
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
"Hmm..." Arashi berfikir keras dan memperhatikan dengan seksama wanita siluman serigala yang ada dihadapannya itu, "Siapa kau?"
"Namanya Litha..." jawab Leona.
Arashi berjalan ke arah wanita serigala itu, "Apa aku mengenalmu?"
"Tidak, tapi aku mengenalmu..." jawab wanita siluman serigala yang bernama Litha itu.
"Kok bisa kau mengenalku? Apa karena aku terlalu terkenal?"
"Secara teknis kau memang sangat terkenal Kosuke Arashi 'si pengacau' akan tetapi alasan aku mengenalmu bukan karena itu..."
"Hey, ayolah!! Jangan berbelit-belit katakan saja siapa dirimu yang sebenarnya..." ucap Arashi yang malas tebak menebak.
"Dalam perang besar melawan siluman kemarin dalangnya adalah si pemegang Raja Pedang dan dia adalah Hyuga..."
"Ya, aku adalah saudara kembarnya yang terlahir perempuan tepatnya aku adalah kakak dari Hyuga..." jelas Litha.
Arashi langsung melompat kebelakang dan waspada, "Jadi apa kau kemari untuk menuntut balas atas kematian adikmu itu?"
Bukan hanya Arashi tapi Rikie, Hinowa dan Goto yang ada disana ikut memasang sikap waspada.
"Hahahaha..." Litha malah tertawa lepas dan berkata, "Aku memang bersedih atas kematian adikku akan tetapi aku juga mengucapkan terima kasih padamu..."
"Terima kasih? Memangnya ada orang bodoh yang berterima kasih pada pembunuh adiknya?" Ucap Hinowa.
"Wanita serigala ini aneh..." sahut Goto.
"Aku berterima kasih karena Arashi telah membunuh adikku dan karena adikku telah mati maka ia telah terbebas dari beban balas dendam yang ada dihatinya itu..." jelas Litha lagi.
"Pembohong!! Kami tak semudah itu percaya padamu..." teriak Rikie.
"Hey, bocah!! Jaga ucapanmu!! Litha itu kuat..." ucap Leona yang kesal pada sikap Rikie.
Arashi maju kembali ke arah Litha, "Kalian bertiga tenanglah!! Dengan instingku yang tajam aku mampu mengukur kekuatan Litha ini dan jika dia menuntut balas dendam pasti dia sudah membunuh kalian bertiga dari tadi..."
Ketiganya terkejut dan berteriak serentak, "Kau serius, senpai?"
"Tentu saja, aku tak bohong..." ucap Arashi dengan entengnya yang kemudian menatap Litha lagi, "Maaf sekali karena aku harus mengakhiri nyawa adikmu..."
"Tak masalah..."
"Yah, meskipun begitu bukan aku saja yang mengalahkannya!! Dia memegang Raja Pedang dan jadi sangat kuat lalu untuk mengalahkannya aku harus berkerja sama dengan Torano dan Ryuzaki..."
"Aku juga berniat menemui keduanya untuk berterima kasih..." sahut Litha.
"Oh..." Arashi menganguk.
Leona berkata, "Hey, Arashi!! Besok kalau bertemu lagi kau pasti akan ku hajar jadi persiapkan dirimu!!"
"Hmm... kenapa tak hari ini saja kita bertarung?"
"Jangan bodoh!! Litha adalah kawanku dan aku berencana menemaninya lalu setelah urusannya menemui Torano dan Ryuzaki selesai maka aku akan menghajarmu..." jelas Leona.
Arashi jadi merinding, "Kurasa besok aku harus sembunyi..." gumamnya dalam hati.
"Ayo Litha...!!" Ucap Leona.
"Baik, kami pergi dulu..." ucap Litha yang mengikuti dari belakang.
Rikie bertanya, "Ngomong-ngomong senpai, dua wanita itu sangat kuat dan jika bertarung denganmu maka siapa yang akan menang?"
"Begitu, ya?" Ketiganya menundukan wajah setelah menyadari betapa lemahnya kekuatan mereka.
"Ngomong-ngomong tentang Turnament Lima Bintang yang akan diadakan dikota Kronoz, kapan dimulainya?"
"Besok..." jawab ketiganya serentak.
"Oh, sial!! Kenapa tak ada orang yang memberitahuku..." gumam Arashi dalam hati yang merasa ketinggalan banyak hal.
*****
Sementara itu Leona dan Litha berjalan dikeramaian kota.
Wujud Litha yang merupakan siluman serigala menarik banyak sekali perhatian orang-orang terlebih kedua telinga dan ekornya itu.
Hal itupun membuatnya agak risih, "Cih, orang-orang disini terus saja memandangiku!!"
"Abaikan saja mereka..." ucap Leona dengan santainya tanpa menoleh kebelakang.
Litha sedikit kesal pada sikap rekannya itu, "Sepertinya kita jalan tanpa arah tujuan jadi aku mulai ragu apakah bisa bertemu dengan Ryuzaki ataupun Torano..."
"Tenang saja, bersamaku tak perlu risau!! Aku kenal betul penguasa kota ini jadi kita pasti bisa menemukan kedua bocah itu..." jelas Leona tanpa terlihat ragu.
Litha tak mengerti akan orang yang dimaksud rekannya itu akan tetapi dari ucapannya Leona dapat dipercaya.
Ya, keduanya terus saja berjalan dengan posisi Leona didepan sementara Litha mengikuti dari belakang.
Tak butuh waktu lama mereka berdua sampai digedung akademi Red Eagle.
"Kita sampai..." ucap Leona dengan senyum menyeringai.
"Jadi ini tempatnya, ya?"
"Benar sekali!! Tempat ini adalah Red Eagle yang didirikan oleh Tuan Yamaji dan sekarang Master Akademinya adalah Izumi dan kita akan meminta bantuan padanya..."
Litha terlihat tak sabaran, "Kalau begitu mari segera temui dia..."
"Ya, akupun jadi tak sabar..." ucap Leona dengan tersenyum menyeringai.
Mereka berdua berjalan langsung menuju ke tempat Master Izumi akan tetapi sebelum sampai tujuan keduanya bertemu dengan Senju Rain dilorong.
"Hey, bocah!! Dimana Izumi berada?" Tanya Leona dengan nada membentak.
Senju Rain menghentikan langkah kakinya dan menatap tajam pada keduanya, "Siapa kalian? Dan ada urusan apa orang asing menemui Master Izumi?"
"Hahahahaha..." Leona malah tertawa lepas, "Bocah ini memiliki sorot mata yang menarik!!"
"Benar sekali!! Dengan instingku aku dapat merasakannya dia benar-benar kuat!! Di tempat ini berkumpul anak-anak yang memiliki potensi luar biasa..." sahut Litha yang merupakan siluman serigala.
Senju Rain seolah tak peduli pada candaan keduanya, ia tetap serius pada keduanya, "Master Izumi sedang sibuk jadi ia tak punya waktu untuk meladeni kalian..."
"Hahahaha... jangan khawatir!! Kami tak akan lama dan lagi pula aku adalah teman masa lalu dari Izumi!! Aku adalah putri kerajaan Artaraz, Leona 'si singa api'..." ucap Leona dengan tersenyum lebar.
"Oh..." Senju Rain merespon datar setelah mengetahui identitas lawan bicaranya, iapun jadi lebih tenang, "Jika kalian mencari ruangan Master Izumi maka letaknya ada dilantai paling atas sebelah kanan..."
"Terima kasih..." ucap Litha.
Merekapun akhirnya berpisah setelah mengetahui ruangan Master Izumi.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 945 : Semoga Beruntung!!
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
******