
Setelah menyadari 10.000 ksatria bergerak memulai perang, 'si akhir' memutuskan menghadang mereka seorang diri.
Tuan Kai muda tau betul sifat kakaknya itu dan ia memanfaatkan untuk menyingkirkan keberadaan sang kakak.
Beberapa hari telah berlalu setelah perginya 'si akhir'
Saat ini Tuan Kai muda sedang berada diatas sebuah tebing dan ia menatap ke laut yang biru, "Aku tak tau perbuatanku ini benar atau salah..." ucapnya sedikit bimbang.
"Melawan 10.000 petarung tangguh adalah hal yang mustahil dimenangkan..." gumamnya dalam hati yang berniat pergi membantu sang kakak.
Tetapi kebencian dalam hatinya berkata lain, "Tak masalah!! Pertarungan ini untuk menguji kekuatan kakak, apakah ia layak jadi pemimpin kami atau tidak..."
Kebencian dan rasa khawatir pada sang kakak berperang dalam hati Tuan Kai muda hingga kemudian Utsugi Reina muncul dan mendekatinya.
"Emm... anu... kau lihat kakakmu?"
Kemunculan Reina yang mengkhawatirkan sang kakak membuat Tuan Kai muda geram, "Tidak..." ia akhirnya berbohong, "Kalian biasanya hanya bertengkar bila bertemu jadi ada urusan apa dengan kakak ku?"
"Yah, aku akhir-akhir ini jarang melihatnya dan hal itu membuatku khawatir apakah ia baik-baik saja atau tidak..." jawab Reina agak malu.
"Kakak ku itu kuat jadi ia akan baik-baik saja..." jawab Tuan Kai muda dengan nada dingin.
"Ya, sudahlah kalau begitu..." ucap Reina dengan beranjak pergi.
Perempuan iblis itupun bergegas akan tetapi mendadak ia menyadari ada hal yang aneh, "Eeehhh...!!" Teriaknya yang terkejut.
"Ada apa?" Tanya Tuan Kai muda yang termenung.
Reina menunjuk ke atas langit dan berkata, "Lihatlah ke atas!! Awan-awan dan burung camar berhenti bergerak!!"
Tuan Kai muda menatap ke atas dan terkejut, "Apa!!!"
"Lihat juga ke arah sana!!!" Ucap Reina dengan menunju ke arah pemohonan yang juga berhenti bergerak meski terlihat sebelumnya berhembus angin.
Tuan Kai muda memperhatikan dengan seksama, "Ada apa ini?" Gumamnya dalam hati.
"Ombaknya juga berhenti bergerak..." ucap Reina lagi.
Tuan Kai muda menoleh ke laut lalu membuat kesimpulan dan berkata, "Bukan benda-benda yang berhenti bergerak tapi waktu telah berhenti..."
"Apa!!! Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi?"
"Aku tak tau!! Mungkin fenomena alam atau mungkin akibat dari ulah seseorang..." ucap Tuan Kai muda dengan ekspresi serius, "Jika fenomena alam mungkin hal ini akan cepat berakhir akan tetapi bila ulah seseorang maka ku yakin ia akan segera muncul..."
Keduanya memasang sikap waspada.
"Tap... tap... tap..." terlihat dikejauhan seorang pria berambut hitam panjang melangkahkan kaki secara perlahan ditengah samudera.
"Siapa dia?"
"Kita tak tau siapa dia akan tetapi ku yakin waktu terhenti karena ulahnya..." ucap Tuan Kai muda.
Orang yang letaknya dikejauhan itu menatap keduanya dan sontak hal itu membuat mereka berdua sangat waspada.
"Hati-hati..." ucap Tuan Kai muda.
"Ya, aku tau!! Meski ia masih sangat jauh tapi aku sudah merasakan aura kuat darinya..." ucap Reina.
Keduanya menatap tajam akan tetapi sekejap saja saat mata mereka berkedip orang itu tau-tau sudah berada dihadapan mereka.
"Apa!! Teleport!!" Gumam keduanya dalam hati yang terkejut.
"Bukan teleport tapi aku hanya menghentikan pergerakan kalian dengan waktu lalu berjalan mendekati kalian..."
Tuan Kai muda menatap tajam, "Kemampuan mengendalikan waktu adalah hal yang mustahil dilakukan jadi siapa kau?"
"Perkenalkan!!" Orang itupun menundukan badan dan kemudian berkata, "Aku adalah Induk Cakra atau dikenal sang pencipta kehidupan..."
Keduanya terkejut dan seakan tak percaya bahwa pria yang berdiri dihadapan mereka itu adalah Induk Cakra yang hanya dianggap mitos oleh dunia.
"Bohong!! Jangan membohongi kami!!"
"Diamlah sebentar Reina!!" Ucap Tuan Kai muda, "Tidak penting siapa dia akan tetapi dia mampu menghentikan waktu dan hal itu sangat mustahil dilakukan..."
"Jadi mau tak mau kita harus mengakuinya sebagai Induk Cakra 'sang pencipta kehidupan'..."
Reina terdiam.
"Berhenti basa-basinya!! Untuk apa kau menemui kami?" Ucap Tuan Kai muda.
"Biasanya aku muncul untuk memberikan kekuatan akan tetapi aku memiliki tujuan yang berbeda kali ini..."
Keduanya tak mengerti.
"Aku datang untuk memperingatkan kalian tentang takdir masa depan dunia ini..."
"Kenapa kami?" Tanya Reina.
"Karena hanya kalian yang bisa menentukan arah dunia ini..."
"Apa maksudmu?" Tanya Tuan Kai muda dengan sorot mata tajam.
"Dia akan kembali akan tetapi saat dia kembali maka perlahan perubahan besar akan terjadi..."
"Perang besar ada didepan mata dan hanya kalian berdua yang bisa menghentikannya..." ucap Induk Cakra yang kemudian sekejap saja ia menghilang.
"Apa!!!" Keduanya terkejut saat melihat aliran waktu berubah jadi normal lagi.
"Semuanya kembali ke semula lagi..." ucap Reina dengan menatap ombak, pepohonan dan awan kembali bergerak, "Apa tadi itu mimpi atau halusinasi?"
"Reina, itu tadi nyata..." ucap Tuan Kai muda dengan ekspresi wajah serius, ia melihat sebuah grimoire sihir hitam melayang berada tepat dihadapannya, "Reina, kurasa kita tak boleh memberitahu pada siapapun pertemuan kita dengan Induk Cakra..." ucapnya dengan mengambil grimoire tersebut.
"Ya, itu ide yang bagus..." ucap Reina yang gemetaran setelah mengetahui pertemuannya dengan Induk Cakra adalah hal nyata, iapun tak menyangka takdir dunia berada ditangannya.
*****
Keduanya lalu kembali ke rumah masing-masing dan 2 hari telah berlalu.
Lalu keduanya belum melakukan komunikasi satu sama lain setelah pertemuannya dengan Induk Cakra.
Tuan Kai muda menjadi pemimpin sementara bangsa iblis karena untuk saat ini ayah dan kakaknya tidak ada dipulau itu.
Ia saat ini sedang sibuk fokus mempelajari grimoire yang ditinggalkan oleh Induk Cakra.
"Hanya ada satu mantra yang ada didalam grimoire ini yaitu mantra penyegelan..."
"Mantra ini sangat rumit jadi kurasa segelnya akan sangat kuat dan butuh beribu-ribu tahun untuk menghancurkan mantra yang ada didalam grimoire ini..."
"Memangnya mantra penyegelan sekuat ini digunakan untuk menyegel apa?" Ucap Tuan Kai muda dengan mengingat-ingat ucapan Induk Cakra.
"Dia akan kembali akan tetapi saat dia kembali maka perlahan perubahan besar akan terjadi..."
"Perang besar ada didepan mata dan hanya kalian berdua yang bisa menghentikannya..."
Tuan Kai muda menjadi bingung, "Ku yakin mantra penyegelan tingkat tinggi ini digunakan pada orang yang nantinya akan memicu perang besar..."
"Tetapi orang yang dimaksud oleh Induk Cakra itu siapa?"
Iapun berfikir keras akan tetapi tak menemukan jawaban hingga kemudian sebuah Ark yang berbentuk robot burung merpati masuk ke ruangannya.
"Pesan dari para dewa?" Gumam Tuan Kai muda yang kemudian membuka gulungan yang dibawa oleh Ark berbentuk merpati itu.
Seketika ia terkejut dan tak percaya akan apa yang tertulis dalam pesan itu, "Tidak mungkin!!!! Selama 7 hari kakak bertarung melawan 10.000 ksatria dan dia memenangkan peperangan itu sendirian..."
Ia merasa bangga pada pencapaian sang kakak akan tetapi Tuan Kai muda menggabungkan beberapa kejadian.
"Mustahil!!!! Apakah orang yang dimaksud oleh Induk Cakra adalah kakak...!!!"
"Apakah aku harus menyegel kakak?"
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1153 : Penyesalanku
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Terima kasih atas perhatiannya.
*****