
"Mode : Devil" ucap Belial dan Dante dengan meledakan tekanan energi yang sangat kuat dari kedua pijakan kakinya, mereka berdua masuk ke dalam wujud iblisnya dan secara perlahan berubah wujud.
Belial berubah wujud menjadi setinggi 5 meter dengan empat tangan, sebuah tanduk mencuat dikening, ekor dan sepasang sayap dipunggungnya.
Lalu Dante menjadi iblis besar kekar setinggi 3 meter dengan empat kaki seperti kuda, dua tanduk muncul dikepala bagian samping kanan kiri dan 10 tangan yang membentuk 10 senjata perwujudan dari 10 tatto.
Arashi tetap tenang dan terkesan santai meski 2 monster yang ukurannya berlali lipat berdiri tepat dihadapannya.
"Hahahaha...!! Meski kau kuat tapi bila melawan kami berdua sekaligus mustahil bagimu untuk menang..." ucap Dante dengan tertawa lepas.
"Dante, berhenti meremehkannya dan lebih baik kita segera habisi dia..." ucap Belial.
Dante agak kesal, "Cih, aku tau!!" Iapun tanpa ragu mengangkat satu tangannya yang berbentuk palu karena efek tatto dan ia tanpa ragu menghantamkannya.
Arashi mempertajamkan instingnya yang dengan mudahnya menghindari serangan tersebut dengan memundurkan beberapa langkah kaki ke belakang, "DYYEESS...!!" Hantaman palu itu jatuh tepat dihadapan Arashi akan tetapi ia baik-baik saja, "Ups, hampir saja..." ucapnya yang malah mengejek.
Dante semakin geram, "Sialan!!" Iapun berteriak lantang dengan melesatkan berbagai serangan ke arah lawan.
Tetapi Arashi yang memiliki insting tajam mampu dengan mudahnya menghindari serangan yang datang ke arahnya, "Khehehe..." Arashi bahkan masih sempat tertawa, ia mengepalkan tangan berbalutkan api dan memukul dagu Dante dari bawa, "Jbbllast!!"
"Ugh!!" Dante kesakitan dan agak sempoyongan ke belakang, ia sangat geram dan bergumam dalam hati, "Bagaimana mungkin ia mampu menghindari setiap seranganku?"
Dikejauhan Belial menembakan laser-laser berulang kali pada Arashi dari ujung jari telunjuknya, "Sllash!! Sllash!!"
Lagi-lagi Arashi yang memiliki insting tajam mampu menghindari serangan tersebut dengan mudahnya, "Kalian punya yang lain?" Ejek Arashi karena serangan keduanya berulang kali dapat dihindari.
Dante menjadi sangat geram, "Berhentilah main-main!! Cepat lawan kami!!"
"Khehehe..." Arashi hanya tertawa.
Belial menanggapi dengan kepala dingin, "Bagaimana mungkin kau bisa dengan mudahnya menghindari setiap serangan kami? Bahkan seolah-olah kau mampu memprediksi arah serangan kami?"
"Khi..." Arashi tersenyum menyeringai, "Itu karena aku memiliki insting yang tajam dan memiliki banyak sekali pengalaman bertarung..."
"Ya, setelah aku menang melawan 'raja iblis pelahap' yang memiliki 10.000 kemampuan serangan kalian terasa sangat lambat yang bahkan dengan menutup mata saja dapat ku hindari..."
"Jika kalian ingin mendaratkan serangan padaku setidaknya kalian harus punya kemampuan teleport atau serangan secepat cahaya..."
"Hmm... singkat cerita instingku berubah menjadi sangat tajam tanpa ku sadari setelah melewati berbagai macam pertarungan..." jelas Arashi dengan entengnya.
Dante yang mendengar ucapan Arashi menjadi sangat geram dan Belial memasang sorot mata tajam.
"Jadi bisakah kalian menunjukan sesuatu yang hebat? Apakah kalian masih punya teknik hebat yang lainnya?"
Belial berkata pada rekannya dengan suara pelan, "Ayo gunakan yang itu!!"
"Hah?"
"Gunakan topeng iblismu..." ucap Belial dengan ekspresi wajah serius.
Dante terdiam dan berfikir sejenak, "Baiklah..." ucapnya yang kemudian menonaktifkan 10 tatto miliknya.
Arashi tersenyum menyeringai dan bergumam dalam hati, "Sepertinya mereka akan menunjukan sesuatu yang menarik!! Aku harus bersiap!!"
Ya, sebuah energi elemen kegelapan pekat terkumpul dikedua tangannya lalu Dante melemparkan kegelapan ditangan kirinya tersebut ke arah rekannya.
"Khehehe..." Belial tersenyum menyeringai karena kegelapan yang diberikan oleh rekannya itu berubah menjadi sebuah topeng dengan satu tanduk disebelah kiri.
Kegelapan yang dipegang Dante juga perlahan berubah menjadi topeng akan tetapi letak tanduknya berada disisi kanan, "Aku juga memiliki senjata iblis yang berupa topeng akan tetapi ini berbeda dengan topeng iblis pada umumnya..."
Arashi seolah tak peduli dan tetap bersikap santai, "Hmm... tunjukan saja padaku apa hebatnya topeng yang kau miliki itu!!"
"Cih..." Dante agak kesal karena diremehkan, "Kau akan menyesal..." ia secara perlahan mengenakan topeng tersebut dan diikuti oleh rekannya yaitu Belial.
Ya, begitu mengenakan topeng tersebut, keduanya langsung terselimuti oleh kegelapan yang sangat pekat.
Arashi tetap tenang dan meremehkan keduanya, ia bergumam dalam hati, "Dengan instingku yang tajam aku dapat merasakan tekanan energi, aura dan kemampuan keduanya meningkat..."
"Yah, tapi sekuat apapun mereka selama aku memiliki insting tajam maka hal itu tak terlalu berpengaruh padaku karena aku bisa menghindari serangan keduanya..."
Kegelapan pekat yang menyelimuti keduanya menyatu dan mendadak ledakan energi yang sangat kuat terjadi, "DHUUAARR...!!!" Dari dalam ledakan itupun muncul sesosok iblis setinggi 10 meter dengan sepasang sayap besar dan lebar dipunggungnya.
"Aku mengerti!! Kemampuan topeng tersebut adalah menyatukan tubuh keduanya..." gumam Arashi dengan suara pelan.
Arashi berdiri tegak lalu mengejek, "Hmm... karena tubuh kalian telah menyatu jadi kehebatan seperti apakah yang bisa kalian tunjukan padaku?"
"Jlleebb!!" Sekejap mata saja kuku cakar tajam dari wujud penggabungan keduanya telah berhasil menembus tubuh Arashi.
"Uhuk!!" Arashi memuntahkan darah dan ia sangat terkejut, "Mustahil!! Bahkan dengan instingku yang tajam aku tak mampu membaca pergerakannya..."
"Hahahahaha...!!!" Sang Iblis itupun tertawa lepas dan berkata dengan penuh kesombongan, "Aku menusuk jantungnya dan semuanya selesai dalam sekejap saja!!" Ia kemudian melemparkan tubuh Arashi jauh-jauh kemudian menatap ke arah Yuri dan Ritsu.
"Sekarang giliran kalian!!!"
Ritsu dan Yuri menarik kembali senjatanya.
"Dasar!! Aku sangat jengkel pada sikapnya yang selalu saja meremehkan musuh..."
"Aku juga merasakan hal yang sama sepertimu..." sahut Ritsu.
Keduanya yang berada dikejauhan waspada dan Sang Iblis dengan tersenyum menyeringai beranjak pergi ke tempat keduanya.
"Ugh!! Yang tadi itu sakit sekali!!" Mendadak Arashi berdiri tegak lagi dan iapun menyembuhkan luka-lukanya dengan kemampuan regenerasi.
Sang Iblis membalikan badan dan terkejut saat melihat Arashi bangkit lagi, "Apa!!!! Bagaimana bisa? Bukankah aku telah menusuk jantungmu?"
"Hah? Jantung? Aku tak punya benda seperti itu ditubuhku..." ucap Arashi dengan entengnya, iapun memasang kuda-kuda lalu meningkatkan energi, "Aku mengakuimu sebagai lawan yang sepadan jadi aku akan bersungguh-sungguh bertarung!!"
Sang Iblis menjadi sangat geram, "Kau sama sekali tak sebanding denganku!!" Iapun melesat dengan sekali pijakan.
Arashi memasang sorot mata tajam dan mempertajamkan instingnya ke level terbaiknya, "Sebelumnya instingku tak mampu membaca pergerakannya akan tetapi sekarang aku tak akan terkena serangan yang sama..."
Bagaikan teleport saja, Sang Iblis sudah berada tepat dihadapan Arashi dan melesatkan cakaran dari arah samping, "Sllash!!"
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1104 : Sang Iblis