mundur..."
"Aku mengerti..." jawab Rafathar dengan menundukan wajah.
Lalu Senju Rain yang berdiri dihadapan keduanya berkata lagi, "Jadi apakah aku perlu mengulangi pertanyaanku? Jawablah!! Apa kalian berdua ingin melawan kami semua?"
Keduanya masih terdiam akan tetapi secara perlahan Rafathar berjalan ke arah tubuh Va'al yang tak sadarkan diri, ia pun mengarahkan telapak tangan pada tubuh rekannya itu, "Jika saja kami bertiga tak terluka maka kami akan memilih untuk tetap bertarung..." ucapnya yang secara perlahan menghisap tubuh Va'al.
Lindouw dengan sorot mata tajam berkata, "Kami mundur akan tetapi kemenangan kalian ini hanyalah permulaan..."
"Zink!!" Kedua iblis kelas tertinggi itupun menghilang dengan kemampuan teleport.
"Fiuh..." Senju Rain menghela nafas lega.
"Mereka membuat keputusan tepat..." celetuk Ashura yang berada didekatnya.
"Bukan begitu..." ucap Senju Rain.
"Apa maksudmu?" Tanya balik Ashura.
"Ya, alasannya sudah jelas bahwa mereka berdua kuat dan abadi lalu kita ada diposisi yang diuntungkan karena terluka..." jelas Senju Rain.
Ashura terdiam akan tetapi ia berkata lagi, "Konyol sekali!! Kau tak memperhitungkan satu hal bahwa kita tak akan pernah kalah bertarung dirumah kita sendiri...!!"
Senju Rain tersenyum tipis, "Ya, benar sekali!!"
Salah satu anggota Red Eagle yaitu Toushirou Kiba bertanya, "Hey si jenius!! Sekarang ini apa yang akan kita lakukan?"
Senju Rain terdiam sejenak dan berfikir, "Baik, karena perang didalam kota sudah selesai maka sebaiknya kita pergi ke bagian luar kota untuk membereskan pasukan musuh yang tersisa..."
"Ya, siapa yang mau ikut?"
"Gyahahahaha...!! Aku ingin bertarung lagi!!" Ucap Saburo yang masih bersemangat.
"Pahlawan hitam akan bertarung sampai akhir!! Aku ikut!!" Jawab Masamune spontan.
"Aku ikut!!" Ucap Shirou.
"Aku juga!!" Sahut Ritsu.
"Aku akan pergi!!" Ucap Kiba.
"Aku kehilangan lenganku dalam pertarungan jadi aku tak ikut..." ucap Yuri.
"Aku ahli medis jadi aku akan tetap ditempat ini..." ucap Shinomiya Yuza si pemilik elemen darah spesial.
"Aku butuh pemulihan jadi aku akan tetap disini..." ucap Tsuruna yang sebelumnya melawan empat raja iblis.
"Meski aku bukan anggota kalian tapi aku ikut..." sahut Yume.
"Baik, dengan sisa-sisa energi yang ku miliki maka aku akan ikut..." ucap Misaki.
"Siap kami juga ikut..." ucap Fusion kelima anak kecil yang secara perlahan kembali memisah.
"Kurasa aku akan ikut..." ucap Ashura.
Kitsune yang penakut mengangkat tangan kanannya dengan gemetaran, "Aku ikut..." ucapnya dengan suara lirih dan iapun bergumam dalam hati, "Duh, seharusnya aku tak mengatakannya!! Ya, tapi demi kota yang ku cintai aku harus pergi..." pikir si penakut itu.
"Aku ikut untuk menghajar musuh..." ucap Minaka.
"Aku juga belum puas jadi aku ikut..." sahut Jirou.
"Aku juga ikut..." ucap Akiru sisi baik dewa es.
Setelah semuanya memutuskan, Senju Rain memberikan perintah, "Baik, semua telah membuat keputusan jadi sekarang kau bisa memindahkan kami semua dengan kemampuan teleportmu, Yami?"
"Maaf saja, aku kehabisan energi jadi kita harus berjalan kaki akan tetapi aku akan ikut ke medan perang karena ku yakin kemampuan telepati Yemi pasti akan berguna..." ucap Yami.
"Cih, apa boleh buat kalau begitu..." ucap Senju Rain agak kecewa, "Mari berangkat!!"
"Ya..." jawab semuanya serentak.
*
Perang didalam kota telah berhasil dimenangkan oleh anak-anak Red Eagle dan tersisa perang diluar kota.
Tetapi diatas awan yang sangat gelap 7 orang petarung yang sejak awal diam saja mengamati mulai bergerak.
Dua orang dari mereka berbincang-bincang.
"Tak ku sangka para iblis itu telah dikalahkan oleh para bocah-bocah itu..." ucap seorang pria bertubuh kekar besar.
"Ya, aku juga terkejut dan mungkin ini saat yang tepat bagi kita untuk mengambil kesempatan dari perang ini?" Ucap seorang pria dengan 6 pedang dipunggungnya, "Kau setuju, kan?"
"Tap... tap... tap..." seorang pria yang sebelumnya berdiri dibelakang berjalan ke depan, ia menyibakan penutup kepala yang ternyata ia adalah bangsa naga, "Ya, mereka semua tengah terluka dan kita akan turun untuk memenangkan perang ini untuk diri kita sendiri..." ucapnya dengan sorot mata tajam.
Ya, 7 Ksatria Terkutuk yang sebelumnya berdiam diri akhirnya memutuskan untuk bergerak.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1184 : Medan Perang Bagian Depan