Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1108 : Berkumpul Pada Satu Titik


Diangkasa yang tinggi, Arashi berteriak dengan sangat keras hingga terdengar ke segala penjuru Kota Kronoz.


"Apa yang tengah ia lakukan?" Ucap Ritsu yang tak percaya.


Yuri terlihat kesal, "Bukankah sudah jelas ia sedang menentang semua petarung sekaligus jadi bersiaplah!!"


"Brengsek!! Idenya benar-benar gila akan tetapi cara ini mungkin adalah jalan tercepat agar perang ini cepat selesai..." Yume pun agak geram dan iapun secara perlahan menarik kembali sebilah pedang miliknya yang tersarung dipinggang sebelah kirinya.


"Cih..." Yuri juga melakukan hal yang sama, ia secara perlahan menarik sebilah pedang miliknya yang tersarung dipinggangnya, "Menarik sekali!!" Yuri tersenyum menyeringai tanda bersemangat.


"Khehehehe..." Ritsu tersenyum menyeringai sambil menarik sebilah pedang miliknya yang ada dipinggang bagian kirinya, "Cara gila ini mungkin dapat membunuh kita karena sebentar lagi petarung-petarung musuh akan segera berdatangan..."


Ketiganya memasang sikap waspada.


Sementara itu, Arashi terbang merendah lalu secara perlahan ia menginjakan kaki dipermukaan tanah dan berkata dengan entengnya pada ketiga rekannya, "Nah, beri aku waktu 10 menit untuk memulihkan diri..."


"Dan juga selamat bertarung mati-matian..."


"Zink!!!" Mendadak saja, tepat setelah Arashi mendeklarasikan perangnya sesosok iblis muncul diangkasa dengan kemampuan teleport, "Kosuke Arashi 'si pengacau'!!!! Aku datang untuk menghabisimu!!!"


Iblis itu bukanlah salah satu dari 17 raja iblis, ia merupakan musuh lama Arashi yaitu Heliel.


"Khehehe..." Arashi membalikan badan dengan tertawa lalu menatap ke atas, "Maaf saja Heliel tapi aku tak mau meladenimu..."


Heliel yang mendengarnya menjadi sangat kesal akan tetapi ia terlihat tak peduli, "HIIAA...!!!!" Iblis spesial dengan 7 kemampuan itupun meningkatkan energi dan langsung saja menggunakan kekuatan sejati miliknya, "Mode : Devil"


Ia berubah wujud ke dalam mode iblis sehingga dengan cepat tubuhnya berubah bentuk berubah menjadi besar 2 kali lipat dari pada sebelumnya.


Heliel menumbuhkan sepasang tanduk mencuat dikeningnya, muncul sepasang sayap hitam dipunggungnya, ekor panjang dibelakang tubuh, kuku cakar yang tajam dan terakhir sorot matanya berubah menjadi tajam.


Diudara ia mengangkat kedua tangan, "Dark End!!" Helial menggunakan serangan andalanya, iapun menciptakan bola energi hitam yang bersifat mematikan, "Matilah kalian!!!"


"WUUSS...!!!" Bola energi hitam berukuran besar itupun dilemparkan ke bawah.


"Biar ku atasi!!!" Teriak Yume dengan sorot mata tajam penuh dengan kepercayaan diri tinggi, iapun menekuk kedua lututnya lalu melompat terbang tinggi ke atas.


"Menyebarlah!!! Sakura!!" Teriak gadis dewa bunga itu, ia yang dikelilingi pusaran bunga sakura itupun mengarah langsung pada bola energi hitam yang dilemparkan itu.


"HIIAA...!!!!" Dengan pusaran bunga sakura disekitar tubuhnya, Yume tanpa ragu menusuk bola energi hitam tersebut, "DHHUUAARR...!!!!" Ledakanpun terjadi akan tetapi bukan ledakan biasa melainkan sebuah ledakan yang dimana bunga sakura hitam menyebar ke segala arah.


Yume bergumam dalam hati, "Bunga sakura yang berwarna putih penuh dengan kehidupan seketika saja berubah warna menjadi hitam pekat yang itu artinya serangan tadi sangat mematikan..."


"Apa!!!! Dia menghentikan serangan kematianku!!!" Pikir Heliel yang terkejut akan tetapi ia geram segera melesatkan serangan lanjutan, "Zink!!!" Iapun berteleport ke permukaan tanah.


Heliel meletakan kedua telapak tangan pada tanah dan menggunakan serangan andalannya, "Dark End!!"


Ya, kegelapan mematikan melesat akan tetapi kali ini berupa gelombang hitam besar bagaikan ombak.


"Cih..." Yuri maju dengan berlari, iapun meningkatkan energi lalu mengayunkan sebilah pedangnya sekuat tenaga, "HIIAA...!!!!"


"Sllash!!"


"Krak!! Krak!!" Gelombang es super besar pun tercipta akan tetapi begitu beradu dengan gelombang kegelapan milik musuh langsung saja hancur lebur menjadi debu.


Yuri yang melihat hal itu menjadi sangat geram, "Apa-apaan kegelapan miliknya itu? Bagaimana mungkin seranganku langsung hilang begitu saja?"


Arashi yang duduk santai diatas puing bangunan berkata, "Kalian harus berhati-hati pada kegelapan yang dimilikinya..."


"Kegelapan miliknya itu spesial karena setiap apa saja yang terkena akan langsung saja hancur jadi debu atau tepatnya mati begitu saja..."


"Benar, bagaimana cara kami melawannya?" Tanya Yume.


"Kalau soal itu aku lupa..." jawab Arashi dengan entengnya sambil mengemut permen lolypop miliknya.


"Sialan!!" Ucap Yume, Yuri dan Ritsu secara serentak.


Dilain sisi Heliel menjadi sangat kesal karena dua kali serangannya telah digagalkan, "Kurang ajar!!!" Ia mengangkat tangan kanan ke atas lalu terkumpul energi kegelapan pekat yang kemudian memadat membentuk sebuah topeng.


"...!!!" Ketiganya terkejut saat mengetahui Heliel memiliki topeng iblis yang merupakan senjata iblis tertinggi.


Heliel mengenakan topeng tersebut dan mendadak saja tekanan energinya meningkat pesat dan jadi lebih dingin.


"Akan ku bunuh kau, Kosuke Arashi 'si pengacau'..." ucapnya dengan kegelapan meledak dari kedua pijakan kakinya dan iapun melesat cepat bagaikan roket.


"HIIIAAA...!!!!" iapun melesatkan serangan berupa cakaran, "Sllash!!"


"Cthing!!" Yuri dan Yume buru-buru berdiri tegak menghadang dan masing-masing menggunakan pedangnya untuk menahan serangan Heliel.


"Dia satu tingkat dibawah 'raja iblis' akan tetapi meskipun begitu ia tetap berbahaya..." pikir Yume dan Yuri.


Heliel menjadi sangat geram, "Menyingkir dari hadapanku!!!" Teriaknya dengan meluapkan energi kuat.


Yuri dan Yume terdorong ke belakang akan tetapi mereka berdua masih dapat bertahan.


"Cih..." Heliel yang kesal merasa tak perlu meladeni keduanya karena targetnya yang sebenarnya adalah Arashi, "Zink!!" Iapun menghilang dengan kemampuan teleport.


"Apa!!!!" Yuri dan Yume terkejut karena mendadak lawannya menghilang.


Dilain sisi, Arashi yang memiliki insting tajam duduk tenang diatas puing banguan, ia tetap tenang dan santai, "Hmm... dia menghilang dan sepertinya ia akan mengarah langsung padaku..."


"Yah, ku akui dia jadi lebih kuat dari yang dulu akan tetapi untuk diriku yang sekarang ia bukan lawan sepadan..." ucapnya dengan mengemut permen lolypop.


"Zink!!" Dan benar saja, Heliel mendadak muncul dengan kemampuan teleport tepat dihadapan Arashi, "Mati kau!!!" Iapun mengangkat tangan kanannya lalu melesatkan cakaran, "Sllash!!"


"Cthing!!" Ritsu segera melesat dan menangkis cakaran tersebut dengan sebilah pedang.


"Apa!!!! Dia juga menggunakan topeng!!" Gumam Heliel dalam hati saat melihat Ritsu menggunakan topeng diwajahnya.


"HIIAA...!!" Ritsu meningkatkan energi dan berhasil membuat Heliel memundurkan langkah kakinya.


"Hey, Arashi!! Berapa waktu yang kau butuhkan agar energimu pulih kembali hingga 100 persen lagi?"


"5 menit lagi..." jawab Arashi yang duduk santai dengan singkatnya, "Aku mengandalkan kalian..."


"Kau itu brengsek, Arashi..." ucap Ritsu yang agak jengkel pada sikap Arashi yang duduk santai padahal yang lainnya sedang berjuang.


"Zink!!!" Mendadak saja, sesosok iblis kelas tertinggi muncul dikejauhan.


Iapun memperkuat pijakan kedua kakinya dan memasang kuda-kuda, "Heliel, pergi dari sana!!!" Teriaknya dengan lantang.


"HIIAA...!!!" Ia memukul udara tepat dihadapannya, "Krak!!! Krak!!!" Atmosfer terpusat lalu hancur jadi retak-retak yang kemudian gelombang gempa penghancur segalanya melesat.


Arashi dengan senyuman lebarnya berkata, "Khehehe... rupanya 'sang raja iblis pelahap' telah muncul!!!"


Para petarung musuh mulai berdatangan setelah mengetahui keberadaan Arashi.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1109 : Berkumpul Pada Satu Titik II