Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1182 : Satu Melawan Dua


Tsuruna terkena telak tinju gempa pada bagian punggung akan tetapi tak butuh waktu lama ia bisa berdiri lagi, "Ya, tersisa dua raja iblis dan meski pun sulit aku harus segera menghabisi mereka..."


Lalu kepala raksasa batu Guts yang sebelumnya dipenggal oleh Tsuruna secara perlahan pulih dan kemudian Leonidas melompat dari atas, "DYYEESS...!!" Ia jatuh dengan pijakan kuat tepat dihadapan Tsuruna dan langsung saja mengepalkan tangan yang dilapisi kemampuan gempa, "HIIAA...!!"


Tsuruna menggenggam pedangnya dengan dua tangan dan menyerang dengan tusukan, ia memusatkan energi pada satu titik yaitu ujung mata pedangnya dan melemparkan seluruh energi itu sekaligus.


"Apa!!!" Leonidas terkejut karena tinju gempanya gagal dan bahkan kepalan tangan kanan sampai ke bahunya hancur.


"Pedangku bagaikan tembakan meriam yang tajam..." ucap Tsuruna dengan memusatkan energi pada telapak kaki kanan dan langsung melesatkan tendangan pada bagian perut musuh sambil melemparkan semua energi yang terkumpul sekaligus, "Jbbllast...!!"


Perut Leonidas hancur dan ia segera menjaga jarak dengan melompat ke belakang.


"Tak akan ku biarkan kau beregenerasi..." ucap Tsuruna dengan melesat ke arah musuh.


Ia memusatkan energi pada ujung mata pedangnya dan menusuk sambil melemparkan semua energi sekaligus, "Sialan!!" Leonidas terdesak, ia menahan dengan telapak tangan kiri dan hal itu membuat telapak tangan kirinya hancur.


"Dia kehilangan kedua lengan dan juga perutnya berlubang!! Sekarang kesempatanku menghabisinya!!" Gumam Tsuruna dalam hati.


Gadis buta itu kembali memusatkan energi pada satu titik yaitu ujung mata pedangnya dan melesatkan tusukan pada kepala musuh.


"Aku akan mati..." gumam Leonidas saat ujung mata pedang Tsuruna berada tepat dikeningnya.


Tsuruna melemparkan semua energi sekaligus sehingga membuat ujung mata pedangnya bagaikan tembakan meriam, "DHUUAARR...!!!" Kepala Leonidas hancur berkeping-keping.


Tsuruna tak membiarkan musuh beregenerasi, ia langsung saja menusuk dada bagian jantung 'sang raja iblis gempa', "Jlleebb...!!"


Diatas kepala raksasa batu 'sang raja iblis bumi' telah pulih dan ia sangat terkejut melihat rekannya berharga telah dihabisi, "Kurang ajar!!!!!!!!!! Gadis kecil, apa yang telah kau lakukan pada Leonidas!!!!!!"


Guts berteriak dengan lantang akan tetapi Tsuruna tetap tenang dan ia mengacungkan sebilah pedangnya, "Selanjutnya adalah kau..."


'Sang raja iblis bumi' semakin geram dan ia pun segera melesatkan kepalan-kepalan tinju super besarnya ke arah Tsuruna, "DYYEESS...!! DYYEESS...!!" Tanah berguncang dengan sangat keras dan hal itupun membuat puing-puing berterbangan ke udara.


Setelah berulang kali menyerang Guts menghentikan pukulan dan hal itu memberi kesempatan bagi Tsuruna untuk menyerang balik lagi.


Tsuruna melompat ke atas dengan berpijakan puing-puing yang berterbangan diudara. Ia bergumam dalam hati, "Jika tubuh utamanya tak berada dibagian kepala itu artinya tubuh utamanya ada dibagian tubuh..."


Tsuruna mengincar tubuh musuh bagian perut, ia memusatkan energi pada ujung mata pedang dan menyerang dengan tusukan sambil melemparkan semua energi sekaligus, "DHUUAARR...!!"


Perut raksasa Guts berlubang dan hal itu membuatnya menyadari keberadaan Tsuruna yang ada diantara puing-puing yang berterbangan, "Jadi kau masih hidup, gadis kecil!!!" Teriak Guts dengan sorot mata tajam.


'Sang raja iblis bumi' menyerang dengan hantaman telapak tangan raksasa dari arah atas.


"Celaka!!!" Pikir Tsuruna.


"Jbllast!!" Gadis buta itupun jatuh ke tanah dengan sangat keras sampai membentuk sebuah cekungan.


"Uhuk!!" Tsuruna memuntahkan darah dan berusaha bangkit kembali, "Sial, sakit sekali!! Luka yang ku derita terlalu parah dan energiku hampir habis, aku harus segera menyelesaikan pertarungan ini..."


'Sang raja iblis bumi' mengangkat kaki kanannya berniat menginjak Tsuruna akan tetapi Tsuruna cepat-cepat berlari menjauh dari jangkauan serangan, "DYYEESS...!!!" Tercipta getaran kuat pada permukaan tanah.


Tsuruna berhasil melarikan diri akan tetapi ia tampak lelah dan kacau, "Ukurannya yang sangat besar membuat dirinya sulit mengetahui dimana lokasiku..."


"Aku punya sebuah ide..." pikir Tsuruna yang kemudian berlari mendekat.


Ia berada diatas kaki 'sang raja iblis bumi' dan menyentuh tubuh lawan dengan telapak tangan kirinya, "Akan ku alirkan energiku pada tubuh raksasa batu ini untuk mengetahui dimana tubuh aslinya berada..."


Secara perlahan energi Tsuruna mengalir pada tubuh raksasa Guts dan hal itu membuat keberadaan Tsuruna terdeteksi.


"Gadis kecil itu masih hidup dan ia ada diatas kakiku..." ucap Guts.


"Tap... tap... tap..." Tsuruna berlari memanjat kaki Guts lalu sampai ditubuh bagian kiri, "Saat energiku mengalir pada tubuh raksasa batu ini aku mengetahui satu hal bahwa dibagian dada sebelah kiri semua energi terpusat yang artinya tubuh utamanya pasti ada disana..." gumamnya dalam hati dengan terus berlari.


Guts menepuk Tsuruna yang berada diatas tubuhnya dengan telapak tangan bagaikan menepuk nyamuk, "Kau tak akan bisa berbuat sesukamu diatas tubuhku, gadis kecil!!!!" Ucap 'sang raja iblis bumi' dengan lantang.


"Sllash!! Sllash!!" Mendadak saja telapak tangan Guts yang mengenai Tsuruna terpotong.


"Aku sudah muak dengan pertarungan ini..." Tsuruna yang sudah berada diatas dada bagian kiri lawan mengarahkan ujung mata pedangnya ke bawah, ia memusatkan semua energi pada satu titik.


"HIIIAAA...!!!" Tsuruna menusuk sambil melemparkan semua energi yang terkumpul sekaligus.


"DHHUUAARR...!!!" Tubuh bagian kiri raksasa batu berlubang sangat besar.


"Sialan!!!" Teriak Guts yang tubuhnya hancur menyisahkan kepala saja.


Tubuh raksasa batu yang tingginya ratusan meter itupun perlahan hancur karena 'sang raja iblis bumi' telah mati.


"Hah... hah... hah..." Tsuruna kelelahan dan secara perlahan ia jatuh dari atas.


Ya, secara perlahan juga kubah bayangan yang diciptakan oleh Minaka memudar.


"Aku menang akan tetapi aku akan jatuh membentur tanah..." gumamnya dalam hati yang pasrah, "Ya, setidaknya bila aku mati sudah empat raja iblis dikalahkan..."


"Tap... tap... tap..." Yume muncul, ia berpijak pada puing-puing batu yang jatuh dan segera menangkap Tsuruna, Yume tersenyum lebar, "Seperti biasa kau keras kepala akan tetapi dapat diandalkan dalam pertarungan..."


Tsuruna menjawab dengan senyuman juga, "Aku senang kau masih hidup..."


"Ya..." Yume terlihat murung, "Tapi maaf, rekan-rekanmu telah gugur..."


"Tak masalah, kita semua tau bahwa perang selalu meninggalkan luka..." jawab Tsuruna yang berusaha tegar.


"Tap..." Yume dengan perlahan menginjakan kaki pada permukaan tanah, "Bertahanlah!! Kita harus ke tempat medis karena sepertinya tulang-tulangmu patah, beberapa organ tubuhmu hancur dan energimu habis..."


"Ya..." jawab Tsuruna setuju.


Jirou mendadak saja muncul tepat dihadapan keduanya, "Jadi mereka telah kalah, ya?"


"Benar dan Tsuru-chan seorang diri menglahkan mereka berempat..." jawab Yume.


"Apa!!!!" Jirou terkejut.


"Jangan terlalu memujiku..." ucap Tsuruna.


"Apa itu benar?" Jirou tak percaya, "Jangan bercanda? Mereka itu raja iblis, lho?"


"Jangan meragukan ucapanku..." ucap Yume dengan agak kesal.


*


Lalu dikejauhan Minaka yang memberikan dukungan dengan menciptakan kubah bayangan tergeletak diatas permukaan tanah karena kehabisan energi, "Hah... hah... hah..."


"Ini melelahkan akan tetapi kami berhasil menghabisi mereka berempat..."


"Sungguh keberuntungan yang tak terduga..."


"Ya, dan perang ini pun hampir mencapai akhir..." ucap Minaka dengan rasa lega.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1183 : 7 Ksaria Terkutuk