
Pertarungan sengit antara Red Eagle dan 17 Raja Iblis tengah berlangsung.
Lalu disalah satu pertarungan mempertemukan empat 'raja iblis' yang sedang melawan 7 anggota Red Eagle.
Keempat Raja Iblis itu adalah Leonidas, Guts, Belial dan Dante.
Lalu anggota Red Eagle yang siap menghadapi mereka berempat adalah Nagata Hayate, Hamura Fuyuki, Amagiri Tsuruna, Otogahara Asuka, Takayuki Jiro, Kuhaku Minaka dan Yume.
"Empat raja iblis melawan 7 bocah itu terlihat seperti kita menindas mereka saja..." ucap Belial 'si iblis telekinesis'
Dante si iblis dengan 10 tatto berkata, "Jangan meremehkan mereka!! Bukankah kita berdua sudah pernah dibunuh oleh salah satu dari mereka!! Maksudku mereka adalah rekan Kosuke Arashi 'si pengacau'..."
"Bukankah meremehkan mereka adalah sebuah kesalahan?"
Belial menjadi kesal pada peringatan rekannya itu, "Cih, meski yang kau katakan benar tapi entah mengapa aku merasa tak senang..."
"Habisi mereka dan kau akan merasa senang..." ucap Leonidas 'sang raja iblis gempa' dengan berjalan maju dan berdiri dihadapan ketiga rekannya, "HIIAA...!!!" Iapun memfokuskan energi pada kepalan tangan kanannya dan memukul udara bebas yang ada dihadapannya.
"Krak!! Krak!!" Atmosfer memadat lalu tercipta retakan-retakan diudara dan gelombang gempa penghancur segalanya melesat.
"Berpencar!!!!" Teriak Minaka.
Merekapun bergegas menghindar akan tetapi gelombang gempa bergerak terlalu cepat sehingga mereka bertujuh terhempas entah kemana.
Belial yang melihat ketujuhnya terhempas berkata, "Menyedihkan!! Sepertinya mereka berbeda jauh dari Kosuke Arashi 'si pengacau'..."
"Kita terlalu menaruh harapan tinggi pada mereka..."
"Sudah ku bilang berhenti meremehkan musuh..." ucap Dante.
"Hah??" Belial agak kesal.
"Benar, sebelum mayat mereka ditemukan kita belum menang..." ucap Leonidas dengan sorot mata tajam.
Serangan balik, secara mendadak lengan-lengan bayangan muncul dari dalam tanah mengelilingi keempatnya.
Keempatnya jadi waspada.
Lengan-lengan bayangan memanjang sampai atas kemudian menyatu dan membentuk kubah berbentuk kerucut sehingga mengurung keempat raja iblis itu.
"Apa-apaan ini?" Pikir Belial.
"Elemen kegelapan dan sekarang kita dalam masalah..." ucap Leonidas dengan mengepalkan tangan yang sudah dilapisi kemampuan gempa, ia memukul udara bebas yang ada dihadapannya, "Krak!! Krak!!" Atmosfer memadat lalu tercipta retakan-retakan diudara dan gelombang gempa penghancur melesat mengenai dinding kubah kegelapan.
"Apa!!!" Belial terkejut melihat serangan gempa tak mampu menghancurkan dinding kubah kegelapan.
Dante menatap tajam dan terlihat serius, "Elemen kegelapan bersifat menyerap energi jadi sekarang kita sudah terperangkap bagaikan burung dalam sangkar..."
"Kita terlalu meremehkan mereka..."
"Cih..." Belial yang sebelumnya meremehkan jadi kesal pada dirinya sendiri.
Diluar kubah Minaka meletakan kedua telapak tangannya ke permukaan tanah dan ia yang merupakan pencipta kubah kegelapan tersenyum menyeringai, "Raja iblis sekalipun bila tak dapat menggunakan kemampuannya maka ia bukan acaman..."
"Tap... tap..." keenam anggota Red Eagle yang sebelumnya terhempas kini berkumpul kembali didekat Minaka.
Tsuruna berkata, "Sekarang buka kubah kegelapan itu dan biarkan kami masuk ke dalam untuk menghabisi mereka..."
"Aku mengerti!!" Jawab Minaka dengan tersenyum lebar.
Ya, kubah kegelapan ciptaan Minaka terbuka sedikit seukuran pintu dan keenamnya lalu masuk ke dalam.
Keempat raja iblis yang sudah berada didalam terlihat sekarang waspada dan mereka sama sekali tak meremehkan lawan bertarungnya.
"Jika kalian menginginkan pertarungan maka majulah!!!" Ucap Leonidas dengan mengepalkan tangan berlapiskan kekuatan gempa.
Iapun memukul udara bebas yang ada dihadapannya, "Krak!! Krak!!" Atmosfer memadat lalu tercipta retakan-retakan diudara dan gelombang gempa penghancur melesat ke arah mereka berenam.
Mereka berenam tetap tenang karena mendadak dari bawah tanah muncul dinding kegelapan yang menyerap serangan gempa sebelum mengenai sasaran.
Guts berkata dengan ekspresi wajah serius, "Kita terperangkap dan sepertinya mereka menguasai tempat ini..."
Belial yang sebelumnya meremehkan jadi semakin geram, "Benar, bahkan aku juga tak dapat menggunakan kemampuan telekinesis dalam kubah kegelapan ini..."
"Serangan jarak jauh dan serangan tipe energi tak dapat digunakan jadi satu-satunya cara bertarung adalah menggunakan kekuatan fisik..." ucap Dante yang menggunakan salah satu tatto iblis.
Tatto tersebut memperkuat otot-otot dan kekuatan fisiknya, "HIIAA...!!" Ia melesat ke arah lawan.
Tsuruna memperingatkan rekan-rekannya, "Sepertinya ia tak terpengaruh teknik Minaka jadi kita tak boleh meremehkannya..."
"Kalau begitu biarkan aku yang menghadapinya..." ucap salah satu anggota Red Eagle yaitu Takayuki Jiro.
"Ya..." mereka semua setuju pada keputusan Jiro yang berani itu.
Hayate dan Asuka maju menghadang, Hayate mengibaskan kipasnya dan terciptalah hembusan angin kuat lalu Asuka mengeluarkan bazoka yang kemudian menembakan misil-misil.
"WUUSS...!!"
"DHUUAARR...!! DHUUAARR...!!" Dante terkena ledakan dan hembusan angin kuat akan tetapi hal itu tak menghentikannya, ia terus menerjang.
Tetapi mendadak Jiro muncul dihadapannya, "Enyahlah dari hadapanku!!!" Teriak Dante dengan menghantamkan pukulan, "Jbbllast!!"
Jiro mampu menahan dengan menyilangkan kedua tangan meski terdorong ke belakang, "Khehehe..." Jiro tertawa dan iapun mulai menggunakan kemampuannya yaitu bertransformasi.
"Apa!!!" Dante terkejut ketika Jiro meniru wujudnya.
Jiro dalam wujud Dante berkata, "Mari kita lihat apakah yang asli atau yang palsu yang akan menang..."
"Tentu saja yang asli lebih kuat!!!" Teriak Dante dengan mengepalkan tangan dan memukul.
Dilain sisi Jiro dalam wujud Dante juga melakukan hal yang sama, "Jbbllast!!" Dua pukulan kuat saling berbenturan dan terlihat sama kuatnya.
Jiro melawan Dante.
Lalu Tsuruna memberikan perintah, "Aku akan mengurus 'raja iblis gempa' sementara itu kalian berempat mengurus sisanya..."
"Dimengerti!!!" Jawab Hayate, Asuka, Yume dan Fuyuki tanpa protes.
Tsuruna yang memberikan perintah langsung berlari ke arah Leonidas, iapun mencengkram erat-erat pedangnya dan langsung saja melesatkan serangan berupa tusukan.
Leonidas mampu menghindar sehingga membuat Tsuruna segera menjaga jarak kemudian 'sang raja iblis gempa' balas menyerang dengan melesatkan tinju gempa, "Krak!! Krak!!" Atmosfer memadat lalu tercipta retakan-retakan diudara dan gelombang penghancur segalanya melesat.
Tsuruna tetap tenang meski serangan penghancur mengarah padanya karena mendadak dari permukaan tanah muncul kegelapan yang membentuk dinding dan menyerap serangan gempa.
"Sialan!!" Leonidas menjadi sangat geram.
Tsuruna berkata, "Terima kasih Minaka karena telah menyelamatkanku..." gadis buta itupun kembali maju.
Leonidas menyadari bahwa kemampuannya benar-benar tak dapat digunakan didalam kubah kegelapan jadi ia menarik sebilah pedang yang ada dipunggungnya.
"Cthing!!!" Keduanya beradu senjata dan terlihat Leonidas kerepotan.
Tsuruna mengejek, "Ternyata raja iblis tanpa kemampuan terlihat sangat menyedihkan..."
*****
Dilain tempat Senju Rain telah selesai mengatur strategi.
"Zink!!" Yami muncul dengan kemampuan teleport dan ia membawa Misaki, Ashura dan fusion dari 5 anak asuh Arashi.
"Aku telah memutuskannya dan aku butuh bantuan kalian untuk menghancurkan keabadian mereka..." ucap Senju Rain dengan sorot mata serius.
Ya, hal apakah yang ingin dilakukan oleh 'si jenius'
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1158 : Mereka Abadi III