
"Jangan pura-pura lupa, sialan..." ucap Heliel dengan sorot mata tajam, iapun mengangkat satu tangan kanan ke atas dan mulai terkumpul kegelapan pekat lalu terbentuklah senjata iblis penuh kebencian yaitu topeng.
Arashi menjadi geram, "Sekarang aku ingat betul dirimu dan hal yang paling menyebalkan darimu adalah topeng itu..."
Tekanan energi dari Heliel meningkat pesat dan iapun memulai menyerang dengan pergerakan yang sangat cepat, "Sllash!!" Heliel tanpa ragu melesatkan cakaran pada leher Arashi tetapi dengan instingnya yang tajam ia berhasil menghindar.
"Yang barusan nyaris saja!! Dia sama sekali tak ragu untuk membunuhku..." pikir Arashi yang agak jengkel dan iapun semakin waspada.
"Aku bisa membaca pikiranmu dan serangan berikutnya ku pastikan lehermu akan putus, 'si pengacau'..." ucap Heliel dengan sorot mata tajam.
Arashi menjadi agak kesal akan tetapi iapun tau bahwa jika tak konsentrasi maka akan menjadikan keuntungan bagi Heliel, "Khehehe..." secara mendadak Arashi menyeringai lalu tertawa, "Dulu kau adalah lawan yang merepotkan untukku tetapi sekarang berbeda!! Kau mudah saja ku kalahkan..."
"Cih, jangan meremehkanku..." ucap Heliel yang melapisi cakar tangan kanannya dengan luapan kegelapan, iapun melesat ke arah Arashi secepat mungkin.
Dilain sisi Arashi tetap tenang dan terdiam, ia mempertajamkan instingnya, "Aku hanya punya satu kesempatan..." pikirnya yang fokus.
Heliel menyerang dari arah depan dan melesatkan tusukan cakar pada bagian dada akan tetapi di detik-detik terakhir sebelum serangan itu mengenai sasaran secara mendadak Arashi mengelak.
"Khi..." Arashi menyeringai, iapun dengan cepat memfokuskan energi pada kepalan tangan kanan dan memukul sekuat tenaga sekaligus melemparkan energi yang terkumpul sekaligus.
"Jbbuuak...!!!" Heliel terkena serangan langsung pada bagian punggung dan sekejap saja jatuh ke tanah.
"Apa!!" Para raja iblis yang lainnya terkejut saat melihat hal sekejap saja Heliel dapat dijatuhkan.
Yui yang mengamati dari balik pintu nampak senang, "Yosh!! Hebat, Arashi berhasil menghajarnya!! Emm... tapi mungkin hal itu semakin memperburuk keadaan saja..." pikirnya dalam hati.
Arashi yang telah berhasil menjatuhkan Heliel berkata dengan lantang pada raja iblis yang lainnya, "Yosh!!! Kemarilah siapa saja yang mau menjadi lawanku pasti akan ku hajar..."
Arashi menjadi kesal kerena lawannya berdiri lagi, "Sialan..."
"Sudah cukup...!!" Teriak 'si akhir' yang ikut campur.
Semua iblis terdiam dan Arashi melirik ke arah iblis yang kakinya berada diatas tubuh Ryusuke itu, "Kurasa kau pemimpin mereka jadi jika aku bisa mengalahkanmu maka semua iblis yang ada disini akan tunduk padaku..."
"Hahahahaha... sungguh bocah yang menarik dan memiliki pemikiran yang simpel!! Ya, aku sedikit menyukaimu dan juga kau mengingatkanku pada diriku yang dulu..."
"Baiklah, aku akan melawanmu..." ucap 'si akhir' dengan tersenyum lebar akan tetapi secara mendadak Rafathar berdiri tepat dihadapannya.
"Kau tak perlu turun tangan!! Aku kenal betul bocah ini jadi biarkan aku yang menghadapinya..." ucap 'sang raja iblis pelahap' dengan sorot mata tajam penuh dengan keseriusan.
"Hmm... baiklah kalau begitu..." jawab 'si akhir'
Rafathar menatap Arashi dan berkata, "Kosuke Arashi 'si pengacau' senang bisa bertemu denganmu lagi!!"
Arashi menatap tajam, "Ya, senang bisa bertemu denganmu dan sudah empat kali aku dan kau bertemu dalam satu medan pertarungan..."
"Ya, kali ini kau akan ku kalahkan...!!"
"Teruslah bermimpi, bocah..." jawab 'sang raja iblis pelahap' dengan serius.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 975 : Si Pengacau Vs Si Pelahap