Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1199 : Kekuatan Sebenarnya Sang Iblis


Kiba dan Shirou menggunakan kekuatan andalan mereka dan hal itu berhasil memojokkan 'si akhir'


'Si akhir' yang terdesak terpaksa menggunakan wujud aslinya yang merupakan kekuatan sejati miliknya yang pernah digunakan untuk mengalahkan 10.000 ksatria dimasa lalu.


"Mode Devil"


Sang iblis secara perlahan berubah wujud, ia berubah menyusut yang semula tingginya 10 meter menjadi 2 meter lalu tanduk dikeningnya berubah semakin memanjang, otot-ototnya semakin kekar dan tubuhnya berubah warna menjadi merah darah.


Kiba berkata, "Serangan gabungan kita tak mempan!!!"


"Memang sulit dipercaya!! Energi miliknya terpusat lalu memadat dan hal itu bagaikan armor saja..." ucap Shirou, "Firasatku ia akan mengeluarkan sesuatu yang sangat buruk..."


"Aku juga merasa seperti itu..." sahut Kiba dengan ekspresi wajah serius.


Kobaran api yang semula merah berubah menjadi hitam pekat dan kemudian secara perlahan memudar, "Tap... tap... tap..." sang iblis berjalan dengan langkah perlahan keluar.


"Jadi itu perubahannya?" Ucap Kiba.


"Aneh?"


"Apanya yang aneh?" Tanya Kiba.


"Pada umumnya mereka para iblis akan berubah menjadi lebih besar dari sebelumnya dalam wujud aslinya tetapi mengapa ia berbeda..."


"Ukuran tubuhnya sekarang hampir sama dengan kita dan tekanan energi miliknya jadi lebih tenang dari pada sebelumnya..." jelas Shirou.


Kiba mengaguk paham dan setuju.


'Si akhir' dalam wujud aslinya berkata, "Kalian ku akui sebagai lawan yang layak dan hal itu memaksaku memakai wujud yang telah lama ini..."


"Ya, kalian mewarisi kekuatan dari masa lalu dan hal itu membuatku muak!! Kalian harus dimusnahkan..."


Keduanya menelan ludah, menggegam erat pedangnya masing-masing dan bersiap bertarung.


"Sllash!!" Bagaikan hembusan angin 'si akhir' melesat maju.


Shirou mengayunkan pedangnya sekuat tenaga, "WUUSS...!!!" Sebuah gelombang gravitasi yang membuat semuanya kehilangan beban melesat maju.


"Percuma!!" Ucap sang iblis dengan menembus puing-puing yang berterbangan diudara.


Puing-puing yang berterbangan terbakar hingga berubah jadi abu ketika ia melewatinya, "HIIAA...!!!" 'si akhir' menyerang dengan tusukan.


Kiba menggenggam erat pedangnya dengan dua tangan dan ia bergerak secepat kilat lalu juga menyerang dengan tusukan.


"Cthing!!" Kuku cakar milik 'si akhir' patah semua ketika beradu dengan ujung mata pedang Kiba yang teraliri oleh petir.


"Jika aku tak mampu mengatasinya dapat dipastikan tubuhku akan berlubang..." gumam Kiba dalam hati yang segera berbalik dan menebas.


"Cthing!!" Dalam sekejap saja kuku cakar 'si akhir' yang sebelumnya patah tumbuh lagi dan iapun menangkis tebasan Kiba.


Kiba jadi sangat geram dan merasa apa yang telah dilakukan percuma, ia menatap tajam dan berkata dengan suara pelan, "Sial..."


'Si akhir' tersenyum menyeringai lalu mengejek, "Jangan kesal seperti itu!! Aku adalah iblis terkuat jadi mampu mematahkan kuku cakarku adalah suatu prestasi..."


Kiba bertambah kesal dan iapun segera melompat ke belakang untuk menjaga jarak, ia memusatkan energi pada sebilah pedangnya dan menebas, "Sllash!!!"


Kilatan-kilatan petir melesat akan tetapi si iblis mengarahkan telapak tangan kiri ke depan untuk menahan serangan yang datang.


"Jangan abaikan aku!!!" Teriak Shirou dengan melompat lalu menancapkan pedangnya ke tanah.


'Si akhir' mencoba melompat ke belakang akan tetapi mendadak ia jatuh mencium tanah karena gravitasi yang sangat berat.


"Kemampuan gravitasi memang sangat merepotkan..." ucap 'si akhir' yang perlahan mencoba bangkit lagi.


Shirou tak tinggal diam, ia memperberat lagi gravitasinya sehingga si iblis terjatuh ke tanah makin dalam hingga menciptakan cekungan.


Seluruh energi petir yang ia kumpulkan dilepaskan hingga membentuk sesosok ular naga petir yang melesat menukik ke bawah, "DHUUAARR...!!!" Kilatan-kilatan petir menyebar ke segala arah dan cahayanya sangat menyilaukan.


Para petarung dari dua kubu yaitu siluman maupun para iblis dapat melihat cahaya kilatan petir dari mana saja mereka berada.


"Apa-apaan itu?"


"Apa yang terjadi disana?"


"Pertarungan mereka bagaikan bencana saja!!" Ucap para petarung yang untuk sejenak saja terdiam karena merasakan dan melihat sendiri betapa dahsyatnya pertarungan dikejauhan.


"Tap..." Kiba menginjakan kaki disamping Shirou dan ia menatap tajam ke arah kepulan asap.


"Apa kau berfikir serangan seperti itu mempan padanya?" Ucap Shirou.


"Entahlah tapi serangan barusan adalah serangan terkuat yang ku miliki..." ucap Kiba dengan ekspresi serius.


Keduanya tetap waspada dan tau betul bahwa musuh belum kalah.


"Sllash!!" Bagaikan hembusan angin, 'si akhir' menerjang kepulan debu, ia langsung saja mencengkram wajah keduanya dari arah depan dan membantingnya ke belakang.


"DYYEESS...!!" Tercipta cekungan dan kepala keduanya tertancap ditanah.


'Si akhir' melompat ke belakang lalu tersenyum menyeringai, "Ku akui kalian hebat akan tetapi kalian berdua belum mencapai level yang sama dengan pendahulu kalian yaitu Roku dan Haku..."


Kiba dan Shirou secara perlahan bangkit kembali, mereka semakin emosi.


"Jangan bilang kau belum serius melawan kami?" Ucap Shirou.


"Bodoh!! Aku mengakui kalian yang artinya aku tak bermain-main lagi..." ucap 'si akhir'


"Main-main ataupun serius kami tak peduli!! Kami akan mengerahkan semuanya untuk mengalahkanmu..." ucap Kiba.


Keduanya memasang kuda-kuda dan meningkatkan energinya, "HIIAA...!!!!" Energi mereka terus meningkat akan tetapi hal yang mengejutkan terjadi yaitu secara mendadak jubah raja yang mereka berdua kenakan menghilang.


"Apa!!!!" Ucap keduanya yang terkejut sampai shock berat.


"Apa yang terjadi, Kiba?"


"Entahlah, aku juga tak tau!!!!" Teriak Kiba.


'Si akhir' merasa kecewa dan iapun memahami hal apa yang terjadi, "Tidak bisa dipungkiri lagi!!! Waktu untuk menggunakan jubah raja kalian telah habis..."


"Ya, sepertinya kalian jarang menggunakan kekuatan Roku dan Haku jadi kekuatan mereka berdua tak bertahan lama pada kalian..."


Kiba maupun Shirou terdiam membisu karena memang pertarungan melawan 'si akhir' adalah kali pertama keduanya menggunakan jubah raja.


'Si akhir' yang kecewa berkata lagi, "Yah, padahal aku sudah repot-repot menggunakan wujud asliku tapi tak ku sangka kalian malah mengecewakanku..."


Kiba maupun Shirou secara perlahan menyarungkan pedang suci mereka ke punggung.


"Apa boleh buat!! Itu bukan kekuatan kita jadi berharap berlebihan adalah suatu kesalahan..." ucap Shirou yang mengambil sebuah pedang besar dari punggungnya.


"Ya, tapi memang kesalahan kita karena jarang melatih kekuatan jubah raja kembar itu..." sahut Kiba dengan menarik pedang yang merupakan senaja dewa dan pedang hitam kebanggaannya.


Shirou berkata pada musuh, "Maaf karena kami tak sekuat barusan..."


"Tapi kami akan tetap bertarung habis-habisan..." sahut Kiba.


'Si akhir' tersenyum menyeringai lalu berkata, "Keberanian kalian membuatku senang..."


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1200 : Si Akhir Melawan Red Eagle