
Silka telah mati lalu potongan kepalanya dilemparkan dan jatuh tepat dihadapan Tesla.
"Kurang ajar!!! Kalian tak bisa diampuni!! Kalian lebih buruk dari pada iblis...!!!" Teriak Tesla penuh emosi.
Setelah gravitasi jadi sangat berat mendadak saja semua puing-puing jadi terangkat ke udara.
Tetapi meskipun begitu keempat kapten Red Eagle tetap berdiri tegak tanpa terkena dampaknya, Tesla secara perlahan berdiri tegak dengan tangan kanan membawa potongan kepala rekannya, "Mari tunjukan kekuatan kita..."
"Mari binasakan mereka..." iapun membuka mulutnya lebar-lebar dan menelan kepala Silka dengan sekali lahap.
"...!!!!" Keempat kapten tersebut terkejut dengan apa yang dilakukan Tesla.
"Kalian membuat pilihan yang salah..." mendadak saja tekanan energi Tesla berubah menjadi sangat kuat, "Bagi iblis memakan sesama iblis tak boleh dilakukan dan kenyataan bahwa kami dapat bertambah kuat dengan memakan sesama iblis terus dirahasiakan hingga hal itu menjadi sesuatu yang tabu untuk dilakukan..."
Mendadak saja muncul delapan sayap dibelakang punggung Tesla dan muncul dua tanduk tambahan dikepala sang iblis gravitasi itu.
Keempat kapten itu sekarang menjadi lebih waspada dari pada sebelumnya karena merasakan tekanan energi Tesla yang berubah drastis menjadi 10X lipat.
Tesla memperkuat pijakan kedua kakinya lalu melesat sangat cepat dengan kepakan delapan sayapnya, "HIIAA...!!" Ia berdiri tepat dihadapan Shirou dengan mengepalkan tangan kanannya.
"20 ton!!" Shirou buru-buru menancapkan pedangnya ke tanah.
Tesla melapisi kepalan tangannya dengan gravitasi lalu memukul pedang Shirou, "Jbbllast!!!" Shirou berserta pedangnya yang memiliki berat 20 ton terhempas jauh.
"...!!!" Ketiga kapten yang lainnya terkejut dan memilih melompat ke belakang menjaga jarak dari sang iblis.
"Kalian tak bisa lari..." ucap Tesla dengan sorot mata tajam, ia lalu mengincar Yuri dan dengan sekejap mata saja dapat berpindah tepat dihadapan Yuri.
Tesla tanpa ragu melesatkan pukulan berlapiskan gravitasi akan tetapi Yuri menahan dengan telapak tangan kirinya, "Jbbllast!!" Yuri terlempar dan terlihat potongan tangan kirinya jatuh ditanah.
"Yuri!!!!" Teriak Ritsu yang ada dikejauhan.
"Jangan kehilangan fokus atau kau akan mati!!" Bentak Kiba.
Ritsu sontak terdiam dan setuju pada apa yang dikatakan rekannya, keduanya berdiri tegak bersebelahan dan bersiaga.
Tesla beralih menatap keduanya dengan sorot mata tajam, "Tenang saja Silka, akan ku balaskan dendammu pada mereka..." iapun meningkatkan energi dan memfokuskan energi pada ujung keempat tanduknya.
Ya, cero berukuran besar tercipta.
Kiba berkata, "Dia berniat memisahkan kita..."
"Ya, itu artinya dia mengakui bahwa tak mampu mengalahkan kita berdua bila melawannya bersamaan..." jawab Ritsu.
"Aku sependapat..."
"WUUSS..." Cero ditembakan.
Kiba memusatkan energi pada pedang hitam yang terlapisi oleh pusaran angin dan menebas, "Sllash!!" Sebuah tornado melesat menghalau tembakan cero itu sehingga arah tembakan berubah.
"DHUUAARR...!!" Cero itupun meledak disuatu tempat.
Kiba dan Ritsu waspada, "Dimana dia?" Pikir keduanya yang tak melihat keberadaan musuh.
Mendadak Tesla jatuh dari langit dengan pijakan kuat, "DYYEESS..." Kiba melompat ke samping kanan sementara Ritsu melompat ke kiri.
"Celaka!! Dia berhasil memisahkan kita..." pikir keduanya.
Tesla memusatkan energi pada ujung jari telunjuk tangan kanan dan menembakan laser ke arah Kiba, "Sllash!!" Kiba menangkis dengan menyilangkan kedua pedangnya meskipun begitu ia terus saja terdorong ke belakang.
Ritsu tak tinggal diam, ia melesat ke arah musuh lalu menusuk perut musuh, "Jlleebb..." Tesla yang sedang berfokus pada Kiba lengah dan ia terkena serangan telak.
"Ugh!! Sial, gravitasinya membuat aku tak dapat bergerak..." gumam Ritsu.
Tesla mencabut pedang Ritsu yang tertancap pada perutnya kemudian melemparnya jauh-jauh, "Ini sakit sekali!!" Ucap Tesla meski ia mulai beregenerasi.
Dengan langkah perlahan Tesla berjalan kepada Ritsu yang terjatuh ditanah karena kuatnya gravitasi, iapun menatap remeh Ritsu dan berkata, "Dengan gravitasi yang sangat kuat tiada orang yang menyelamatkanmu sekarang ini..."
"Aku akan menghabisimu sekarang..." ucapnya dengan mengangkat tangan kanan ke atas berniat menusuk Ritsu.
Ritsu yang tak mampu bangkit menjadi sangat geram tetapi mendadak saja langit berubah menjadi gelap gulita dan sebuah kilatan petir melesat dari angkasa, "Sllash!!"
Petir tersebut tepat mengenai Tesla yang sedang mengangkat tangannya, "ARRGGH...!!" Tesla kesakitan dan hal itu membuat gravitasi yang begitu kuat hilang.
Ritsu segera melompat ke belakang dan mengambil pedangnya kembali, "Tap..." Kiba, Shirou dan Yuri melompat dan berdiri disampingnya.
"Terima kasih, petir milikmu benar-benar menyelamatkanku..."
"Ya, tak masalah..." jawab Kiba.
Yuri yang kehilangan satu lengannya berkata, "Aku punya kabar buruk teman-teman..."
"Apa itu?" Tanya Shirou.
"Lukaku terlalu parah jadi aku tak bisa bertarung lebih lama lagi..." jelas Yuri dengan memegangi lengannya yang hilang.
"Tak masalah, itu artinya kita harus segera mengalahkannya..." ucap Ritsu.
"Ya..." jawab Kiba dan Shirou serentak.
Serangan petir dari Kiba tak terlalu berpengaruh pada Tesla dan kini ia sangat geram pada keempatnya yang sekarang ini berkumpul, "Sialan!!! Tak akan ku ampuni kalian!!"
Yuri berlari maju dibagian paling depan dan berteriak, "Ayo...!!!!" Ketiga rekannya mengikuti dari belakang.
Tesla mengepakan delapan sayapnya sehingga tembakan-tembakan laser yang tak terhitung jumlahnya melesat, "Sllash!! Sllash!!"
Yuri meningkatkan energi dan memfokuskan energi tersebut pada sebilah pedang yang ia genggam dengan satu tangannya, "Akan ku gunakan semua energiku sekaligus..."
Ia mendadak berhenti dan memperkuat pijakan kedua kakinya, "HIIAA...!!!"
"Sllash!!" Yuri menebas dan gelombang es yang sangat besar menjulang tinggi melesat.
Gelombang es tersebut beradu dengan tembakan-tembakan laser dan hancur berkeping-keping.
Ritsu, Kiba dan Shirou maju dengan posisi berpencar.
Tesla meningkatkan energi dan meletakan kedua telapak tangan pada tanah, "Tak akan ku biarkan kalian mendekatiku...!!!" Mendadak saja gravitasi berubah menjadi sangat berat sehingga membuat ketiganya tak dapat bergerak.
"Konyol sekali!! Apa kau pikir dapat menghentikan kami?" Ucap Shirou dengan memperkuat pijakan kedua kakinya, ia mengangkat pedang besarnya ke atas dengan dua tangan dan kemudian mengayunkan sekuat tenaga, "100 ton!!!"
"DYYEESS...!!" Hantaman kuat itupun membuat puing-puing terhempas ke atas meski gravitasi sedang diperberat.
"Apa!!!" Tesla terkejut.
Ritsu dan Kiba ikut terlempar ke udara dan keduanya jatuh tepat disamping Tesla, Ritsu langsung saja menusuk tepat pada bagian jantung, "Jlleebb...!!" Sementara itu Kiba langsung saja memenggal kepala musuh menggunakan kedua pedangnyj, "Sllash!!"
Ya, kombinasi serangan mereka berempat itu sukses menghabisi nyawa sang iblis gravitasi.
Lalu dikejauhan Kitsune yang melihat rekan-rekannya berhasil mengalahkan musuh berkata, "Fiuh, mereka menang yang artinya keberuntungan masih berada dipihak kami..." ucapnya dengan penuh rasa lega.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1177 : Tersisa Empat II