Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 942 : Dua Wanita Buas II


Arashi terjatuh ke lantai karena kepalanya dihantamkan oleh pria yang bernama Goro dari akademi White Tiger.


"Khahahaha..." Goro tertawa lepas dan merasa sangat puas karena mempermalukan Arashi.


Rikie, Hinowa maupun Goto beranjak dari tempat mereka duduk dan mewaspadai pria yang bernama Goro itu.


"Sialan, apa yang telah kau perbuat!!!!" Teriak Hinowa.


"Tindakan bodoh, cari masalah dikota Kronoz yang merupakan markas Red Eagle..." ucap Rikie dengan sorot mata tajam.


Goro terlihat tak peduli pada ketiganya dan malah tertawa lepas, "Khahahahaha...!!"


Arashi yang terjatuh dilantai perlahan berdiri lagi, "Fiuh..."


"Kau baik saja, senpai??" Tanya Goto.


"Ya, aku tak apa..." ucap Arashi dengan membersihkan sisa makanan yang tumpah diatas kepalanya, iapun menatap remeh pria besar yang berdiri tepat dihadapannya, "Hmm... kau menyerangku tapi aku tak mengenalmu jadi apa salahku?"


Kata-kata Arashi itupun membuat Goro geram, "Sialan!!! Kau tak punya salah apapun padaku...!!!" Teriaknya dengan mengepalkan tangan dan memukul langsung wajah Arashi, "Jbbuuak...!!"


Arashi terkena telak lalu terlempar jauh jatuh menimpa beberapa meja dan hal itupun membuat Rikie, Goto ataupun Hinowa terkejut, "Brengsek!!!" Ketiganya menjadi geram dan bersiap menyerang balik Goro.


"Khahahaha...!! Aku suka emosi kalian jadi seranglah aku..." ucap Goro dengan sombongnya yang malah menantang.


Ketiganya benar-benar emosi dan berniat menyerang akan tetapi secara perlahan Arashi berdiri lagi dan berkata dengan entengnya, "Hey, kalian!! Ini urusanku dengan pria itu jadi kalian tak perlu ikut campur..."


Ketiganya terkejut dan semakin tak mengerti apa rencana Arashi.


"Tapi senpai, mereka telah mempermalukanmu jadi biarkan kami membantu..." ucap Rikie.


"Tenang saja, hal itu sudah biasa bagiku..." ucap Arashi dengan perlahan berjalan menuju ke hadapan Goro, iapun menatap remeh lawannya itu, "Jadi kau pria dari White Tiger, ya?"


"Benar..."


"Memangnya ada urusan apa kau disini?"


Mendadak Goro menjadi geram, "Sialan!! Kau tak tau atau hanya pura-pura saja?"


"Apa yang kau maksud?"


"Cih, jadi kau benar-benar tak tau!!" Ucap Goro yang menjadi agak kesal.


Rikie dari belakang berkata, "Arashi-senpai, mereka dari White Tiger datang jauh-jauh kemari untuk Turnament Lima Bintang yang akan diadakan di kota Kronoz..."


"Hah?? Turnament Lima Bintang?"


"Benar sekali!!!"


"Tapi kok gak ada orang yang memberitahuku?" Ucap Arashi yang terkejut.


"Mana ku tahu..."


Arashi menjadi terkejut dan agak jengkel, "Cih, jadi untuk apa kau cari masalah denganku?" Ucapnya pada Goro.


Goro tersenyum menyeringai, "Tentu saja untuk melampauimu!! Kau adalah pemenang Turnament Lima Bintang sebelumnya yang mengalahkan Gora dengan cara curang jadi mengalahkanmu adalah tujuanku...!!!"


"Curang??" Gumam Arashi yang bahkan tak ingat kecurangan apa yang telah ia lakukan.


Goro memasang kuda-kuda lalu mengepalkan tangan, "Sekarang akan ku habisi kau!!!" Ia langsung saja memukul.


"Huuaams..." Arashi menguap dan dengan instinya yang tajam mudah baginya mengelak dengan memiringkan kepala.


"Sialan!!!" Goro menjadi jengkel dan melesatkan pukulan secara bertubi-tubi akan tetapi hal itupun mudah saja dihindari Arashi.


Lalu setelah berulang kali gagal menyerang salah satu rekan Goro berdiri tegak dan berkata, "Hentikan, Goro!!" Ia merupakan petarung pengguna pedang.


"Hah?? Mengapa aku harus menuruti kata-katamu? 'Si Pengacau' berdiri tepat dihadapanku jadi saat inilah kesempatanku untuk mengalahkannya...!!!" Teriak Goro dengan terus saja memukul.


"Kau harus berhenti karena kau tak mungkin menang melawannya..." ucapnya lagi.


Goro tak peduli dan terus menerus memukul meski satupun pukulannya tak dapat mengenai Arashi.


"Sudah selesai..." ucap Arashi dengan santainya.


Goro geram akan tetapi ia tak dapat berbuat sesuatu dan disaat itulah rekannya mendekat dan berhadapan dengan Arashi, "Sudah ku bilang kau tak akan mampu mengalahkannya?"


"Cih, berisik!!!" Teriak Goro.


Pria itu menatap Arashi, "Salam kenal Kosuke Arashi 'si pengacau' namaku Ryuji dari White Tiger..."


Arashi tetap santai, "Ya, senang mengenalmu dan kurasa kau berbeda dari rekanmu itu!! Kau lebih kuat..."


"Benar..." pria yang memperkenalkan diri itu tersenyum menyeringai, "Dan karena itu apakah kau bersedia menjadi lawan tandingku untuk mengetes seberapa kuat diriku?"


"Khihihi... tentu saja!!" Jawab Arashi dengan tersenyum lebar.


"Terima kasih..." pria yang bernama Ryuji itupun memasang kuda-kuda lalu secara perlahan menarik pedangnya, ia juga meningkatkan energi dan begitu pedangnya terhunus langsung saja terlapisi pusaran angin.


"Sepertinya dia pengguna angin pemotong..." gumam Arashi dalam hati yang terlihat menjadi lebih waspada.


"Aku mulai!!!" Ucap Ryuji dengan sorot mata tajam penuh dengan keseriusan, iapun tanpa ragu melesatkan tebasan-tebasan secara bertubi-tubi, "Sllash!! Sllash!!"


Arashi mendadak terkejut dengan serangan yang mengarah padanya itu, ia yang semula santai jadi lebih serius, "Berbahaya!! Aku bisa tercabik-cabik dengan mudah..." gumamnya yang kesulitan menghindar.


"Hahahaha... bagaimana? Apakah aku hebat?" Ucap Ryuji yang terus menerus menebas.


Semua yang ada dihadapannya terpotong-potong, Arashi menjadi kesusahan dan terlihat geram saat menghindari serangan itu.


Rikie, Hinowa dan Goto hanya bisa terbelalak saat melihat pertarungan keduanya.


"Serangannya sangat cepat sekali!!" Ucap Goto.


"Benar, dan jika aku yang bertarung maka aku pasti sudah tercabik-cabik..." ucap Rikie.


"Mereka seangkatan dengan kita jadi apakah itu artinya kita kalah kuat dengan mereka?" Gumam Hinowa dengan mengepalkan tangan dan terlihat geram.


*


Dipertarungan Arashi melayang diudara sambil menghindar, "Cih, meski aku memiliki insting tajam tapi untuk menghindarinya sangat susah sekali!! Aku bahkan tak dapat mendekatinya..."


Ryuji mendadak menghentikan serangannya dan melesat maju, "Terimalah ini!!" Ia menusuk secara langsung pada wajah Arashi.


Arashi terkejut, "Sialan!!!" Iapun menggunakan giginya untuk mematahkan pedang lawan, "Krak!!"


Ryuji melompat mundur, "Luar biasa..." ucapnya dengan mengamati pedangnya yang telah patah.


Arashi menatap tajam meski mulutnya berdarah karena tajamnya mata pedang milik lawan, "Menyebalkan!!"


*****


Lalu disaat tak terduga dua orang wanita memasuki tempat itu.


"Sialan, aku lapar dan ingin cari makan tapi mengapa tempat ini hancur berantakan..." ucapnya yang terlihat kesal, ia adalah wanita berambut merah panjang, Leona 'putri Artaraz'


Seorang lagi adalah wanita dari ras siluman serigala, "Sepertinya aku tau penyebab kekacauan ditempat ini..." ucapnya yang melihat pertarungan Arashi.


Leona tersenyum menyeringai saat melihat Arashi, "Oh, sudah lama sekali aku tak berjumpa dengannya!! Ya, ku harap dia tak lupa padaku..."


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 943 : Dua Wanita Buas III


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****