Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1148 : Kakak ku!! Bagian 2


Pada akhirnya setelah melalui pertarungan panjang ketiga iblis muda itupun berhasil mengalahkan Aldios 'sang naga lava'


"Huft... huft... huft..." Tuan Kai muda terkapar ditanah sementara itu 'si akhir' mengangkat jasad 'sang naga lava' yang kemudian ia masukan ke dalam peti mati.


"Meski harus membunuhnya tapi kita berhasil mengalahkannya..." ucap 'si akhir' dengan menutup peti mati tersebut.


"Aku tak pernah menyangka Naga Lava bisa sekuat itu..." sahut Tuan Kai muda dengan ekspresi wajah lega.


'Si akhir' tersenyum, "Dia merupakan salah satu kandidat Raja Naga jadi sudah sewajarnya ia kuat..."


"Benar sekali!!" Ucap Tuan Kai dengan memejamkan mata, "Aku lelah sekali!! Setelah ini aku ingin istirahat panjang, makan-makan lalu jalan-jalan.."


"Kalau begitu aku ikut..." ucap 'si akhir' yang kemudian duduk disamping si adik.


"Tap... tap... tap..." Utsugi Reina berlari mendekati keduanya dan ia terlihat sangat senang.


"Kita berhasil mengalahkannya!! Dan juga kalian hebat sekali!!" Ucap perempuan iblis itu dengan semangat.


"Ya..." jawab Tuan Kai muda yang enggan menanggapi karena terlalu lelah.


"Cih, apa-apaan kau ini?" Ucap 'si akhir' dengan ekspresi agak kurang senang, "Kau bahkan tak melakukan apapun dalam misi ini..."


"Hah? Apa maksudmu?" Wajah Reina yang semula senang dan penuh semangat mendadak berubah kesal, "Perlu diingat!! Pertarungan ada diudara dan aku tak melakukan apapun karena aku tak bisa terbang..."


"Kalian pun bisa mengalahkannya karena kalian tipe iblis api dan juga jika kau bertanya apa yang ku lakukan maka aku akan menjawab..."


"Aku telah membereskan segala kerusakan akibat pertarungan kalian!!! Aku lebih berjasa dalam misi ini bila dibandingkan dengan kalian!!" Bentak Utsugi Reina yang emosi karena diremehkan.


"Hahahaha...!!! Jangan buat alasan lagi Reina!! Kau itu tak melakukan apapun dalam misi ini tau!!"


"Apa kau bilang?" Reina makin emosi.


Keduanya akan bertengkar akan tetapi Tuan Kai muda melerai, "Berhenti berdebat!! Misi ini belum selesai sampai kita menyerahkan jasad Naga Lava ke pengadilan Kekaisaran Dewa..."


Keduanya yang berdebat seketika terdiam dan mengakui ucapan Tuan Kai muda ada benarnya.


Ya, setelah menaklukan Naga Lava, mereka bertiga lalu istirahat sejenak dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju negeri para dewa yaitu Aera.


*****


Butuh beberapa hari untuk sampai ke negeri langit itu.


Dan meski waktu yang dibutuhkan sangat lama tapi pada akhirnya mereka bertiga sampai juga dinegeri para dewa.


Ketiganya menjadi pusat perhatian ketika berjalan berdampingan dikeramaian kota.


Tatapan sinis dan penuh kebencian tertuju pada ketiganya, merekapun agak takut melihat iblis-iblis berkeliaran dinegeri para dewa.


Meski dipandang rendah tapi ketiganya mengabaikan semua sorot mata yang mengarah pada mereka.


'Si akhir' yang acuh berkata dengan entengnya, "Ya, seperti biasa!! Tatapan para warga disini tertuju pada kita..."


"Itu mungkin terjadi karena kau yang membawa peti mati!! Ingat juga wajahmu itu menyeramkan dan penuh kesuraman!! Mereka pasti mengangga dirimu monster..." ejek Utsugi Reina.


"Apa!!!" 'Si akhir' agak kesal, "Kau mau berdebat lagi?"


"Apakah yang ku katakan salah?" Reina tak mau kalah.


"Kalian diamlah!!" Ucap Tuan Kai muda dan hal itu sontak membuat keduanya menutup mulut, "Kita tau betul mereka para dewa membenci dan memandang rendah kita yang merupakan para iblis..."


"Anggapan para iblis mengerikan dan berbahaya telah melekat pada pemikiran para dewa..."


"Mereka menganggap kita musuh!! Jadi kakak ku mohon jangan membuat ulah ditempat ini karena hal itu akan semakin merusak citra kita pada mereka..."


"Bahkan ayah bergabung dengan Kekaisaran Dewa untuk mempererat hubungan antara kita dan para dewa..." jelas Tuan Kai.


"Ya, ya, aku mengerti..." jawab 'si akhir' agak kesal.


*****


Mereka bertiga bergerak menuju ke pusat kota meski menjadi tontonan penduduk tempat itu.


"Hah, aku paling malas bertemu dengan mereka..." ucap 'si akhir'


"Selama kakak tak membuat masalah semuanya akan baik-baik saja..." ucap Tuan Kai muda.


"Yap, kau itu memang dibenci oleh mereka jadi kau harusnya sadar diri..." sahut Reina.


"Habisnya Delapan Dewa Penguasa itu menyebalkan sekali!!" 'Si akhir' masih mencoba untuk membela diri.


"Mereka memang menyebalkan akan tetapi kau juga salah karena tanpa pikir panjang memukul wajah mereka!! Dan perlu diingat insiden bokongmu jatuh menimpa kepala mereka adalah salah satu hal yang membuat mereka membencimu..." ucap Reina.


"Cih..."


"Sudahlah!! Yang terpenting kita harus segera melaporkan misi ini lalu segera kembali pulang..." ucap Tuan Kai muda yang kemudian secara perlahan membuka gerbang baja itu dengan mendorongnya.


Mereka bertigapun masuk ke bangunan yang merupakan tempat berkumpulnya para penguasa negeri langit itu.


Delapan Dewa Penguasa dan Dewa Agung yaitu Dewa Kematian berdiri diatas pilar-pilar yang menjulang tinggi lalu ketiganya berdiri dibawah para penguasa itu.


"Kami kembali..." ucap Tuan Kai muda


"Iblis..." gumam salah satu dari Delapan Dewa Penguasa dengan tatapan sinis ketika melihat mereka memasuki ruangan tersebut.


"Tempat suci ini tidak cocok untuk ras kegelapan seperti kalian..." ucap salah satu dari Delapan Dewa Penguasa yang lainnya, "Ada urusan apa kalian menemui kami?"


"Cih..." 'si akhir' merasa kesal karena diremehkan akan tetapi ia menahan diri untuk berbuat onar.


"Tahan emosimu..." bisik Reina yang berada didekatnya itu.


Tuan Kai muda yang lebih bijak dari pada keduanya berkata, "Aku dan kakak ku yang merupakan putra pendiri ras iblis telah selesai menjalankan misi yang kalian berikan..."


"Benar, kami telah menyukseskan misi yang telah kalian berikan..." sahut Reina.


"Dua putra pendiri ras iblis lalu siapa kau?" Tanya salah satu dari Delapan Dewa Penguasa pada Reina.


"Aku adalah anak angkat dari Naga Emas..."


Kedelapan dewa itupun paham pada status mereka bertiga, "Katakan pada kami keberhasilan apa yang telah kalian capai?"


"Cih, menyebalkan!! Kami telah membawa mayat Aldios Sang Naga Lava yang berusaha menyerang Aera ke hadapan kalian..." ucap 'si akhir' dengan sikap tak sopan, iapun melemparkan peti mati yang dibawanya.


"Begitu rupanya..." gumam Sang Dewa Tertinggi, Dewa Agung.


Dewa Agung yaitu Dewa Kematian turun dari tempatnya dan ia berada dihadapan peti mati tersebut.


Dewa Kematian mengangkat tangan kanannya lalu terkumpullah kegelapan pekat, kegelapan pekat itu memadat dan terbentuklah sebuah sabit, "Sllash!!" Iapun mengayunkan sabitnya dan seketika peti mati itu hancur.


Aldios bangkit kembali dan ia menatap kesal pada mereka semua, "Sialan!! Bahkan kalian tak membiarkanku mati dengan tenang!! Apa lagi yang kalian inginkan dari?"


"Kau tak boleh menerima kematian sebelum menerima hukuman dari kami..."


"Sekarang dihadapan pengadilan Delapan Dewa Penguasa, katakan pada kami semua sekutumu dan apa tujuan kalian menyerang Aera?" Ucap salah satu dari Delapan Dewa Penguasa dengan sorot mata tajam.


Lalu dalam hati yang terdalam, 'si akhir' sangat muak saat berada ditempat itu, "Mereka brengsek!! Membangkitkan musuh hanya untuk mengetahui dan mengorek informasi dari mereka adalah suatu hal yang sangat hina..."


"Mereka para dewa bahkan lebih buruk dari kami yang merupakan iblis..." gumam 'si akhir' dalam hati.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1149 : Kebencianku


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Terima kasih atas perhatiannya.


*****