
Rikie yang melakukan fusion dengan Yuuka dan Yuuki menggendong Mizorogi yang terluka parah sementara itu Yuzuru dan Hinowa berlari dibelakangnya.
"Apa Arashi-senpai akan baik-baik saja?" Ucap Hinowa dengan menghentikan langkah kakinya dan menatap ke belakang, ia yang mampu merasakan energi kuat sedang saling beradu terlihat sangat khawatir.
Yuzuru menggenggam tangan Hinowa dan tersenyum lebar, "Emm... papa akan baik-baik saja karena dia adalah papa dan papa itu kuat..." ucap gadis kecil itu yang mencoba menghibur.
Hinowa tersadar bahwa kekhawatirannya hanya akan menjadi beban pikiran, "Kau benar!! Arashi-senpai pasti akan menang..." ucapnya pada Yuzuru.
Rikie yang mendengar percakapan keduanya bergumam dalam hati, "Aku tak bisa berbuat apapun karena lawannya adalah 'raja iblis'..."
"Menurut rumor yang beredar satu 'raja iblis' setara dengan 3 Penjaga yang artinya saat ini Arashi-senpai yang bertarung melawan 3 'raja iblis' sama dengan bertarung melawan 9 Penjaga..."
"Cih, aku membenci keadaan ini tapi kurasa Arashi-senpai mustahil untuk menang..." pikir Rikie yang kesal pada dirinya sendiri yang lari dari pertarungan, ia merasa dirinya sangat lemah.
Ketiganya berlari menjauh lagi akan tetapi dalam rencana kabur itu mereka berpapasan dengan para peserta Turnament Lima Bintang yang bergerak menuju pertarungan.
"Hey, kalian mau kemana?" Teriak Hinowa.
Mereka terus berlari akan tetapi salah satu peserta menghentikan langkah kakinya dan berkata, "Disana ada 'raja iblis' yang kuat dan hebat jadi jika kami berhasil mengalahkan mereka pasti seluruh dunia akan mengakui kami..."
"Kami berjumlah banyak jadi kami pasti menang..." ucapnya dengan berlari lagi.
"Dasar bodoh!!!!!" Teriak Rikie yang kesal pada keputusan mereka.
*****
Ditempat pertarungan yang sedang berlangsung, Arashi mengalami situasi yang sangat sulit karena tiga raja iblis telah berkumpul kembali dan berdiri tepat dihadapannya.
"Hahahaha... tak ku sangka kau bisa terluka separah ini, Kamui..." ejek Venom.
"Berisik!! Bukankah sebelumnya lenganmu juga putus?" Bentak Kamui yang kesal, iapun terus memulihkan diri dengan kemampuan regenerasi.
Venom malah menyeringai, "Ya, bocah itu memang berhasil memotong lenganku dan hal itu makin membuatku semangat!! Aku sangat bersemangat untuk membunuhnya!!"
"Aku tak akan membiarkan kau melakukan hal itu karena akulah yang akan membunuhnya dengan tanganku sendiri...!!!" Teriak Kamui yang telah pulih.
Karma 'raja iblis petir' menjadi agak jengkel pada perdebatan keduanya, "Bodoh, sudah ku bilang hati-hati dan jangan meremehkannya..."
Arashi memanfaatkan kesempatan disaat ketiga lawannya sedang bicara, "HIIAA...!!!!!!" Iapun meningkatkan energi.
"...!!" Ketiga 'raja iblis' itu terkejut dan langsung menjaga jarak.
Kegelapan meledak dari kedua pijakan kaki Arashi lalu menyebar ke segala arah, "Ya, dengan begini area ini menjadi milikku dan aku bisa lebih unggul..." pikirnya.
Venom yang berdiri diatas batu berteriak, "Siapa cepat dia dapat!!!!" Iapun langsung saja melesat dari tempatnya berpijak dan langsung saja memukul dengan kepalan tangan super besarnya.
Arashi melapisi tangan kanan dengan elemen kegelapan dan mengangkat bongkahan tanah untuk dijadikan dinding pertahanan, "DHUUAARR...!!" Dinding pertahanan itu hancur sekali pukul akan tetapi cukup untuk memperlambat pergerakan lawan.
"Kena kau!!" Ucap Arashi dengan memfokuskan energi pada ujung jari telunjuknya dan menembakan laser, "Sllash!!"
Serangan itu mengarah tepat pada kepala Venom akan tetapi dari arah yang lain Karma juga menembakan tembakan petir, "DHUUAARR...!!" Tembakan laser Arashi gagal mengenai sasaran karena berbenturan dengan tembakan petir.
"Sudah ku bilang hati-hati..." ucap Karma.
"Hahahaha...!! Aku tau!!" Jawab Venom dengan tertawa lepas.
Kamui 'sang raja iblis cahaya' yang telah pulih sepenuhnya melesat dengan cepat secara zig-zag, "Kau tak akan bisa mengimbangi kecepatanku, bocah..." ucapnya yang melesat mengelilingi Arashi.
Secara mendadak Kamui terjatuh ke tanah, "Apa!!!!"
"Bodoh!! Aku menyelimuti tempat ini dengan kegelapan yang artinya iblis tipe cahaya seperti tak akan bisa bergerak bebas..."
"Singkatnya aku menarikmu ke bawah dengan kegelapan yang ada dipermukaan tanah..." ucap Arashi yang kemudian melesat ke arah Kamui dan langsung menendang kepalanya, "Jbbuuak...!!!"
Si iblis cahaya itu terhempas jauh akan tetapi Karma 'sang raja iblis petir' giliran beraksi.
Ia melesat tinggi ke atas, "Jika kau bisa menarik ku ke bawah dengan kegelapan maka aku hanya perlu pergi ke atas tinggi-tinggi sampai berada diluar jangkauan kemampuanmu itu..." ucapnya dengan meningkatkan energi dan dari seluruh tubuhnya meledakan elemen petir.
Iapun mengarahkan telapak tangan ke bawah, "Cobalah atasi ini..."
"Sllash!!!" Karma menembakan kilatan petir yang luar biasa besar.
Arashi menatap tajam dan mengangkat kedua tangannya yang terlapisi elemen kegelapan lalu secara perlahan menyerap serangan itu.
Karma 'sang raja iblis petir' yang melihat hal itu dari atas berkata dengan datar, "Luar biasa sekali!! Dilihat dari caranya bertarung bocah ini sangat berpenglaman..."
"Akan tetapi saat ini lawannya adalah 3 'raja iblis' jadi cepat atau lambat ia pasti akan tumbang..." gumam 'sang raja iblis petir' itu dalam hati.
"...!!!" Dengan instingnya yang tajam mendadak Arashi terkejut ketika merasakan sebuah energi terkumpul.
"Hahahahaha...!!!" Ya, Venom mengarahkan dua telapak tangannya ke depan lalu memusatkan energi pada satu titik lalu mulai terbentuklah sebuah Cero, "Aku jarang sekali menggunakan cero jadi bersiaplah, bocah!!"
Cero itu perlahan membesar dan semakin besar hingga ukurannya berubah menjadi raksasa.
"Gawat!! Mengatasi serangan sebesar itu tak akan mudah..." ucap Arashi yang bersiap menghadapi serangan dari Venom, iapun mengarahkan dua telapak tangan ke depan dan menciptakan dinding kegelapan.
"Hahahaha...!!!" Dengan tawa lepasnya, Venom menembakan cero tersebut.
"WUUSS...!!!" Serangan itu melesat tak terhentikan membekas dipermukaan tanah akan tetapi begitu menyentuh dinding kegelapan secara perlahan terserap.
"Aku berhasil!!" Gumam Arashi dalam hati.
Tetapi dari atas Karma menembakan petir pada saat cero itu diserap, "Sllash!!!!"
"DHUUUAAARR...!!!!!" Sebuah ledakan yang luar biasa besar tercipta dan memporak-porandakan daerah sekitar, Arashi terkena telak serangan itu.
Ia terlempar sangat jauh jatuh menimpa pepohonan, "Sialan, aku kehilangan kedua lenganku..." ucapnya yang segera berdiri dan memulihkan kedua lengannya dengan kemampuan regenerasi iblis.
"Sllash!!" Disaat yang tak tepat Kamui muncul dari arah samping dan langsung melesatkan tendangan secepat cahaya.
Arashi terkejut dan tak sempat menghindar, "Jbbllast...!!!!" Iapun kembali terlempar sangat jauh lagi.
"Hah... hah... hah..." nafas Arashi tak beraturan dan mode iblisnya perlahan hilang akan tetapi ia berusaha berdiri lagi.
"Khehehe...!!!" Kamui muncul dan langsung menembakan laser pada kedua kaki Arashi, "Sllash!! Sllash!!" Dua tembakan laser itu melubangi paha Arashi dan sekali lagi membuatnya terjatuh ke tanah.
Tak butuh waktu lama ketiga 'raja iblis' itu sudah berdiri dihadapan Arashi, "Mau sekuat apapun dirimu melawan 3 Raja Iblis sekaligus adalah sebuah tindakan yang gila..."
"Tapi ku akui perlawananmu sungguh luar biasa, bocah..." ucap Karma 'sang raja iblis petir'
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 957 : Bantuan