Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1115 : Tiga Melawan Delapan


Tsuruna berhadapan dengan 'sang raja iblis petir' yang terus saja menembakan petir.


"Sialan, semua petirku dapat ditangkis olehnya..." gumam Karma dalam hati ketika melihat semua tembakan petirnya mampu ditebas oleh Tsuruna.


Karma menghentikan serangannya dan iapun meletakan kedua telapak tangannya pada permukaan tanah, "Aku ingin tau bagaimana caranya kau mengatasi yang ini?"


Ya, mendadak 'sang raja iblis petir' menciptakan sebuah gelombang petir melalui kedua telapak tangannya.


Tsuruna tetap tenang dan berkata, "Aku memang tak dapat menghindarinya akan tetapi aku masih dapat memotong seranganmu itu..." iapun memusatkan energi pada sebilah pedangnya lalu menebas secara vertikal, "Sllash!!"


Serangan itupun mengarah pada Tsuruna akan tetapi hanya melewatinya begitu saja.


Tsuruna berhasil mengatasinya karena mampu membuat celah pada serangan gelombang petir itu, "Apa!!" Karma menjadi sangat terkejut.


"Dengan sebilah pedang ditanganku semua serangan tiada artinya bagiku..." ucap Tsuruna dengan mengacungkan pedangnya.


Karma menjadi geram, "Kalau begitu akan ku bunuh secara langsung tanpa menggunakan serangan elemen petir..." ucapnya dengan meningkatkan energi.


Kilatan-kilatan petir muncul dari kedua kaki sang raja iblis dan iapun melesat secepat kilat.


"Sllash!!" Tau-tau Karma sudah berada dibelakang punggung lawannya dan melesatkan cakaran yang terlapisi kilatan petir.


"Cthing!!" Tsuruna mempertajakan indra pendengarannya dan iapun merespon cepat dengan mengangkat pedangnya sehingga serangan musuh dapat ditahan.


"Omong kosong!! Seranganmu tak akan pernah bisa mengenaiku..."


Tsuruna langsung saja berbalik dan mampu melesatkan tendangan tepat pada kepala 'sang raja iblis petir', "Jbbuuak...!!" Iapun terlempar.


"Pada kenyataannya aku mampu menyerang balik dirimu jadi jangan terlalu menyombongkan dirimu..." ucap si gadis buta itu dengan nada tenang.


Karma 'sang raja iblis petir' segera bangkit dan jadi lebih marah dari pada sebelumnya, "Gadis kecil, kau tak tau sedang berhadapan dengan siapa!!!" Iapun melayang ke udara dengan kilatan-kilatan petir dikedua kakinya.


Karma mengangkat kedua tangannya sehingga membuat langit berubah menjadi gelap gulita, "HIIAA...!!!!!" Dari kepulan awan gelap itupun turun kilatan-kilatan petir yang tak terhitung jumlahnya.


"DHUUAARR...!! DHUUAARR...!!!" Hujan kilatan petir itupun menghancurkan segala yang ada.


Semuanya hancur dan menyisahkan kepulan asap dedebuan tebal.


Setelah melancarkan serangan kuat dan berdampak luas itu, Karma menjadi agak lelah dan iapun perlahan mencoba mengatur nafas lalu turun ke permukaan tanah, "Tap..."


"Kau terlalu berlebihan..." ucap Excel 'sang raja iblis es' yang berdiri tepat disampingnya.


"Apa boleh buat!! Aku merasa harus cepat-cepat mengalahkannya meski itu harus menghancurkan seluruh tempat ini..."


Excel tersenyum menyeringai dan berkata, "Bukankah terkesan menyedihkan..."


"Apa maksudmu?" Tanya Karma dengan lirikan sorot mata tajam pada rekannya itu, ia jadi sedikit merasa tersinggung.


"Ya, kau adalah iblis dengan gelar 'raja iblis' dan terpaksa mengeluarkan seluruh kemampuan hanya untuk melawan seorang gadis kecil yang buta..."


"Hmm... bagiku itu terkesan menyedihkan..." ejek 'sang raja iblis es' itu lagi.


Karma terprovokasi dan ia jadi geram, "Tutup mulutmu, sialan!!!"


"Hahahahaha... bukankah yang ku katakan itu benar?" Excel malah mengejek lagi.


Kedua raja iblis itupun berdebat akan tetapi disaat yang tak terduga Tsuruna melesat cepat dengan sekali pijakan dari balik kepulan asap.


"...!!!" Baik Excel maupun Karma terkejut.


Tsuruna mengggam erat pedangnya dan langsung saja melesatkan tebasan pada leher 'sang raja iblis es', "Sllash..."


Ya, kepala sang iblis itupun terpotong lalu terjatuh ke tanah.


"Sialan!!!" Teriak Karma dengan emosi ketika melihat rekannya terpenggal.


Meski terpenggal tapi karena jantungnya belum hancur 'sang raja iblis es' langsung saja beregenerasi dan iapun menumbuhkan kembali kepalanya, "Cih, sekarang akupun tau bahwa kita tak boleh meremehkan kemampuan gadis ini..."


"Ya, kita harus segera menghabisinya dengan seluruh kekuatan yang kita miliki..." sahut Karma 'sang raja iblis petir'


Kedua raja iblis itupun meningkatkan energi akan tetapi dihadapan dua iblis terkuat itu Tsuruna tak merasa takut sedikitpun, ia tak gentar dan tetap tenang, "Majulah!!!!"


"HIIAA...!!!!" Kedua raja iblis itu terus meningkatkan energi dan menggunakan kekuatan andalan mereka, "Mode : Devil"


Meski terlihat tenang tapi Tsuruna tau betul bahwa kedua lawannya bukan sembarangan untuk dihadapi, iapun mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki dengan mempertajamkan instingnya.


*****


Dilain sisi, Venom murka, ia memanipulasi otot sehingga kepalan tangan kanannya berubah menjadi seukuran truck lalu memukul dari atas, "Sialan!!"


"DYYEESS...!!" Seketika tercipta sebuah cekungan pada permukaan tanah akan tetapi Saburo menyilangkan kedua tangan untuk bertahan.


Ia tersenyum menyeringai lalu berteriak, "Ini menarik sekali...!!!!" Pria dengan lapisan berlian diseluruh tubuhnya itu mendadak meledakan energi yang sangat kuat.


"...!!!" Venom terkejut dan iapun segera mengangkat kepalan tinjunya lalu menjaga jarak, "Energi yang dimilikinya kuat sekali dan terasa gila, brutal dan buas..." ucap sang raja iblis itu dengan suara pelan.


"Gyahahahahaha...!!" Saburo tertawa lepas lalu dengan sekali pijakan iapun melesat cepat.


Venom dengan cepat mengepalkan tangan yang berbalutkan otot-otot sehingga ukurannya berubah menjadi besar dan memukul sekuat tenaga, "HIIAA...!!!"


"Jbbllast!!"


"Apa!!!" Venom terkejut.


Saburo yang mendekat tanpa ragu melesatkan tebasan pada iblis otot dan tulang itu akan tetapi sebelum serangannya itu mengenai sasaran terlebih dahulu duri-duri muncul dari dalam tanah tepat dihadapan Venom hingga membuat dinding.


Ya, duri-duri tajam yang menjulang itu diciptakan oleh Eden 'sang raja iblis duri', "Hati-hati dan jangan meremehkannya..."


"Ya..." jawab Venom dengan ekspresi serius.


Dari balik dinding duri itupun Saburo merasa sangat kesal karena serangannya terhenti, "Cih, sial..." iapun menggenggam erat kedua pedang besarnya lalu meningkatkan energi dan menebas dinding duri-duri yang menghalanginya, "Sllash!! Sllash!!"


Venom dan Eden memasang sikap waspada dan bersiap bertarung lagi.


Dinding duri-duri dengan cepatnya terpotong oleh dua pedang milik Saburo.


Keduanya geram karena tersisa beberapa duri yang menghalangi Saburo akan tetapi dibelakang keduanya, Mogura melakukan sesuatu, "Kalian berdua!!! Minggir!!"


"...!!" Venom dan Eden terkejut, keduanya segera menyingkir.


Mogura mengarahkan kedua telapak tangan ke depan lalu dari dua telapak tangannya muncul empat lengan dan hal itu terjadi berulang-ulang hingga lengan Mogura berjumplah ribuan.


Dari ribuan telapak tangan itupun terkonsentrasi energi dan terciptalah bola-bola cero seukuran bola kasti.


"Gyahahaha...!!!" Dilain sisi Saburo terus saja memotong duri-duri dan begitu duri-duri itu terpotong habis ribuan tembakan cero telah siap menyambutnya.


"DHUUAARR...!! DHUUAARR...!!" Ledakan-ledakan cero itupun menciptakan kobaran api yang membumbung tinggi.


Venom sampai terbelalak saat melihat kobaran api yang ada didepan matanya itu, "Dia pasti sudah hangus terbakar jadi abu..."


"Jangan terlalu yakin..." ucap Eden dengan sorot mata tajam penuh keseriusan.


Mendadak saja tekanan energi yang sangat kuat terasa dari balik kobaran, "Gyahahahaha...!!"


Venom dan Eden memasang sikap waspada.


"Hati-hati!! Dia datang!!" Teriak Mogura.


Saburo dari balik kobaran api melesat sangat cepat bahkan membuat Venom dan Eden terkejut hingga lambat merespon.


"Gyahahahaha..." dengan tawa lepas Saburo mencengkram wajah kedua raja iblis itu dan membanting keduanya ke belakang, "Jbllast!!"


Kedua raja iblis itupun terjatuh ke tanah dan Mogura yang masih berdiri tegak sangat geram, "Brengsek!!!"


Saburo tersenyum menyeringai seakan menantang ketiganya, "Buat aku senang, raja iblis..."


*****


Dilain sisi.


Senju Rain berhadapan dengan Va'al yang disampingnya berdiri dua raja iblis yaitu Dante dan Belial.


"Jadi penyebab mereka itu dapat kembali dari kematian itu dirimu?" Ucap Senju Rain dengan sorot mata tajam.


"Khehehe..." Va'al malah tertawa dan berkata dengan entengnya, "Benar sekali!! Aku telah mampu mengembangkan kemampuan hutan ke tingkat tertinggi yang bahkan lebih hebat dari Sang Penguasa Hutan itu sendiri..."


"Aku hebat karena sekarang ini para raja iblis tak terkalahkan dengan keabadian yang telah ku ciptakan..." ucap Va'al dengan penuh rasa bangga.


Senju Rain semakin geram, "Omong kosong!! Kau akan ku kalahkan dan kami akan menang..."


"Yang banyak omong kosong itu kau..." ucap Dante dengan meningkatkan energi, iapun menggunakan senjata iblis miliknya yang berupa tatto.


Tatto tersebut membuat Dante mampu mengendalikan elemen tanah.


Dante membuat tanah elastis lalu melesat cepat ke depan dengan pantulan tanah, "HIIAA...!!" Ia memukul lawan dengan kepalan tangan berlapiskan batu.


Senju Rain mencengkram erat Tombak Poseidon dengan kedua tangan dan memutar-mutar ke depan, "Jbbllast...!!" Senju Rain terkena pukulan, ia dapat bertahan meski terdorong jauh ke belakang.


"Dia kuat..." pikir Senju Rain.


"Krak... Krak..." mendadak permukaan tanah retak-retak lalu bongkahan tanah perlahan terangkat ke udara.


Ya, hal itu terjadi karena Belial yang menggunakan kemampuan telekinesisnya, "Khehehe... aku ingin tau bagaimana caranya kau mengatasi ini?"


"...!!!" Senju Rain terkejut saat melihat bongkahan-bongkahan tanah berukuran besar mengarah padanya dengan cepat dari berbagai sisi.


"DYYEESS...!! DYYEESS...!!"


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1116 : Tiga Melawan Delapan II


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Terima kasih atas perhatiannya.


*****