
Tubuh 'sang raja iblis pelahap' yang bagian atasnya hancur dengan cepat pulih bagaikan waktu yang berjalan mundur.
Iapun terlihat sangat geram, "Kosuke Arashi 'si pengacau'..."
"Khehehe..." Arashi tersenyum lebar, "Siap untuk dihajar lagi?"
"Kau terlalu meremehkanku!! Perlu diingat dalam 5 kali pertemuan, kau hanya menang satu kali..."
Arashi menjawab dengan entengnya, "Maaf saja, pertemuan kita yang terakhir akulah yang menang dan itu akan terus berlanjut sampai pertemuan kita yang selanjutnya..."
"Omong kosong!!" Rafathar yang sudah emosi langsung saja meningkatkan energi dan dari pijakan kakinya muncul kilatan-kilatan petir.
"Elemen petir, ya?" Arashi meningkatkan energi dan juga dari pijakan kakinya muncul kilatan-kilatan petir pula, "Mari kita lihat petir siapa yang lebih kuat!!"
"Sllash!!" Tanpa basa-basi Rafathar melesat bagaikan kilat dan menyerang dengan tendangan.
Arashi yang memiliki insting tajam mampu menghindar dengan menundukan badan dan iapun membalas dengan pukulan dari arah bawah tepat pada dagu lawan, "Jbllast!!"
Rafathar terdorong ke belakang dan jadi agak sempoyongan.
Arashi mengambil kesempatan itu, ia memfokuskan energi pada telapak kaki kanan lalu melesatkan tendangan petir dari arah depan sambil melemparkan semua energi yang terkumpul, "Jbbllast!!"
Bagian perut yang terkena tendangan Arashi hancur dan hal itu membuat tubuh 'sang raja iblis pelahap' terpisah menjadi dua bagian.
"Sialan!!!" Rafathar meringis kesakitan akan tetapi dengan regenerasi supernya ia mampu menyambung dua bagian tubuhnya itu lalu pulih seperti sedia kala.
"Terima ini!!!" Rafathar tak mau kalah, iapun menghentakan kaki kanannya ke depan sehingga tercipta gelombang petir ke arah Arashi.
"Aku juga bisa melakukan hal yang sama..." ucap Arashi yang juga menghentakan kaki kanannya ke depan sehingga tercipta gelombang petir.
"DHUUAARR...!!!" Dua serangan bertipe sama dan sama kuat saling berbenturan dan menciptakan ledakan yang kuat.
"Kurang ajar!!!" Rafathar merasa dipermainkan dan iapun memutuskan menyerang secara langsung saja, "Zink!!" Dengan kemampuan teleport 'sang raja iblis pelahap' menghilang.
Dan mendadak ia muncul tepat diatas Arashi dengan kepalan tangan kanan berkobaran elemen api, "Terima ini!!"
Arashi yang memiliki insting tajam mampu memprediksi datangnya serangan, ia merespon cepat dengan segera melapisi kepalan tangannya menggunakan besi, "Jbbllast!!" Kedua pukulan mereka beradu.
Karena gagal dalam menyerang, Rafathar mengepalkan tangan kiri yang berkobar api lalu memukul lagi.
Dilain sisi, Arashi juga mengepalkan tangan kiri dan memfokuskan energi pada satu titik, "HIIAA...!!!" Ia memukul sambil melemparkan semua energi yang terkumpul sekaligus.
"Jbbllast!!" Keduanya beradu pukulan lagi akan tetapi serangan Arashi terlihat lebih efektif karena mampu menghancurkan lengan kiri Rafathar.
'Sang raja iblis pelahap' yang kehilangan satu lengannya itupun langsung menjaga jarak dengan melompat ke belakang, "Bagaimana mungkin aku kalah darinya dalam hal serangan fisik?" Pikirnya.
Arashi yang merasa unggul tersenyum lebar akan tetapi mendadak Heliel muncul tepat dihadapannya dan melesatkan cakaran berlapiskan kegelapan, "Dark End!!!"
Arashi yang memiliki insting tajam mampu menghindar dengan mudah dan hal itupun membuat Heliel jadi sangat kesal, "Sialan!!!!" Iapun melesatkan serangan secara bertubi-tubi tanpa jeda akan tetapi lagi-lagi Arashi dapat menghindar dengan mudahnya.
"Bagaimana mungkin hal ini terjadi? Padahal dulu kau mudah saja ku kalahkan tapi mengapa sekarang kau jadi sangat kuat seperti ini dan jauh melampauiku...!!!" Teriak Heliel sambil melesatkan serangan.
Sambil menghindar, Arashi tersenyum menyeringai lalu berkata, "Ras iblis memang bertambah kuat dari kebencian akan tetapi kebencian saja tak cukup untuk jadi lebih kuat..."
"Asal kau tau saja, sejak aku kalah darimu aku selalu mengalami kekalahan dan kekalahan lalu hal itu terjadi berulang-ulang hingga bahkan aku bosan..."
"Aku menyadari betapa lemahnya diriku akan tetapi demi mereka yang harus ku lindungi hal aku terus bangkit dan bangkit lagi..."
"Ya, intinya bukan hanya kebencian saja yang bisa mengubahmu jadi lebih kuat akan tetapi rasa ingin melidungi juga mampu membuatmu jadi lebih kuat..."
Ia melesat cepat dan menyerang akan tetapi Arashi mampu mengelak dengan mudah bahkan ia segera mengelak lalu membalas memukul sekuat tenaga pada wajah Heliel, "Jbbllast!!!"
Sang iblis dengan 7 kemampuan itupun seketika terjatuh ke tanah dan tak sadarkan diri.
"Kau memang tak akan pernah mengerti..." ucap Arashi dengan sorot mata tajam.
*
Dilain sisi, 'sang raja iblis pelahap' telah selesai memulihkan diri, "Kurang ajar!!" Ucapnya dengan menatap Arashi.
Rafathar mengepalkan dua tangan, "Krak!! Krak!!" Iapun memukul dengan tangan kanan berlapiskan gempa sehingga tercipta retakan-retakan diudara.
Kemudian ia memukul lagi dengan tangan kiri yang berlapiskan kobaran api, "Jbbllast!!!" Gelombang api penghancur pun tercipta, melesat lalu menghancurkan segala yang dilaluinya hingga jadi debu.
Arashi sedikit terkejut pada serangan super kuat yang mengarah padanya akan tetapi meskipun begitu ia segera menenangkan diri, "Hah..." ia menghela nafas panjang lalu meningkatkan energi.
"Baiklah, aku memikirkan sebuah teknik baru dan akan ku coba sekarang..." pikir Arashi dengan mengarahkan kedua telapak tangan ke depan lalu memfokuskan energi pada satu titik dan kemudian iapun melemparkan semua energi yang terkumpul itu secara bersamaan.
Sebuah gelombang angin melesat cepat lalu berbenturan dengan gelombang api penghancur, "DHHUUAARR...!!!" Serangan Arashi tak berefek.
Gelombang api penghancur pun tetap melesat sangat cepat sehingga menghempaskan Arashi tinggi ke udara.
"Sial, aku gagal!!" Ucap Arashi yang melayang tinggi ke langit.
Dibawah permukaan tanah, 'sang raja iblis pelahap' menatap ke arah Arashi, "Cih, sepertinya ia baik-baik saja..." ucapnya yang kemudian menghilang dengan kemampuan teleport.
"Zink!!" Rafathar muncul kembali diatas Arashi.
"Apa!!!" Arashi terkejut akan tetapi ia terkejut bukan karena munculnya musuh melainkan karena dibelakang punggung Rafathar muncul dua lengan tambahan lalu diatas lengan tersebut ada sebuah Cero berukuran besar.
"HIIAA...!!!!" Rafathar tanpa ragu melemparkan serangan itu.
"Sial..." Arashi tak sempat melakukan apapun sehingga bola energi itupun tepat mengenainya hingga mendorongnya jatuh ke tanah.
"DHHUUAARR...!!!!" Ledakan yang cukup besarpun terjadi.
Sebuah cekungan yang penuh dengan kepulan asap tercipta, serangan itu memang dahsyat akan tetapi Arashi yang cerdik mampu bertahan.
Ia melapisi seluruh tubuhnya dengan kegelapan sehingga baik-baik saja, "Tap... tap... tap..." dengan langkah perlahan Arashi pun keluar dari kepulan asap.
Rafathar yang melihat Arashi baik-baik saja menjadi sangat geram, "Kurang ajar!!"
Arashi tersenyum menyeringai dan mengejek, "Maaf saja, tapi semua usahamu gagal..."
"Kau hanya beruntung..."
Keduanya kembali berdiri tegak saling menatap lalu sebuah hal yang mengejutkan terjadi yaitu beberapa energi kuat melesat lalu jatuh tepat mengelilingi Arashi, "DYYEESS...!! DYYEESS...!!"
Undangan Arashi sampai tujuan dan kini semua 'raja iblis' berkumpul pada satu titik mengepung dirinya.
Arashi yang terkepung berkata, "Kurasa aku benar-benar sial..."
"Bukan sial hanya saja keberuntunganmu telah habis..." ucap 'sang raja iblis pelahap'
Arashi terkepung dan sekarang bagaimana caranya ia bertahan?
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1111 : Dua Pohon