Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1131 : Langit Biru


Senju Rain berteriak dengan lantang pada rekan-rekannya, "Semuanya!!! Tunjukan kemampuan kalian dan mari beraksi!!!"


"Ya...!!!!!" Teriak para Red Eagle dengan semangat.


Arashi tersenyum menyeringai penuh dengan rasa bangga pada rekan-rekannya, "Kurasa aku bisa mengandalkan kalian..." gumamnya dalam hati dengan meningkatkan energi, "Yosh!!! Ayo menuju langit!!!" Iapun mengembangkan sepasang sayap api.


"WUUSS...!!!!" Dengan sekali pijakan yang dipadukan dengan kepakan sayap apinya, Arashi melesat cepat bagaikan misil.


"Dia datang!!" Ucap Leonidas dalam wujud iblis, iapun mengepalkan tangan berbalutkan tinju gempa lalu melesat ke bawah, "HIIAA...!!!"


Tepat dihadapan Arashi dari atas Leonidas melesatkan tinju gempa, "Krak!! Krak!!" Retakan-retakan diudara tercipta dan gelombang penghancur melesat akan tetap mendadak Yami muncul dengan kemampuan teleport bersama Kitsune tepat didepan kepalan tinju Leonidas.


"Meow..." kucing hitam pembawa keberuntungan itupun mengaktifkan sihir khususnya.


Ya, serangan penghancur segalanya mengenai pria yang memiliki sihir khusus yaitu Absolute Lucky.


"Apa!!!!" Kesialan berbalik menimpa Leonidas karena serangannya sendiri berbalik arah ke atas sehingga mengenai dirinya sendiri.


Tulang-tulang Leonidas hancur lebur terkena serangan gempa.


Arashi tersenyum lalu Yami dan Kitsune menghilang lagi dengan berteleport, "Zink!!"


"Aku tak tau cara kerja sihir Absolute Lucky tapi sepertinya sihir itu lebih hebat dari serangan gempa..." gumam Arashi dalam hati yang terus terbang tinggi.


Giliran Blast 'sang raja iblis api' yang menghadang Arashi, ia menciptakan bola api yang sangat besar dan langsung saja melemparkan ke bawah tepatnya pada Arashi.


"Aku harus menghindar..." pikir Arashi yang terbang melambat.


"Zink!!" Yami muncul kembali dengan teleport dan kali ini ia bersama dengan Kiba.


"Terus maju, sialan!!!" Teriak Kiba, iapun mencengkram erat dua pedangnya dan menebas secara menyilang, "Sllash!!"


"WUUSS...!!" Angin pemotong melesat membelah bola api itu dengan tebasan menyilang.


"Zink!!" Setelah mengatasi serangan api itu, Yami menghilang kembali bersama Kiba.


Fusion Arashi terbang lagi dan nampak senang, "Hebat..."


Diangkasa Silka 'si iblis wanita delapan sayap' dan Kamui 'sang raja iblis cahaya' beraksi.


Keduanya menembakan laser-laser tepat ke arah Arashi, "Sial, silau sekali!!" Gumam Fusion Arashi yang terpaksa berhenti terbang karena tak dapat melihat.


"Gyahahahaha...!!!" Tiba-tiba saja, Saburo muncul dihadapan Arashi dengan dibawa oleh Yami menggunakan kemampuan teleport.


"Apa yang ingin kau lakukan, Saburo?" Ucap Arashi yang terkejut pada kemunculan rekannya itu.


Saburo tak menjawab, ia tertawa lepas sambil meningkatkan energi dan secara perlahan seluruh tubuhnya terlapisi oleh berlian.


"Sllash!!!!" Semua tembakan laser mengenai tubuh Saburo dan dipantulkan ke segala arah.


"Apa!!!!" Arashi terkejut melihat cara Saburo mengatasi masalah, "Aku terkejut ia mengatasi masalah dengan otaknya bukan dengan ototnya..."


Tembakan laser terhenti dan Saburo masih tertawa lepas, "Gyahahahaha...!!" Yami menepuk pundak Saburo, "Sayang sekali tapi giliranmu sudah selesai..."


"Zink!!" Keduanya menghilang dengan kemampuan teleport.


Arashi yang melihat rekan-rekannya mengatasi masalah satu per satu tersenyum lebar dan tertawa pelah, "Khihihi... aku tak perlu ragu lagi karena mempunyai kawan-kawan yang bisa diandalkan!!" Iapun meningkatkan energi dan mempercepat terbangnya dengan melapisi kedua kaki menggunakan api.


Fusion Arashi terus maju akan tetapi Mogura 'si iblis ribuan lengan' menyerang dengan ribuan cero yang berasal dari lengan-lengannya.


"Zink!!" Yami muncul kembali bersama dengan Kitsune dan hal itu membuat Arashi beruntung dan selamat dari ribuan cero yang tiba-tiba entah mengapa meleset.


Meski diserang berulang kali oleh para raja iblis tapi Fusion Arashi terus maju, ia dilindungi oleh rekan-rekannya.


"Zink!!" Dalam jarak tertentu Yami muncul dan berkata, "Maaf, tapi aku dan semuanya tak bisa membantumu lagi jadi mulai sekarang kau harus berjuang sendiri..."


"Tak masalah dan terima kasih..." ucap Arashi dengan mengacungkan jari jempol dan tersenyum lebar.


Yami yang jarang tersenyum pada akhirnya tersenyum juga, "Kami menunggu kabar kemenanganmu..."


"Zink!!" Yami menghilang dengan kemampuan teleport.


Fusion Arashi terus terbang, "Aku hampir menggapai pohon itu..." ucap Fusion Arashi saat berada dibawah tubuh asli Va'al.


"HIIAA...!!!!!" Ia memusatkan energi pada cakaran tangan kanan dan menyerang pohon raksasa itu dari bawah sampai atas.


Va'al mencoba melawan, ia mengerahkan sulur-sulur dan akar-akaran untuk.


"Yugiri, pinjamkan kekuatanmu..." ucap Arashi yang kemudian sayap apinya perlahan berganti sayap pedang.


Ya, Fusion Arashi terbang sambil memotong-motong sulur-sulur dan akar-akaran yang berusaha menangkapnya.


Tetapi mendadak dahan-dahan pohon menyatu dan menutup jalan Arashi, "Sekali lagi Yugiri..."


"Siap papa..." jawab Yugiri yang berada pada tubuh Arashi.


Fusion Arashi merubah lengan kanannya menjadi sebilah pedang, ia memfokuskan energi pada satu titik yaitu ujung mata pedang tersebut, "HIIAA..." Ia menusukan lengan pedangnya sambil melemparkan semua energi yang terkumpul sekaligus.


"Jbbllast!!!" Tusukan Arashi bagaikan meriam sehingga dahan-dahan yang menutupi jalan menjadi berlubang.


Fusion Arashi lepas dari jeratan Va'al akan tetapi ia harus menghadapi masalah selanjutnya yaitu berhadapan dengan ular-ular naga yang sangat banyak sampai membentuk bola raksasa.


"Sllash!! Sllash!!" Rafathar menembakan kilatan-kilatan petir dari mulut ular-ular naga.


Fusion Arashi mengatupkan sayap pedangnya untuk bertahan, "Ini buruk!!!" Ucap Arashi.


"Papa, gunakan kemampuanku..." ucap Yuuki.


"Aku juga..." sahut Yuzuru.


"Aku mengerti..." ucap Arashi yang mendadak meledakan energi kegelapan sehingga petir-petir itu malah terserap.


Rafathar yang melihat serangannya tak mempan akhirnya berhenti menyerang akan tetapi Fusion Arashi segera membuka kegelapan yang menyelimutinya.


"HIIAA...!!!" Fusion Arashi mengumpulkan energi pada ujung kedua tanduknya lalu membentuk cero yang merupakan serangan khas milik Yuuki.


Cero itu terus membesar dan warnanya putih karena energinya berasal dari Yuzuru yang memiliki energi tanpa batas.


"WUUSS...!!!!"


"DHUUAARR...!!!" Ledakan besar terjadi dan menghancurkan sebagian tubuh Rafathar.


Fusion Arashi memanfaatkan kesempatan sebelum Rafathar pulih dengan terbang lagi.


Ya, dilapisan paling atas Fusion Arashi harus menghadapi Lindouw yang telah berubah menjadi bayangan hitam raksasa.


"Ku akui kalian hebat bisa sampai ke tempatku akan tetapi tak akan ku biarkan kalian lewat..." ucap Lindouw dengan mengayunkan sabit raksasanya.


"Sllash!!"


Fusion Arashi yang memiliki insting tajam mampu menghindari serangan tersebut akan tetapi ia nyaris saja goyah karena kuatnya hembusan angin, "Cih..."


Isla dalam diri Arashi berkata, "Kak Arashi, makluk besar raksasa itu hanya sekumpulan kegelapan dan kebencian jadi bagaimana kalau kita menyerangnya dengan energi tak terbatas dari Yuzuru..."


"Ide itu pantas dicoba..." ucap Arashi.


Iapun menguatkan diri lalu melesat secepat mungkin ke arah 'sang raja iblis kematian', "Lincah juga..." Lindouw berusaha menangkap Fusion Arashi akan tetapi gagal


Fusion Arashi meletakan kedua telapak tangannya pada dada Lindouw dan menekannya kuat-kuat, "HIIAA...!!" Ia meningkatkan energi sehingga kedua telapak tangannya menghasilkan cahaya terang yang sangat menyilaukan.


"ARRGGH...!!!!" Lindouw berteriak kesakitan akan tetapi Arashi terus saja menekan sekuat tenaga.


Ya, pada akhirnya ia berhasil menembus tubuh Lindouw yang hanya terbuat dari kegelapan pekat dan kebencian akan tetapi Arashi terkejut saat mengetahui dirinya tidak ada dalam wujud gabungan, "Apa!!!"


Arashi sontak menatap ke bawah dan melihat kelima anak asuhnya melakukan fusion sendiri tanpa dirinya.


"Pergilah, papa!! Kami tidak apa-apa dan jangan sia-siakan perjuangan kita semua!!"


Arashi kebingungan antara pergi kembali menyelamatkan 5 anak asuhnya atau terus maju, "Cih..." iapun kesal pada dirinya sendiri karena memilih untuk terus maju.


"Sialan!!!!" Arashi yang seorang diri terus melesat maju diangkasa yang tinggi.


Senju Rain yang berada dipermukaan tanah terlihat senang atas keberhasilan Arashi menembus barikade para raja iblis, "Akhirnya kau berhasil juga menggapai langit biru...!!"


"Ya, dan sekarang kami mengandalkanmu, Arashi..."


*****


Arashi terbang menuju negeri langit, Aera.


Sementara itu, di Aera sendiri.


'Si Akhir' duduk disinggasananya sendiri lalu menatap remeh tiga petarung yang berdiri dihadapannya, "Jadi untuk apa kalian kemari?"


Tiga petarung itu terdiam dan hanya membalas dengan sorot mata tajam.


Ya, ketiganya adalah Sakazaki Ryusuke, Shirio Torano dan Sunichi Daisuke.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1132 : Iblis Terkuat