
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Beberapa saat yang lalu setelah ledakan besar dilangit Masamune jatuh terjun ke bawah lalu tak dapat bergerak lagi.
"Ugh!!" Masamune sangat kesakitan meskipun begitu ia tetap berusaha berdiri lagi, "Sialan!! Si iblis cahaya itu tak main-main, ia berniat meledakan semuanya..."
Masamune yang terluka parah berusaha bangkit akan tetapi jatuh lagi karena lukanya yang dalam dan energinya cukup terkuras habis, "Sialan, jika aku tak bergegas pergi maka yang lainnya akan dalam bahaya..." pikirnya yang masih keras kepala mencoba untuk bangkit.
Pada akhirnya setelah berusaha susah payah untuk berdiri lagi Masamune tetap tak bisa hingga akhirnya si anak kecil setengah siluman kelinci hitam mendekatinya.
"Huh? Kak Ryuzaki, mengapa kau ada disini? Dan mengapa kau terbaring ditanah?"
Masamune terkejut, "Isla? Mengapa kau disini?"
"Emm..." Isla kebingungan untuk beralasan, "Yah, tentu saja aku disini untuk mengikuti Turnament Lima Bintang tapi aku terkejut karena para peserta yang lainnya berlarian, memangnya ada apa sih?"
"Jadi kau tak tau, ya?"
"Tau apa kak?" Tanya balik Isla.
Masamune berkata, "Turnament menjadi sangat kacau karena munculnya 'raja iblis'..."
"Eeehh...!!!???" Isla menjadi sangat terkejut, "Aku sama sekali tak tau!!"
"Karena sudah tau maka cepat tinggalkan tempat ini..."
"Baiklah, aku akan pergi!!" Ucap Isla.
"Tunggu dulu, Isla!! Panggilkan ahli medis untukku..."
"Hmm..." Isla yang semula berlari menjauh malah kembali mendekat, "Anu... Kak Ryuzaki, aku bisa meringankan rasa sakitmu dan mungkin saja kau bisa bertambah kuat tapi hanya sementara..."
"Apa maksudmu?"
"Aku memiliki kemampuan memanipulasi ingatan dan aku bisa memberikan padamu ingatan 20 hari dari sekarang yang memungkinkan kau mendapatkan ingatan dari masa depan..."
"Kau bisa memperoleh teknik dan jurus baru lalu dimasa depan kau pasti sudah sembuh jadi rasa sakitmu akan berkurang..."
Masamune terdiam, iapun berfikir antara memanggil ahli medis yang membutuhkan waktu lama dan mengejar 'raja iblis cahaya' yang harus dilakukan secepatnya, "Baiklah, lakukan Isla!! Berikan aku ingatan 20 hari kemudian..."
"Siap...!!!" Isla memegang kepala Masamune dengan dua tangannya, "Tapi ingat kak, ini bukan kemampuan penyembuhan dan juga ingatan dari 20 hari kemudian juga bersifat sementara..."
"Aku mengerti...!!!!" Jawab Masamune singkat.
*****
Kembali ke waktu yang sekarang dimana Masamune menahan pukulan cahaya dari Kamui dengan pedangnya, "Khehehehe... 'sang pahlawan hitam' telah muncul!!!" ucapnya dengan tersenyum menyeringai
Kamui segera melompat ke belakang dan nampak geram dengan keberadaan Masamune, "Cih, jadi kau belum mati juga, ya?"
"Bukannya belum tapi hampir..." ucap Masamune yang kemudian berbalik ke arah Misaki, "Hebat juga kau bisa menahan 'raja iblis'..."
"Hah..." Misaki nampak lega, "Aku hampir mati tau dan juga aku sampai harus menggunakan teknik clon..."
"Ryuzaki, mengapa kau terlihat berbeda sekarang?"
"Hehehehe... aku telah bertambah kuat dan oleh karena itu segera saja kau nonaktifkan kemampuan clonmu itu..."
"Tentu saja!!!"
"Cih, ku harap kau tak menyesal..." Misaki merobek satu lembar kertas yang merupakan satu-satunya kertas yang ada di grimoirenya itu.
Kertas itu bergambar Ashura dan Misaki merobek-robek kertas itu sehingga secara perlahan clon Ashura menghilang.
"Sekarang semuanya tergantung padamu..."
"Khehehe... kau bisa percaya padaku!!" Ucap Masamune dengan tersenyum lebar.
Kamui yang melihat Ashura menghilang malah bertambah geram, "Bukankah lebih mudah melawanku dengan dua orang, apa kau meremehkanku, bocah?"
Masamune menyeringai dengan mengarahkan mata pedang hitamnya ke arah 'raja iblis cahaya' itu, "Aku hanya berfikir 2 lawan 1 terkesan tak adil!! Aku Masamune Ryuzaki akan mengalahkanmu dalam pertarungan 1 lawan satu..." ucapnya dengan penuh rasa percaya diri.
Ia meledakan energi kegelapan dari kedua pijakan kaki dan kegelapan perlahan berubah menjadi pekat mengitari Masamune membungkusnya lalu meledak lagi, "Jubah Raja Kegelapan!!"
Kamui menjadi geram, "Hanya karena kau memiliki pecahan kekuatan Dewa Kematian bukan berarti kau dapat mengalahkanku!!!" Iapun melesat ke arah lawan, mengepalkan tangan yang berlapiskan elemen cahaya dan langsung memukul.
"Jbbllast!!!" Masamune menahannya dengan mudah menggunakan telapak tangannya, "Aku berbeda dari yang sebelumnya jadi kaulah yang jangan meremehkanku..."
Kamui melompat mundur, iapun menembakan laser-laser cahaya dari ujung kedua jari telunjuknya, "Sllash!! Sllash!!"
Masamune menusukan pedangnya ke tanah sehingga tercipta ledakan kegelapan yang menghalau tembakan laser.
"Ada sesuatu yang berbeda darinya tapi itu apa?" Pikir Kamui yang merasakan ada sesuatu yang aneh.
Masamune melesat menerjang ledakan kegelapan itu dan iapun langsung saja menusuk lawan dari arah depan, "...!!!" Kamui terkejut dengan pergerakan lawan apa lagi ujung mata pedang lawan hampir mengenai dadanya, "Sial..." iapun terpaksa menggunakan telapak tangan untuk menahan.
"Jlleebb!!!" Telapak tangan Kamui tertembus pedang.
Masamune dengan sorot mata tajam segera memfokuskan energi kegelapan pada ujung mata pedangnya.
"Serangan dari jarak dekat!!!" Gumam Kamui yang semakin panik, iapun melesatkan hantaman dengan siku tangan kirinya.
"DHHUUAARR...!!!!" Tercipta ledakan kegelapan yang cukup besar.
Kamui berhasil melompat ke belakang dengan kehilangan lengan kanan dan sebuah lubang terlihat didadanya, "Sial, dia melukaiku..." gumamnya.
"Sudah ku bilang aku yang sekarang berbeda..." ucap Masamune dengan berjalan menembus ledakan kegelapan begitu saja.
Kamui menjadi lebih geram dari pada sebelumnya akan tetapi dilain sisi Misaki bisa menghela nafas tenang, "Fiuh, aku tak tau apa yang terjadi pada Ryuzaki tapi kurasa ia akan baik-baik saja..."
Masamune yang mendapatkan ingatan 20 hari dari masa depan merasa agak sombong, "Kemarilah dan hadapi aku dengan seluruh kemampuanmu atau kau akan mati...!!!"
"Ku bunuh kau, bocah!!!!" Teriak Kamui dengan meledakan energi kuat, iapun memulihkan seluruh luka-lukanya dengan kemampuan regenerasi.
"Sllash!!" Dalam sekejap mata saja ia sudah berada didekat Masamune dan langsung tanpa pikir panjang melesatkan cakaran cahaya.
"Shrriing...!!!" Masamune menahan serangan itu dengan sebilah pedangnya yang digenggam menggunakan dua tangan, ia terdorong dari tempatnya berpijak akan tetapi Masamune malah menyeringai, "Khehehe... boleh juga!! Tapi kau tak mungkin bisa mengalahkanku kalau hanya dengan itu!!"
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 968 : Teknik Dari Masa Depan
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****