
Jiro melawan Dante, Tsuruna berhadapan dengan Leonidas sementara itu Hayate, Fuyuki, Asuka, dan Yume harus menghadapi Guts dan Belial.
Guts berubah menjadi raksasa bumi yang ukurannya sangat besar bahkan bagian kepala hampir menyentuh kubah kegelapan.
Belial yang ada diatas kepala Guts berkata, "Meski aku tak dapat menggunakan kemampuan telepatiku tapi kalian dalam masalah besar..."
Guts mengepalkan tangan berukuran sangat besar dan tanpa ragu memukul.
"Menghindar!!" Teriak Hayate.
Ketiga rekan bertarungnya mengerti dan berlarian ke berbagai tempat yang berbeda.
"DYYEESS...!!" Pukulan super besar itupun mengarah pada Hayate, ia sempat menahan dengan kipas badai miliknya akan tetapi hal itu percuma.
Hayate kemudian berusaha menghindar meskipun begitu ia tetap terhempas.
"Hayate!!!!" Teriak Asuka yang panik, iapun mengarahkan bazoka kemudian menembakan beberapa misil, "Wuuss... Wuuss..."
"DHUUAARR... DHUUAARR..." Tubuh besar Guts membuat dirinya mudah diserang akan tetapi tembakan misil Asuka belum cukup untuk menumbangkan sang iblis.
Guts menoleh ke arah Asuka.
"Ini buruk!!" Gumam Asuka dengan suara pelan setelah menjadi incaran Guts selanjutnya.
Guts sekali lagi mengepalkan tangan berukuran besar dan ia tanpa ragu melesatkan pukulan pada Asuka, "WUUSS...!!"
Asuka tak menghindar dan ia memilih menembaki kepalan batu raksasa itu dengan bazokanya, "Sial, ukurannya terlalu besar sehingga misilku tak dapat menghancurkannya..."
Ia terdesak dan kepalan raksasa itu melesat ke arahnya akan tetapi Yume dan Fuyuki memberikan bantuan.
Fuyuki memunculkan air dari dalam tanah lalu Yume sebagai Dewa Bunga menggunakan kemampuannya yaitu menumbuhkan mawar berduri dari tanah basah yang airnya dimunculkan oleh Fuyuki.
Ya, mawar itupun dengan cepat meliliti tubuh raksasa dan sukses membuatnya tak dapat bergerak.
"Sialan, si gadis Dewa Bunga!! Kurasa dia harus disingkirkan lebih dulu..." ucap Belial dengan sorot mata tajam ke bawah.
Dibawah Yume berkata pada Fuyuki, "Untuk sementara waktu iblis bumi itu tak dapat bergerak dan saat inilah kesempatan kita untuk menumbangkannya..."
"Aku mengerti..." jawab Fuyuki singkat.
"Hahahahaha..." suara tawa lepas terdengar, Belial melompat dari atas kepala Guts dan jatuh tepat dihadapan keduanya dengan pijakan yang kuat, "DYYEESS...!!!!" bahkan tanah tempat ia jatuh berubah menjadi cekungan.
Baik Fuyuki maupun Yume memperkuat pijakan kakinya agar tetap berdiri tegak.
"Hahahaha...!!" Belial berjalan keluar dari kepulan asap dan menatap remeh keduanya, "Meski dalam kubah kegelapan ini kekuatan telekinesis milikku tak dapat digunakan tapi aku masih bisa menghabisi kalian..."
"Coba saja..." jawab Yume tanpa ada rasa takut dan iapun berlari maju ke arah sang iblis.
Ia menggenggam erat pedangnya dan mengaktifkan kemampuannya sehingga bunga-bunga berterbangan dibelakangnya, "HIIAA..." Yume melesatkan tusukan langsung.
"Jlleebb!!" Belial tertusuk dan mata pedang yang berwujud bunga-bunga yang tak terhitung jumlah itupun mengerubungi Belial.
"Sakit sekali!!" Teriak Belial yang sekujur tubuhnya mengeluarkan darah, ia menyatukan dua kepalan tangan diatas kepala dan menghantam ke bawah.
"Apa!!!!" Yume terkejut pada pergerakan musuh, "Jbuuak!!" Ia terkena hantaman tepat pada bagian kepala dan seketika tak sadarkan diri.
"Yume...!!!!!" Teriak Fuyuki penuh dengan kekhawatiran dan iapun berlari mendekat.
"Dewa Bunga memang merepotkan akan tetapi kemampuan mereka tak terlalu berbahaya..." ucap Belial dengan berdiri tepat dihadapan Yume.
"Tap... tap... tap..." Fuyuki sampai dan menghadang sang iblis, "Tak akan ku biarkan kau mendekatinya..." ucapnya dengan sorot mata tajam sambil memegang pisau belati dengan dua tangan dan mengarahkannya ke depan.
"Cruat!!!" Sekejap mata saja kedua tangan Fuyuki terpotong bersama dengan pisau belati miliknya, "ARRGGHH...!!!" Ia berteriak kesakitan dengan menekuk kedua lututnya ke tanah.
"Kalian hanyalah bocah..." Belial tak memberiakan ampunan, iapun menendang dada Fuyuki dari arah depan, "Jbbuuak....!!" Gadis itupun terjatuh ditanah dan kesusahan bernafas.
"Hahahaha..." Belial tertawa lepas dan dengan langkah perlahan berjalan ke arah Fuyuki, ia mengangkat kaki kanannya ke atas dan tersenyum menyeringai, "Akan ku hancurkan kepalamu..."
Belial menyerang akan tetapi Hayate muncul dan menahan telapak kakinya dengan kipas besar miliknya dan dari kejauhan Asuka menembakan misil, "DHHUUAARR...!!!"
Belial terkena tembakan tepat pada bagian kepala dan terhempas, Asuka sukses menghancurkan kepala sang iblis akan tetapi ia secara perlahan beregenerasi.
"Dia masih hidup..." ucap Asuka.
"Kita harus menghancurkan jantungnya agar ia benar-benar mati..." ucap Hayate.
"Aku mengerti..." Asuka mulai membidikan bazoka miliknya tetapi sebelum ia sempat menembak hal yang mengejutkan terjadi yaitu Guts 'sang raja iblis bumi' sudah melepaskan diri dari lilitan mawar berduri dan ia bergerak lagi.
Guts tanpa pikir panjang melesatkan pukulan super besar pada mereka berempat yang tengah berkumpul, "Wuuss...!!!"
"Celaka!! Kita tak akan sempat menghindar..." teriak Hayate dengan melihat Fuyuki yang terluka parah dan Yume yang saat ini tak sadarkan diri.
Asuka mengalihkan bidikannya pada kepalan tangan raksasa milik Guts dan langsung saja menembak, "WUUSS..."
"DHHUUAARR...!!" Tercipta ledakan akan tetapi hal itu belum cukup untuk menghancurkan kepalan tangan milik Guts.
"Sialan!!" Pikir Hayate yang panik.
Tetapi secara tiba-tiba Fuyuki berdiri tegak dan menoleh ke belakang dengan tersenyum menyeringai, "Akan ku buat diriku berguna..." ia dengan pikirannya menciptakan lengan-lengan yang tercipta dari elemen air.
Lengan tersebut mencengkram ketiga rekannya dan melemparkan mereka jauh-jauh, "DYYEESS...!!!" Fuyuki sendiri terkena hantaman langsung, ia mengorbankan dirinya untuk rekan-rekannya.
"...!!!!" Asuka dan Hayate terbelalak melihat hal yang terjadi.
Guts perlahan mengangkat kepalan tangannya dan terlihat tubuh si gadis pengendali air itu hancur dan remuk.
"Fuyuki...!!!!" Teriak Asuka dan Hayate mengikuti dari belakang.
Dalam kondisi kritis, Fuyuki berkata, "Kurasa dalam hal kekuatan aku memang tertinggal dari yang lainnya akan tetapi setidaknya aku bisa berguna bagi yang lainnya..." iapun menghembuskan nafas terakhir.
"Tidak...!!!!" Teriak Asuka sekeras-kerasnya sementara itu Hayate hanya bisa terdiam melihat rekannya tewas.
Belial yang semula terluka telah pulih kembali tertawa lepas melihat kesedihan mereka, "Hahahahaha...!! Sungguh pemandangan yang menarik!!! Tindakan bodoh melawan kami!!"
Asuka perlahan mengangkat wajahnya dan menatap tajam, "Sialan!!!!! Ku bunuh kalian!!!" Ia langsung saja mengarahkan bazoka pada Belial.
"WUUSS...!!!" Misil melesat cepat akan tetapi Guts 'raja iblis bumi' menghalau tembakan tersebut dengan telapak tangan raksasanya, "DHUUAARR...!!"
Belial yang terlindungi tersenyum menyeringai, "Kenapa kau terlihat kesal seperti itu? Bukankah sudah jelas perang selalu memakan korban?"
"Tutup mulutmu!!!!!" Teriak Asuka makin emosi.
Hayate menepuk pundak rekannya itu, "Asuka, tenangkan dirimu!! Jangan melawan mereka dengan emosi atau kita akan kalah..."
"Tapi..." Asuka tertunduk.
"Kau memang kesal, marah dan murka akan tetapi hal itu tak membuat kita menang..." ucap Hayate yang berusaha menenangkan rekannya itu.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1179 : Pembunuh