
"Akhirnya setelah sekian lama aku bisa duduk disinggasana sang penguasa dunia!!!"
"Jlleebb...!!!" Secara mendadak sebuah pedang menusuk 'si akhir' dari belakang dan menembus hingga dadanya, "Uhuk..." iapun memuntahkan darah dan melirik ke belakang punggung, "Sialan..."
Ya, orang yang menusuknya adalah Ryusuke, "Aku akan membunuh iblis dengan segala cara meski secara licik sekalipun karena aku sangat membenci iblis..." ucapnya dengan sorot mata tajam, iapun melapisi pedang yang menusuk si iblis dengan kobaran api dan semakin membuatnya kesakitan.
"AAAARRRRGGGHH...!!!!!" Iblis itupun mencengkram pedang Ryusuke dengan kedua tangannya lalu mendorong kembali ke belakang agar lepas.
Tetapi Ryusuke dengan sorot mata tajamnya terus saja menekan, iapun bahkan meningkatkan energi yang ada pada pedangnya.
Kobaran api seakan melesat ke atas hingga menembus atap bangunan, "Sialan..." ucap 'si akhir' yang tak berdaya dan ia mencoba berkonsentrasi lalu mendadak meledakan energi api yang luar biasa kuat dari seluruh tubuhnya
"DHUUAARR...!!!" Ryusuke dengan cepat menarik pedangnya lalu menjaga jarak, iapun tetap waspada.
Dari kepulan api ledakan itu 'si akhir' berjalan dengan pelan untuk keluar, "Sialan, tak ku sangka ada yang akan menyerangku saat aku lengah..."
Ryusuke tanpa basa-basi tak memberikan kesempatan bagi lawannya, iapun menarik satu pedangnya lagi lalu melesat secepat hembusan angin, "Sllash!!" Ia menebas secara langsung dengan dua pedang yang masing-masing berlapiskan angin pemotong dan api.
"Cthing!!!!" 'Si Akhir' menangkis serangan itu dengan cakaran tangan kanan, ia yang mampu merasakan aura membunuh dari Ryusuke menjadi lebih serius, "Siapa kau? Kau bukanlah dewa jadi siapa kau sebenarnya?"
Ryusuke menjaga jarak dengan melompat ke belakang, ia tak menjawab pertanyaan dari lawannya, "Kau tak perlu mengenalku..." ucapnya dengan menebaskan pedang angin.
Tetapi 'si akhir' hanya berdiri tegak karena serangan itu tak berpengaruh padanya, "Sialan, jawab pertanyaanku, bocah!! Siapa kau?"
Ryusuke tak menjawab dan ia sama sekali tak gentar meski lawannya adalah iblis terkuat, "Aku sangat membenci iblis..." ucapnya dengan meluapkan energi yang luar biasa hebat.
Tatto yang merupakan senjata iblis yang ada dibahu kanan menyebar ke seluruh tubuh lalu perban yang ada tangan kirinya mendadak lepas sehingga nampaklah lengan iblis api miliknya.
'Si Akhir' malah tersenyum menyeringai, "Hoho... rupanya bukan bocah biasa, dia memiliki senjata iblis berupa tatto dan lengan iblis api yang sepertinya sangat kuat..." gumamnya dalam hati yang jadi bersemangat.
"Baiklah, tunjukan kekuatanmu, bocah!!" Ucap 'si akhir' dengan tersenyum lebar.
Dengan sekejap saja dan bagaikan hembusan angin, Ryusuke melesat dan menyerang langsung dari arah samping, iapun memfokuskan seluruh energinya pada dua bilah pedang yang ia genggam dan menebas, "Sllash!!!!"
'Si Akhir' menyadari pergerakan lawannya, iapun tersenyum lebar dan menghindar dengan cara menunduk, "Boleh juga..." ucapnya yang terlihat senang ketika mengetahui serangan tersebut memotong bangunan yang ada dibelakangnya.
Ryusuke melompat agak menjauh, iapun mengangkat dua pedangnya tinggi-tinggi lalu menebas secara vertikal, "Sllash!!!" Angin pemotong dan kobaran api melesat.
"Serangan yang sama, ya?" Ucap 'si akhir' dengan tersenyum lebar, iapun menyiapkan kuku cakaran tangan kanan dan menyerang, "Sllash!!"
"Shrriing...!!!" Serangan mereka berdua berbenturan, Ryusuke dengan tatapan datarnya terlihat kesal sementara itu lawannya tersenyum lebar dan malah senang.