
Dengan pijakan yang sangat kuat Arashi jatuh dari atas, iapun menatap tajam dengan energi yang meluap-luap pada keempat iblis tersebut, "Mode : God"
"Aku tak mungkin bisa menang melawan kalian berempat sekaligus akan tetapi setidaknya aku akan menghajar salah satu dari kalian..." teriak Arashi dengan menghentakan kaki kanan dan membuat seketika daerah itu membeku.
"...!!!" Para iblis terkejut dengan hal yang dilakukan Arashi dan sekarang mereka tak dapat bergerak karena kaki mereka membeku.
Arashi melesat dengan cepat lalu tanpa ragu memukul 'raja iblis duri' sekuat tenaga, "Jbbllast...!!!"
"Eden!!!!" Teriak Mogura yang berada tak jauh darinya, iapun segera memunculkan lengan-lengan untuk mencengkram Arashi.
Arashi melompat kebelakang dan menjadi agak kesal karena terganggu lalu Silka sudah berhasil membebaskan diri, iapun terbang melesat ke angkasa lalu menembakan laser-laser dari ujung kedelapan sayapnya, "Sllash...!! Sllash...!!"
Sekali lagi Arashi dihujani oleh tembakan laser.
Juzo 'raja iblis lautan' segera mendekat kepada Eden, "Kau tak apa, kawan?"
"Uhuk...!!" Eden memuntahkan darah dan terlihat sangat kesal, "Aku baik-baik saja dan aku beruntung karena serangannya tak mengenai jantungku..." ucapnya yang perlahan memulihkan diri dengan kemampuan regenerasi dan secara perlahan luka didadanya menghilang.
Kepulan asap akibat tembakan-tembakan laser perlahan menghilang dan kini keempat 'raja iblis' itu telah berkumpul.
Juzo berkata kepada ketiga rekannya, "Kita memang kuat dan tak mungkin kalah melawannya akan tetapi kita berempat tak mungkin bisa menang melawannya jika bertarung secara sendiri-sendiri atau malah salah satu diantara kita akan terbunuh..."
"Cih, harus ku akui apa yang kau katakan benar, Juzo..." ucap Silka.
"Khahahaha... ayolah, dia hanyalah bocah!! Jadi apa yang kalian takutkan?" Mogura masih meremehkan akan tetapi Eden berkata dengan serius, "Aku bertarung lebih lama dari pada kalian..."
"Selain berpengalaman bocah ini juga memiliki kekuatan naga, iblis dan sekarang dia menunjukan kekuatan dewa..."
"Ku yakin dia akan sangat kuat dimasa depan dan kelak akan menjadi penghalang jadi ku harap kita bisa berkerja sama melawannya..." ucap 'raja iblis duri' dengan ekspresi serius.
Ketiganya terdiam sejenak dan setelah mempertimbangkan potensi Arashi akhirnya mereka setuju bertarung bersama secara serius dan menganggap Arashi lawan berbahaya yang harus dikalahkan.
Kepulan asap belum sepenuhnya menghilang akan tetapi dari dalam kepulan itu melesat gelombang es berukuran besar yang menjulang tinggi.
"Dia datang!!!" Teriak Eden dengan menghentakan kaki lalu munculah duri-duri tajam dari tanah.
Duri-duri tajam berbenturan dengan gelombang es dan menciptakan getaran yang luar biasa hebat.
"Bocah itu mulai membuatku kesal..." ucap Silka yang memusatkan energi pada ujung kedelapan sayapnya lalu menembakan laser, "Sllash...!! Sllash...!!" Tembakan tersebut berhasil menghancurkan semua es milik Arashi.
Arashi lalu melompat tinggi dan bergumam dalam hati, "Sepertinya mereka jauh lebih berhati-hati daripada sebelumnya yang artinya mereka mengakui kemampuanku..."
"Ya, aku agak senang tapi mulai dari sekarang ini jadi lebih sulit..." diudara ia mengarah telapak tangannya dan menembakan bongkahan-bongkahan es tajam.
Juzo menarik pedangnya dan iapun dengan lihai serta cepat mampu memotong-motong bongkahan es yang jatuh, "Sllash...!! Sllash...!!"
Mogura ikut melompat tinggi, ia mengepalkan keempat tangan dan memukul, "Jbbuuak...!! Jbbuuak...!!" Arashi menahan dengan menyilangkan dua tangan dan terjatuh ke tanah lalu dilain sisi empat lengan Mogura malah membeku.
Dilain sisi, Arashi perlahan bangkit dan iapun terlihat sangat geram, "Sialan, sudah ku duga ini tak akan mudah!! Dan sekarang yang paling menyebalkan energiku tinggal sedikit jadi aku harus segera menyelesaikan pertarungan ini..."
Juzo menebaskan pedangnya pada udara bebas, "Gelombang Tsunami!!" Iblis lautan itu mulai menunjukan kemampuannya dengan memunculkan gelombang air yang sangat tinggi.
"Itu mudah saja bagiku..." Arashi meletakan dua telapakm tangannya pada permukaan tanah dan membuat gelombang air itu perlahan membeku.
Meskipun Arashi mampu mengatasi serangan tersebut tapi mendadak gelombang air yang telah membeku itu hancur oleh tiga serangan yaitu duri-duri tajam yang muncul dari dalam tanah, tembakan laser-laser dan bola-bola cero.
"Apa...!!" Arashi terkejut karena tiga serangan kombinasi itu mengarah tepat padanya, "DHUUAARR...!!!" Serangan itupun menciptakan sebuah ledakan besar dan Arashi tak sempat menghindar.
Daerah sekitar tertutupi oleh kepulan asap tebal dan ledakan itu bahkan sampai membuat sebuah cekungan luas yang dalam meskipun begitu keempat Raja Iblis tetap waspada.
"Apa dia masih bisa bangkit lagi?" Tanya Silka si iblis wanita.
"Entahlah, tapi ku yakin dia terbunuh oleh serangan itu!! Ya, kalaupun dia dapat bertahan sekalipun pasti lukanya sangat parah..." ucap Juzo 'raja iblis lautan'
Ketiganya nampak serius akan tetapi mendadak Mogura tertawa lepas, "Khahahaha...!!"
"Apa yang kau tertawakan?" Ucap Eden dengan sorot mata tajam pada kawannya itu.
"Ya, lucu sekali!! Pertarungan ini mengingatkan diriku pada masa lalu!!! Apa kalian ingat terakhir kali kita bertarung bersama? Hmm... kalau tak salah itu 100 tahun yang lalu dan hari ini serasa bernolstalgia saja..." ucap Mogura dengan tertawa.
Ketiganya hanya tersenyum ketika mendengar pernyataan rekannya dan Eden berkata, "Kau benar kawanku!! Ini terasa menyenangkan..."
Asap yang semula tebal perlahan menghilang dan nampaklah sebuah bongkahan es raksasa yang perlahan hancur.
Bongkahan es itu diciptakan Arashi untuk melindungi dirinya dan perlahan hancur karena serangan musuh, "Hah... hah... hah..." nafas Arashi terlihat tak beraturan dan iapun terlihat sangat kelelahan.
"Sial, nyaris saja aku mati!! Aku mengerahkan seluruh energiku untuk menahan serangan mereka dan sekarang aku kehabisan energi..." ucap Arashi yang secara perlahan menonaktifkan mode dewa dan iapun kembali ke semula, "Kurasa menghajar salah satu dari mereka mustahil untuk kondisiku sekarang dan kurasa aku harus mundur..."
Arashi berfikir untuk kabur akan tetapi Mogura telah berada dibelakangnya dan keempat lengannya sudah mengepalkan tangan, "Khahahaha...!! Luar biasa sekali kau bisa bertahan, bocah..." ucapnya dengan melesatkan pukulan secara bertubi-tubi.
Arashi dengan sisa-sisa energinya berusaha bertahan akan tetapi karena dirinya terlalu lemah maka satu persatu pukulan iblis itu mengenai dirinya, "Sialan, kalau begini terus aku tak akan bisa bertahan..." pikirnya yang mencoba menghindar.
Dengan instingnya yang tajam, Arashi mampu melihat celah dan memanfaatkannya untuk melompat kebelakang lalu kabur, "Aku berhasil..." ucapnya yang telah berlari menjauh.
Secara mendadak Eden melompat tinggi dan jatuh tepat dihadapan Arashi dengan menggenggam erat gada besi berduri, "Ini balasanku!!!"
"Jbbllast...!!!" Arashi tak sempat menghindar dan ia terkena serangan secara langsung sehingga terpental jauh menembus beberapa bangunan, "Sialan, untuk kabur saja susah..." ucapnya yang perlahan bangkit dan sekarang darah mengalir deras dari kepala.
Dengan sorot mata tajam, Eden berserta ketiga raja iblis yang lainnya berjalan mendekati Arashi, "Kau akan mati bocah...!!!!"
JALAN KABUR SEMAKIN TERTUTUP JADI BAGAIMANA CARANYA ARASHI MELARIKAN DIRI?
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 925 : Menaklukan Dunia