Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 939 : Bergabung Dengan Red Eagle


Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Matahari perlahan menyinari dan haripun mulai pagi.


Arashi, Masamune dan Yuuki secara perlahan turun dari atas atap.


"Huuaams...!! Aku ngantuk sekali!!" Ucap Arashi yang menguap dengan mulut terbuka lebar.


"Aku juga ngantuk sekali...!!" Sahut Masamune yang juga menguap.


Mata keduanya sampai memerah dan muncul warna hitam pada kelopak mata mereka seperti mata panda karena tidak tidur semalaman suntuk.


Yuuki yang telah sembuh dari demam tingginya sama sekali tak mengerti akan apa yang terjadi, "Yang ku ingat terakhir kali aku jatuh dijalanan lalu pingsan tapi mengapa sekarang aku bisa berada diatas atap?" Gumamnya dalam hati.


Keduanya selesai menuruni tangga dan sekarang mereka menginjakan kaki pada tanah.


"Hey, Arashi!! Kita bisa saja melompat dari atas tadi tapi mengapa kita tak melakukannya? Mengapa harus pakai tangga untuk turun?"


"Ryuyaki, kau bodoh!! Kita memang bisa terbang dan melompat tinggi tapi kau harus tau bahwa tangga diciptakan untuk memanjat jadi tetap harus digunakan dong..." ucap Arashi dengan alasan konyolnya.


"Oh..." Masamune yang mengantuk hanya mengangguk saja.


"Jadi apakah pertarungan kita dilanjutkan sekarang?"


"Tidak, aku sekarang ini hanya ingin tidur dan kalau soal pertarungan maka bisa diadakan kapan-kapan saja..." jawab Masamune yang mengantuk.


"Fiuh, akupun juga mengantuk..."


Yuuki berfikir dan tak menemukan jawaban lalu iapun bertanya, "Hey Papa!! Hey Paman Ryuzaki!! Bagaimana mungkin aku bisa berada diatas atap dan juga aku merasa aneh karena seakan aku melewatkan waktu seharian penuh, sebenarnya apa yang terjadi padaku?"


Arashi dan Masamune melirik ke arah Yuuki.


"Tidak ada hal yang terjadi padamu..." ucap Masamune yang tak ingin menjelaskan.


"Salah, sebenarnya ada yang terjadi padmu..." sahut Arashi, "Kau tidur sambil berjalan dan anehnya kau sampai bisa naik ke atas atap..."


"Eehh...!!!!!" Yuuki terkejut pada penjelasan Arashi itu.


Masamune berbisik, "Kenapa kau membohonginya?"


"Yah, karena dia akan terus bertanya bila belum mendapatkan penjelasan..." jelas Arashi dengan menguap lagi.


"Apa benar aku tidur sambil berjalan, papa?"


"Yap..."


"Aku tidak percaya bisa naik ke atas sambil tidur!! Ceritakan padaku bagaimana aku bisa melakukannya papa!!"


"Huuams... aku akan bercerita lain kali saja karena sekarang ini aku masih mengantuk sebab semalaman mencarimu..."


"Benar sekali!!!" Sahut Masamune.


"Eehh...!! Ayolah, ceritakan padaku!!" Yuuki yang penasaran malah makin bersemangat akan tetapi Arashi dan Masamune yang ngantuk enggan menanggapi, keduanya mengabaikan begitu saja dan dengan langkah perlahan bagaikan zombie mereka menuju rumah.


"Ayolah, ceritakan padaku, Papa!! Ya, kalaupun papa tak mau bercerita setidaknya paman Ryuzaki juga tak masalah...!!!" Yuuki terus bertanya akan tetapi tetap diabaikan.


Mereka berdua sampai didepan rumah lalu Arashi pun membuka pintu depan, "Sial, aku ngantuk sekali!!!" Gerutunya.


Pintu rumahpun terbuka dan hal itu membuat Yuuki terkejut karena seisi rumah menjadi sangat berantakan, "Eeehh...!!! Kenapa rumah kita jadi berantakan seperti ini?"


Arashi yang melihat ekspresi Yuuki bergumam dalam hati, "Aku membenci anak kecil!! Karena jika mereka penasaran maka mereka tak akan berhenti bertanya..."


Arashi nggan menjawab dan iapun malah meletakan kepalanya pada sofa lalu menutup mata dan tertidur pulas.


Yuuki beralih menatap ke arah Masamune akan tetapi Masamune langsung menjawab dengan nada agak kebingungan, "Anu... Emm... akupun tak tau apa yang terjadi disini jadi lebih baik kau coba tanyakan pada mereka yang tertidur disana..." ucapnya yang kemudian berlari ke lantai atas lalu masuk salah satu kamar untuk tidur.


Yuuki seorang diri disana menatap semuanya yang masih tidur pulas, "Sebenarnya apa yang terjadi disini?" Pikirnya.


Iapun menatap ke sekeliling dimana banyak sampah makanan berserakan, "Bangun!!!!! Sebenarnya apa yang terjadi disini...!!!!!"


"Gubrak...!!!!!!" Teriaknya dengan menggbrak meja sekeras mungkin.


Semuanya kecuali Arashi terkejut dan langsung saja bangun, "Eeehh...!!!!!" Mereka semua menatap ke arah Yuuki.


"Anu... aku ketinggalan apa semalam?"


Misaki agak jengkel dan iapun mendekat pada Yuuki lalu memukul kepalanya sekeras mungkin, "Tyeng!! Pagi-pagi sudah berisik...!!" Ucapnya yang kemudian duduk lagi.


"Aduh..." Yuuki memegangi kepalanya yang benjol.


"Anu... kak, tadi malam kami mengadakan pesta besar untuk merayakan rumah baru ini..." jelas Yuuka.


"Emm... pesta semalam sungguh menyenangkan..." sahut Yuzuru dengan menganggukkan kepala.


"Aku beruntung tak melewatkan pesta semalam dan ku harap kita mengadakan pesta lagi kapan-kapan..." ucap Isla.


Yuuki yang mendengar penjelasan itu menjadi agak shock, "Hiks... Kalau ada pesta kenapa tidak ada yang membagunkanku..."


"Aku juga ingin berpesta bersama dengan kalian..."


"Huuaawwa..." Iapun menangis dengan kencang karena ketinggalan pesta.


"Eeehh...!!!!" Yuuka, Yuzuru dan Isla kebingungan.


"Sudah, sudah, jangan menangis!!! Semua yang telah terjadi tak akan dapat diulangi..." Hima mencoba menenangkan.


Meskipun begitu Yuuki yang memiliki sifat anak kecil menangis dengan lebih kencang, "Huuwwaah... tidak mau!! Pokoknya aku ingin pesta lagi...!!!!!"


Hima menjadi kebingungan untuk menenangkannya sementara itu Hikari yang nolife terlihat masih mengantuk, iapun terkesan masa bodoh dan bergumam dalam hati, "Kenapa pagi-pagi aku harus terlibat kekacauan seperti ini?"


Yuuki merengek menangis makin keras, "Pokoknya aku mau nangis!!! Aku tak akan berhenti sebelum mendapatkan pesta sama persis dengan semalam...!!!!"


"Huuaawah...!!!!"


Tangisannya yang kencang itupun membuat Misaki yang mencoba tertidur terbangun, "Cih, merepotkan sekali!!" Iapun menatap Arashi yang tidur disofa dengan pulasnya tanpa terganggu oleh kekacauan.


"Bangunlah, sialan...!!!!!!" Misaki menatap tajam lalu menendang perut Arashi dari atas sekuat tenaga, "Jbbuuak...!!!!"


"Uhuk...!!!!" Arashi nampak begitu jengkel akan tetapi Misaki yang marah malah membentak, "Anak-anak itu adalah urusanmu jadi jangan tidur melulu...!!!!"


"Cih..." Arashi berdiri tegak meski perutnya masih sakit, iapun mendekati keempat anak kecil itu, "Aku telah mempertimbangkan apa yang dikatakan 'si jenius' itu!!! Ya, setelah ku pikirkan maka kalian suka tak suka dan mau tak mau harus bergabung dengan Red Eagle..."


"Aku sudah tak tahan lagi didalam mengasuh kalian...!!!!"


"Eeehh...!!!???" Mereka terkejut kecuali Yuuki yang tetap menangis.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 940 : 17 Bencana


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****