
Seorang pria yang merupakan Dewa Langit dan dia adalah salah satu Dewa Penguasa yang baru jatuh dari langit.
Hinowa dan Yuzuru langsung saja bergerak mendekat untuk memeriksanya dan keduanya terkejut ketika melihat Dewa Langit itu terluka parah tak sadarkan diri
"Kita harus segera menyelamatkannya!!" Teriak Hinowa.
"Benar..." jawab Yuzuru.
Keduanya segera berlari mendekati pusat cekungan.
Ya, Dewa Langit itu adalah Mizorogi dan dia merupakan lawan Arashi di Festival Para Dewa.
"Siapa dia?" Ucap Yuzuru yang melihat wajah Mizorogi rusak dan berlumuran darah.
"Entahlah, aku juga tak mengenalnya tapi yang penting kita harus segera mengobatinya karena ku yakin pria ini butuh pertolongan secepatnya..." ucap Hinowa yang dengan respon cepat mengeluarkan berbagai macam alat medis dari tas punggungnya.
Yuzuru masih terdiam dan tak bergerak, ia masih agak takut untuk mendekat.
"Hey, cepat bantu aku..."
Yuzuru malah memundurkan langkah kakinya, "Kak Hinowa, sepertinya aku takut pada darah..."
Hinowa malah tersenyum, "Kalau kau takut pada darah itu artinya saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengatasi ketakutan itu..."
"Aku tak mengerti..." ucap Yuzuru dengan polosnya sambil memiringkan kepala.
"Untuk mengatasi ketakutan pada kegelapan kau harus sering berada ditempat yang gelap, untuk mengatasi ketakutan pada senjata maka kau harus menggunakan senjata itu dan menurutku kau harus terbiasa pada darah untuk mengatasi ketakutan pada darah..."
Yuzuru terdiam.
"Tenang saja!! Aku disini untuk membantumu mengatasi ketakutanmu itu jadi sekarang bantu aku..." ucap Hinowa.
Yuzuru agak ragu-ragu akan tetapi secara perlahan ia mendekat, "Baiklah, sebisa mungkin aku akan membantu dan ini juga demi diriku dalam mengatasi ketakutanku..."
*****
Pertarungan Arashi dan Rikie berlangsung cukup lama, bentrokan energi kuat dari pertarungan mereka memancar ke segala arah dan dirasakan oleh semua pesera sehingga sekarang ini banyak sekali peserta yang berkumpul.
"Hah... hah... hah..." keduanya saling beradapan dan mengatur nafas satu sama lainnya, mereka terlihat mulai kelelahan.
"Khehehe..."
"Apanya yang lucu, senpai? Kenapa kau tertawa?" Ucap Rikie dengan sorot mata tajam.
Arashi dengan entengnya menjawab, "Yah, aku hanya berfikir ini menyenangkan!! Aku telah puas karena bertarung denganmu jadi sekarang mungkin waktuku pergi dari sini!!"
"Cih, kau tak akan pergi kemanapun, senpai!! Akupun juga tak akan membiarkanmu pergi sebelum aku mengalahkanmu kau tak akan bisa pergi!!" Ucap Rikie dengan sorot mata tajam, "HIIAA...!!" Iapun meningkatkan energi dan meledakan elemen kegelapan dari kedua pijakan kakinya.
Arashi terlihat waspada, iapun menyelimuti kedua kepalan tinjunya dengan api, "Majulah dan aku akan menghadapimu!!"
"Sllash!!" Dengan sekejap mata saja Rikie melesat dan telah sampai dihadapan Arashi, iapun mengepalkan tangan dan memukul, "Jbbllast...!!"
Arashi menahan dengan menyilangkan kedua tangannya namun tetap saja ia terlempar, "Kuat!!" Gumamnya yang segera berdiri lagi.
Rikie segera melesatkan sebuah tendangan dari arah depan pada wajah Arashi akan tetapi Arashi yang memiliki insting tajam segera melompat kebelakang.
"Cih..." Rikie menjadi sedikit kesal.
Arashi memfokuskan energi pada kepalan tangan kanan dan langsung saja memukul permukaan tanah, "DYYEESS...!!" tanah menjadi hancur, puing-puingnya terangkat dan pandangan mata tertutup oleh debu.
Rikie segera menjaga jarak dengan melompat kebelakang akan tetapi Arashi melesat menerjang kepulan debu, "Khehehe... tetap saja pengalaman bertarungmu masih kurang!!" Ucapnya dengan melesatkan pukulan.
"Jbbllast!!" Rikie menahan pukulan Arashi dengan pukulan juga sehingga dua kepalan tangan saling beradu.
Arashi menyeringai, iapun melemparkan energi yang terfokus pada kepalan tangannya sekaligus, "Jbbuuak...!!" Rikie terlempar lumayan jauh kebelakang.
Ia menjadi agak kesal, "Sudah ku duga mengalahkan Arashi-senpai tak akan mudah!! Selain memiliki berbagai macam kemampuan Arashi-senpai juga memiliki insting dan kefokusan energi yang luar biasa..."
"DYYEESS...!!" ia menghantam tanah dan membuat puing-puing berterbangan sehingga pandangan mata tertutup oleh debu.
Arashi menyeringai dan tertawa, "Hahahaha... kau pakai cara yang sama denganku, ya? Hmm... tapi itu percuma saja..." ucapnya yang mempertajamkan insting karena pandangan yang tertutupi debu.
Keduanya bertarung dengan serius sehingga membuat kehancuran yang parah bagi daerah sekitar, pertarungan berlangsung cukup lama dan terlihat Arashi mulai mendominasi pertarungan karena lebih pengalaman.
Tetapi saat keduanya bertarung dengan seluruh kekuatannya hal yang mengejutkan terjadi, "DYYEESS!! DYYEESS!! DYYEESS!!" Sesuatu terjatuh dari atas tepat pada para petarung yang berkumpul menonton petarungan Arashi vs Rikie.
"Uwwak...!!"
"Apa yang terjadi!!" Para petarung sampai dibuat terhempas dari benda yang jatuh itu.
Ya, sesuatu yang jatuh itupun bahkan membuat segel empat sisi sampai hancur.
Senju Rain dan yang lainnya saat ini tak dapat melihat Turnament.
"Apa yang terjadi? Mengapa kita tidak dapat mengakses Turnament lagi?" Ucap Senju Rain yang geram saat melihat layar monitor yang ada dihadapannya mati.
"Aku dapat merasakannya!! Sesuatu yang buruk akan terjadi..." ucap Thunder.
Master Izumi langsung memberikan perintah, "Kalau begitu kalian bertiga segeralah pergi ke sana untuk melihat apa yang sedang terjadi itu!!"
"Siap!!!!" Jawab Senju Rain, Thunder dan Ryura secara serentak.
*****
Arashi dan Rikie terkejut, keduanya berhenti bertarung.
"Apa itu, senpai?"
"Entahlah, akupun tak tau tapi kurasa kita harus memeriksanya..." ucap Arashi dengan mengembangkan sepasang sayap api dan iapun terbang lalu Rikie mengikutinya dari belakang.
"Hati-hati, Rikie!! Aku punya firasat buruk tentang ini..."
"Aku mengerti!!" Jawab Rikie yang mengikuti dari belakang.
Kepulan asap perlahan memudar dan tercipta sebuah cekungan yang cukup luas lalu ditengah-tengah cekungan berdirilah tiga iblis kelas atas
Ketiganya adalah Karma 'sang raja iblis petir'
Venom, sesosok iblis besar, kekar dan berkulit hitam yang mampu memanipulasi otot dan tulang.
Kamui 'sang raja iblis cahaya'
"Hahahaha...!! Kita jatuh dimana? Kenapa disini banyak sekali manusia yang berkumpul?" Ucap Venom ketika melihat para peserta Turnament disekelilingnya.
"Lupakan para manusia itu Venom!! Kita bisa membunuh mereka nanti!!" Ucap Karma 'sang raja iblis petir' dengan nada serius.
"Benar sekali!! Jangan lupa tujuan kita turun ke dunia bawah adalah untuk menghabisi dewa yang melarikan diri itu..." ucap Kamui 'sang raja iblis cahaya'
"Hahahahaha...!! Akupun tau hal itu!!" Venom mempertajamkan instingnya sehingga mampu merasakan seluruh energi yang ada disana, "Dapat!! Dia ada disini!!"
Venom menyeringai dan dengan sekali pijakan kuat melesat secepat mungkin pijakannya yang kuat itupun bahkan membekas ditanah, "Ketemu juga!!" Ucapnya ketika melihat Mizorogi yang dirawat oleh Yuzuru dan Hinowa.
"...!!!" Hinowa dan Yuzuru terkejut pada energi mengerikan dari Venom, "Siapa dia??" Ucap Yuzuru yang panik.
"Gawat!!" Pikir Hinowa.
"Aku akan membunuhmu, dewa sialan!!!" Venom tak peduli pada kedua gadis itu, iapun mengepalkan tangan dan kepalan tangannya perlahan mengembang berubah membesar yang ukurannya sebesar truk.
"Akan ku hancurkan kau!!!!" Ucapnya yang tanpa ragu memukul meski dihadapannya ada dua gadis tak mengerti apapun.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 954 : Kami Iblis