Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1039 : Si Pengacau Vs Si Pelahap II


Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Keduanya saling menatap tajam dan sama-sama meningkatkan energi kuatnya masing-masing, "HIIAA...!!!!" Mereka berdua meledakan tekanan energi yang hebat.


Arashi melapisi kedua kakinya dengan angin peruntuh yang membuatnya dapat melesat bagaikan pegas, ia menyerang dengan pukulan berlapiskan angin peruntuh tepat pada perut lawan, "Jbbllast...!!"


Rafathar terdorong ke belakang akan tapi ia nampak baik-baik saja dan dilain sisi Arashi malah berteriak kesakitan memegangi kepalan tangan.nya, "ARRGGH!!! Sakit sekali!!" Ucapnya saat tulang-tulang jarinya patah.


Rafathar dengan tatapan serius berkata, "Salah satu dari 10.000 kemampuan yang ku miliki adalah memperkeras tubuh hingga seperti baja..." ia mengarahkan telapak tangan ke depan lalu dari telapak tangannya itu muncul sebuah lubang yang dapat menembakan laser, "Sllash!!!!"


Arashi segera melapisi telapak tangan kiri dengan elemen berlian yang digunakan untuk menahan sehingga tembakan laser itu tercerai berai ke segala arah, "Sial..." gumamnya dengan memulihkan tulang-tulang jari tangan kanan yang patah menggunakan elemen darah spesial.


"Zink!!" Dengan kemampuan teleport Rafathar muncul tepat diatas Arashi dan ia menyatukan dua kepalan tangan lalu menghantam kepala Arashi, "Jbuuak!!" Arashi lengah dan kepalanya berakhir dengan terbenam ke tanah.


Meskipun begitu Rafathar tak memberikan ampunan, ia menjaga jarak lalu mengarahkan telapak tangan ke depan yang ditelapak tangannya itu muncul sebuah lubang lalu menembakan laser-laser, "Sllash!! Sllash!!"


"DHHUUAARR...!!" Terjadi ledakan hebat akan tetapi Rafathar tetap menatap tajam ke arah kobaran api itu, "Aku tau kau belum mati jadi tunjukan dirimu...!!!" Teriaknya dengan lantang dan benar saja suara langkah kaki terdengar didalam ledakan itu.


"Tap... tap... tap..." Arashi muncul dan iapun dapat bertahan dengan melapisi seluruh tubuhnya dengan berlian.


"Yang tadi itu seranganmu nyaris saja melukai ku akan tetapi beruntung aku dengan cepat melapisi seluruh tubuh menggunakan elemen berlian..." ucap Arashi dengan santai dan hal itu membuatnya mendapatkan tatapan tajam dari lawan.


"Meskipun kau melapisi tubuhmu dengan berlian tapi tetap saja kau tak mampu melukai tubuhku yang sekeras baja..."


"Hmm... bukankah itu artinya kita berdua sama-sama memiliki pertahanan hebat yang artinya serangan terkuat kita tak akan mempan satu sama lainnya..."


Rafathar yang menyadari apa yang dikatakan Arashi adalah benar menjadi sangat kesal, "Baik, biarkan waktu yang membuktikannya!!! Mari bertarung sampai salah satu diantara kita ada yang menang meski pertarungan kita berlangsung selamanya..."


Arashi menyeringai dan menjawab dengan entengnya, "Tidak mau!! Aku menolak ajakanmu itu!! Bukankah sudah jelas bahwa aku yang akan menang dan pertarungan ini akan cepat berakhir karena aku ada urusan lain..."


"Sialan..." Rafathar merasa diremehkan, iapun memperkuat pijakan kakinya lalu memfokuskan energi pada kepalan tangan kanan lalu memukul ke depan, "KRAK!!" Atmosfer berkumpul dan memadat lalu tercipta retakan-retakan diudara kemudian melesatlah gelombang penghancur segala.


"Serangan gempa lagi!!!" Ucap Arashi yang terkejut, ia memperkuat pijakan kakinya dan mengepalkan tangan lalu memukul gelombang penghancur itu dengan tinju peruntuh, "Jbbllast!!" Pukulan Arashi sangat kuat tetapi ia tetap saja tak mampu mengatasi gelombang penghancur segalanya itu sehingga iapun terbawa oleh serangan hebat itu.


"Aku tak akan membiarkanmu istirahat..." Rafathar yang mengetahui lawannya tak akan kalah dengan mudah segera melesat ke angkasa, iapun mengarahkan telapak tangan ke bawah dan menembakan bola-bola cahaya seukuran bola kasti, "Sllash!! Sllash!!"


"DHUUAARR...!! DHUUAARR...!!" Ledakan terjadi diberbagai tempat dan membuat kerusakan yang luar biasa.


Sementara itu Arashi perlahan bangkit setelah ia terkena gelombang penghancur segalanya, ia nampak baik-baik saja karena lapisan berlian diseluruh tubuhnya, "Sialan, dia menyerang secara acak tanpa memikirkan akibat yang ada..." ucap Arashi saat melihat daerah sekitar yang hancur terbakar.


"Dia benar-benar membuatku muak..." Arashi menonaktifkan mode six element miliknya lalu ia meningkatkan energi dan seluruh kobaran api menyelimuti seluruh tubuhnya.


Sisik-sisik perlahan melapisi seluruh tubuh, tumbuh sepasang sayap, dikeningnya muncul sebuah tanduk, sorot matanya berubah menjadi tajam lalu ia memiliki sebuah ekor, "Mode : Dragon!!"


"Sllash!!" Dengan sekali lompatan yang dipadukan dengan sekali kepakan sayap, Arashi melesat sangat cepat.


"Sialan!!" Ia melancarkan serangan cakar tepat pada perut Rafathar.


Tubuh Rafathar sangat kuat akan tapi Arashi terus saja mendorongnya dan melempar tubuh 'sang raja iblis pelahap' itu ke tanah, "DYYEESS...!!" Ia jatuh ke tanah membentur dengan sangat keras.


Ia mencengkram wajah Rafathar dan membenturkannya ke belakang lalu menyeretnya, "HIIAA...!!!!!" 'sang raja iblis pelahap' dibuat tak berdaya.


*****


Yui yang berada dikejauhan dan mengamati sangat senang, "Arashi terlihat lebih unggul sekarang..."


"Ya, aku juga tau itu tetapi pertarungan mereka belum menunjukan akhir dan bila terus begini pertarungan mereka bisa berlanjut sampai berhari-hari dan kita tak bisa berlama-lama ditempat ini..." ucap Ryusuke.


"Kau benar!! Ku harap Arashi bisa cepat mengalahkannya..." ucap Yui.


*****


Dipertarungan Arashi mencengkram kepala lawan, membenturkan ke tanah dan menyeretnya.


"Sialan!!" Gumam Rafathar dalam hati, ia yang tak bisa lepas dari Arashi melarikan diri dengan kemampuan teleport, "Zink!!"


"Dia menghilang..." ucap Arashi ketika lawan hilang dalam cengkramannya.


Ia menginjakan kaki dengan pelan akan tetapi dikejauhan Rafathar telah memfokuskan energi pada telapak tangannya dan menembakan sebuah laser, "Sllash!!!"


Arashi yang memiliki insting tajam mampu merasakan datangnya serangan dan iapun mampu mengelak dengan mudah, "Dia disana..."


"Sudah ku duga wujud naganya sangat kuat..." ucap 'sang raja iblis pelahap' ketika melihat Arashi bergerak ke arahnya lagi.


Arashi mengepalkan tangan dengan seluruh energi terpusat pada satu titik dan iapun memukul dengan melemparkan energi tersebut sekaligus, "Jbbllast...!!" Dilain sisi Rafathar juga memukul.


Keduanya beradu tinju dan serangan Arashi membuat tubuh iblis super keras itupun terbakar dan ia terdorong ke belakang.


"Jika aku tak memperkeras tubuhku maka ku yakin aku sudah hancur lagi..." gumam Rafathar dalam hati.


"HUUPPS....!!!!!" Arashi menarik nafas panjang lalu meningkatkan energi yang membuat Rafathar sangat waspada, "Auman Naga Api!!!!"


"WUUSS...!!" Kobaran api super besar melesat ke arah 'sang raja iblis pelahap' tetapi ia malah tersenyum, "Mudah saja ku atasi..."


Ia mengarahkan kedua telapak tangan ke depan lalu dikedua telapak tangannya itu muncul lubang yang perlahan menelan kobaran api super besar itu.


Tetapi Rafathar menjadi teralihkan dan hal itu membuat Arashi memiliki kesempatan, ia melesat menerjang lalu tiba-tiba muncul disamping 'sang raja iblis pelahap'


Arashi mengepalkan tangan kanan yang seluruh energi terfokus pada satu titik, ia memukul wajah lawan dengan melemparkan semua energi yang terkumpul sekaligus, "Jbbllast...!!!!" Rafathar terlempar jauh sekali dan iapun berulang kali membentur permukaan tanah.


"Khehehe..." Arashi tersenyum menyeringai dan ia merasa lebih unggul.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1040 : Mode Devil


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****