Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1015 : Dialah Yang Dibenci


Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Si Akhir' berhadapan dengan dua lawan sekaligus, "Hahahahaha...!! Tak pernah ku sangka akan berhadapan dengan pemegang Raja Pedang dan penguasa Daratan Pedang sekaligus!!!"


"Ya, ini pasti akan sangat menyenangkan!!!" Ucapnya dengan tertawa lepas meskipun begitu Torano dan Sang Penjaga Makam sangat waspada.


Sang iblis terkuat itupun meningkatkan energi dan mendadak ia meledakan api dari pijakan kedua kakinya, "Hahahahaha...!!!" Ia langsung saja melesat cepat bagaikan roket ke arah Torano.


"Kena kau!!!" Ucapnya yang berusaha meraih Torano.


Torano menatap tajam dan sebelum cengkraman lawan menyentuhnya, ia menggunakan kemampuan Raja Pedang yaitu teleport untuk menghindar, "Zink!!!!"


"Teleport, ya?" Gumam 'si akhir' yang bertambah senang saat Torano mampu menghindar.


"Zink!!!" Torano muncul lagi tepat disamping sang penjaga makam, "Yang tadi itu nyaris saja!! Kecepatannya benar-benar luar biasa..."


"Ya, dan kau beruntung memiliki kemampuan teleport..." ucap Sang Penjaga Makam.


"Kau ada ide?"


"Tidak ada, hanya saja aku akan menggunakan pedang-pedang suci ditempat ini untuk melawannya..." jelas sang penjaga makam.


Dihadapan 'sang penjag makam' secara perlahan dua buah pedang muncul dari pasir dan iapun segera menarik pedang itu, "Ini milik ksatria es dan air..." ucapnya.


"Bagus, itu cocok digunakan melawannya..." ucap Torano.


'Si Akhir' melesat ke arah keduanya, "Apa yang sedang kalian bicarakan...!!!!" Teriaknya dengan langsung melesatkan kepalan tinju tangan kanan.


"Jbbllast...!!" Sang Penjaga Makam menahan kepalan tinjunya tersebut dengan menyilangkan kedua pedang.


Iapun sedikit terdorong ke belakang akan tetapi secara perlahan lengan 'si akhir' membeku dan hal itu memaksanya untuk mundur.


"Zink!!!" Torano memanfaatkan keadaan ia dengan kemampuan teleport muncul dibelakang punggung 'si akhir' dan langsung menusuk.


'Si Akhir' melirik ke belakang dan iapun dapat dengan mudah mengelak dari turukan Torano, "Trik seperti itu tak akan berguna melawanku..." ia yang telah berhasil menghindar balas melesatkan tendangan pada Torano.


"Jbbuuak!!"


"Uhuk..." Torano terkena tendangan pada bagian perut dan terlempar akan tetapi ia masih tetap berdiri tegak.


Dilain sisi Sang Penjaga Makam melesatkan tebasan dari jarak jauh, "Sllash!!!" Angin pemotong berpadukan dengan air melesat.


'Si Akhir' mengarahkan telapak tangan ke depan untuk menahan serangan itu, "Percuma!!" Ucapnya yang tak terluka.


Air bercecaran ke atas dan ke bawah lalu melesat lagi angin pemotong lanjutan, "Ku bilang percuma...!!" Ucap 'si akhir' yang bertambah geram.


Ia menahan lagi dengan telapak tangan akan tetapi ia langsung saja membeku begitu menyentuh angin pemotong itu.


"Zink!!!" Torano tak menyia-nyiakan kesempatan saat lawan tak dapat bergerak, ia berteleport dan muncul tepat dihadapan lawan lalu langsung melesatkan tebasan pada kaki 'si akhir' yang membeku, "Sllash!!!"


Kedua kaki sang iblis terkuat itupun terpotong akan tetapi ia yang telah membeku mendadak meledakan api, "DHUUAARR...!!" Torano terkejut dan ia segera melompat mundur.


"Apakah serangan ku tadi itu percuma?"


"Benar, serangan kita tadi tak berguna melawannya..." sahut sang penjag makam.


Ledakan api secara perlahan memudar dan menyisahkan kepulan asap tebal, "Tap... tap... tap..." 'si akhir' menampakan diri dan ia terlihat tak terluka sedikitpun.


"Kombinasi kalian berdua lumayan hebat akan tetapi aku mulai bosan jadi bisakah kalian lebih menghiburku?" Ucap sang iblis terkuat itu dengan nada meremehkan lawan.


Sang Penjaga Makam berbisik, "Bisakah kau menahannya sebentar..."


"Jika kau mau melakukan sesuatu yang hebat dan hal itu bisa mengalahkannya maka aku bisa menahannya meski harus lama..."


Sang Penjaga Makam itupun tersenyum setelah mendengar jawaban Torano.


"Zink!!!!" Mendadak Torano menghilang dengan kemampuan teleport.


Ia muncul tepat dihdapan 'si akhir' dan langsung saja menebas tetapi meskipun begitu lawan tetap saja mampu mengelak.


"Sudah ku bilang trik yang sama tak akan mempan padaku..." ucap sang iblis terkuat itu agak kesal.


Torano tak menjawab dan hal itu membuat lawan semakin jengkel, "Cih, aku tak mengerti!! Bagaimana bisa Raja Pedang menyatu dalam tubuhmu?"


"Kau tak perlu tau alasannya..."


"Raja Pedang adalah senjata terkuat yang pernah ada dan bahkan senjata itu lebih berbahaya jika dibandingkan pedang pembelah benua milikku akan tetapi senjata yang legendaris itu terlihat tak berguna ditanganmu..."


"Maaf saja..." Torano merespon dengan tenang, "Tapi aku tak peduli apa yang kau katakan..."


'Si Akhir' bertambah kesal dan iapun meningkatkan energi lalu secara perlahan tubuhnya terselimuti api dan api itu mulai menyebar dipermukaan tanah.


"Apinya kuat!!!!" Pikir Torano dan iapun memutuskan menggunakan lebih banyak lagi kekuatan Raja Pedang.


Dari kedua pijakan kaki Torano meluapkan kegelapan dan iapun terlihat kesakitan, "Lebih dari ini aku akan kehilangan kendali dan tertelan oleh kebencian Raja Pedang..." gumamnya dalam hati.


'Si Akhir' mengambil sebilah pedang yang ada dipunggungnya, "Aku menganggapmu lawan yang pantas jadi aku menggunakan pedang pembelah benua untuk melawanmu..." iapun menggenggam erat pedangnya dan secara perlahan senjata tersebut terlapisi kobaran api.


Keduanya menggenggam erat dua pedangnya lalu berlari maju dan saling beradu senjata, "Cthing!!!!!" Benturan senjata keduanya menciptakan gelombang energi yang menyebar ke segala arah dan hal itu bahkan membuat langit dimensi yang ada ditempat itu terbelah.


Setelah saling tak tumbang, keduanya sama-sama memundurkan langkah kaki lalu mengambil ancang-ancang dan kemudian saling beradu pedang lagi, "HIIAA...!!!!!"


"CTHING...!!!!!" benturan kali ini membuat api dan kegelapan membumbung tinggi sampai menuju langit dimensi yang terbelah.


Keduanya saling mendesak dan kali ini diketahui pemenang dari benturan senjata itu.


Ya, 'si akhir' menang dan Raja Pedang yang digenggam oleh Torano patah menjadi dua bagian.


Torano segera memundurkan langkah kakinya, "Raja Pedang patah!!! Bagaimana mungkin!!"


"Itu karena kau tak menggunakan kekuatan penuhnya..." ucap 'si akhir' dengan sorot mata tajam, ia terlihat sangat geram dan merasa diremehkan.


Disaat yang sama, dikejauhan Sang Penjaga Makam tengah berkonsentrasi dan dihadapannya muncul banyak sekali pedang suci dari dalam pasir.


"Wahai jiwa-jiwa yang telah gugur ditempat ini!! Berikan aku kekuatan kalian karena si iblis yang paling kalian benci telah kembali...!!!"


"Berikan kekuatan penuh kebencian untuk mengalahkannya...!!!!" Secara mendadak daratan pedang bergetar lalu pedang-pedang suci itupun terangkat ke udara lalu berkumpul menjadi satu.


Pedang-pedang itu membentuk sebuah kegelapan lalu tak butuh waktu lama kegelapan itu memadat dan membentuk sebuah pedang suci berwarna hitam pekat.


Sang Penjaga Makam mengambil pedang itu dan ia berkata dengan serius, "Ku ambil semua kebencian kalian dan ku pastikan iblis yang paling dibenci itu kalah...!!!"


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1016 : 3 Lawan 3


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****