Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1099 : Sang Iblis Telekinesis


"Bersiaplah!! Pertarungan sesungguhnya baru saja dimulai!!" Ucap sang raja iblis Belial dengan meningkatkan energi sehingga membuat bangunan-bangunan yang ada disekitarnya retak-retak.


"HIIAA...!!!" Iapun memperkuat pijakan kedua kakinya yang sekali lompatan saja mampu melesat dengan sangat cepat.


Keduanya memasang sikap waspada dan berkata serentak, "Kami selalu siap kapanpun...!!"


Belial memukul akan tetapi Yuri berusaha menahan serangan yang datang dengan pedangnya, "Jbbuuak!!" Pukulan sang raja iblis dipadukan dengan kemampuan telekinesis dan hal itupun membuat Yuri terhempas ke belakang hingga menembus beberapa bangunan.


Ritsu menjadi agak jengkel saat melihat rekannya telah dihempaskan dan ia yang telah menggunakan topeng iblis melesat cepat lalu melompat tinggi dan menusuk dari atas, "HIIIAAA...!!!!"


Belial menatap tajam dan ia dengan kemampuan telekinesis mendadak menghentikan pergerakan Ritsu, "Aku mampu mengendalikan pergerakan kalian hanya dengan pikiranku dan hal itu membuatku lebih unggul dari pada kalian..."


"Cih, sombong sekali!!" Ritsu yang tak bisa bergerak diudara mendadak meningkatkan energi, "DHHUUAARR...!!" Hal itu memaksa Belial mundur ke belakang.


Ia terlihat sangat jengkel dan bergumam dalam hati, "Bocah-bocah ini sangat terampil dan memiliki semangat juang yang sangat tinggi jadi aku tak boleh sedikitpun meremehkan mereka atau diriku akan mati..." iblis kelas atas itupun mulai mengakui kehebatan keduanya.


Belial meningkatkan energi dan memfokuskan semua energi tersebut pada kepalan tangan lalu ia melesatkan pukulan dari jarak jauh, "Jbbllast!!" Angin pendorong melesat dan menghancurkan bangunan disamping kanan dan kiri.


Ritsu terkejut dan ia berusaha menebas angin pendorong tersebut dengan pedangnya, "Ugh!!" Ritsu tak mampu mengatasi serangan tersebut dan iapun terlempar terbawa oleh angin pendorong itu.


"Hah... hah... hah..." setelah melancarkan serangan penuh dengan energi, Belial perlahan mulai mengatur nafasnya dan ia terlihat lelah, "Sial..." iapun menatap ke depan.


Tercipta kepulan asap tebal dari serangan Belial, "Tap... tap... tap..." terdengar suara langkah kaki mendekat dari balik kepulan asap tebat tersebut.


Belial menatap tajam dan ia tau betul bahwa kedua lawannya belum kalah.


Ya, Ritsu dan Yuri keluar dari kepulan asap dan terlihat biasa saja meski terlihat jelas keduanya penuh dengan luka lecet.


"Aku mulai terbiasa dengannya..."


"Aku juga..." sahut Ritsu dengan santainya, "Kemampuannya memang sangat merepotkan akan tetapi aku mulai melihat sedikit celah pada dirinya..."


Yuri meningkatkan energi dan berkata, "Mari segera kalahkan dia dan berganti dengan lawan selanjutnya..."


"Ya..."


"Mode : Devil" Yuri bertransformasi menjadi iblis dan ia pun menumbuhkan sepasang tanduk dikeningnya dan juga sepasang sayap dipunggungnya kemudian sorot matanya berubah menjadi tajam.


Belial menjadi sangat geram ketika melihat Yuri bisa berubah menjadi iblis, "Kau iblis yang kuat tapi bagaimana mungkin kau malah bertarung untuk manusia..."


"Bukan urusanmu..." ucap Yuri dengan sorot mata tajam dan iapun menghentakan kaki kanan ke depan, "DYYEESS...!!!" Sebuah gelombang es yang sangat besar tinggi menjulang melesat.


Gelombang tersebut setinggi bangunan yang ada ditempat itu, "Cih..." Belial terpaksa harus menghindar dengan melompat tinggi ke udara, ia bergumam dalam hati, "Sialan, kemampuan mengendalikan es miliknya hampir sama dengan kemampuan Excel 'sang raja iblis es'..."


Ritsu menatap ke angkasa, "Oh, jadi ia ada disana..." ucapnya dengan datar, ia yang telah menggunakan topeng memperkuat pijakan kedua kaki dan melesat ke angkasa.


Ritsu menyerang dengan tusukan dan membuat Belial terkejut.


'Sang raja iblis' tersebut mengarahkan telapak tangannya ke bawah dan berusaha menghentikan pergerakan Ritsu dengan kemampuan telekinesisnya.


"Itu tak akan mempan..." Ritsu terdorong ke bawah lagi akan tetapi ia meningkatkan energi dan bersikeras tepat maju, "Jlleebb...!!!" Pada akhirnya Belial terkena serangan sehingga dadanya berlubang.


Iblis kelas atas itupun perlahan jatuh ke bawah dengan meringis kesakitan, "Bisa-bisanya aku dipojokan oleh mereka..." gumamnya dalam hati dengan ekspresi kesal.


Belial jatuh dengan keras dipermukaan tanah, ia berusaha berdiri lagi meski nampak jelas ada lubang tusukan didadanya.


Iblis kela.gs atas itupun berusaha memulihkan diri dengan kemampuan regenerasi akan tetapi dikejauhan Yuri menghentakan kaki kanannya, "DYYEESS...!!!" Gelombang es melesat dan membekukan Belial.


Yuri yang dalam wujud iblis memfokuskan energi pada ujung kedua tanduknya dan terbentuklah bola energi hitam yaitu Cero, "WUUSS...!!" Cero tersebut tanpa ragu ditembakan dan melesat ke arah musuh yang sedang membeku.


Serangan tersebut bergerak cepat ke arah musuh dan hal itupun membuat Belial jadi sangat panik karena terperangkap dalam balokan es, "Tap..." tetapi mendadak seorang iblis muncul dan berdiri tepat pada laju tembakan cero tersebut.


Iblis itupun memperkuat pijakan kedua kakinya dan mengararahkan kedua telapak tangan ke depan yang tanpa ragu menangkap serangan tersebut.


Ia terdorong dari tempatnya berpijak semula akan tetapi iblis itu berhasil melemparkan tembakan cero tersebut ke angkasa, "DHHUUAARR...!!!!" Ledakan besar terjadi.


Iblis itu mengepalkan tangan kanan dan langsung saja memukul bongkahan es yang mengurung Belial, "Jbbuuak!!"


"Krak!! Krak!!" Bongkahan es tersebut retak lalu hancur lebur sehingga Belial dapat bebas kembali.


Yuri dan Ritsu terkejut dengan kemampuan iblis yang baru saja muncul itu sehingga keduanya memasang sikap waspada.


"Hah... hah... hah..." Belial yang sebelumnya terperangkap dalam balokan es perlahan mengatur nafasnya.


"Aku menyelamatkanmu..." ucap si iblis yang baru saja muncul itu, ia juga merupakan iblis kelas atas dengan gelar 'raja iblis' dan dia bernama Dante.


"Cih, kenapa kau menyelamatkanku?" Belial malah nampak kesal.


Raja Iblis yang bernama Dante itupun menjawab dengan entengnya, "Hey, jangan memasang ekspresi wajah seperti itu kawanku!! Akui saja mereka kuat dan kau yang seorang diri tak mampu mengatasi keduanya sekaligus..."


"Biarkan aku membantu..."


"Cih..." Belial bertambah kesal dan kata-kata dari rekannya itu seakan meremehkan kemampuan dirinya akan tetapi ia menyadari bahwa apa yang dikatakan rekannya itu benar, "Baiklah, kau hadapi salah satu dari mereka akan tetapi kau tak boleh membunuhnya..."


"Mereka adalah mangsaku jadi biarkan aku yang menghabisi nyawa mereka..."


Dante tersenyum menyeringai dan berkata, "Aku setuju!! Akan ku buat mereka sekarat dan untuk urusan mengakhiri nyawa mereka biar kau saja..."


Ya, dua raja iblis telah berdiri dihadapan dua kapten Red Eagle.


"Ritsu, hati-hati..."


"Ya, aku tau..." jawab Ritsu dengan menggenggam erat pedangnya menggunakan dua tangan.


Dante memperkuat pijakan kedua kakinya lalu melesat sangat cepat dengan sekali lompatan ke arah keduanya, "WUUSS...!!"


"Dia datang!!!!" Pikir keduanya.


Yuri mengangkat pedangnya ke atas lalu menebas, "Sllash!!" Sebuah gelombang es melesat cepat.


Dante tetap maju terus meski gelombang es melesat ke arahnya, iapun mengepalkan tangan dan memukul serangan tersebut, "Jbbllar...!!!" Dengan sekali hantaman saja gelombang es tersebut hancur berkeping-keping.


Dante melesat lagi tak terhentikan ke arah Yuri, ia langsung saja memukul akan tetapi mendadak Ritsu berdiri tepat dihadapannya dan menahan serangan Dante dengan pedangnya, "Cthing!!"


Ritsu terdorong dari tempatnya semula berpijak lalu dibelakangnya Yuri langsung melompat dan menusuk lawan dari atas, "HIIAA...!!!"


Dikejauhan Belial menggunakan kemampuannya telekinesis, ia mendadak mengangkat Yuri lalu menggerakan pecahan-pecahan es untuk mengurungnya.


Dihadapan Ritsu, Dante tersenyum menyeringai, "Kalian tak akan mungkin menang melawan kami berdua..."


"Yah, meski kalian menyerah sekalipun kami akan tetap menghabisi nyawa kalian..."


Ritsu menjadi sangat geram dan berkata, "Kami tak akan kalah dari kalian!! Ini adalah rumah kami dan justru kalian yang akan kami habisi..." iapun meningkatkan energi kuat dan memaksa Dante memundurkan langkah kakinya.


"Oh..." Dante merespon datar, "Mari kita lihat dalam perang ini kami atau kalian yang akan tertawa diakhir nanti?"


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1099 : 10 Tatto