
Arashi melawan delapan lawan sekaligus dan ditengah-tengah pertarungan rekan-rekannya kembali lagi.
"Menjauh dari tempat ini!! Pertarungan ini diluar level kalian!!"
"Bodoh, kau punya rekan Arashi!! Kami juga akan ikut bertarung!!" Ucap Yuri dengan serius.
Ketiganya menarik pedangnya, meningkatkan energi lalu menebas gelombang penghancur segalanya, "Sllash!!" Serangan kombinasi merekapun berhasil membelah gelombang gempa milik Leonidas.
"Zink!!" Mendadak saja 'sang raja iblis pelahap' muncul dibelakang ketiganya dengan kemampuan teleport.
"...!!!!" Ketiganya terkejut.
"Kalian hanya sampah dan urusan kami hanya dengan Kosuke Arashi jadi enyahlah..." iapun mengarahkan telapak tangannya dan menciptakan sebuah cero.
Arashi segera mengambil tindakan, ia melesat dan dengan cepat berdiri dihadapan Rafathar, "Tak akan ku biarkan!!" Teriak Arashi yang tanpa ragu menendang cero tersebut menggunakan telapak kakinya.
"DHUUAARR...!!" Ledakan yang cukup besar tercipta.
Dilain sisi, Gut 'sang raja iblis bumi' masuk ke dalam tanah dan iapun berubah menjadi raksasa batu.
Guts menyadari bahwa keempatnya belum mati jadi iapun melesatkan tinju raksasa yang ukurannya sebesar gedung itu pada kobaran api yang belum menghilang, "WUUSS...!!!"
"DYYEESS...!!!!" Hantaman kepalan tangan Guts membuat tanah terbang tinggi ke angkasa dan hal itu seketika membuat kobaran api menghilang.
"Kemana mereka?" Pikir para raja iblis yang tak melihat Arashi dan teman-temannya.
"Zink!!" Rafathar muncul tepat dibahu kanan Guts yang telah berubah menjadi raksasa batu dan berteriak, "Hati-hati!!!!"
"Sllash!!!" Dalam sekejap mata saja, Yuri mengenakan topeng iblisnya dan ia mampu memotong lengan kanan Guts tempat Rafathar berpijak.
"...!!!" Hal itupun sontak membuat para raja iblis terkejut.
Rafathar menjadi geram, "Sialan!!"
Dari angkasa yang tinggi, Ritsu dan Yume mengincar Rafathar yang telah kehilangan pijakannya, mereka berdua jatuh dengan cepat lalu melesatkan tebasan pada 'sang raja iblis pelahap'
"Sllash!!"
"Cruat!!" Kedua lengan 'sang raja iblis pelahap' terpotong, "Kalian tokoh sampingan membuatku muak..." ucap Rafathar dengan sorot mata tajam, ia sekejap saja memulihkan lenganya dengan regenerasi lalu dengan cepat memusatkan energi pada masing-masing jari telunjuk tangan kanan dan kiri.
"...!!!" Yume dan Ritsu terkejut.
"Sllash!!" Jari-jari telunjuk Rafathar menembakan laser ke arah keduanya.
Baik Yume maupun Ritsu menangkis serangan itu dengan sebilah pedangnya, "HIIAA...!!!" Yuri mengambil tindakan cepat.
Ia melesat lalu tanpa ragu menusuk punggung sang iblis yang menyerang kedua rekannya, "Jlleebb...!!" Pedang Yuri menembus tubuh Rafathar akan tetapi hal itu tak masalah bagi 'sang raja iblis pelahap'
"Brengsek!! Bocah-bocah kurang ajar!!" Ucap Rafathar dengan meledakan energi kuat.
Ya, disaat yang sama Arashi jatuh dari atas, ia memfokuskan energi pada satu titik yaitu kepalan tangan kanan lalu memukul sambil melemparkan semua energi yang terkumpul sekaligus, "HIIAA...!!!"
"JBBLLAST!!" Rafathar sempat menahan dengan menyilangkan kedua lengan akan tetapi karena terlalu mematikan maka pukulan Arashi mampu menghancurkan kedua lengan berserta tubuh Rafathar hingga jadi pecahan kecil-kecil.
"...!!!" Sontak hal itupun membuat para raja iblis yang lain terbelalak.
Arashi berteriak memberikan peringatan pada ketiga rekannya, "Baiklah, kalian boleh ikut pertarungan dipanggung ini tapi kalian harus hati-hati..."
"Kami tak butuh ijinmu...!!!" Jawab ketiganya serentak.
"Sllash!!" Dengan kecepatan cahaya, Kamui telah berada dihadapan Arashi dan iapun langsung saja melesatkan pukulan secara bertubi-tubi, "Sialan!!!"
"Sial, bagaimana mungkin semua pukulanku dapat dihindarinya..." pikir Kamui.
Diudara, Guts menghantam ketiganya dengan telapak tangan batu raksasa bagaikan menepuk nyamuk, "WUUSS...!!" Karena ukurannya sangat besar ketiganya tak sempat menghindar sehingga berakhir dengan jatuh membentur tanah.
"Cih, ku harap mereka baik saja..." pikir Arashi yang sedang menghindari pukulan Kamui, iapun mendadak melapisi kepalan tangan dengan elemen petir lalu memukul balik wajah 'sang raja iblis cahaya' itu, "Jbbllast!!" Kamui jatuh ke tanah dengan keras.
Guts dalam wujud raksasa batu yang telah memulihkan lengan kanannya, menyatukan dua kepalan tangan lalu memukul Arashi dari atas, "HIIIAAA....!!"
"Besar sekali!!" Gumam Arashi dalam hati, iapun memanjangkan lengan kanannya dengan elemen karet lalu melapisi kepalan tangannya dengan besi yang membara.
Arashi memusatkan energi pada satu titik, "Tinju Besi Membara!!" Iapun memukul sambil melempar semua energi yang terkumpul sekaligus.
"Jbbllast!!" Kepalan tinju Guts yang sebesar gunung hancur lebur menjadi puing-puing.
Dipermukaan tanah Yume, Ritsu dan Yuri yang terjatuh ke permukaan tanah secara perlahan berdiri kembali.
"Tap..." dihadapan ketiganya Tesla muncul dan langsung mengaktifkan kemampuannya, "Graviton!!" Secara mendadak gravitasi memberatkan ketiganya.
"Ugh, apa-apaan ini!!" Ucap Yume.
"Sial, dia membuat kita tak dapat bergerak..." sahut Yuri.
"Kita harus melakukan sesuatu atau kita akan jadi sasaran empuk..." ucap Ritsu
"Pengganggu seperti kalian harus disingkirkan lebih dahulu..." ucap Tesla.
Lalu diudara Silka membuka sayapnya dan menembakan laser-laser dengan kepakan sayapnya, "Sllash!!"
Ketiganya tak dapat bergerak akan tetapi Arashi mendadak muncul dengan jatuh dari angkasa, ia menghentakan kaki dan bongkahan kristal muncul sehingga tembakan-tembakan laser itupun terpecah ke segala arah, "Jika hanya menjadi beban lebih baik kalian segera tinggalkan tempat ini..." ucap Arashi yang kesal pada rekan-rekannya.
Ketiganya terdiam akan tetapi mendadak Leonidas jatuh tepat dihadapan Arashi dan langsung memukul dengan tinju gempa, "Krak!! Krak!!"
"Sial..." gumam Arashi yang lengah, ia yang terkena pukulan pada dada terlempar sangat jauh.
Ketiganya terkejut dan langsung saja bergerak menyerang Leonidas, "Gravitasi Zero!!" Tetapi sebelum ketiganya sampai menggapai Leonidas terlebih dahulu mendadak gravitasi menghilang, ketiganya melayang ke udara.
Dipermukaan tanah, Blast 'sang raja iblis api' mengumpulkan energi pada ujung kedua tanduknya lalu membentuk sebuah cero berukuran besar, "Kalian pengganggu enyahlah..." iapun tanpa pikir panjang menembakan cero itu.
Ketiganya yang melayang bebas diudara tak sempat melakukan pertahanan
Arashi yang terhempas segera bangkit, "Merepotkan!!" Ucapnya ketika melihat sebuah cero mengarah pada ketiga rekannya, iapun merubah kedua kakinya menjadi karet lalu melesat bagaikan pegas.
Iapun menambahkan lompatan dengan angin peruntuh agar lebih cepat sampai tujuan.
"Kalian merepotkan sekali!!" Teriak Arashi yang langsung menendang cero tersebut.
"DHUUAARR...!!" Ledakan besar terjadi dikejauhan.
"Merepotkan sekali!!" Ucap Arashi.
Mendadak sebuah portal terbuka tepat disamping Arashi dan sebuah tebasan senjata tajam melesat, "Sllash!!" Sejengkal saja tebasan itu mengenai leher Arashi.
Arashi yang berhasil menghindar menatap tajam portal tersebut dan bergumam dalam hati, "Aura mengerikan apa ini?"
Ya, sesosok iblis kelas tertinggi muncul dari portal tersebut dan dia adalah Lindouw 'sang raja iblis kematian'
"Sepertinya lawan yang sangat menyebalkan telah tiba..." ucap Arashi yang geram ketika melihat 'sang raja iblis kematian' telah tiba.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1123 : Semuanya!! Bagian 2