
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Masalah dengan ketujuh raja iblis telah diatasi akan tetapi perang tetag berlanjut antara 2.000 pasukan bangsa siluman ditambahkan 200 petarung terlatih dari Lembah Penempa Pedan melawan 10.000 pasukan musuh.
Para Red Eagle terus saja bertarung menghajar para musuh satu persatu.
Lalu ditengah-tengah pertempuran itu salah satu dari iblis kelas tinggi muncul dimedan perang dan ia adalah Lindouw 'sang raja iblis kematian' yang datang bersama dengan Yami/Yemi.
Lindouw dan Yemi/Yami muncul tepat dibelakang punggung Yui dan Yugiri dan langsung menyandra keduanya.
Para Red Eagle tak tinggal diam dan mereka langsung bergerak melesat ke arah 'sang raja iblis kematian' dengan niat mengambil kembali ahli medis mereka, "Sialan!!!!" Teriak mereka serentak.
"Hahahahaha... ku tunggu kalian semua dipanggung utama perang ini!!" Ucap Lindouw dengan tersenyum menyeringai lalu pergi membawa Yui menggunakan kemampuan teleport.
"Maaf..." Yami/Yemi juga pergi membawa Yugiri dengan kemampuan teleport, "Zink!!"
Arashi yang terlambat menyelamatkan Yui dan anaknya terlihat sangat kesal, "Sialan!! Kita gagal dan sekarang mereka mendapatkan Yui dan Yugiri..."
"Tenangkan dirimu, Arashi..." ucap Senju Rain.
"Bagaimana mungkin aku bisa tenang!!! Iblis itu punya kekuatan Dewa Kematian dan ia bisa saja merubah mereka berdua menjadi budaknya..." teriak Arashi.
Ryusuke memukul wajah Arashi, "Jbbuuak...!!"
"Kau membuatku kesal..." ucap Ryusuke dengan sorot mata tajam, "Kita dalam medan perang dan emosi hanya akan membawa kita pada kekalahan..."
"Benar Arashi..." ucap Akiru si sisi dewa es.
Senju Rain berkata, "Jika kita ingin menyelamatkan mereka kurasa belum terlambat akan tetapi tenangkan dirimu dahulu..."
Arashi terdiam dan ia menarik nafas panjang lalu menghembuskannya secara pelan-pelan, "Hah..." Arashi mencoba mengontrol emosinya, "Maafkan aku..."
"Sekarang apa yang harus kita lakukan?" Ucap Sena.
"Perang baru saja dimulai dan kita belum sepenuhnya mengetahui kemampuan musuh kita jadi jangan menganggap remeh lawan..." jelas Senju Rain dan membuat semuanya terdiam.
"Tap... tap... tap..." kelompok tak terduga datang dan mereka adalah Torano, Masamune, Kiba dan Shirou.
"Wah, rupanya kami sedikit terlambat..." ucap Kiba.
"Sepertinya kita kalah jumlah..." sahut Shirou.
"Hey, mengapa kalian terlihat murung?" Tanya Masamune.
Semuanya masih terdiam dan sama sekali tak merespon keberadaan mereka, "Hah..." mereka yang ada disana menghela nafas.
"Baiklah, kita lebih diunggulkan karena memiliki tiga senjata terkuat..."
"Raja Pedang ada pada Torano, Cahaya Surga merasuk dalam energi Daisuke dan Perisai Harapan ada pada tubuh Ryusuke..."
"Kita seakan tak terkalahkan akan tetapi musuh kita para raja iblis menggunakan trick spesial yang entah bagaimana caranya mereka bisa bangkit dari kematian..."
"Lalu tiga raja iblis kelas tertinggi yaitu Rafathar 'sang raja iblis pelahap', Lindouw 'sang raja iblis kematian' dan Va'al 'sang raja iblis hutan' berada ditingkatan berbeda!! Mengalahkan ketiganya bersamaan adalah hal yang mustahil..."
"Mungkin ketiga iblis kelas tertinggi itu dapat mengimbangi atau bahkan mengalahkan pemegang 3 senjata terkuat..."
"Lalu jangan lupakan bos besar penyebab semua masalah ini!! Dia adalah sang iblis terkuat yang kemunculannya saja sudah membuat perang selesai dan dia dijuluki 'si akhir'..."
"Kita memang kuat akan tetapi kita tak boleh meremehkan kekuatan musuh kita..."
"Tetapi kita juga tak boleh pesimis kerena selama kita bersama maka kita tak terkalahkan..." jelas 'si jenius' Senju Rain.
Semuanya terdiam dan merasa kekuatan musuh sangat mustahil ditumbangkan.
Tetapi secara mendadak Arashi tertawa lepas, "Hahahaha...!!" Semua sorot mata tertuju padanya dan mereka semua ingin mengetahui apa yang ia tertawakan.
Arashi berkata dengan entengnya, "Hey, ayolah kawan-kawan!! Tak perlu tegang seperti itu!!"
"Kita adalah Red Eagle dan kita kembali untuk merebut kembali rumah tempat kita tinggal jadi jangan pikirkan kekalahan sedikitpun..."
"Yakinlah kita bakal menang..." ucap Arashi dengan tersenyum lebar.
Kata-kata Arashi itupun membuat semua yang ada disana menjadi sedikit bersemangat.
"Ya...!!!!" Merekapun bergerak.
Kelompok yang terdiri dari 10 anggota Red Eagle itupun bertarung melawan pasukan para iblis.
Yume yang bukan anggota Red Eagle berlari paling belakang dan ia nampak kagum pada kekompakan mereka dalam pertarungan, ia tersenyum dengan rasa bangga saat melihat punggung mereka, "Tsuru-chan, kau sangat beruntung memiliki rekan-rekan yang sangat menarik..."
Senju Rain memimpin didepan lalu ada seorang siluman harimau yang berlari menghampirinya, "Ada apa?"
"Tidak ada apa-apa!! Hanya saja kami semua telah melihat kekuatan elite musuh kita dan mereka sangat kuat..."
"Kami bukannya takut akan tetapi sepertinya yang bisa mengimbangi mereka hanya anda dan rekan-rekan anda jadi serahkan bagian depan pada kami..."
"Apa kalian tak masalah?" Tanya Senju Rain serius.
"Kami memang kalah jumlah dan kalah tanding akan tetapi dalam hal semangat kami tak terkalahkan..."
"Majulah dan kalahkan bos musuh lalu kembalilah lagi kemari untuk membantu kami..." ucap siluman harimau itu dengan tatapan penuh keyakinan.
Senju Rain berkata, "Terima kasih, saran darimu memang sangat benar jadi tolong bukakan jalan untuk kami..."
"Siap...!!" Jawab siluman harimau itu dengan semangat.
Ya, para pasukan itupun berusaha sekuat tenaga membukakan jalan untuk sepuluh anggota Red Eagle dan Yume.
"Para siluman ini membukakan jalan untuk kita..." ucap Akiru si sisi dewa es.
Torano yang merupakan setengah siluman serigala berkata dengan rasa bangga, "Ya, para siluman ini memang dapat diandalkan..."
Pasukan yang jumlahnya 2.000 itupun mencoba membukakan jalan akan tetapi karena kalah jumlah maka tetap saja jalan bagi mereka tak terbuka.
"Para siluman gagal jadi kita harus membuat jalan untuk kita sendiri..." ucap Senju Rain.
Semua anggota Red Eagle yang memiliki serangan jarak jauh mulai mengumpulkan energinya.
Arashi menarik nafas panjang dengan energi yang meluap-luap, "Auman Naga Api!!!!"
Masamune menggenggam erat pedang sucinya dan menebaskannya, "Badai Kegelapan!!!"
Kiba menggenggam erat dua pedangnya dan menebas ke depan, "Sllash!! Sllash!!" Dua angin pemotong melesat.
Shirou mengangkat sebuah pedang besarnya dan melapisi dengan kemampuan memperberat, "10 ton!!"
Sena mengarahkan dua telapak tangan ke depan lalu menembakan sebuah gaya dorongan kuat, "WUUSS...!!"
Daisuke menciptakan bola energi terbuat dari elemen petir, "Tembakan Petir!!"
Akiru/Akaru memfokuskan energi pada ujung tanduknya dan menembakan cero, "WUUSS..."
Ryusuke menggenggam erat pedang dan menebas, "Badai Api!!"
Torano menarik pedang kegelapan dan pedang api dipunggungnya, "Tornado Hitam!!"
Serangan kesembilan orang itu sangatlah kuat dan menghancurkan apa saja yang dilaluinya tak terkecuali pasukan musuh yang menghala.ngi, "DHHUUAARR...!!!!" ledakan yang sangat besar tercipta dan sampai menghancurkan gerbang benteng kota.
Senju Rain terlihat sangat puas, "Bagus, jalan terbuka lebar dan sekarang tiada yang menghalangi kita..."
"Kawan-kawanku, mari bergerak maju dan rebut kembali kota Kronoz...!!"
"Ya...!!!!" Jawab para Eagle itu dengan penuh semangat.
Perang memasuki babak baru setelah sebelas petarung yang dipimpin oleh Senju Rain berhasil memasuki kota Kronoz.
Pertarungan yang sebenarnya baru saja dimulai...!!!
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1075 : Terobos Aja!!
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****