Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1033 : Si Penghancur Vs Si Bumi


Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


"Gyahahaha...!!!" Saburo meningkatkan energi yang sangat kuat, ia menyeringai lalu berteriak, "Ini semakin menyenangkan saja!!!"


"Buatlah aku puas!!!!!" Ia melompat dengan pijakan kaki yang kuat sampai-sampai membekas pada tanah.


Saburo menggenggam erat dua pedangnya dan Guts dari atas menebas, "Cthing!!!!!"


Diudara kapak raksasa dari 'sang raja iblis bumi' ditahan dengan dua pedang oleh 'si tinju penghancur'.


"Gyahahaha...!!!" Saburo terus mendesak akan tetapi tetap saja ia kalah kuat dari hantaman sang raksasa.


'Si tinju penghancur' jatuh ke bawah akan tetapi dengan pijakan yang kuat Saburo kembali melesat ke angkasa, "Sllash!! Sllash!!" Dengan dua pedangnya ia mampu memotong lengan Guts.


"Sialan..." Guts melesatkan serangan balasan dengan menendang Saburo yang melayang diudara, "Jbbuuak...!!" Pria dengan lapisan berlian diseluruh tubuhnya itu terlempar sangat jauh dan berakhir dengan jatuh menimpa sebuah bangunan.


Guts 'sang raja iblis bumi' bergumam dalam hati, "Pertarungan ini telah berjalan cukup lama akan tetapi belum juga menunjukan hasilnya..."


"Ya, dan aku sekarang menyadari bahwa bocah itu akan terus bangkit lagi karena lapisan berlian diseluruh tubuhnya itu..."


"Aku harus menemukan cara menghancurkan lapisan berlian miliknya itu..." pikir 'sang raja iblis bumi'


Tatsumi Saburo bangkit secara perlahan dari reruntuhan bangunan, "Ah, sial!! Ini semakin menyenangkan saja..." ucapnya dengan tersenyum lebar, ia menggenggam erat dua pedangnya lalu kembali berlari mendekati lawan.


"Dia datang!!!" Ucap Guts yang geram, ia memasang kuda-kuda dengan pijakan kaki kuat mengangkat kapaknya ke atas, "HIIAA...!!!!" Ia mengayunkan senjatanya sekuat tenaga begitu Saburo berada dalam jangkauan serangannya.


"DYYEESS...!!!" Tanah berserta puing-puing melayang ke angkasa akan tetapi secara mendadak kapak yang mengenai Saburo itu retak, "KRAK...!!!!"


"Apa!!!!" Guts terkejut.


"Sllash!! Sllash!!" Dari bawah Tatsumi Saburo melesatkan tebasan dan ia berhasil memotong kedua lengan raksasa batu, "Gyahahaha...!!" Dengan tawa lepas ia melompat dan langsung saja menendang wajah raksasa batu itu, "Jbbuuak...!!"


Raksasa batu tanpa dua lengan itupun terjatuh ke belakang lalu menciptakan getaran yang kuat, "DYYEESS...!!" Saburo langsung naik ke tubuhnya lalu menyeret dua pedangnya dari bawah ke atas, "Shhrring...!!!!"


Dengan tekad gilanya Tatsumi Saburo berhasil membelah tubuh raksasa batu itu menjadi dua bagian.


'Sang Raja Iblis Bumi' yang asli muncul dari salah satu bagian tubuh raksasa batu itu, "Gyahahaha...!! Akhirnya kau menampakan wujudmu juga..." ucap Saburo dengan semangat.


Guts menatap tajam, "Awalnya aku mengira kau hanya pengganggu kecil tetapi aku menyadarinya!! Kau adalah bocah yang merepotkan..."


"Gyahahaha...!!"


"Aku tak dapat menghancurkanmu dalam wujud raksasa akan tetapi ku pastikan kau hancur dengan tubuh asliku ini..." ucap Guts yang secara perlahan menarik dua kapak dari punggungnya.


'Sang Raja Iblis Bumi' itupun meningkatkan energi yang sangat kuat sehingga puing-puing banguman melayang ke udara.


"Menarik sekali!!" Tatsumi Saburo malah semakin bersemangat, ia berjalan perlahan mendekat ke pada lawan dengan menggenggam erat pedang ditangan kanannya.


"Sllash!!" Tanpa ragu Saburo melesatkan tebasan akan tetapi serangan tersebut sama sekali tak melukai tubuh 'sang raja iblis bumi' itu.


"Hah?" Tatsumi Saburo terkejut.


Guts menatap tajam, "Dasar bodoh!! Tubuhku ini sangat keras dan apa kau pikir tubuhku sama dengan raksasa batu itu?"


"Sllash!!" Saburo tak peduli dan iapun menebas lagi dengan pedang ditangan kiri meski tak berbekas juga.


Saburo benar-benar tak peduli dan ia tak mendengarkan ucapan lawannya, "Gyahahaha...!!" Ia tertawa lepas dengan terus menebas menggunakan dua pedangnya meskipun hal itu sama sekali tak berhasil melukai lawan.


Guts menjadi sangat geram dan ia merasa diremehkan, "Sialan!! Kau membuatku muak jadi aku akan segera menghancurkanmu..." ia mengambil dua kapak yang ada dipunggungnya.


"Sllash!!!" Guts menebas dada lawan dan meskipun tak berhasil melukai Saburo tapi tetap saja mampu membuatnya terdorong dari tempatnya berdiri semula.


"Gyahahaha...!!" Dengan tawa lepas Saburo malah senang dan iapun membalas tebasan Guts dengan tebasan juga, "Sllash!!" 'sang raja iblis bumi' itu tak terluka akan tetapi ia semakin geram dan balas menebas, "Sllash!!"


Ya, keduanya saling tebas menebas bergantian dan sama-sama tiada yang terluka.


Guts sangat geram karena tak dapat membuat goresan ditubuh Saburo akan tetapi Saburo merasa sangat senang karena lawannya tak terluka.


"Yang benar saja!!!" Teriak 'sang raja iblis bumi' itu yang sudah benar-benar emosi, iapun melesatkan tendangan dari arah depan, "Jbbuuak...!!" Saburo terdorong dari tempatnya berpijak akan tetapi ia baik saja.


Guts menghentakan satu kakinya yaitu kaki kanan ke tanah dengan kuat, "DYYEESS...!!" Dengan kemampuannya mengendalikan bumi ia membuat tanah yang dipijak lawannya amblar ke bawah.


"Hah?" Saburo terkejut dan ia berusaha melepaskan diri karena terus saja masuk ke dalam tanah.


Tetapi Guts segera berlari lalu melesatkan tendangan pada wajah Saburo, "Jbbllast...!!" Saburo terlempar menembus puing-puing bangunan.


'Sang raja iblis bumi' itu segera menancapkan kedua kapaknya lalu meletakan dua telapak tangan pada permukaan tanah.


Ya, lalu secara mendadak puing-puing bergerak menimpa tempat Saburo, ia terkubur dalam gunung puing bangunan.


"Jika aku tak dapat melukai tubuhnya maka akan ku bunuh dia dengan cara lain seperti membuatnya kesulitan bernafas..." ucap Guts dengan menatap tajam ke depan.


Tumpukan puing-puing itupun mengeras akan tetapi secara mendadak berubah menjadi retak, "Krak!! Krak!!"


Guts tau betul bahwa lawannya belum kalah jadi ia sangat waspada, 'sang raja iblis bumi' itupun kembali mengambil dua kapaknya yang tertancap ditanah, "Sial, ku kira bocah itu sudah mati..." gumamnya dalam hati.


'Sang raja iblis bumi' terkejut karena mendadak Saburo muncul tepat dari depan bawah kaki lalu melesatkan pukulan pada dagunya, "Jbbuuak...!!" Ia jadi sempoyongan tetapi Guts mampu mempertahankan pijakannya.


"Gyahahaha..." Saburo belum berhenti, iapun melesatkan pukulan bertubi-tubi pada perut lawan dan terakhir menendang perutnya dari arah depan.


Guts terdorong ke belakang akan tetapi ia masih berdiri tegak, "Ini makin menyenangkan saja..." ucap Saburo.


'Sang raja iblis bumi' geram akan tetapi ia berkata, "Ya, ini makin menyenangkan akan tetapi aku akan segera menghabisimu..." iapun maju ke depan lalu menebas, "Sllash!!" Serangannya tak mampu menggores lapisan berlian pada tubuh Saburo.


"Sllash!!" Saburo membalas dengan menebas Guts dan 'sang raja iblis bumi' itupun juga sama sekali tak terluka.


Keduanya sekali lagi saling tebas menebas tetapi sama-sama tiada yang terluka lalu setelah berulang kali menyerang baik Guts dan Saburo menjaga jarak.


'Sang raja iblis bumi' itu berteriak, "Kau membuatku muak!!! Akan ku akhir pertarungan ini dengan kekuatan penuhku...!!!!"


"DYYEESS...!!!" Iapun meledakan energi yang sangat kuat lalu menatap tajam, "Mode : Devil"


Ya, pada akhirnya 'sang raja iblis bumi' akan menggunakan wujud sebenarnya dan bagaimanakah cara Saburo menghadapinya nanti?


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1034 : Pukul


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****