
Tatsumi Saburo mendadak muncul dimedan perang dan ia langsung menahan serangan cakaran dari sang gagak raksasa.
"Gyahahaha...!!!" 'Si tinju penghancur' itu masih tertawa lepas dan berkata dengan entengnya, "Akhirnya aku sampai juga...!!!"
Iapun mencengkram cakar sang gagak raksasa dengan kedua tangannya lalu mengangkatnya dan kemudian membantingnya berulang kali ke samping kanan dan kiri, "Jbbuuak!! Jbbuuak!!"
"Gyahahaha...!!" Tatsumi Saburo tertawa lepas dan memperlakukan monster itu bagaikan mainan saja.
Tatsumi Saburo melemparkan tubuh sang gagak raksasa itu ke tanah dengan keras, "DYYEESS...!!" Burung besar itupun terlihat sangat kesakitan dan berusaha bangkit lagi.
Saburo segera melompat dan menendang kepala sang gagak raksasa, "Jbbllast!!" Makluk itupun jatuh tersungkur tak sadarkan diri, ia bahkan tak bergerak lagi.
Perbuatan Saburo itupun membuat semua pasukan bangsa siluman sontak terkejut, "Yang benar saja!!"
"Dia mati!!"
"Pria itu membunuhnya!!"
"Gyahahaha...!!!" Saburo yang merupakan maniak dalam pertarungan tertawa lepas dan hal itu memicu Sphinx marah padanya.
Makluk mitologi mesir itupun melesat ke arahnya dan langsung saja melesatkan tendangan dengan kaki kanan bagian depan, "Jbbllast!!"
Saburo terlempar akan tetapi ia segera berdiri lagi dan malah tertawa lepas, "Gyahahahaha...!!!" Pria dengan lapisan berlian diseluruh tubuhnya itu menarik dua buah pedang besar yang ada dipunggungnya dan langsung saja berlari ke arah Sphinx.
"Aku tak tau makluk apa dirimu itu akan tetapi buat aku puas...!!!!" Teriak Saburo dengan berlari lalu melesatkan tebasan secara menyilang, "Sllash!!"
"Cruat!!" Makluk mitologi mesir itupun terkena tebasan pada bagian wajah dan mengeluarkan banyak sekali darah.
"WOOAARRGH...!!!" Sphinx meraung dan ia terlihat sangat marah atas apa yang dilakukan oleh Saburo.
Tak hanya Sphinx tapi Kraken dan Cerberus sekarang telah berada dihadapan pria yang terlapisi seluruh berlian ditubuhnya itu. Meski ketiganya adalah monster tapi mereka bertiga mampu merasakan aura mengerikan dari Saburo yang membuatnya lebih berbahaya dari monster itu sendiri.
"GYAHAHAHAHA...!!!" Saburo tertawa lepas dan mulai menggila dalam pertarungannya melawan tiga monster itu, "Buat aku puas...!!!!" Teriak Saburo yang tanpa ragu berlari maju.
Ia melesatkan tebasan pada Kraken dan serangannya itu mampu melukai sang monster lautan meski tak berakibat fatal, "Gyahahaha...!!!" Sang Kraken mencoba melilitinya dengan tentakel-tentakelnya akan tetapi Tatsumi Saburo segera melompat ke belakang.
Cerberus segera menerkamnya dari arah samping lalu membantingnya berulang kali ke tanah dan berusaha mencabik-cabiknya akan tetapi serigala berkepala tiga itu bahkan tak mampu menggores lapisan berlian diseluruh tubuhnya itu.
Sebagian badan Saburo berada dimulut Cerberus akan tetapi ia baik-baik saja dan bahkan tertawa lepas, "Gyahahahaha...!!!!" Dengan kedua tangannya iapun berusaha melepaskan diri dari mulut Cerberus.
Cerberus segera meraung sehingga membuat Saburo terhempas, "Gyahahaha...!!!" Dengan tawa lepas ia mampu menjaga keseimbangan dan tetap berdiri tegak.
Sphinx membuka mulutnya lalu terciptalah bola energi petir dan makluk itupun tanpa ragu menembakannya, "WUUSS..."
Serangan itupun melesat akan tetapi Saburo malah menancapkan kedua pedangnya pada permukaan tanah dan dengan tersenyum menyeringai menangkis serangan tersebut dengan mengarahkan dua telapak tangan ke depan.
Ia terdorong ke belakang akan tetapi dengan pijakan kaki yang kuat pria dengan lapisan berlian diseluruh tubuhnya itupun mampu menahan serangan yang datang dan bahkan mampu melemparkan serangan tersebut ke angkasa, "DHHUUAARR...." ledakan yang kuat tercipta diudara dan hal itupun membuat semua pasukan bangsa siluman terkejut dengan mata menganga.
Siluman elang yang sebelumnya telah dijatuhkan perlahan bangkit, "Bantuan telah datang dan tiada alasan lagi untuk ragu!!"
"Semuanya serang!!!!" Teriaknya dengan lantang.
Pasukan bangsa siluman yang sebelumnya ragu mendapatkan kembali semangatnya dan merekapun bergerak kembali maju untuk berperang, "HIIAA...!!"
"Hancurkan mereka!!!"
Sepak terjang dan aksi gila Saburo telah mengembalikan semangat pasukan bangsa siluman yang sebelumnya hampir padam.
"Tap..." dengan pijakan perlahan Tsuruna memasuki medan perang, ia tersenyum tipis, "Dasar!! Aku tak pernah menyangka bahwa perbuatan gila dari Saburo berdampak baik bagi semua orang..."
Ya, dua anggota Red Eagle telah memasuki medan perang.
Kemunculan mereka berdua itu berdampak baik dan sedikit demi sedikit mampu memukul mundur pasukan musuh.
Diatas punggung gajah raksasa.
Komandan tertinggi perang yang merupakan siluman tikus tua nampak terkejut setelah melihat keadaan berbalik, "Luar biasa!! Padahal jumlah kita hanya 1.700 orang akan tetapi mampu mendesak pasukan musuh!! Ini benar-benar diluar dugaan..."
Tuan Kaizo yang merupakan pemimpin dari Lembah Pemempa Pedang berkata, "Ini memang sebuah keajaiban dan ku yakin jika keajaiban ini akan mengantarkan kita pada kemenangan..."
"Ya..." jawab sang siluman tikus tua.
Alur perang perlahan berubah akan tetapi dari pihak musuh juga tak mau kalah dan merekapun mengerahkan seluruh kemampuan yang dimilikinya sehingga secara perlahan pasukan musuh mampu menghalau kekuatan pasukan bangsa siluman.
Tetapi disaat yang tak terduga sebuah keajaiban yang lainnya kembali muncul karena mendadak sebuah bantu tiba.
Sebuah naga mekanik terbang diudara dan iapun membombardir pasukan musuh dengan dua meriam diatas sayapnya.
"DHUUAARR...!!"
"Apa-apaan itu!!!"
"Itu adalah robot naga!!" Baik pasukan musuh ataupun pasukan bangsa siluman terkejut pada kemunculannya.
Diatas robot naga itu ada si pengguna yang merupakan seorang gadis muda dan ia adalah anggota Red Eagle yaitu Otogahara Asuka.
Selain Asuka diatas punggung robot naga itu ada beberapa anggota Red Eagle yang lain dan mereka adalah Nagata Hayate, Hamura Fuyuki dan Shinomiya Yuza.
"Siapa mereka?" Ucap komandan pasukan siluman dan pemimpin dari Lembah Penempa Pedang.
"Tap... tap..." beberapa orang mendaratkan kaki secara perlahan diatas punggung gajah raksasa itu.
"Mereka adalah murid-muridku..." jawab salah satu pengajar Red Eagle, Hoshimiya Gingga 'sang raja kegelapan'
Pemimpin bangsa siluman dan pemimpin Lembah Penempa Pedang itupun mengalihkan pandangan mata mereka yang semula menatap ke medan perang kini beralih pada beberapa orang yang naik ke atas punggung gajah.
Ya, mereka adalah Otogahara Shizuka, Kusaka Hikaru, Nohara Shinosuke, Nagata Kagami 'si pembawa badai' dan Takagiri Akahoshi 'Sang Pewaris Naga Emas'
"Siapa kalian?" Tanya Tuan Kaizo.
"Kami adalah Red Eagle..." jawab Hikaru-senpai.
"Oh, jadi kalian rekan 'si pengacau' itu, ya?" Ucap Tuan Kaizo.
"Benar..." jawab Shizuka-senpai dengan mengangguk.
Shinosuke-senpai berkata, "Ku ucapkan terima kasih pada kalian semua karena telah mau membantu kami merebut kota tempat tinggal kami..."
"Tak perlu berterima kasih, kami juga berhutang budi pada Tuan Muda Senju Rain..." jelas siluman tikus tua dari pulau abad.
"Tap... tap... tap..." Takagiri Akahoshi melangkahkan kaki secara perlahan maju lalu melompat turun dan iapun berteriak dengan lantang, "Serahkan saja semuanya ditempat ini pada kami!!!! Kalian majulah!!!!"
Anggota Red Eagle yang terbang diatas punggung robot naga, Tsuruna dan Tatsumi Saburo menjawab dengan serentak, "Siap...!!!!!" Merekapun bergegas maju memasuki kota.
Ya, anggota Red Eagle yang tersisa telah muncul dan mereka telah siap berperang...!!!!
*
Sementara itu.
Anggota Red Eagle yang sudah berada didalam kota Kronoz mulai melakukan perburuan besar-besaran.
Merekapun mengalahkan setiap iblis ataupun kriminal yang ada didalam kota Kronoz.
Lalu disalah satu tempat yaitu disebuah gang-gang sempit yang dikanan dan dikirinya berdiri gedung-gedung tinggi terdapat dua kapten Red Eagle yang sedang dalam kepungan beberapa petarung dari pihak musuh.
Dua kapten tersebut adalah Aogami Ritsu dan Toushirou Yuri.
Mereka berdua berdiri saling membelakangi.
"Sial, tak ku sangka musuh memiliki orang-orang tangguh seperti mereka..." ucap Ritsu.
Yuri terlihat geram, "Tak perlu terkejut seperti itu!! Mereka adalah para tahanan Arkstrem yang sengaja direkrut oleh pihak musuh..."
"Mereka kriminal jadi wajar saja mereka kuat..."
"Ya, mereka memang kuat akan tetapi ini rumah kita jadi kita tak boleh kalah..." ucap Ritsu.
Yuri tersenyum, "Benar, kita tak boleh kalah!!! Mari tunjukan kekuatan kita berdua, sobat!!!!"
"Tentu saja!!!" Jawab Ritsu dengan tersenyum menyeringai.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1098 : Dua Kapten Red Eagle Vs Dua Raja Iblis II