Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1185 : Medan Perang Bagian Depan II


Di luar kota Kronoz perang antara 2.000 pasukan bangsa siluman dan 10.000 pasukan musuh masih berlanjut.


Ditempat itu beberapa petarung tangguh dari Red Eagle sedang membantu bertarung perang.


Ya, disana ada Hoshimiya Gingga-sensei, Takagiri Akahoshi 'Naga Emas' dan Nagata Kagami 'Si Pembawa Badai'


Lalu meski dibantu oleh 3 orang kuat anggota Red Eagle perang pun, belum bisa diakhiri.


Kemudian bantuan tambahan tiba karena kelompok yang terdiri dari Yui, Rikie, Hinowa dan Goto menuju perang bagian garda depan.


"Aku dan Hinowa akan segera pergi ke bagian medis..." ucap Yui.


"Ya, aku dan Goto juga akan bertarung sebisa mungkin..." ucap Rikie.


Dimedan perang kelompok itupun terpecah menjadi 2.


Perang mulai terkendali akan tetapi hal yang buruk lainnya terjadi, "DYYEESS...!!! DYYEESS...!!!" dua orang petarung kuat yang merupakan pemimpin musuh jatuh dari langit tepat ditengah-tengah peperangan.


"Hahahahaha...!!!!" Keduanya tertawa lepas penuh kegembiraan dan keduanya adalah sang iblis terkuat yaitu 'si akhir' dan 'raja monster' Tatsumi Kidou.


"Itu Tuan Tatsumi Kidou!!"


"Sang iblis terkuat juga telah muncul!!"


"Kita pasti menang!!"


"Jangan menyerah!!" Teriak pasukan musuh yang semangatnya kembali lagi karena munculnya dua petarung tangguh itu.


"Hahahaha...!!" Dengan tawa lepas kedua petarung itu mulai bertarung menumbangkan pasukan bangsa siluman.


"Zink!!" Dengan kemampuan teleport Heliel muncul tepat dihadapan 'si akhir'


"Tuan..."


"Hah? Ada apa?" Ucap 'si akhir' dengan menoleh pada Heliel.


Heliel dengan menundukan wajah berkata, "Kita mempunyai kabar buruk..."


"Kabar buruk apa?"


"Semua raja iblis telah oleh Red Eagle dan sekarang ini mereka tengah menuju kemari..." jelas Heliel.


'Si akhir' sama sekali tak terkejut setelah mendengar informasi yang diberikan oleh Heliel, ia malah tersenyum menyeringai dan berkata, "Karena kalah jadi mereka itu lemah dan kekalahan mereka tak berarti apapun..."


"Ya, selama aku ada dimedan perang ini maka kau tak perlu ragu..."


Heliel menjadi sedikit tenang, "Baik tuanku..."


"Nah, sekarang kembalilah bertarung dan kita singkirkan pasukan hewan ini..." ucap 'si akhir'


"Aku mengerti..." jawab Heliel yang kemudian menghilang dengan kemampuan teleport, "Zink!!"


'Si akhir' tersenyum menyeringai dan bergumam dalam hati, "Para raja iblis telah dikalahkan oleh Red Eagle, ya?"


"Hmm... aku jadi penasaran dan ingin segera bertemu dengan mereka..." iapun jadi bertambah bersemangat.


Dalam peperangan itu baik Tatsumi Kidou maupun 'si akhir' bertarung secara membabi buta dan tak terhentikan oleh siapapun.


"Lari!!!!"


"Mereka terlalu kuat!!"


"Yang lemah menjauh saja!!"


"Biarkan yang kuat menghadapi mereka!!" Teriak pasukan bangsa siluman yang ketakutan menghadapi mereka berdua.


Rikie yang melihat formasi pasukan jadi kacau menjadi sangat geram, "Sialan, kemunculan mereka berdua membuat pasukan kita berjatuhan..."


"Aku harus melakukan sesuatu..."


"Jangan mendekat ke sana, Rikie!! Mereka berdua terlalu berbahaya!!" Ucap Goto yang melarang.


"Jika dibiarkan terus menerus maka banyak pasukan kita akan jatuh jadi aku akan mengulur waktu sampai petarung kuat dari pihak kita tiba..." ucap Rikie yang keras kepala.


Iapun pergi maju, Goto bimbang akan tetapi pada akhirnya ia membuat keputusan, "Cih, kurasa tiada pilihan lain!! Kami harus menghadapi mereka dan mengulur waktu!!" Gumamnya dalam hati yang kemudian maju.


"Gyahahahaha...!! Ayolah, apa tidak ada yang kuat diantara kalian!!" Ucap Tatsumi Kidou dengan pukulannya yang menghempaskan satu persatu pasukan siluman.


Para siluman berlari dihadapannya akan tetapi Rikie dengan penuh keberanian berlari ke arah musuh, "HIIAA...!!" Iapun melepaskan perban yang merupakan segel yang ada dikedua tangannya sehingga lengan naga emas terlihat menyilaukan ke segala arah.


"Jbbllast!!" Rikie memukul Tatsumi Kidou dan sukses membuatnya terdorong ke belakang.


"Bukan hanya berdiri tapi aku akan menghajarmu juga..." ucap Rikie dengan tegas.


"Menarik sekali!!" Tatsumi Kidou menggenggam erat dua pedangnya dan menebas sekuat tenaga dari arah samping kanan dan kiri.


"Cthing!!" Rikie menahan tebasan Tatsumi Kidou yang bagaikan gunting itu dengan kedua lengannya.


Tatsumi Kidou tersenyum menyeringai, "Bagaimana mungkin kau tak terluka padahal aku sudah menebasmu sekuat tenaga?"


Rikie terdiam dan tak menjawab, ia hanya membalas dengan sorot mata tajam.


"Tap... tap... tap..." 'si akhir' berjalan mendekati keduanya dan berkata, "Wajar saja dia tak terluka..."


"Kenapa?" Ucap 'sang raja monster' Tatsumi Kidou.


"Ya, itu karena kedua lengannya adalah lengan Naga Emas yang legendaris..."


"Memang apa spesialnya Naga Emas itu?" Tanya Tatsumi Kidou.


"Sang Ilmu, Penguasa Hutan, Dewa Kematian dan juga Naga Emas, mereka itu diera lampau setara sama kuatnya..."


"Dan hal yang membuat Naga Emas bisa setara dengan ketiganya karena ia sama sekali tak bisa dilukai oleh siapapun bahkan waktu sekalipun tak mampu menghancurkan tubuhnya..."


"Ya, singkatnya Naga Emas memiliki tubuh abadi yang kuat..."


Tatsumi Kidou mengangguk paham, "Begitu, ya? Itu artinya bocah ini semakin menarik saja..."


Goto muncul dan langsung berlari mendekat kepada rekannya, "Kau tak apa?"


"Ya, aku tak terluka akan tetapi aku tak bisa menang melawan dua bos musuh..." ucap Rikie dengan suara pelan.


"Prioritas kita bukan bertarung tapi mengulur waktu jadi jangan lupakan hal itu..." ucap Goto dengan mengambil sebuah palu dari punggungnya.


Keduanya memasang kuda-kuda, waspada dan bersiap bertarung.


'Sang raja monster' dan 'si akhir' melesat ke arah keduanya dengan sekali pijakan.


"Jbbuuak!!!" Tatsumi Kidou melesatkan pukulannya pada Goto dan membuatnya terhempas jauh lalu ia seketika tak sadarkan diri.


"Goto!!!!" Teriak Rikie sekeras-kerasnya.


"Khawatirkan dirimu sendiri..." ucap 'si akhir' yang sudah berdiri dihadapan Rikie dan langsung melesatkan serangan cakar, "Sllash!!"


"Cthing!!!" Rikie menahan dengan menyilangkan kedua lengannya.


"Sudah ku duga lengan Naga Emas memang tak dapat dilukai..." ucap 'si akhir' yang malah senang, "Aku hanya perlu menyerang tubuhmu bagian yang lain selain lengan Naga Emas..."


'Si akhir' melompat ke belakang dan melesatkan cakaran bertubi-tubi sehingga hal itu membuat Rikie kerepotan mengatasi, "Yang benar saja!! Sekali saja aku terkena serangannya pasti aku akan mati..." gumam Rikie dalam hati.


Dilain sisi Goto tak sadarkan diri dengan kepala terluka dan terus mengucurkan darah.


"Yah, apa dia sudah mati? Hmm... sepertinya tiada yang spesial dari bocah ini..." ucap Tatsumi Kidou.


Mendadak saja terdengar langkah kaki mendekat dan berdiri dihadapan Tatsumi Kidou.


Ya, Yui dan Hinowa datang.


"Tak akan ku biarkan kau mendekatinya..." ucap Hinowa dengan mengacungkan belati.


Sementara itu Yui perlahan membuka sayap naga putih miliknya dan mulai menyembuhkan luka dikepala Goto.


"Muncul lagi bocah-bocah pengganggu..." ucap Tatsumi Kidou.


"Tunggu kawanku..." 'si akhir' yang semula bertarung melawan Rikie mendekat.


"Apa apa?"


'Si akhir' terdiam membisu saat menatap sayap putih milik Yui, "Bagaimana mungkin gadis ini memiliki kekuatan suci yang dulunya menyatukan Enam Pendiri..." gumamnya dalam hati yang terkejut.


'Si akhir' secara perlahan mulai mendekati Yui akan tetapi mendadak tiga petarung muncul dan berdiri menghadang.


"Maaf terlambat..." ucap Hoshimiya Gingga-sensei.


"Kerja bagus telah mengulur waktu..." ucap 'si pembawa badai' Nagata Hayate.


"Mulai sekarang serahkan semuanya pada kami..." ucap Takagiri Akahoshi.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1186 : Melawan Bos Musuh