Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 922 : Rekrut


Disaat Misaki dan Senju Rain hendak pergi dari kapal yang terdampar dan mengejar Arashi secara mendadak permukaan laut membeku.


"Tap... tap... tap..." terdengar langkah kaki mendekat ke arah keduanya yang diikuti dengan hawa dingin menusuk kulit.


Excel 'sang raja iblis es' muncul, "Oh, wajah yang tak asing rupanya..." ucapnya dengan nada datar.


Senju Rain memasang sikap waspada dan mampu merasakan hawa menakutkan dari iblis yang ada tepat dihadapannya itu, "Sayang sekali aku tak mengenalmu..."


"Aku mengenalnya, Rain!! Dia salah satu iblis yang muncul di Aera saat perang besar terjadi dan kamipun terlibat bentrokan dengannya..." jelas Misaki yang terlihat geram.


Senju Rain yang cerdas sedikit paham dan iapun semakin waspada, "Kenapa salah satu Raja Iblis bisa ada ditempat ini, apa tujuanmu?"


Excel tak menjawab.


"Katakan padaku!!!" Bentak Senju Rain.


"Tidak ada yang ingin ku katakan padamu, bocah..." iapun meningkatkan energi dan angin berhawa dingin melesat darinya.


"Aku harus melakukan sesuatu..." pikir Misaki yang merasakan bahaya dan iapun mengambil grimoire sihirnya.


Misaki hendak menggunakan tekniknya akan tetapi ketika ia sudah memegang kuas dan mulai melukis ia menyadari bahwa tintanya membeku, "Apa!!! Tintaku membeku yang artinya aku tak bisa menggunakan teknikku..." pikirnya yang menjadi panik.


Senju Rain melirik kebelakang dan karena ia cerdas maka iapun dengan cepat mampu memahami kondisi rekannya, "Kurasa Misaki tak dapat bertarung jadi semuanya sekarang bergantung padaku..." pikirnya dengan mengambil Tombak Poseidon yang ada dipunggung.


Meski terkesan santai tapi 'raja iblis es' mengeluarkan hawa dingin luar biasa yang seolah-olah berkata aku akan membunuhmu, "Khi..." iapun menyeringai.


"Tidak ada hal yang perlu dibicarakan dengan kalian tapi sepertinya aku harus membunuh kalian karena firasatku mengatakan bahwa kalian akan menjadi pengganggu bagi jalan kami..." ia menghentakan kaki pada permukaan es dan seketika gelombang es yang sangat besar melesat cepat.


Senju Rain mengambil keputusan cepat, ia membuat satu clon dan clon tersebut langsung membungkus Misaki dengan balutan akar lalu membawanya pergi, "Kemana kau akan membawaku?"


"Menjauh dari tempat ini!! Lawan yang kita hadapi tak cocok untukmu dan kau nantinya hanya akan menjadi beban untukku..." jelas clon itu.


Misakipun memahami apa yang dimaksud rekannya bahwa lawan mampu membekukan tintanya yang berarti ia tak dapat menggunakan teknik sihir lukisannya.


*


Senju Rain yang asli berhadapan dengan gelombang es dan iapun menggenggam erat Tombak Poseidon lalu menebas, "Sllash...!!" Bongkahan es besar itu terpotong menjadi dua bagian.


"Dengan senjata penguasa lautan aku dapat mengatasi es miliknya tapi harus ku akui kemampuanku tak terlalu cocok melawannya..." pikir 'si jenius' itu.


'raja iblis es' yang melihat serangannya dapat diatasi menjadi cukup terkesan dan iapun menarik sebilah pedangnya yang tersarung dipinggang, "Lumayan tapi maaf saja aku tak punya waktu untuk meladenimu..."


Iapun berlari ke arah Senju Rain dan langsung saja menusuk, "Akan ku selesaikan ini dengan cepat.."


Rain memutar-mutar Tombak Poseidon untuk menahan serangan itu, "Cthing!!" Kedua senjata mereka saling berbenturan akan tetapi Excel malah tersenyum menyeringai.


"Apanya yang lucu?"


"Lucu sekali karena semuanya berjalan dengan cepat dan kau telah kalah..."


Senju Rain tak mengerti akan tetapi mendadak seluruh tubuhnya perlahan membeku, "Sialan!!! Kapan dia membekukan diriku??"


"Asal kau tau saja sesuai dengan julukanku semua yang ada didekatku akan membeku dan kau cukup bodoh menahan pedangku..."


"ARRGGH...!!!" Senju Rain berteriak dengan kencang sebelum membeku sepenuhnya.


*****


Dilain tempat kekalahan Senju Rain dirasakan oleh cloningnya yang membawa Misaki.


"Misaki, maaf saja sepertinya aku dikalahkan jadi kurasa kau harus pergi ke tempat Arashi seorang diri..."


"Eeehh??!! Apa maksudmu?"


"Booft...!!" Misaki sedikit bingung akan tetapi sebelum cloning itu menjelaskan terlebih dahulu ia menghilang menjadi asap.


Misaki yang sebelumnya dibawa dengan lilitan akar agar tak membeku terjatuh ditanah dan iapun akhirnya paham betul bahwa rekannya telah dikalahkan, "Teknik cloning milik Rain mendadak menghilang yang artinya dia benar-benar telah dikalahkan..."


"Jadi apa aku harus kembali untuk membantunya?" Pikir Misaki dan iapun membuat sebuah keputusan, "Tidak, aku harus pergi ke tempat Arashi karena lawan yang telah mengalahkan Rain tak mungkin bisa ku hadapi dan juga firasatku mengatakan masalah yang menimpa Arashi jauh lebih besar..."


Ya, gadis penyihir lukisan itupun memutuskan pergi ke tempat Arashi dengan berlari meski mengetahui Senju Rain telah dikalahkan.


*****


Sementara itu Arashi terus saja bertarung melawan Eden 'sang raja iblis duri'


"HIIAA...!!!!" Eden melompat tinggi dan tanpa ragu menghantamkan gada berdurinya.


Arashi dengan instingnya yang tajam mudah saja menghindar dan gada berduri itupun menghantam tanah dengan sangat keras sampai-sampai menciptakan sebuah cekungan, "Aku bisa membaca pergerakannya..." pikir Arashi yang kemudian melesat dan berbalik memukul tubuh iblis berduri itu.


"Jbbuuak...!!" Eden menjadi sempoyongan dan berusaha berdiri tegak akan tetapi sebelum ia mampu berdiri tegak Arashi menyerangnya lagi dengan pukulan-pukulan beruntun tanpa jeda, "HIIIAAA...!!!!"


"Jbbuuak...!! Jbbuuak...!!"


"Bagaimana mungkin dia terus memukuliku padahal tubuhku penuh dengan duri, apakah dia tak merasakan sakit?" Gumam Eden yang menjadi samsak Arashi.


Ya, Arashi terus saja menyerang hingga sampai batas yaitu kelelahan, "Hah... hah... hah..." iapun berhenti memukul dan mencoba mengatur nafas.


"Sialan!!!!" Teriak Eden yang benar-benar bonyok dan sekarang lapisan duri pada kulitnya patah karena dipukuli, "Bagaimana mungkin kau terus bertahan? Apa kau tak merasakan sakit?" Ucapnya yang terlihat kesal dan iapun memulihkan diri dengan kemampuan regenerasi.


"Aku akan terus bertahan dan menyerangmu tanpa mempedulikan rasa sakit yang ku derita!! Rasa sakitku tak sebanding dengan perbuatanmu membunuh para penduduk...!!" Teriak Arashi dengan penuh emosi, iapun melapisi kedua kakinya dengan balutan api dan berniat menyerang lagi.


Eden waspada dan Arashi mendekat akan tetapi sebelum keduanya saling menyerang lagi sebuah tekanan energi kuat mendekat dan jatuh tepat ditengah-tengah keduanya, "DYYEESS...!!"


Arashi terpaksa harus memundurkan aksinya dan iapun terlihat sangat kesal, "Cih...!!"


Eden terbelalak ketiga dihadapannya jatuh tiga iblis kelas atas yang bergelar 'raja iblis'


Dan ketiga Raja Iblis itu adalah Silka yang merupakan iblis wanita dengan delapan sayap, Juzo 'raja iblis lautan' dan Mogura iblis bertubuh kekar besar dengan empat lengan.


Bukannya senang tapi saat melihat ketiga iblis itu Eden malah terlihat kesal, "Kenapa kalian bisa ada disini? Bukankah kalian disegel di Aera!!!"


"Khahahaha..." Mogura si iblis berlengan empat malah tertawa lepas, "Jangan berkata seperti itu, kawan lama!!! Ya, seharusnya kau senang bisa melihat kami dan asal kau tau saja kami repot-repot kemari hanya untuk merekrutmu..."


MEREKA YANG TAK DIHARAPKAN TELAH MUNCUL...!!!


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 923 : Melawan Empat Raja Iblis