Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1211 : Kekacauan Vs Si Akhir V


'Si akhir' mengeluarkan kekuatan puncaknya, ia yang tersulut emosi mengangkat tangan kanan ke atas lalu mendadak energi kegelapan pekat terkumpul.


Kegelapan tersebut memadat dan terbentuklah sebuah senjata iblis yang penuh kebencian yaitu sebuah topeng.


"Aku belum pernah menggunakan senjata kebencian ini!! Topeng ini tercipta dari seluruh dendam 10.000 ksatria yang ku habisi dulu..."


"Kau ataupun aku dan bahkan dunia sekalipun tak akan mengerti betapa kuatnya topeng ini..."


Arashi malah tersenyum menyeringai dan memprovokasi musuh lagi, "Ya, cepat gunakan senjata itu agar perang ini segera berakhir!!!"


Sang iblis merasa diremehkan, ia lalu secara perlahan mengenakan topeng iblis itu dan mendadak tekanan energinya berubah menjadi sangat kuat dan dingin hingga menusuk kulit, "ARRGGHH...!!!!!!!!!!!!" 'Si akhir' meraung kesakitan.


Arashi tetap tenang meski instingnya yang tajam tengah merasakan bahaya, "Dia merasakan kesakitan karena betapa kuatnya kebencian dari topeng itu..."


"Aku harus berhati-hati..." ucap Arashi dengan mengepalkan tangan berbalutkan api, iapun mempertajamkan instingnya untung mengantisipasi serangan datang mendadak.


Sang iblis yang semula meraung kesakitan secara perlahan berubah menjadi tenang, ia menatap tajam ke arah Arashi, "Berhati-hatilah 'si pengacau'..." ucapnya dengan menghembuskan nafas kuat seolah keluar asap dari mulutnya.


Iapun memperkuat pijakan kakinya dan melesat, "Sllash!!!"


"Dia datang!!!" Teriak Arashi dan iapun segera menyilangkan tangan ke depan dada, "Jbbllast!!!" 'Si akhir' memukul langsung dari arah depan.


Arashi sudah menduga hal itu akan tetapi hal yang ia perkirakan adalah kekuatan musuh.


Serangan 'si akhir' begitu kuat sehingga membuat Arashi terhempas sangat jauh, "Apa-apaan kekuatan fisiknya itu!!!!!!!"


Tubuh sang iblis nampaknya belum mampu menyesuaikan kekuatan topeng penuh kebencian itu, ia terjatuh ke tanah akan tetapi berusaha bangkit lagi dengan bantuan topangan tangan kanan, "KRAK!!!!" Tangan kanannya menekan tanah kuat-kuat hingga retak-retak sampai ke arah Arashi.


Arashi menjaga jarak dengan melompat ke belakang dan ia sangat waspada, "Kekuatannya memang tak bisa dibayangkan..." pikirnya yang merasa sedikit takut.


"ARRGGH...!!!!!!"


"Tubuh dan topeng penuh kebencian itu masih saling menyesuaikan..." gumam Arashi dengan suara pelan dan iapun melesat cepat ke arah musuh dengan sekali pijakan, "Aku berubah pikiran!! Tak akan ku biarkan kau menggunakan kekuatan itu!!!"


"Jbbllast!!" Arashi menendang dagu sang iblis sekuat tenaga.


'Si akhir' meraung kesakitan akan tetapi bukan karena tendangan Arashi melainkan penyesuaian topeng yang ia kenakan dengan dirinya, ia berusaha berdiri tegak, "Si pengacau!!!! Kekuatan meluap-luap dari dalam tubuhku hingga pikiranku tak mampu mengendalikan kekuatan itu!!"


"Hahahaha...!! Menarik sekali!! Apakah nantinya aku bisa mengendalikan diriku atau berubah jadi monster?" Ucap 'si akhir' yang jadi gila karena kekuatannya.


"Kedua pilihan itu sama saja!! Sama-sama jadi bencana bagi dunia!!" Ucap Arashi yang sudah berada didepan tubuh sang iblis, iapun menyerang dengan hantaman kedua tangan yang langsung mengenai dada, "Jbuuak!!"


'Si akhir' tetap berdiri tegak akan tetapi ia terdorong beberapa meter ke belakang.


Arashi jadi sedikit kesal, "Sialan, tak mempan juga" iapun melesat lagi maju dengan mengepalkan tangan kanan, memfokuskan energi pada satu titik, "Kalau begitu akan ku hancurkan topeng itu!!!" Teriak Arashi yang memukul sambil melemparkan semua energi yang terkumpul sekaligus.


"Jbbuuak!!" Diluar dugaan, 'si akhir' menahan tinju Arashi dengan telapak tangan kanannya.


"Hahahaha...!! Rupanya kau khawatir bila aku dapat menggunakan kekuatan ini!!" Ejek 'si akhir' yang sedang mencoba mempertahankan akal sehatnya.


Arashi semakin kesal, "Dasar gila!!" Ucapnya yang kemudian melompat ke belakang lalu berfikir sejenak, "Pukulan dengan memusatkan energi dan melemparkannya sekaligus tak mempan padanya jadi apa yang harus ku lakukan sekarang?"


"Benar, satu-satunya cara mengalahkannya adalah menghancurkan topeng itu sebelum ia bisa menggunakannya..." ucap Arashi yang kemudian melancarkan pukulan-pukulan beruntun tanpa jeda.


'Si akhir' yang sedang mempertahankan akal sehatnya menyilangkan kedua lengan didepan muka untuk bertahan, "Hahahahaha...!! Bodoh!!" Ucap sang iblis yang kemudian meledakan kobaran api hitam dari pijakan kedua kakinya.


Arashi segera melompat ke belakang untuk menjaga jarak, ia terlihat sangat waspada.


'Si akhir' berdiri tegak dan tersenyum menyeringai, "Meski belum sepenuhnya terkendali tapi sepertinya aku sudah mampu mengendalikan sebagian kekuatan topeng penuh kebencian ini!!"


"Ya, aku bukan lagi 'si akhir' akan tetapi berubah menjadi 'Yang Tak Terhentikan'..."


"Sudahi mimpi konyolmu itu, sialan!!!" Ucap Arashi yang memusatkan energi pada kaki kanan, ia melesatkan tendangan sambil melemparkan semua energi yang terkumpul sekaligus.


"Jbbuuak!!" 'Si akhir' menahan dengan menyilangkan kedua tangan dan ia hanya terdorong beberapa centi meter ke belakang, "Hahahaha...!! Setelah aku menguasai sebagian saja kekuatan ini serangan darimu jadi tak terasa saja!!"


"Baiklah, waktunya membalas!!" Ucap sang iblis dengan menyatukan dua kepalan tangan ke atas dan menghantam permukaan tanah sekuat tenaga, "DYYEESS...!!" Sekali hantaman saja cukup untuk menghancurkan permukaan tanah dan menghempaskannya terbang tinggi ke udara.


"Aku datang padamu!!" Ucap sang iblis yang melesat dengan sekali pijakan, ia yang tak ingin lawan menghindar menyerang dengan siku, "Jbbuuak!!"


Arashi yang tak memiliki kesempatan menghindar terhempas ke belakang, "Sial..."


"Hahahahaha...!! Sudah cukup!! Sekarang aku telah menguasai kekuatan topeng ini sepenuhnya..." ucap sang iblis.


Arashi yang geram berkata, "Kalau sudah begini tiada pilihan lain selain menghadapimu dengan kekuatan penuh..."


"Omong kosong!! Serangan seperti apapun tak akan mempan padaku jadi akui saja bahwa keberuntunganmu telah habis..." 'si akhir' mengangkat kaki kanan ke atas lalu menghentakannya ke tanah sekuat tenaga, "DYYEESS...!!" Tanah hancur menjadi bongkahan besar dan ujung tanah tersebut terangkat ke atas.


Arashi memperkuat pijakan kedua kaki agar tak mendekati si iblis karena tanah tempatnya berpijak berubah jadi miring


'Si akhir' menghentakan kaki lagi dan membuat bongkahan tanah tempat Arashi berpijak hancur lebur.


Arashi jatuh ke arah sang iblis, "Kalau begitu tiada pilihan lain..." ia memilih maju, mendekat pada sang iblis dan langsung memukul saja.


"Jbbuuak!!" Pukulan Arashi ditahan dengan mudah menggunakan telapak tangan.


"Ada apa 'si pengacau'? Mengapa kau sekarang sangat lemah?"


"Cih..." Arashi kesal dan iapun segera melompat balik ke belakang lalu menendang dagu lawan, "Jbbuuak!!"


'Si akhir' sempoyongan ke belakang akan tetapi tak sampai jatuh, "Kurang ajar!!" Tendangan Arashi tersebut membuat sang iblis marah.


Ia melesat ke arah Arashi dengan sekali pijakan dan memukul akan tetapi Arashi dengan instingnya yang tajam mampu menghindari setiap serangan yang mengarah padanya.


"Kurasa tiada pilihan lain!! Setiap seranganku tak mempan padanya dan aku yang sekarang tak sebanding dengannya..."


"Akan ku gunakan kekuatan itu..." pikir Arashi dalam hati.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1212 : Ksatria Emas